I Know Your Secret

I Know Your Secret
Rahasia Sebenarnya


__ADS_3

Zayyan POV


Aku membuka mata pelan menatap gadis mungil itu sudah tertidur pulas menghadapku. Aku menatapnya lekat sambil menyisingkan anak rambut gadis itu yang menghalangi pandangannya.


"cantik." ucapku pelan tersenyum simpul. Tetapi senyumanku itu memudar karena mengingat kejadian yang dialami gadis ini beberapa tahun yang lalu. Dimana gadis itu dibully saat duduk dibangku SMA dulu. Tentu saja aku tau,karena aku sekelas dengan gadis itu. Tetapi,gadis itu tidak mengenaliku sepertinya lebih tepatnya lupa dengan keberadaanku, ini asal mula Rahasia sebenarnya gadis itu.


#flashback On


Aku Zayyan Firaz Adibrata, orang-orang banyak yang memujaku layaknya pangeran tampan disekolahku. Aku menyibak rambutku keatas lalu berjalan angkuh masuk kedalam kelasku. Banyak yang meneriaki namaku,dan jelas itu berasal dari cewek-cewek yang telihat urik-urikan itu.


Aku tidak peduli dengan keberadaan mereka,dan aku langsung duduk ditempatku tepatnya kursi belakang yang merupakan tempat duduk paling favorit.


Aku langsung meletakkan tasku diatas meja lalu memasang headset ditelingaku,aku memang tidak terlalu suka bercanda ria dengan yang lainnya. Banyak yang bilang,aku ini sangat dingin dan menakutkan,tetapi tampan. Aku tidak memperdulikan hal itu,lalu tepat saat ku hendak menangkup kepalaku, tiba-tiba ada guru masuk kedalam kelasku. Beliau tidak sendiri,ia datang membawa seorang gadis yang penampilannya terlihat culun.


Rambut dijalin kepang dua,menggunakan perlengkapan seragam yang lengkap,memakai kacamata bulat yang tebal.


Penampilan yang sangat buruk,apa dia terlalu menaati peraturan sekali??. Gumamku pelan menatap aneh melihatnya,begitu juga dengan teman-teman kelasku yang lain.


"na-namaku Adibah Dasha Elnara Kamania Salsabilah,ka-kalian boleh memanggilku Dasha. Salam kenal." ucapnya sedikit gugup sambil meremaskan roknya.


Cih,seperti anak kecil yang baru pandai bicara. gerutuku pelan,lalu kembali fokus menatap ponselku.


Lagi-lagi pandanganku teralihkan kepada anak baru itu. Baru saja hendak duduk,ia tersandung menabrak mejaku.


"ma-maaf." lirihnya pelan menunduk tidak berani menatapku. Ia pun duduk dikursi tepat didepanku.


Aku mengedik bahu tidak peduli,aku melirik bukuku dan melepaskan headset dari telingaku. Bagaimanapun juga aku harus menghargai guruku menjelaskan walau aku jenius. Yap,sudah banyak medali emas yang kuraih demi mengharumkan nama sekolahku,bukan keinginanku sebenarnya melakukan hal ini tetapi,aku hanya ingin merefrsingkan diri agar tidak suntuk didalam kelas terus.


Aku tidak memilki teman satu orang pun,mengapa? karena aku tidak suka berteman hanya untuk dimanfaain saja. Aku juga tidak bisa mempercayai siapapun,itulah yang membuatku dijuluki sebagai Pria dingin.

__ADS_1


"woi culun pinjam pensil dong." ucap salah satu teman kelasku,merasa terganggu oleh mulut bebeknya yang tak henti-henti diam,aku menggebrak meja menatap tajam kearahnya.


Braak.


"bisa diam?!" bentakku membuat nyali orang yang membuat keributan itu menciut. Aku tidak bermaksud menolong gadis itu,hanya saja ketenanganku tidak suka diusik siapapun.


Bel berbunyi menandakan sudah saat siswa mengisi perut mereka dengan makanan yang ada dikantin sekolah. Aku hanya menikmati makanan ringan yang selalu kubeli setiap pagi. Aku sangat malas mengunjungi kantin,karena akan banyak kehebohan nantinya.


Gadis itu juga tampaknya enggan keluar,ia pun mengeluarkan bekalnya dan membuka bekalnya itu. Aku menelan saliva melihat isi bekalnya yang tampak menggugah selera.


Sial,kenapa aku jadi lapar melihat makanannya. gerutuku pelan mengalihkan perhatianku dari makanan yang membuat perutku berbunyi. Aku memakan cepat makanan ringan yang kubawa.


