I Know Your Secret

I Know Your Secret
Ceroboh


__ADS_3

"ini aku duluan yang ngambil kak,ayolah mengalah pada cewek." bujukku seraya menarik komik dari tangan pria itu.


"nggak,aku duluan yang mengambilnya tadi." bantah Zayyan yang juga menarik komik itu.


"kakakkan jurusan kedokteran,masa baca komik beginian." gerutuku kesal karena komik itu masih kupertaruhkan.


Zayyan masih terlihat enggan melepaskan komik itu, "hei,seharusnya cewek nggak baca komik."


Tarik-menarik pun terus berlanjut,padahal toko itu terlihat sepi namun mengundang mata disekelilingku. Untung saja aku kini memakai tudung jaket jadi tidak ada yang mengenaliku dari jauh jika terjadi pertempuran sengit dengan pria menyebalkan ini.


"woi,lepas!!" seru seseorang dibelakang kami,kami tidak memperdulikan teriakan orang itu dan terus memperebutkan komik edisi terbaru itu.


Sreeek. Aku langsung terdiam melihat komik itu koyak begitu juga dengan Zayyan. Gazza yang mendengar keributan itu langsung berjalan cepat kearah kami dan terkejut melihat apa yang terjadi.


Gazza menoleh kesamping melihat banyak pasang mata melirik kearah mereka,bahkan ada juga yang terlihat sedang merekam aksi konyol adiknya itu.


"kau membuatku malu,Sha." bisik Gazza lalu melirik komik yang sudah koyak itu dilantai. Tak habis pikir melihat tingkahku yang kayak anak kecil ini. Gazza langsung membayar komik itu,dan membawanya pergi tanpa memperdulikan diriku dan Zayyan yang masih terbengong ditempat. Aku langsung menoleh tajam kearah Zayyan.


"ini semua gara-gara kau!" kesalku langsung menyusul Gazza. Zayyan langsung menahan tanganku, "kau tidak bisa pergi begitu saja!" geramnya karena gagal memiliki komik yang diincarnya itu.


"kita sama-sama nggak dapat,lalu harus gimana? kau lihat tadi kak, komik itu koyak karena kau menariknya tadi!" geramku menatap tajam kearah Zayyan.


"itu karena kau menariknya juga!" tak terima disalahkan,Zayyan melenggang pergi dari tempat itu. Aku mengumpat kesal dalam hati melihat pria culun itu sudah berlalu keluar dari toko komik. Banyak pasang mata melihat kearahku,aku langsung menunduk menutup wajahku dari orang-orang itu dan berlari keluar.


Aku melirik kearah parkiran,tidak mendapati mobil Gazza ditempat yang harusnya parkir disini. Aku langsung menelpon Abangku untuk mengetahui keberadaannya sekarang,namun Abangku tidak mengangkat telepon dariku.


Sial. umpatku lagi bingung harus pulang pakai apa. Aku melirik jam tanganku yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Parkiran di Mall juga sudah terlihat sepi,Aku sedikit ketakutan melihat lampu satu persatu mulai dimatikan.


Aku harus keluar dari sini. gumamku saat melihat Mall tampak mulai tutup. Mau tak mau Aku harus keluar dari Mall segera. Aku menunduk ketakutan,dengan hanya bermodal ponsel yang baterainya mati total dan satu uang lembar didalam jaketku,aku terus berjalan tanpa sadar sudah menjauhi area Mall.

__ADS_1


Aku meneteskan air mata,karena Aku mulai ketakutan saat menyadari jalan yang ku tempuh terlihat sepi. Menoleh kesekeliling jalan tidak membuatku mendapat ide untuk mencari cara agar bisa pulang kerumah.


huh,seharusnya aku mengecas full ponselku tadi. gerutunya menyesal tidak mengecas ponselnya sebelum pergi ke Mall. Aku merinding saat ada suara dibalik tong sampah disudut jalan. Tidak terlalu jelas karena daerah disitu sedikit gelap. Cahaya lampu tampak berkedip-kedip membuat suasana di sekitarku menjadi horor.


"bismillahirrahmanirrahim." ucapku yakin jika diriku tidak sendiri,karena malaikat kiri dan kanan akan selalu bersamaku.


Aku langsung terdiam ditempat,saat melihat segerombolan preman mengobrol canda ria sambil meminum alkohol ditangannya tak jauh dari tempatku berdiri. Mereka memang masih belum sadar dengan keberadaanku,aku menoleh ke kanan dan kiri jalan tidak ada siapapun disana kecuali aku.


Aku langsung teringat pesan nenekku,jika merasa terganggu atau ketakutan baca saja ayat kursi berulang kali. Aku langsung melafalkan dalam hati ayat kursi,walaupun kadang-kadang aku sedikit lupa dengan barisan ayatnya,aku membacanya pelan-pelan dengan khusyuk. Saking khusyuknya tanpaku sadari, Aku berjalan memutar sampai kembali kedepan Mall itu.


aku langsung bersyukur kembali ke depan Mall,aku langsung duduk didepan halte yang terlihat gelap itu. Sesekali mengeluarkan air mata yang hampir jatuh membasahi pipiku.


"bang Gazza,kau dimana? serius aku takut bang." lirihku berharap Abangku akan datang menemuiku disini. Harapan tetaplah harapan,tidak menunjukkan batang hidung Abang tampanku itu,membuat diriku kembali putus asa. Hampir saja aku tertidur dihalte bus itu,ketika mendengar suara deruman mobil berhenti didepanku.


