I Know Your Secret

I Know Your Secret
Terungkap Rahasia


__ADS_3

Aku berjalan pelan memasuki rumah,sambil mengomel tidak jelas menghentakkan kaki menaiki tangga menuju kamar. Aku sangat kesal,kenapa bisa begitu? tentu saja jawaban yang membuat moodku selalu terombang-ambing yang diakibatkan oleh suamiku sendiri yang jauh dari kata romantisme.


"cih,apa salahnya sih angkat aja aku ke kamar,sumpah ngantuk kali. Zayyan kau jahat sekali." gerutuku kesal lalu lompat keatas kasur. Sungguh didetik ini juga mataku masih mengantuk,selama diperjalanan tadi aku tidur.


"jangan manja,masih punya kaki kok nggak dipakai." ketus Zayyan mendengar omelanku dari belakang. Ia menutup pintu kamar dan berjalan ke kamar mandi.


Aku berdecak kesal menatapnya yang sudah masuk kedalam kamar mandi. Sudah tidak bisa menahan kantukku akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengganti baju dan langsung memejamkan mataku.


"oi bangun...bangun!!!" seru Zayyan,entah sejak kapan pria itu keluar dari kamar mandi. Aku mengumpat pelan menatap tajam kearahnya, "ck, apa lagi kak?"


"ganti bajumu dulu,jorok sekali kau."


"besok aja kak,serius mata nih dah lima watt,apa kau tidak kasian melihatku kak?" lirihku pelan sudah tidak tahan kantukku. Cukup berdebatnya saat ini,aku ingin sekali masuk kedalam mimpiku sekarang juga. Tetapi sepertinya tidak semudah itu.


"enak saja,kau itu cewek masa jorok kayak gini,ganti baju dulu sana,atau kau mau aku yang gantikan bajumu?" tawar Zayyan sambil tersenyum smirk kearahku.


Sialan kau Zay!!. Kesalku dalam hati,dengan cepat aku turun dari kasur dan berlari cepat ke kamar mandi. Dengan kecepatan kilat aku langsung menggosok gigi,cuci muka seadanya dan mengganti baju tidurku setelah itu aku langsung berlari keluar kamar mandi dan menghempaskan badanku langsung ke kasur.


"eeitts." cegah Zayyan membuatku tambah kesal, "apa lagi sih kak?!" gerutuku menatap suamiku yang menyebalkan itu.


"sholat dulu,baru tidur." ucapnya pelan,lalu ia naik keatas kasur sambil menyelimuti dirinya.


"kau sendiri nggak sholat kak?" tanyaku.


"udah tadi,kau belum sholat kan? nah sholat dulu sana." ucapnya santai sambil mencari posisi tidur yang nyaman.

__ADS_1


"aku lagi nggak sholat,puas? please biarkan aku tidur woi!" sarkasku langsung mencari posisi nyaman untuk tidurku. Sekarang aku tidak peduli lagi yang ia katakan lagi,yang penting aku sekarang sudah bisa memejamkan mata dengan tenang.


***


Aku terbangun dari mimpiku menatap jam dinding kamar telah menunjukkan pukul sembilan pagi. aku langsung terlonjak kaget dan langsung turun dari kasur,padahal nyawaku belum terkumpul semua.


Dengan langkah sempoyongan,aku membuka pintu dan menuruni anak tangga,aku tergesa-gesa menemui Ibu yang sedang memasak di dapur.


"Ibuuu!!" panggilku sambil mengacak-acak anak rambut yang menghalangi pandanganku.


"apa?" tanya Ibu heran sambil menata sarapan pagi diatas meja. Aku menyerngit bingung menatap Ibu, "kenapa Ibu tidak membangunkanku? maaf Bu aku telat bangun, padahal pagi-pagi nih waktunya ngebabu." ucapku pelan. Walaupun aku pemalas tetapi aku tidak tega membiarkan Ibuku mengerjakan semuanya sendiri,sebagai anak aku tahu diri apa yang harus kulakukan.


"ooo,nggak papa,lagian hari ini libur,jadi nggak perlu bersih-bersih kali lah." ucap Ibu sambil melepaskan celemeknya, Ibu menghela napas menatapku, "mending kamu mandi nak,rambut kamu udah kayak singa." celoteh Ibu meninggalkan aku didapur. Aku terkekeh pelan,lalu langsung berlari lagi ke kamar.


