
" Duduk lah nak Azzam !! ada sesuatu yang ingin papa bicarakan empat mata dengan kamu." ujar Amir Syah Alam mempersilahkan sang menantu duduk di depannya, di ruang kerja.
" Iya pa." jawab Azzam lanjut duduk depan Amir.
Awalnya Amir terdiam, pria paruh baya ini bingung hendak memulai percakapan nya dengan sang menantu darimana. Lama keduanya saling ambigu.
" Emmm.... maaf, barusan papa ingin berbicara sesuatu apa? atau ada yang perlu Zam bantu?" tanya Zam mengawali pembicaraan.
" Sebelumnya papa ingin minta maaf sebesar besarnya terhadap nak Azzam, terutama pada Nisa. " ujar Amir penuh tanda tanya ucapannya.
" Kenapa harus minta maaf pa?? Papa nggak ada salah sama sekali sama kami. Kenapa bilang begitu?" tanya Azzam kebingungan.
Amir menghela nafas panjang dan membuangnya kasar. Pria paruh baya ini mengambil map dari brankas, memberikannya kepada Azzam.
Azzam menerima map dari sang mertua lalu membacanya. Betapa kaget Azzam saat mengetahui isi dari map tersebut. Azzam baca berulang-ulang, dan akhirnya ia memberanikan diri bertanya.
" Maksudnya apa ya pa? perusahaan papa sedang pailit? kok bisa pa? bukannya perusahaan papa itu, perusahaan besar. Bagaimana mungkin bisa mengalami pailit dalam waktu sekejap?" Azzam bertanya dengan suara lirih dan raut wajahnya mulai panik.
" Benar nak Azzam, ceritanya memang panjang, dan tidak mungkin perusahaan akan mengalami pailit segampang itu." jawab Amir dengan tatapan sayu.
Flashback on.....
Seperti biasanya saat rapat dengan investor asing dan dengan beberapa pemimpin perusahaan lain yang sedang bertarung untuk memenangkan tender. Siang itu Amir Syah Alam, pemilik perusahaan ternama di kota M, juga turut hadir meramaikan.
Investor asing itu setuju dengan proposal yang diajukan dari perwakilan perusahaan milik Amir. Dan keduanya pun menandatangani surat perjanjian kontrak kerjasama.
Kerjasama pun berlangsung selama beberapa bulan.
Banyak para pimpinan perusahaan yang kurang suka dengan pilihan investor tersebut, menganggap Amir telah berlaku curang.
Seorang pimpinan perusahaan besar yang bernama Handoko, yang tak lain adalah ayah kandung Linda. Mempunyai rencana untuk menghancurkan proyek yang tengah dikerjakan oleh perusahaan Amir.
Sepulang dari kantor, Handoko segera memasuki rumah besar nan megah miliknya. Namun disana ia mendapati seorang wanita tengah menangis meraung dan penuh emosi, melempar beberapa barang di kamarnya.
__ADS_1
Wanita ini tak lain adalah putri semata wayang Handoko yang bernama Linda Safitri.
Handoko merasa sedih melihat kondisi sang putri yang terlihat kalut saat itu.
" Kenapa sayang, anak papa kenapa menangis?" tanya Handoko
Linda yang menangis diatas kasur, menghambur memeluk tubuh sang papa. Mengadukan apa yang terjadi pada dirinya.
" Hiks.... Linda benci dia pa. Linda yang lebih dulu menyukai nya kenapa ia lebih memilih wanita itu ketimbang Linda. Azzam jahat huuuuu." teriak Linda menangis histeris.
Handoko memeluk erat tubuh putrinya yang bergetar karena menangis. Mengelus punggung belakang Linda.
" Tenang kan lah dirimu sayang. Baru ceritakan sama papa apa yang terjadi." tukas Amir menghibur sang putri.
Linda pun berangsur diam dan mulai bercerita bahwasannya ia sangat mencintai Azzam, namun cintanya di tolak oleh lelaki tersebut. Dan lebih memilih menikahi wanita lain yang bernama Annisa Rahmadhania.
" Linda minta maaf pa hiks.... Linda sekarang sedang hamil, dan itu anak dia." ujar Linda berbohong.
Dari sinilah Handoko mulai mencari tahu tentang siapa Azzam dan gadis yang dinikahinya. Dan menurut informan dari Jimmy asisten pribadinya. Ayah kandung dari gadis yang dinikahi Azzam tak lain adalah Amir Syah Alam. Pria yang berhasil memenangkan tender dengan investor asing satu bulan yang lalu. Dan yang proyeknya ingin ia hancurkan.
" Oh jadi dia putrinya. Bagus lah jadi tidak perlu alasan lagi untuk menghancurkan proyek si brengsek itu." celetuk Handoko pada Jimmy.
Handoko pun mulai menyusun rencana jahatnya yaitu mensabotase proyek Amir. Dan semua rencana jahatnya itu hanya diketahui oleh Jimmy sang asisten.
" Tolong rahasiakan semuanya jangan sampai bocor rencana ku." tukas Handoko mengancam Jimmy saat mengobrol berdua di ruangan khusus di kantor Handoko.
