I Know Your Secret

I Know Your Secret
Kejutan


__ADS_3

Aku langsung menghempaskan badanku ke kasur yang sangat empuk itu,baru saja hendak menutup mata menuju alam mimpi,suami laknatku itu dengan seenak jidatnya membangunkanku.


"oi bangun sholat sama ganti baju dulu woi!" serunya sambil menepuk lenganku berkali-kali. Aku kembali menarik selimutku hingga menutup semua tubuhku,sepertinya suamiku tidak ingin aku berleha-leha membuat selimutku ditarik olehnya.


"hei manusia,jangan malas!!" serunya menarik selimutku,aku kembali menarik selimutku lagi, "lima menit lagi."


"cih,nggak ada cerita. Harus sekarang Dasha!!" protesnya lagi kembali menarik selimutku. Terjadilah aksi tarik menarik antara aku dan Zayyan.


"Sial,nih anak selalu membuat orang naik tensi!" gerutunya lagi.


"woi! barusan kau mengataiku?!"


"eh? aku kira kau tidak dengar bang,hehehehe." cengirku pelan.


"dasar kau!" Zayyan menarik lebih kuat selimutku,aku yang semakin kesal dengan sekuat tenaga yang tersisa aku menarik selimutku lebih kuat,hingga Zayyan yang posisi kakinya tidak seimbang,langsung jatuh mengukungku.


Deg. Netra mata kami bertemu dan jarak ini sangat dekat.


"aaaakhhh!!!" pekikku spontan tanpa sengaja membenturkan kepalaku dengan kepalanya.


"Awww sakit Dashaa!!!" geramnya sambil memegang kepalanya,ia pun langsung duduk menyilang.


"hei kepalamu terbuat dari apa sih? keras amat!!" gerutunya lagi.


"alaah bilang aja kepalamu yang lembek bang,kau itu aja yang lemah." protesku.


"kau yang lemah."


"kau!!"


"kalian berdua!!!" seru seseorang diambang pintu membuat kami terkejut langsung menoleh kearah pintu. Dapat aku lihat Gazza menatap tajam kearah kami sambil menguap-nguap.


"ya ampun,kalian nggak tidur? apa tidak lihat sekarang jam berapa?!" serunya sambil melirik kearah jam dinding kamarku.


"lah kau sendiri kenapa belum tidur juga?"


"Zayyan kampret aku udah tidur,tapi mendengar suara cempreng adekku membuat tidurku nggak nyenyak."


"jangan mengatai suara istriku cempreng Za." bela Zayyan membuatku langsung melengkung tersenyum.


"hanya aku yang boleh mengatainya." sambungnya lagi membuat senyumku langsung pudar.


"dahlah malas." kesalku langsung beranjak dari kasur,lalu masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai gosok gigi dan ambil wudhu,aku pun langsung melaksanakan sholat isya,setelah siap sholat aku pun langsung loncat keatas kasur untuk tidur.

__ADS_1


Sedangkan Zayyan hanya menatapku sekilas lalu melanjutkan tugasnya yang segunung itu. Mungkin anak kedokteran memang banyak tugas yang harus dikejar.


***


Aku menatap sekilas kearah Zayyan yang tengah tertidur pulas,semalam pria itu sibuk mengerjakan tugas yang begitu banyaknya. Aku sampai merinding melihat tugas yang banyak membahas tentang anatomi tubuh. Padahal pria itu banyak tugas tetapi dengan santainya ia mengajakku untuk ke pasar malam. Aku tersenyum tipis dan berjalan kearahnya sambil mengecup pelan keningnya.


"hehehe terimakasih sayang." ucapku dengan senang lalu kembali memandang diriku yang kini sudah memakai jilbab dan pakaianku kali ini lebih tertutup dibandingkan biasanya.


"waktunya berubah Dasha,ayoo kau bisa. Ini untuk Zayyan." ucapku lalu menoleh kearahnya. Aku langsung menyambar ranselku dan keluar dari kamar. Aku langsung berkumpul dengan orang tuaku,sedangkan Gazza ia juga masih tertidur dikamarnya seperti Zayyan.


