I Know Your Secret

I Know Your Secret
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Aku bersenandung riang membantu ibuku menyiapkan sarapan. Ibuku melihatku dengan tatapan aneh,dan heran melihatku melakukan hal tanpa disuruh.


"kamu kerasukan apa nak?" tanya Ibu cemas sambil memegang keningku. Aku berdecak pelan, "bukan Bu. Aku baik-baik saja,apa Ibu nggak senang anaknya jadi rajin gini?" seruku bangga menatap Ibu.


"senang si senang nak,tapi kalau berubah secara tiba-tiba gini kan,Ibu jadi aneh lihat kamu." ujar Ibu sambil menuangkan masakannya kedalam piring.


"ya ampun Bu,percayalah pada anakmu yang cantik,comel,imut,menggemaskan,Sholeha,baik hati lagi." ucapku memuji diriku sendiri.


"huueek,siapa pula orang yang bilang dirinya kayak gitu." ledek Gazza tiba-tiba masuk ke dapur. Ia mengambil minuman dingin didalam kulkas.


"suka hati aku lah,aku yang punya mulut kenapa kau yang sewot bang." kesalku. Padahal tadi moodku sangat baik,tapi melihat abangku malah jadi badmood.


"nah mulai lagi,dah dah kalau kalian trus berdebat sampai kiamatpun nggak selesai-selesai. Ayo panggil Ayahmu dek,kita makan lagi." pinta Ibu,aku langsung mengangguk dan menjulurkan lidahku saat melewati abangku.


"cih." ucap Gazza jengah melihatku,Aku tidak terlalu memperdulikan dirinya,melangkah maju aku langsung mengetuk pintu kerja Ayah.


"Ayah,yok makan."teriakku sambil menggedor pintu. Setelah itu aku langsung melenggang kembali ke dapur duduk ditempat ku sambil mengambil lauk pauk untuk sarapanku.


"Anj***r banyak kali lauknya woi." seru Gazza menatap lauk dipiringku,Aku mengedik bahu tidak peduli lalu melanjutkan makanku.


Ayah datang tak berapa lama setelah aku menyuap dua sendok makananku,lalu duduk disamping Ibu. Setelah menelan makananku,aku langsung berdiri diantara mereka semua.


"breaking news!!" seruku membuat semuanya yang sedang menyantap makanannya menoleh kearahku.


"apa?" tanya Gazza heran melihatku.


Aku memasang senyum lebar, "aku akan segera menikah!!" seruku menatap semuanya.


Byuur.


"uhuk...uhuk..." Gazza langsung tersedak saat mendengar pernyataan ku,sedangkan Ayah menatap tajam kearahku. Lalu Ibu menatap syok kearahku.


"apa?!" kejut mereka bersamaan,aku tersenyum lebar menatap semuanya lagi.


"Iya,ini berita yang bagus bukan?" seruku.


Braak. Aku tersentak saat Ayah menghentakkan meja kuat, raut dingin jelas tercetak diwajahnya.

__ADS_1


"dengan siapa kamu menikah?!" tanya Ayah dengan nada dinginnya. Aku yang awalnya bersemangat,menciut saat melihat raut tidak bersahabat yang ditunjukkan Ayah.


"kak Zayyan Yah." cicitku sambil tertunduk. Semuanya tampak terkejut,Gazza menatapku tidak percaya,lalu menghampiriku sambil memegang keningku.


"tidak panas,yang benar saja? kau mau menikah dengan Zayyan?!" ucapnya,aku langsung mengangguk yakin.


"kalian nggak melakukan kesalahan fatal kan?" tanya Ibu khawatir melihatku,aku menggeleng kuat menandakan tidak ada masalah diantaraku dan Zayyan.


"Panggil Zayyan kesini,sekarang!" titah Ayah langsung melenggang ke ruang tamu. Aku langsung terbirit-birit berlari ke kamar mengambil ponsel,dan menelpon Zayyan.


"Hm?" ucapnya pelan dari sana.


"Kak,kau disuruh datang sama Ayah!"


"emangnya kenapa?" suara serak dari pria itu baru bangun tidur. Hanya masuk sehari semalam di rumah sakit membuatnya harus banyak-banyak istirahat.


"Ayah ingin meminta penjelasan dari permintaan kita menikah,jadi kita harus gimana?" tanyaku sedikit panik,menyesal telah terburu-buru menyampaikan berita yang mengejutkan itu. Seharusnya aku perlahan-lahan bilangnya,bukan secara mendadak seperti tadi.


Cih,sangking senangnya aku malah dapat masalah. Jika bukan karna 10 juta mungkin aku nggak akan seperti ini,fyuuh apa yang harus ku lakukan sekarang? gumamku menunggu jawaban dari orang di seberang sana.


"hallo?" ucapku tidak kunjung mendapat respon dari Zayyan.


"makanya,kalau mau menyampaikan sesuatu tuh. Tolong liat kondisi dan situasi. Huft,sekarang aku harus berhadapan dengan Ayah,ya sudah aku mandi dulu." ucap Zayyan tiba-tiba langsung berbicara setelah itu ia langsung memutuskan teleponnya sepihak. Aku menggerutu pelan,lalu melirik keluar.


"ya ampun Dasha,kau dalam masalah sekarang." ucapku langung menuju tempat Ayah berada. Saat aku tiba disana,Ibu duduk disamping Ayah,mereka tengah membahas sesuatu yang pastinya ada sangkut pautnya denganku.


"sayang,apa kamu yakin keputusanmu benar?" tanya Ibu memandang Ayah,Aku tidak terlalu mendengar perbincangan mereka. Aku berjalan mendekati keduanya dan duduk disamping Ibu.