Awalnya aku mengira jika mobil itu adalah Abang,namun salah. Orang yang menyebabkan dirinya berada disini malah menunjukkan diri didepanku,memandangku dengan susah diartikan. Aku sendiri bingung kenapa ia memperhatikanku seperti itu,tidak seperti ekspresi menyebalkannya itu.


"kau disini ternyata." ucapnya membuatku menyerngit kebingungan. Aku hampir saja mengumpat kesal didepannya,saat ide cemerlang melintas diotakku.


"kenapa liat-liat?" tanyanya dengan ekpresi menyebalkannya itu. Ingin sekali diriku berkata kasar,namun saat ini bukan waktu yang tepat untuk memperdebatkan hal itu.


"kak,bisa tolong antarkanku pulang?" lirihku menatap sendu kearah Zayyan. Aku terlalu takut jika Zayyan menolak mengantarkan ku kerumah. Disini sudah mulai sepi.


Zayyan menghela napas,lalu mengangguk kearahku, "masuk." ucapnya. Tanpa basa-basi aku langsung masuk kedalam mobil Zayyan.


Layaknya anak kecil yang nurut dengan ibunya,aku pun tidak macam-macam dan hanya duduk manis sambil memasang seltbelt. Zayyan pun langsung melajukan mobilnya menuju rumahku.


Untuk kali ini,aku sangat marah dengan Gazza sekaligus merasa bersalah. Memang aku salah disini,tapikan kalau ini hukuman, bukannya sudah keterlaluan meninggalkanku disini? apalagi tadi aku hampir saja dalam bahaya dijalan sepi tadi.


Aku memandang keluar sambil menurunkan kaca jendela,menikmati angin malam yang menerpa wajahku. tudung jaket yang melekat dikepalaku, terhempas kebelakang menampakkan rambut hitamku berayun-ayun terkena angin.

__ADS_1


"dimana Gazza?" tanyanya membuatku menoleh kearahnya. Aku mengedik bahu tidak tau,mengingat Abangku malah membuatku kembali marah dan kesal. Aku menoleh lagi kearah jendela menikmati angin malam yang membuat kepalaku terasa ringan.


Tak berapa lama kemudian,akhirnya aku sampai dirumahku. Dapat kulihat ayahku menatap tajam kearah Zayyan dan Ibu terlihat cemas menungguku didepan teras. Aku langsung menghamburkan pelukanku pada Ibu. Ayahku langsung berjalan menuju Zayyan.


"kenapa Dasha bisa bersamamu?" tanya Ayah mulai mengintrogasi kearah Zayyan. Kali ini Zayyan tidak bersalah,aku langsung melepaskan pelukan Ibu dan berjalan kearah Ayahku.


"Kak Zay nggak salah Yah,dia yang udah menolongku tadi." belaku menyakinkan Ayah untuk tidak menyalahkan Zayyan.


"kenapa kamu membelanya? tadi kamu bilang kamu pergi dengan Gazza. Sekarang ada dimana dia?" tanya Ayah menatapku. Aku sendiri saja bingung mau menjawab apa,sedangkan ponselku sudah habis baterai.


"Ibu,sudah ada nelpon Abang?" tanyaku menatap Ibu. Ibu langsung masuk kedalam mengambil ponselnya. Tak lama kemudian,Ibu berlari kecil menuju kami.


"astagfirullah Dasha,Abang kamu nyariin kamu daritadi. Mobilnya masih terparkir di Mall." gusar Ibu menatapku.


"Tadi,mobil bang Gazza nggak ada lagi ditempat Bu,aku melihat sendiri tadi." ucapku menyakinkan diriku memang benar tidak melihat mobil Gazza ditempat parkiran.


"kamu ingat nggak pakai mobil apa tadi pergi?" tanya Ibu memastikan sesuatu.


Aku tampak berpikir sejenak, "warna hitam Bu,mob—".Aku menyadari sesuatu yang janggal. Aku tiba-tiba teringat jika Aku dan Gazza memakai mobil warna silver milik Ayah.


Aku menyengir sambil menggaruk tengkuk tidak gatal, "hehehe aku lupa kalau mobil yang dipakai tadi bukan mobil Abang,malah punya Ayah." jelasku sambil tersenyum kikuk membuat kedua orangtuaku menghela napas kasar sambil memijit kening mereka. Zayyan hanya menggeleng heran melihatku.


"Dasar ceroboh!" ucap Ibu gemas melihat diriku yang begitu ceroboh.


"iiih kamu ini buat Ibu khawatir aja,kalau diluar ada apa-apa dengan kamu siapa yang akan menolong kamu hah?. Makanya kalau mau pergi tuh perhatiin pakai mobil siapa,trus jangan asal tuduh kalau Abang kamu ninggalin kamu tadi, padahal kamu yang ninggalin dia. Ibu udah nyuruh Abang kamu pulang." jelas Ibu panjang lebar dengan nada cerewetnya.


Aku akui jika ini memang kesalahan fatal yang hampir membuatku dalam bahaya. Aku berjanji dalam hati tidak akan melakukan kesalahan itu. Akupun menoleh kearah Zayyan.


"terimakasih kak,sudah mengantarku." ucapku tulus,aku langsung masuk kedalam rumah setelah disuruh Ayah masuk,sedangkan beliau terlihat masih serius berbincang-bincang dengan Zayyan.

__ADS_1


"aku harap,Ayah tidak mengomelinya." ucapku sebelum menaiki anak tangga menuju kamarku.


__ADS_2