I Know Your Secret

I Know Your Secret
Banyak Maunya


__ADS_3

Hari ini ulang tahun Gazza. Tidak mewah cukup sederhana saja,kami mengadakan acara ulang tahun Gazza di belakang rumah sambil membuat piknik keluarga.


"selamat ulang tahun abangku sayang." seruku memeluknya erat. Ia pun terkekeh pelan lalu membalas pelukanku.


"aku doakan semoga kau segera menikah di tahun ini yaa bang,nyusul buat ponakan untukku!!" seruku disambut jitakan oleh Gazza.


"ngomongnya terlalu jauh." ketusnya tetapi mengelus kepalaku.


"adikku sudah berubah ternyata,sekarang kau makin cantik setelah hijrah."


"oi...oi jangan muji istriku!" gerutu Zayyan tak jauh dari kami. Aku memutar bola mataku malas, "bang,jangan mulai cemburu yaa." pintaku menatap kearahnya.


Zayyan tampak membuang muka,sehingga aku harus berjalan kearahnya untuk menenangkan bayi besarku itu.


"cih,anak sialan nih melunjak pula dia." gerutu Gazza melempar buah apel kearah kepala Zayyan. Zayyan meringis kesakitan karena terkena lemparan apel dari Gazza.


"sialan kau sini ku balas!!!" teriaknya mengejar Gazza,abangku itu langsung kabur. Aku menggeleng-geleng melihat tingkah mereka berdua seperti bocah.


"jadi gimana El?" tanyaku menatap Elisa yang sedari diam menghanyutkan. Elisa menoleh kearahku sambil tersenyum, "beres,nanti kita kumpul di kamar kak Gazza." serunya lagi.


"buset,memang harus dekornya disana yaa??" tanyaku lagi.


"iyaa,mau gimana lagi. Kalau diluar takut ketahuan suprise dari kita." jelas Elisa dianggukan olehku. Aku melirik jam tanganku, "El,udah waktunya." ucapku mengingatkannya. Ia pun mengangguk lalu menarik tanganku menuju kamar Gazza. Aku mengirim pesan padaku suamiku agar la membawa Gazza ketempat kami berada.


Dapat kulihat Elisa terlihat gugup sambil memegang kotak hadiah cantik. Aku sangat kagum dengannya,yang dengan tulus membuat itu dengan hasil keringatnya sendiri.


bang,semoga kau menerima niat tulusnya. harapku memandang cemas,berharap rencana yang kami buat berjalan lancar.


***


Tiga bulan sudah berlalu sejak hari ulang tahun Gazza. Aku menyisir rambutku sambil menatap kearah jendela.


"hmm aku mau makan buah mangga mudaaa." gumamku tergiur dengan buah mangga yang bergelantungan dipohon mangga milik tetanggaku. Entah kenapa aku menginginkan itu.


"ya ampun perutku kayaknya tambah besar aja,apa aku terlalu makan banyak yaa??" gumamku menatap perut buncitku. Yup, akhir-akhir ini aku sering mengunyah cemilan,contohnya saat tengah malam aku berjalan menuju dapur memakan coklat batang,donat,dan segala makanan junk food. Tetapi,tidak membuatku kekenyangan.


"sedang apa kau disana?" tanya Zayyan yang baru saja masuk kedalam kamar. Melihat suamiku baru saja datang, dengan segera aku menghampiri suamiku.


"aku mau mangga!" ucapku to do point.


Zayyan menyerngit bingung, "mangga?"


Aku mengangguk cepat, "iyaa."


"ooo okee,bentar aku beli di mini market dekat sini." jawabnya langsung mengambil kunci motornya.


"aku ikuuut!!" seruku membuat Zayyan menghela napas pasrah, " ya sudah,ayo." ajaknya namun sedetik kemudian ia menghadang jalanku.


"aduh,kenapa kau menghalangiku bang?"


"heh,lihat dulu bajumu itu. Masa kau keluar dengan baju saringan itu, ganti!" geram Zayyan menatapku dari atas sampai kaki. Memang akhir-akhir ini Zayyan juga lebih posesif dari biasanya dan hanya dia yang boleh melihat lekuk tubuhku.

__ADS_1


"ya ampun,lupa sorry hehehe." cengirku lalu mengganti pakaianku. Setelah beberapa menit,akhirnya aku selesai memakai pakaian tak lupa juga memakai jilbab.


"dah?" tanyanya menatapku,lalu ia mengambil jaket dan memasangkannya padaku.


"diluar gerimis,jadi kita pergi pakai mobil aja." ucapnya lalu memakai jaket pada dirinya.


"kalian mau kemana?" tanya Gazza menatap kami hendak keluar rumah.


"mau pergi bentar."


"titip." seru Gazza menghampiri kami.


"kami bukan jasa titip,beli sendiri." ketus Zayyan menatap tajam kearah Gazza


"idih,aku bukan ngomong denganmu bodoh,aku nitipnya dengan Dasha,ya kan dek?" serunya menoleh kearahku.


"ongkirnya segepok kalau nitip sama aku." seruku sambil mengadakan tanganku kearah Gazza.


"cih,pelit kali kalian." gerutu Gazza,lalu ia menyambar jaket dan kunci mobilnya. "biar aku pergi sendiri." ketusnya melenggang melewati kami.


"nah itu bisa pergi sendiri, hati-hati bang!!" seruku sambil terkekeh pelan. Gazza menatap kami tajam lalu masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah.


