
"Dashaa berhentii!!" cegah Zayyan langsung mengangkat cepat rem tangan mobil membuat mobil langsung berhenti mendadak.
Ciiiit
Sepertinya Zayyan terbangun karena merasakan ada yang tidak beres saat ada sedikit getaran mobil yang tidak normal.
Aku terkejut langsung tersadar dari rasa kantukku. Benar,saat aku mengemudikan mobil aku mulai sedikit mengantuk bahkan hampir tertidur. Untung saja Zayyan cepat bertindak kalau tidak, bisa saja kami masuk jurang.
"fyuuh,makasih kak." ucapku lega.
"lain kali kali kalau mengantuk bilang padaku,hampir saja nyawa kita dicabut malaikat." gerutu Zayyan pelan.
Baru saja aku terharu,tetapi tergelak saat kalimat terakhir yang dilontarkan suamiku itu.
"haiis jangan ngomong kayak gitu kak,entar benaran dicabut sekarang lho." gelakku pelan lalu mengedarkan pandanganku kedepan. Zayyan mengedik bahu tidak peduli dengan ocehanku.
"hmm kak,ini jalan mana yaa?" tanyaku bingung memandang jalan yang kami tempuh tadi. Sialnya,sangking mengantuknya aku malah salah jalan.
"aku tidak tau,ck ini sudah gelap pula." ucapnya keluar dari mobil,ia melihat sekitar mobil kami. Lalu masuk lagi kedalam mobil.
"biar aku nyetir." ucapnya mengusirku pelan dari kursi kemudi,aku langsung keluar dan berputar menuju kursi penumpang disebelah kemudi,Zayyan langsung mengambil alih mobilku. Dengan laju ia memutar balik mobilku dan melaju keluar dari jalan itu.
"kau tadi belok kiri atau kanan?" tanyanya saat kami tiba di persimpangan. Aku bingung dan ragu memilih antara kiri dan kanan,yang jelas tadi aku hanya mengikuti mobil yang melintas didepanku tadi.
"hehehe tidak ingat kak." cengirku langsung disambut muka masam yang ditunjukkan Zayyan. Zayyan melihat ada mobil yang baru saja melintas mobil kami,kami pun langsung mengikuti mobil yang barusan melintas itu. Tidak tau mobil ini akan menuju kemana,kami hanya mengikutinya saja. Sampailah masuk kedalam daerah yang tampak asing bagi kami.
Aku menoleh kearah Zayyan begitu juga dengan Zayyan yang sama bingungnya mencari jalan keluar. Sama-sama menghela napas memandang dua ponsel kami sudah kehabisan baterai membuat kami tidak tau harus melakukan apa sekarang.Ditambah lagi,bensin mobil yang sudah mulai memasuki masa krisisnya.
__ADS_1
"kak,itu ada homestay,kita nginap disitu dulu. Besok kita lanjut jalan lagi,kalau kita teruskan tambah tersesat kita." usulku lalu dianggukan Zayyan,kami pun langsung menuju homestay yang tak jauh di daerah itu.
Homestay itu terlihat unik dengan desain kayu ditambah lagi kawasannya sangat tenang dan damai dengan cuaca dinginnya. Aku membuka dompetku dan bernapas lega saat membukanya dan mendapati segepok uang didalamnya.
"untung saja ada uang saku." ucapku lega lalu aku berjalan kearah Zayyan yang tengah mengusap-usap tangannya.
"kau kedinginan? ayo masuk." ajakku sambil menarik tangannya,kami pun langsung menemui pemilik homestay itu.
"assalammualaikum Bu."
"wa'alaikumsalam,ada bisa saya bantu?"
"begini Bu,saya sama suami saya ingin menginap semalam disini? apa masih ada kamar kosong Bu?"
"masih nak,mari ikut saya." ajak pemilik homestay itu menuju kamar kosong untuk kami. Setelah berbincang pelan tentang daerah ini pada Ibu Pemilik itu,akhirnya kami meletakkan barang kami dikamar.
"ck,aduh kak,kau ini kejam sekali. Aku lagi lapar,aku mau ngambil cemilannya!"
"ambil sendiri di mobil,nih kuncinya. Aku lelah." ucap Zayyan melempar kunci mobil padaku,lalu berjalan kedalam kamar mandi. Aku spontan menangkap kunci yang dilempar suamiku itu dan berjalan keluar.