Aku langsung mengambil bajuku dan menyambar handuk lalu masuk kedalam kamar mandi. Tidak memakan waktu yang lama,aku langsung mengeringkan rambutku didepan meja riasku.


"iyaa siapa?" tanyaku saat didepan pintu,aku melirik jendela untuk mengetahui siapa yang datang ke rumahku itu.


"paket mbak." serunya membuatku menyerngit bingung.


Perasaan aku tidak ada checkout deh Minggu nih. Terakhir kali aku beli tas di online satu bulan yang lalu. gumamku pelan sambil membuka pintu.


"kami tidak ada memesan paket pak,mungkin bapak salah alamat." ucapku pelan sambil memandangi kotak besar yang ada ditangan kurir itu.


"benar kok mbak,paket ini atas nama Zayyan Firaz Adibrata." ucapnya menyakinkan dirinya memang. benar mengantarkan paket itu kealamatku.

__ADS_1


Zayyan? oh jadi nama panjangnya Zayyan Firaz Adibrata yaa,cih sekarang baru tau aku kalau nama username dalam gamenya Zafiad. Ternyata itu nama singkatannya. gumamku pelan.


"maaf mbak?" ucap Kurir tadi membuatku sadar dari lamunanku,aku menoleh kearah kurir itu.


"ah maaf,iya memang benar. Ini punya suami saya." ucapku pelan,kurir tadi langsung menyerahkan paket besar itu padaku dan memintaku menandatangani kertasnya,setelah itu dengan bersusah payah aku membawa kotak itu masuk.


"fyuuh,ckck apa sih isinya,kenapa berat sekali??" gerutuku pelan menatap paket besar itu sambil membawanya perlahan-lahan menaiki anak tangga. Akhirnya jerih payahku terbayar sudah,aku akhirnya dapat membawa paket itu kedalam kamarku.


Aku langsung meletakkannya di kasur. Aku pun langsung membuka plester yang melekat dipaket itu,satu persatu paket itu menyisakan sebuah kotak yang belum aku buka.


"hmm kira-kira apa ya isinya??" tanyaku penasaran menatap kotak itu. Aku mendengar suara gemericik air dikamar mandi menandakan jika pria itu kini sedang mandi. Aku tersenyum jahil menatap kotak itu.


Aku kan istrinya,jadi tidak salah kalau aku membuka paketnya hehehehe. celotehku pelan,dengan tampang tanpa berdosa membuka paket itu pelan-pelan.


"oi apa yang kau lakukan?!" seru Zayyan masih mengenakan handuk sebatas pinggang berjalan kearahku. Aku memalingkan wajah tanpa sengaja melihat tubuh sixpacknya.


"haiiss sana kau kak!!!" usirku secara kasar mendorong Zayyan agar tidak mendekatiku. Zayyan enggan bergerak dari tempatnya ia fokus menatap kotak yang sedang kubuka


"hei ini punyaku!" serunya saat menyadari kotak yang kupegang adalah miliknya. Melihat gelagat Zayyan membuatku curiga dan enggan memberikan kotak itu padanya,entah darimana kekuatanku muncul mampu mengangkat kotak yang berat itu terasa ringan saat kuangkat,aku memundur langkah cepat menjauh dari Zayyan. Sedangkan Zayyan semakin melangkah mendekatiku,hingga tanpa sadar aku membentur lemari pakaianku hingga membuat kotak yang tergeletak diatas sana terjatuh.


Bruuk.


Kotak yang ada diatas lemari tadi jatuh tepat dikotak yang kupegang membuat isi kedua kotak itu berhamburan dilantai. Aku melirik pintu kamarku terbuka dan menampakkan Gazza menatap kami berdua.


"ada apa? ada apa?" tanyanya heboh saat ia mendengar suara kotak jatuh tadi. Tidak ada satupun dari kami yang menghiraukan Gazza,kami malah fokus menatap isi kedua kotak itu,yang mana kotak yang kupegang tadi adalah punya Zayyan dan kotak yang terjatuh tadi punyaku.

__ADS_1


"ternyata ini rahasia yang kau sembunyikan." seru kami bersamaan sambil tersenyum seringai. Gazza yang menatap kami hanya bisa menghela napas pelan melirik secara bergantian aku dan Zayyan.


"apa kalian tidak bisa diam sehari saja?!" ucap Gazza jengah menatap datar kearah kami berdua.


__ADS_2