Aku dan Zayyan cekikikan melihat raut kesal Gazza,lalu kami masuk kedalam mobil. Aku dan Zayyan menikmati perjalanan yang basah diguyur hujan deras. Sampailah kami di mini market,


"kau tunggu disini saja,biar aku yang pergi beli." ucap pria itu sambil melepaskan seltbeltnya.


"nggak mau,mau ikut. Biar aku bisa pilih nanti."


"hujan Dasha,nanti kamu kebasahan sayang." jelas Zayyan dengan sabar.


"okee suit kita,kalau aku yang menang kau tinggal. Tapi,kalau kau yang menang boleh ikut." tantang Zayyan.


Senyumku melebar menerima tantangan yang terlihat menarik itu, "okee siapa takut."


"suiiit!!!" seru Kami bersamaan.


"yees aku menang!!!" sorakku saat melihat suit jari telunjukku lebih menang dari kelingking Zayyan.


"ya sudah,pasang tudung saji tuh sana."


"buahahaha ngakak,buka tudung saji bang,tapii tudung jaket." seruku melarat ucapan Zayyan.


"heh,terserahlah. Cepat turun!!" titahnya,dapat kulihat ia tengah menahan malu. Kami berlari kecil masuk kedalam mini market.


"katanya mau beli mangga,tapi kok kamu beli jajanan sebanyak ini?" protes Zayyan jengah melihatku sudah membawa segerombolan makanan cemilan ditanganku.


"sekalian bang,hehehe." cengirku pelan,Zayyan mengelus kepalaku lalu berjalan menuju tempat buah.


"bang,bukan mangga itu!" protesku saat melihat Zayyan hendak memasukkan satu persatu mangga kedalam plastik. Zayyan menoleh kearahku dengan tatapan heran, "kau mau mangga yang kayak mana?" tanyanya.


Aku celingak-celinguk mencari mangga yang aku inginkan saat ini,namun tidak menemukan satupun yang terlihat enak dimataku.

__ADS_1


"nggak ada disini. Dia mangganya beda." ucapku lagi.


"mangga harum manis? mangga madu? atau mangga gimana?" tanya Zayyan lagi


"nggak tau namanya,tapi mangganya cantik."


"kayak mana yang kamu maksud mangganya?" tanya Zayyan bingung. Ia tampak tidak mengerti buah mangga yang aku inginkan.


"warna hijau."


"Dasha semuanya warna hijau!" geram Zayyan


"hehehe iya maap,jangan digas juga dong."


"yalah...yalah,cepat yang mana?" tanya Zayyan,pria itu terlihat menahan amarah dan memilih untuk banyak bersabar dengan istri abstrud sepertiku ini.


"nggak ada disini." ucapku kekeh dengan pendapatku.


"mau cari tempat lain?" tanya Zayyan melirik ke arahku, aku sejenak berpikir lalu mengangguk pelan.


"okee bentar,jangan kemana-mana ini masih hujan." ucap Zayyan lalu melenggang ke kasir untuk membayar cemilanku tadi. Setelah selesai membayar, kami pun kembali berlari kecil menuju mobil.


"fyuuh dingin." ucapku mengibas bajuku yang sedikit basah. Zayyan langsung menghidupkan penghangat mobil.


"kau minum apa tuh?" tanya Zayyan menatapku menyedot minumanku.


"susu pisang." jawabku kembali meneguk susu pisang itu, "kau mau bang?" tanyaku menatap Zayyan. Dengan cepat pria itu merampas susu pisangku dan meneguknya sampai habis.


"bang Zayyaan!!!" teriakku.


Sampai dirumah,aku menekuk mukaku acuh tak acuh. Mengingat susu pisangku diteguk kandas oleh Zayyan. Zayyan menahan lenganku agar tidak segera menuju keatas,dengan terpaksa aku mengikutinya.


"kenapa?" tanyaku menatapnya.


"aku lupa kita harusnya singgah beli mangga." lesu Zayyan,


"ya sudah petik aja mangga yang dipohon itu!" tunjukku kearah halaman tetangga sebelah. Zayyan lagi-lagi menyerngit dan berjalan menuju ke rumah tetangga dan meminta izin untuk meminta beberapa mangga,aku pun mengikutinya dari belakang.


"yang mana?" tanya Zayyan mencari buah mangga yang banyak bergelantungan di pohon setelah mendapat izin dari sang pemilik pohon,barulah kami memetik buahnya.


"nah iyaa tuh yang aku mau!!" seruku disambut tatapan tajam dari Zayyan.


"heh Dasha,ini mangga belum matang lho." protes Zayyan.


"coba dulu,pasti enak!" seruku lagi. Mau tak mau Zayyan harus memanjat agar sang istri tidak marah lagi padanya.


"nah." ucap Zayyan setelah mengambil buah mangga itu,walaupun dirinya tidak yakin dengan mangganya yang masih terlalu muda.


"makasih bang!!" ucapku sambil memeluknya,Zayyan bukannya membalas pelukanku,ia malah menjewer telinga ku.


"ini enak banget ngomongnya yaa." gerutu Zayyan

__ADS_1


"sialan lah,mending aku buat rujak lagi." ucapku berjalan menuju dapur.


Zayyan terdiam menatapku dari belakang,entah apa yang dipikirkan pria itu.


__ADS_2