I Know Your Secret

I Know Your Secret
Bertengkar


__ADS_3

Setelah insiden tersebut terjadi,kini kami sudah berada dirumah sakit. Baik aku dan Zayyan merasa bersalah dan cemas dengan kondisi kakek. Apalagi tadi setelah mendengar suara tulang Kakek membuatku sedikit ngilu mendengarnya.


Aku melirik kearah Zayyan yang tampak sangat mencemaskan keadaan kakek. Tidak pernah pria itu mengeluarkan ekspresi menyedihkan itu sebelumnya. Dan aku yakin kakek adalah orang yang paling berharga bagi Zayyan walau mereka sering berdebat.


Aku harus membuatnya tenang. gumamku,setidaknya dengan menenangkannya, setidaknya membuatku sedikit mengurangi rasa bersalahku karena telah ceroboh dan membuat kakek dalam bahaya.


"kak,kita duduk aja dulu." ucapku sambil menunjuk bangku didepan ruang kakek. Zayyan tampak tidak bergeming dan masih setia berdiri ditempatnya.


"ayoo kak,kita harus tenang dan berdoa agar kakek tetap baik-baik saja. Ayoo." ajakku dengan paksa sambil menyeretnya untuk duduk. Zayyan berdecak kesal langsung menepis tanganku.


"harusnya kau lebih hati-hati Dasha!" bentak Zayyan tiba-tiba membuatku terdiam ditempat. Tidak kusangka akan sesakit ini dibentak olehnya,padahal dulu banyak yang membentak ku tetapi tidak membuatku sakit hati.


Aku menunduk pelan,tidak berani menatap matanya yang saat ini tajam seperti silet. Aku meremaskan ujung bajuku gelisah. Tanpa terasa bulir air mataku mulai membasahi pipiku.


"kau terlalu ceroboh,kalau aku nggak masalah kau mengerjai ku. Tapi,jangan kakek yang ikut terlibat!" bentaknya lagi.


"ta-tapi aku tidak se-sengaja kak." lirihku pelan.


"menjawab juga lagi! sudahlah!!" sarkas Zayyan pergi meninggalkan aku sendirian dilorong ini. Aku langsung berlari sekencang-kencangnya keluar dari rumah sakit tanpa memperhatikan jalan. Tanpa aku sadari aku berjalan sudah sangat jauh dari rumah sakit dan ini aku malah masuk ke gang sempit yang sepi.


"sial,huwaaah ini salahmu kaaak!!!" teriakku keras.


Braak.


Ada barang yang jatuh di sekitarku membuatku terdiam sebentar. Aku menoleh kearah barang yang baru saja jatuh itu lalu menoleh kearah sekeliling gang.


"cuiiit,ada nona cantik." ucap seseorang membuatku merinding lalu menoleh kearah suara itu tetapi aku tidak menemukan siapapun disana.


"siapa itu?!" tanyaku keras sambil terus mengawasi sekelilingku.


"anak kelinci yang imut sedang tersesat,apa perlu kita membantunya??" ucap seseorang lagi yang kali ini suaranya beda dari yang pertama kudengar tadi. Aku memicingkan mata menatap seseorang sedang duduk sambil merokok disudut dekat tiang. Aku sedikit ketakutan berusaha menenangkan diriku sendiri untuk tidak panik menghadapi para preman itu.


"wah bidadari cantik mau kemana sayang?? hahahaha." ucap seseorang tepat dibelakangku,aku langsung berbalik dan mundur beberapa langkah.


"siapa kalian?!" sarkasku menatap tajam kearah mereka. Mereka langsung tersenyum seringai menatapku. Aku melirik keseluruh arah sudut mencari barang yang bisa aku gunakan untuk melawan mereka nantinya.


Ketika mereka mulai mendekat aku langsung mengambil kayu disampingku dan memukul kepala salah satu dari mereka.

__ADS_1


"brengsek,berani sekali kaau!!!" bentaknya langsung menarik rambutku kuat. Aku memberontak sambil menggigit lengannya kuat.


"aauw sial,tangkap dia!!!" suruh pria itu saat aku berhasil lolos dari jeratan mereka. Aku langsung berlari mencari jalan keluar dari gang itu. Tetapi,sialnya jalan yang kulewati tidak menunjukkan jalan keluar sedangkan mereka masih mengejarku dari belakang.


Aku semakin panik saat mendapati jalan buntu,mau tak mau aku harus memanjat dinding yang mungkin bisa aku gapai.


"ayoo Dashaaa!!!" seruku sambil menyemangati diriku sendiri, Usahaku tidak sia-sia aku berhasil melompat menyebrang Kedinding sebelah.


"fyuuh syukurlah berhasil." legaku,namun aku terkejut mereka juga bisa memanjat sepertiku membuatku langsung berlari lagi.


Sesekali aku menyeka air mataku dan berharap ada seseorang yang menolongku,namun nihil tidak ada siapapun yang ada disana.