" Iya tuan." jawab Jimmy mengangguk.
******
Seiring waktu yang kian terus bergulir, proyek yang tengah dikerjakan Amir pun berjalan dengan lancar. Sampai suatu ketika Handoko berhasil mensabotase proyek itu hingga bangunan yang tadinya kokoh itu bisa runtuh bagian atapnya. Dan mengakibatkan ratusan pekerja bangunan meninggal dan terluka parah.
Kabar runtuhnya atap dari proyek Amir, terdengar sampai ke telinga investor asing tersebut. Seketika pihak pertama menghentikan kontrak kerjasama itu, dan menggugat pihak kedua untuk bertanggung jawab mengenai pembiayaan seluruh korban dari insiden sabotasee tersebut.
__ADS_1
Untuk mengeluarkan uang yang tidak dalam jumlah sedikit. Akhirnya Amir menjual seluruh saham miliknya, uang tabungan, simpanan nya selama ini pun terpaksa harus ia keluarkan. Hingga tak bersisa dan perusahaan dinyatakan dalam keadaan pailit oleh pihak bank.
Saat kabar pailitnya keluar, Amir merahasiakan semuanya dari Devi. Tak ingin membuat istri yang setelah sekian tahun mendampinginya itu bersedih jika mengetahuinya.
Handoko dengan sombongnya mendatangi perusahaan Amir, pria berhati jahat ini menawarkan sebuah tawaran kepada Amir. Bahwasannya ia akan membantu suntikan dana ke perusahaan Amir dengan satu syarat. Ia harus menyuruh Annisa menceraikan Azzam dan bertanggung jawab menikahi Linda.
Amir tidak bisa serta merta menjawab negoisasi yang ditawarkan oleh Handoko.
" Maaf saya tidak bisa memutuskan langsung apalagi sebelah pihak saja. Ini mengenai kebahagiaan putri saya. Jika pun pihak kepolisian harus menangkap dan memenjarakan saya untuk mempertanggung jawabkan semuanya, saya bersedia. Beri saya waktu dua hari untuk menyampaikan berita ini kepada keluarga saya." ujar Amir dengan wibawanya saat berbicara dengan Handoko.
Pria yang berhati jahat ini pun tertawa sombong. " Kenapa harus berfikir dua kali? apa anda tidak akan berfikir lagi bagaimana nasib kedepannya keluarga anda. Menjadi gelandangan. Karena sebentar lagi pihak bank akan menyita rumah anda tentunya ha ha ha ha. Ayo lah jangan angkuh begitu, terima saja nasib anda. Suruh putrimu menceraikan suaminya, maka semua urusan beres dan perusahaan kembali beroperasi dan berjalan normal ." tukas Handoko dengan sinis.
Flashback off......
" Kenapa papa baru bercerita sekarang? dan bagaimana bisa papa tidak menyelidiki semua kasus sabotase ini. Jika memang proyek itu bermasalah dalam bahan bakunya, harusnya dari awal pasti tidak akan bisa berdiri dengan kokohnya. Dan ini saat pembangunan dalam tahap hampir delapan puluh persen baru terjadi masalah. Papa jangan diam saja, Azzam akan mencarikan pengacara terbaik untuk papa. Dan maaf Azzam tidak bisa menuruti perintah mereka pa. Sampai kapanpun Azzam akan tetap berdiri disamping Annisa, istri Azzam dunia akhirat." jawab Azzam penuh kemarahan.
" Maka dari itu papa meminta maaf nak Azzam.
Tolong jaga Annisa dan mama selama papa tidak ada. Besok lusa papa akan ke kantor polisi menyelesaikan kasus ini. Sampai pengadilan membuktikan dan memutuskan apakah papa terbukti bersalah atau tidak." timpal Amir mulai berkaca-kaca.
Ada luapan emosi yang tak dapat ditahan dan dibendung lagi oleh Azzam. Ia merasa harus menyelesaikan langsung masalah nya dengan Linda. Tanpa harus melibatkan orang lain.
" Zam janji Insya Allah akan selalu menjaga Nisa dan mama. Jika papa bersedia, Zam ada sedikit tabungan yang bisa papa pergunakan untuk melanjutkan perusahaan papa." timpal Azzam kembali.
" Tidak perlu nak Azzam, jika saat putusan pengadilan nanti memberatkan papa, dan papa harus menjalani proses hukuman penjara. Tolong nak Zam lanjutkan kelola perusahaan, papa sangat yakin dengan kemampuan kamu. Papa titip orang tersayang papa dan perusahaan, jaga semuanya dengan baik !!" seru Amir menggenggam tangan menantunya.
Azzam tanpa sadar menitikan air mata, ia berjanji akan mengusut kasus yang dihadapi sang ayah mertua segera.
******
**BERSAMBUNG.....
MAKIN SERU BUKANπ NANTIKAN TERUS KELANJUTANNYA YA KAKAK READERS SEMUA π JANGAN LUPA DUKUNGANNYA VOTE, RATE N GIFT, LIKE SERTA KOMENTAR**.
__ADS_1