"oh iyaa,mending ponselnya dicas ajalah dulu disini." ucapku sambil membawa ransel dan pernak-pernik ponselku dan Zayyan.
Aku langsung mengecas ponselku dan Zayyan, "dah selesai." ucapku lalu merapikan posisi ranselku yang sempat tergeletak dilantai. Zayyan yang baru saja keluar dari kamar mandi terlihat menggigil sambil mengusap tangannya berkali-kali.
Ya ampun,sepertinya dia nggak pernah mandi air dingin,ini kan perdesaan jadi wajar air disini sangat dingin. gumamku menatap Zayyan.
Aku merasa kasihan melihatnya,lalu aku mendekatinya, "kak Zay,kau mau aku pesankan teh panas?" tawarku langsung dianggukan cepat oleh Zayyan. Aku langsung pergi keluar menemui Ibu tadi.
__ADS_1
Setelah mendapat teh panas yang kupesan,aku dengan hati-hati membawanya masuk kedalam kamarku. Dapatku lihat Zayyan menggulung badannya dengan selimut layaknya anak bayi dibedong.
Ya ampun dia jadi menggemaskan. gumamku pelan tanpaku sadari terlukis senyum diwajahku.
"nga-ngapa ka-kau se-senyum nggak je-jelas gitu??" tanyanya masih menggigil. Aku memanyunkan wajahku, "sialan kau kak,aku lagi baik yaa bawain teh untukmu. Nah minum dulu." ucapku menghela napas pelan. Zayyan pun menuruti lalu duduk menyeruput pelan teh panas itu.
"panas." ucapnya dengan muka polosnya.
"iyalah bodoh,nggak mungkin dingin." ketusku jengah melihatnya,aku langsung mengangkat gelas teh itu dan menuangkan teh panas itu dipiring kecil.
"kenapa kau menuangnya disana?" tanya Zayyan penasaran.
"biar teh ini cepat dingin. Nah,minumlah." ucapku sambil menyodorkan teh yang ada didalam piring kecil itu. Zayyan terlihat ragu,tetapi tak lama pria itu langsung meminum teh dari piring kecil itu.
"dah,kau boboklah lagi kak, kasian pula aku liat kau." ucapku langsung membereskan bekas minum Zayyan dan meletakkan diatas nakas. Aku langsung berjalan kedalam kamar mandi untuk mencuci muka. Ingin rasanya mengganti baju,tapi aku tidak membawa satupun baju karena mengira akan pulang malam ini,nyatanya tidak.
"Memang air disini sejuk sekali." ucapku pelan,lalu aku berjalan pelan menatap barang-barang tampak berserakan dilantai.
"ckckckck,kalau berantakan gini yang ada nanti banyak yang ketinggalan. Selagi aku masih rajin gini mending aku bersihkan aja semuanya." ucap sambil menaikkan lengan bajuku keatas sampai siku,dan mulai menyusun barang-barangku itu pada tempatnya.
Setelah merasa bersih,aku langsung merenggangkan ototku berjalan menuju tempat tidur. Dimana pria tampan itu kini tengah tertidur pulas seperti bayi. Melihat wajah pria itu,ide jahilku muncul lalu mengambil ponselku dan memotret wajahnya.
hihihi indahnya pemandangan. gelakku dalam hati,lalu menyimpan foto Zayyan ketempat folder yang tersembunyi dan terkunci. Aku tertegun pelan menatap wajahnya lagi, aku langsung naik keatas kasur secara perlahan-lahan agar pria itu tidak terbangun dari tidurnya,lalu aku membaringkan badanku menghadap kearahnya. Aku dengan leluasa memandang wajah tampannya itu. Wajah yang selalu ditutupi Zayyan selama ini,entah apa alasannya sampai membuat pria itu menutupi ketampanannya itu.
Aku merasa kedinginan karena selimut yang seharusnya dipakai berdua, malah sekarang selimut itu sudah menggulung pria itu. Tidak ingin terus merasa kedinginan,aku langsung menarik pelan selimut yang menggulung dibadannya.
Saat asyik menarik selimut itu, tiba-tiba Zayyan langsung memelukku erat layaknya guling. Aku terdiam membeku saat wajah Zayyan kini hanya beberapa centi dariku. Tetapi,saat dipeluk Zayyan tubuhku terasa hangat dan nyaman yang membuatku dapat memejamkan mataku langsung. Tanpa terasa aku sudah tertidur didalam pelukan Zayyan.
__ADS_1