Kak Zayyan dimana kau? tolong aku kak!!. lirihku berharap suamiku itu datang. Walaupun kemungkinannya kecil pria itu datang,namun aku masih terus berharap dan berdoa.


Bruuk. Aku meringis kesakitan karena tidak sengaja menyandung batu yang membuatku jatuh. Aku lirik kakiku tampak mulai membiru.


Aku mulai menangis saat melihat mereka dari kejauhan,aku berusaha berdiri dengan sekuat tenagaku.


"nah itu dia simangsa kita!!" seru mereka langsung berlari kearahku. Aku semakin ketakutan dan panik saat mereka mulai mendekatiku.


"jangan macam-macam!!" ancamku menatap tajam kearah mereka. Tetapi mereka tersenyum seringai menatapku.


"ja-jangan mendekat!!" Aku menunduk ketakutan,ingin rasanya menghilang dari dunia ini.


Apa lebih baik aku mati saja yaa? daripada aku harus menjadi santapan mereka. Pikirku pelan. Memang itu adalah jalan terbaik yang kupikirkan sekarang,aku tidak mau masa depanku hancur gara-gara terjebak disini.


"jangan mendekat atau aku bunuh diri disini!!" ancamku lagi tetapi tidak membuat mereka takut.


"bunuhlah,kami tidak yakin kau akan bunuh diri." ucap pria itu menatap remeh kearahku.


"tangkap dia!" titahnya lagi pada kedua anak buahnya langsung menghampiriku,aku langsung menunduk.


Bugh. Aku terkejut langsung mendongak keatas dan terkejut sekaligus lega ternyata yang menumbuk mereka adalah Zayyan.


Zayyan mengeras rahangnya menatap tajam kearah mereka.


"siapa kau?!" sarkas salah satu preman itu.

__ADS_1


"aku suaminya,kalian jangan berani menyentuh istriku!" dengan nada dinginnya dan sorot matanya yang tajam.


Preman itu tampaknya meremehkan suamiku,dan langsung menghajar suamiku. Harusnya suamiku kena pukulan tetapi Zayyan langsung membekuk preman itu hingga jatuh,begitu juga dengan yang lainnya langsung jatuh tak berdaya.


Preman itu merintih kesakitan lalu ketar-ketir berlari menjauh dari kami berdua. Setelah merasa aman dari jangkauan mereka,Zayyan langsung berbalik menatapku tajam.


"apa yang kau lakukan Dasha?!" bentaknya lagi.


Oh tuhan,jangan sekarang dia membentak ku lagi. gumamku pelan lalu berdiri menatap Zayyan.


"bisa nggak sih kak,nggak bentak-bentak?!" bentakku menatap tajam kearahnya.


"apa?! tentu saja aku membentak mu karna kau itu ceroboh sekali. Kalau saja aku terlambat,kau yang menderita Dasha!"


"ya kan bisa baik-baik ngomongnya kak! aku ini manusia! aku punya hati aku ini lemah kak!,okee aku akui aku ini ceroboh. Tapi bisa kan bicarakan baik-baik?! kau tau kak,dengan kau membentak ku membuatku sakit hati!!!" teriakku lagi.


"justru itu biar kau sadar,biar kau tidak lemah Adibah Dasha Elnara Kamania Salsabilah!" gertak Zayyan menatapku tak kalah tajam.


"Dengarkan aku baik-baik kak! aku ini nggak lemah. Hanya karena kecerobohan yang kecil kau membentak ku tidak jelas!!!"


"aku membentak mu tidak jelas? setelah kejadian barusan,kau mengatakan aku membentak mu tidak jelas?! untung saja aku menemukanmu disini,kalau tidak gimana hah?!"


"kalau nggak ikhlas jangan menyelamatkanku kak! biarkan aja aku mati!!!"


"apa kau sudah gila?!"


"ya!! aku memang sudah gila kak,lihat aku menikah denganmu secara sukarela. Tanpa berpikir panjang aku setuju menikah denganmu hanya segepok uang sialan itu!!"


"jadi sekarang kau menyesal menikah denganku hah?!"


"justru yang kulihat kau yang menyesal menikah denganku kak? menikah dengan gadis ceroboh yang tidak bisa apa-apa!!" teriakku lagi. Kini aku tidak peduli air mataku membasahi pipiku membiarkan pria itu melihatku.


"itu semua karena aku khawatir denganmu Sha!!"


"huh? khawatir? untuk apa kakak khawatir kak?,kita tidak saling menyukai. kita menikah dengan sukarela karena alasan tertentu yang tidak jelas itu!"


"aku serius Dasha! aku mengkhawatirkan mu karena aku mencintaimu!" bentak Zayyan lagi spontan membuat kami berdua yang menyadari kalimat terakhir itu terdiam saling menatap.

__ADS_1


"apa?"


__ADS_2