Kedua orang tuaku menatapku dengan tatapan takjub. Aku yakin karena jilbab yang sedang aku kenakan sekarang.


"masyaAllah ini kamu Sha?" tanya Ibu takjub melihatku,sedangkan Ayah hanya melirik datar seperti biasanya.


"iyaa Bu,gimana bagus nggak?" tanyaku pada mereka. Ibu langsung mengacungkan jempolnya mengangguk senang kearahku, "nah,kamu lebih cantik pakai jilbab sayang. Usahakan Istikomah ya nak,jangan mudah lepas okee." nasehat Ibu,aku langsung mengangguk pelan. "insyaallah Bu." seruku langsung meninbrung sarapan pagi dengan mereka.


saat aku sampai dikampus aku langsung menuju tempat Elisa,Aku duduk disampingnya yang asyik memakan cemilan paginya. Elisa awalnya neyerngit bingung kearahku,namun seketika ia langsung mengguncangkan badanku dengan tatapan tidak percaya.


"ya ampun,ini Dasha yang aku kenal???" pekiknya membuat semua orang banyak menoleh kearah kami. Aku tertunduk malu saat ditatap oleh beberapa orang disana,banyak yang ekspresinya seperti Elisa saat ini.


"El,pelankan suaramu. Cih kau ini membuatku malu." gerutuku pelan hanya disambut cengiran olehnya.


"kau sangat cantik pakai jilbab Sha." puji Elisa memandangku, "beeh tambah cantik aja sahabat aku yang satu ini." sambungnya lagi sambil terkekeh pelan. Aku tersenyum tipis, "aku masih kurang nyaman sih,"


"tenang aja,kalau udah kebiasaan pasti nyaman kok." seru Elisa lalu memasukkan cemilan kedalam mulutnya.


Baru saja aku melangkah menuju kelasku,banyak orang yang berbisik-bisik tentangku saat ini,ada yang merespon positif adapula yang merespon negatif. Tapi aku tidak peduli dengan omongan mereka,yang penting diriku tidak menganggu mereka.


"eh? itu kamu Dasha?" tanya dosenku yang mengajar dikelas ku saat ini,aku hanya tersenyum kikuk padanya.


"bagus tuh,pertahankan ya nak." ucapnya lalu melanjutkan pelajaran yang akan disampaikannya.


"Dasha." panggil seseorang membuatku menoleh kearahnya, seketika rautku kembali datar saat mengetahui orang itu adalah Afran. Pria itu masih tidak tau malunya melemparkan senyum manis kearahku.


Sial,anak itu nggak ada jera-jeranya. Umpatku dalam hati. Aku memalingkan wajah dan fokus memperhatikan dosenku didepan tanpa menghiraukan seseorang yang terus memanggilku.


Setelah pelajaran selesai,Afran langsung menarik tanganku menuju suatu tempat. Aku memberontak untuk melepaskan tangannya,namun ia terlalu kuat sehingga aku terpaksa mengikutinya.


"apa maumu Afran?!" bentakku


Afran memandangku dengan tatapan yang berbeda,ia tidak seperti dulu lagi kini ia mulai menampakkan wajah aslinya padaku. Untung saja aku tidak tertipu daya olehnya.


"kau belum pernah melakukan itu dengan Zayyan kan? ayoo lakukan denganku!!!" serunya frontal membuatku menatapnya tajam.

__ADS_1


"bede*** sialan,hei aku tidak semurah yang kau bayangkan yaa!!! aku ini istrinya Zayyan,dia lebih berhak atasku bukan kau Afran!!!" sarkasku menamparnya keras.


Afran langsung murka,ia pun mencengkram tanganku kuat, "kau ini memang wanita sialan!!!" serunya langsung menarikku,aku memberontak sambil menggigit tangannya kuat dan berlari kencang keluar dari lorong yang jarang dilewati oleh siapapun. Aku berlari kencang sampai-sampai tidak melihat seseorang didepanku.


Bruuk.


Aku menahan sakit lututku dan mengkhawatirkan orang yang ku tabrak,


"ma-maaf a-aku tidak sengaja." lirihku pelan. Aku yang masih ketakutan,tidak sempat melihat wajah orang kutabrak dan berlari meninggalkannya.