"kamu mau?" tawar berbalik menatapku,aku terkejut menatapnya. "kamu mau?" tanyanya lagi membuatku tersadar dari lamunanku,aku menepis rasa gengsiku dan mengambil roti itu. "terimakasih." ucapku pelan,ia pun mengangguk.


Dan sepertinya itu adalah kesalahan fatal yang pernah aku lakukan,menerima roti pemberian gadis itu yang malah membawa malapetaka bagi gadis itu. Yup,semenjak gadis itu memberikan roti padaku,entah sudah berapa kali ia dikucilkan oleh geng komplotan,salah satu Farah ketua dari geng itu. Teman kelasku yang katanya sangat cantik dan tubuhnya seperti gitar spanyol,banyak yang memuji kecantikan gadis itu. Bahkan gadis itu rumornya sering berganti-ganti pasangan.


Farah termasuk salah satu orang yang pernah menyatakan perasaannya padaku,aku menolak seperti yang biasa kulakukan.


"hahahaha dasar anak culun,cupu banget!!" teriaknya saat mereka berada dirooftop. Aku hanya bisa mengawasi dari jauh gadis yang dibully itu. Sebenarnya bisa saja aku tidak peduli dengan keadaannya,tetapi logika dan perasaanku tidak sejalan.


"bu-bukannya sudah cukup dengan semua yang kalian lakukan padaku?" lirihnya sesekali mengeluarkan air matanya. Farah langsung menarik rambut Dasha kuat,


"kau sudah mengganggu pemandangan ku disini,kau juga yang membuat Zayyan menoleh kearahmu. Padahal Pria tampan itu tidak pernah menerima apapun yang kami beri,sedangkan kau yang hanya anak mama. Bisa-bisa dalam sehari kau sudah membuat Zayyan menerima pemberianmu!!!"


Aku mengeras rahangku kuat,tapi jika aku bertindak gadis itu akan semakin terpuruk dalam masalah. Tetapi,jika dibiarkan malah berakhir buruk untuk mentalnya.


Aku melihat seseorang yang tengah mengintip dari jauh,yang sama persis seperti yang kulakukan. Aku langsung menghampirinya, "Oi kau!" panggilku membuat ia langsung terkejut menolehku.


"ka-kau sedang apa disini?"

__ADS_1


"harusnya aku yang bertanya,apa kau tidak ada pekerjaan lain hah?!"


"a-aku hanya memotret adegan itu,supaya gadis culun itu semakin viral. Oh kau mau ikutan videoin si gadis itu dilucuti pakaiannya,aku penasaran."


Bugh.


satu pukulan bogem yang ku tumbuk habis padanya sampai jatuh dari tangga,membuat semua orang yang melihat kami itu histeris. Bahkan ada beberapa orang berusaha memisahkan kami.


"sialan,lepaskan aku!!!" emosiku semakin naik,rasanay aku ingin sekalian saja membunuhnya. Bisa-bisa dia bilang hal itu dengan mudah. Bukan hanya warga sekolah aja yang melirik kearahku melainkan gadis-gadis anak geng itu berlari kearah kerumunan.


"Zayyan hentikan!!" teriak kepala sekolah,aku menoleh tajam kearah pria kurang ajar itu, "awas kau!" ancamku langsung berjalan mendahului semuanya. Aku sudah muak dengan semua itu,langsung bergegas ke parkiran. Disitu aku melihat Dasha mengelap wajahnya yang penuh dengan saos dan minyak.


Aku merasa kasihan melihatnya,hanya karena aku menerima roti itu membuat dirinya kini terpuruk. Aku hanya bisa memandangnya dari dalam mobil. Sepuluh menit ku tunggu,membuatku sedikit resah. Aku langsung mengambil Hoodie dan maskerku.


Aku membuka tas ku dan merobek kertas punyaku,


Kau hebat,jangan menyerah. Aku akan selalu mendukungmu dari belakang Dasha.


From : Unknown.


Setelah menulis surat itu,aku langsung berjalan mendekatinya dan pura-pura memasang sepatu dihadapannya.


"maaf." ucapku membuat dirinya mengangguk pelan,ia pun memalingkan wajahnya agar tidak terlihat olehku,aku dengan cepat memasukkan surat itu kedalam tasnya lalu berjalan mendahului gadis itu.


Semenjak itu aku terus mengirim surat padanya dengan berbagai cara agar aku tidak ketahuan. Padahal awalnya aku merasa kasihan,namun ternyata aku terjebak dalam perasaanku sendiri. Perasaan suka mulai muncul saat aku tak sengaja menatapnya tersenyum tipis memandang bunga disekolahku.


Dia hanya gadis biasa yang tidak mempunyai ketertarikan,dia unik dengan penampilan culunnya.


"kau membuatku terus kepikiranmu, Dasha." ucapku pelan bersembunyi menatap Dasha dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2