"kamu sekarang nggak bercandakan nak?" tanya Ibu memandangku dengan raut cemas. Aku mendongak kearahnya dan mengangguk pelan.


"benar Bu."


"apa alasan kamu menikah,cepat katakan pada Ibu. Apa kalian melakukan sesuatu diluar bat—"


"nggak Bu,aku tidak akan melakukan hal semalu itu. Aku memang menikah karena sudah menjadi keputusanku sekarang Bu. Aku sudah mempertimbangkannya kemarin." jelasku menyakinkan Ibu agar mengizinkanku menikah,sedangkan Ayah hanya menunjukkan ekspresi datarnya padaku.


"huft,tapi kamu kan masih kuliah nak. Kenapa harus cepat-cepat menikah? kamu tau pernikahan itu bukan main-main. Itu sangat sakral,dan harus dijaga seumur hidup. Kamu yakin dah siap mental dan batin kamu? kamu nggak dipaksa menikahkan sayang?" tanya Ibu beruntun,aku langsung memegang tangan Ibu erat. Seraya memastikan bahwa aku yakin dengan pilihanku saat ini.

__ADS_1


"Aku yakin dengan pilihanku Bu,Ibu hanya perlu merestui kami saja." ucapku pelan,Ibu langsung memelukku.


"anak Ibu sudah besar,kalau itu memang keputusanmu Ibu dukung. Lagian Zayyan pernah bertemu dengan Ibu,dan memang anaknya sopan." ujar Ibu,aku hanya tersenyum menatapnya.


"Lalu Ayah,apa Ayah setuju?" tanyaku,penasaran dengan apa yang akan dibilang Ayah nanti. Aku berusaha menerima keputusan yang diambil beliau.


"Ayah setuju." ucap Ayah pelan membuat kami menoleh kearah Ayah.


"wah serius Ed? apa alasanmu sayang membiarkan putri kita menikah?" tanya Ibu juga penasaran dengan keputusan Ayah.


"aku serius,jangan bertanya lagi. Aku ingin ke kamar dulu." ucap Ayah langsung dianggukan semuanya.


Saat kami tengah berbincang-bincang,akhirnya tokoh utama pun datang. Zayyan langsung masuk dan menyalami kedua orangtuaku,terutama Ayah yang baru saja kembali dari kamarnya.


"Maaf aku terlambat." sesal Zayyan langsung duduk disampingku. Seperti orang terkena kasus,Ayah bagaikan polisi yang mengintrogasi anaknya.


"kalian sudah yakin dengan keputusan kalian?" tanya Ayah menatap tajam kearahku dan Zayyan. Aku menelan saliva,menunduk tidak berani menatap Ayah saat ini. Aku langsung menoleh kearah Zayyan, "kami sudah yakin Yah." jawabku yakin.


Astaga,aku yakin banget jawabnya. Semoga tidak terjadi apa-apa setelah aku menikah nanti. Fyuuh denagn begini,keutunganku ada dua dong,yang satu uang 10 juta perbulan bisa beli CPU-Komputer yang khusus untuk gaming dan satunya lagi,aku bisa terhindar dari para buaya-buaya liar itu. Gumamku pelan.


"Kamu yakin situasi ini kan Zayyan?" tanya Ayah lagi,Zayyan langsung mengangguk yakin. Ayah tampak menghela napas pelan, "baiklah,Ayah sama Ibu setuju kalian menikah,tapi dengan syarat tidak ada perceraian sampai kalian wafat. Kalau ada diantara kalian yang melanggar itu, bersiap-siaplah mendapat hukuman dari Ayah." jelas Ayah penuh tekanan. Aku mengangguk pelan,tidak berani menatap Ayahnya pelan.


"Alhamdulillah." ucap semuanya yang mendengarkan. Aku hanya tersenyum kikuk menatap semuanya,lalu aku melirik kearah Zayyan. Aku tidak tau apa yang dipikirkannya saat ini, tapi banyak pertanyaan yang dibenakku ingin kutanyakan.


"kalian menikah kapan?" tanya Ibu menatap kami.


Aku tidak tau harus menjawab apa,aku membiarkan Zayyan yang menjawabnya. Sambil meneguk minumanku.


"besok." ucapnya pelan,aku yang mendengar hal itu tanpa sengaja memuncratkan minuman yang barusan masuk kedalam mulutku.


"uhuk...uhuk." Aku langsung menenangkan diriku setelah mendengar hal yang begitu syok itu,begitupun dengan Ibu. Sedangkan Ayah hanya mengangguk pelan, "beri waktu lima hari. Kalian urus semua surat-surat nikahnya dulu,kalian harus sah agama sama negara. Kalau kau mau menikah dengan putriku besok,yang ada kalian nikah siri dan orang-orang tidak akan tau kalau kalian sudah menikah." usul Ayah,tapi nada dinginnya masih melekat dalam dirinya.


"baik Yah." ucap Zayyan menyanggupi,Aku juga ikutan mengangguk sambil menyeka sisa air disudut bibirku.


Anj***r gila juga Zayyan,aku kira bakalan nikah Minggu depan atau bulan depan. ckckckck sebentar lagi statusku yang single ini bakalan menjadi istri orang. Gumamku terkekeh pelan.


"Dah gila yaa?" ucap Gazza menatapku aneh yang tersenyum sendiri.

__ADS_1


"cih menganggu saja." gerutuku kesal memalingkan muka. Kami pun membahas perihal yang perlu dipersiapkan dalam pernikahan mendadak kami. Aku hanya menghela napas mendengar semua diskusi itu.


__ADS_2