Maafkan aku,oh malaikat jangan catat keburukan ku yang ini. Aku harus lari dari Afran yang gila itu. gumamku sambil mencari Elisa.


"Elisaaa!!!" teriakku saat berhasil menemukan sahabatku itu,namun saat hendak menghampirinya aku terkejut dibelakang Elisa ada Afran sambil tersenyum seringai menatapku.


"Elisa awasss!!!!" teriakku pada Elisa,namun tidak sempat,Afran langsung menghunuskan pisau keperut Elisa.


"Elisaaa!!!" teriakku lagi,aku menggigil dan menangis kencang. Meminta bantuan pada siapapun,namun aneh tidak ada seseorang disini membuatku semakin ketakutan. Padahal tadi di kampus sangat banyak orang.


Zayyan. Lirihku pelan mengingat suamiku,aku berharap ia datang disini.


Booom.


Suara letusan membuatku terperanjat kaget,


"happy birthday Dashaa!!!" seru semuanya,aku memandang bingung kearah semuanya,lalu aku menatap Elisa dan Afran cekikikan pelan.


"eh? apa yang sebenarnya terjadi?" ucapku melongo seperti orang bodoh. Aku tidak mengerti dengan situasi saat ini,aku menoleh kearah belakang saat ada yang menyentuh pundakku. Aku mendongak keatas menampakkan suamiku tengah memegang kue ulang tahun yang dihiasi coklat yang lezat.


"selamat ulang tahun sayang." ucapnya pelan memandangku yang masih terduduk dibawah. Aku mengerjap pelan mencerna semua ini.


"apa lagi yang kau tunggu Sha,potong kuenya cepat. Aku mau ujian skirpsi lagi. Cepat...cepat!!" serunya mendesakku.


Aku memberengut kesal,saat berhasil mencerna situasi ini, Aku menepuk jidatku pelan saat baru sadar jika hari ini adalah hari ulang tahunku. aku kira suamiku bakalan sangat romantis namun tidak. Suamiku itu malah mendesakku karena ada urusan penting.


"haiiss kau ini bang!!" gerutuku sambil memotong kue tersebut. Banyak yang bersorak ria memandang kami berdua,bahkan Afran dan Elisa bertepuk tangan meriah. Yang sama sekali aku tidak mengerti adalah Afran,bagaimana dirinya bisa berubah secepat ini? apa maksudnya semua ini?


"oh,kau pasti heran melihatku kan Sha?" tebak Afran membuatku mengangguk pelan.


"maaf tadi aku mengataimu yang nggak-nggak,dan juga maaf selama ini aku melihatmu dengan perbuatan yang salah. Setelah mendapat hidayah dari Zayyan akhirnya aku sadar,jika perbuatan yang kulakukan salah,aku akan bertanggung jawab menikahi Vanya. Dan kau mau kan memaafkanku ini? memang tidak mudah sih,tapi setidaknya aku akan lega jika kau memaafkanku." lirih Afran menatap sendu kearahku.


Aku menyelidik mencari kebohongan dimatanya,namun pria ini merasa menyesal dengan yang dilakukannya. Zayyan menghela napas pelan padaku, "hei udah udah nanti aja minta maafnya,aku keburu telat nih. Nah makan...makan." cercanya dengan seenaknya ia menyuapku langsung banyak sekaligus,hingga membuat pipiku menggembung.


"Zuayaan!!!!" teriakku dengan mulutku yang penuh dengan kue. Pria laknat itu sudah berlari melesat menjauhi kerumunan dan bergegas ke kampusnya.

__ADS_1


"sampai jumpa,nanti kita ketemu lagi !!!" teriaknya lalu berlari kencang keluar kampusku. Aku menggerutu kesal menatap suamiku tidak ada romantis-romantisnya. Sedangkan yang lain menertawakan aksi konyol yang dilakukan Zayyan dan aku.


Cih,kau membuatku malu Zayyan kampret. gerutuku pelan dalam hati.


__ADS_2