I Know Your Secret

I Know Your Secret
Menang Banyak


__ADS_3

Aku berdiri dengan mantap menatap mereka semua. Tidak terlihat raut kesal yang muncul diwajahku. Banyak yang bersorak ria antusias menunggu kami berdua tampil.


"aku mau ngumumin satu hal!" seru Azela membuat semua mendadak diam penasaran dengan sang idola dikampus mereka. Yap,Azela gadis cantik itu populer dikalangan kampus kedokteran apalagi ia sangat cantik dan pintar,samalah sepertiku.


"jika aku menang,aku akan mencium Zayyan didepan kalian!!" serunya lagi membuat semuanya kembali ricuh. Aku seketika mendadak cemas,Azela dengan percaya diri mengatakan hal itu,artinya ia sangat pandai memainkan biola. Aku seketika cemas saat melihat aura tidak mengenakan dari Zayyan,dan aku hanya menunduk pelan.


"aku menolak." ucap Zayyan dingin membuat semuanya menoleh kearah pria itu.


Azela sedikit kecewa,tetapi ia tetap menampilkan senyum terbaiknya, "tenang saja Zay,bukankah tradisi kita seperti itu? bukannya hal umum itu kan?" serunya tak tau malu.


Aku semakin ketakutan saat melihat sorot mata tajam Zayyan menatap Azela lalu menatapku.


mampus,Zayyan sepertinya marah. Kayaknya dia nggak suka lah dengan acara ini,dan sialnya aku malah terjebak disini. Zay,please jangan marah. Aku akan memenangkan acara ini kok. gumamku menatap Zayyan cemas.


Azela tetap melanjutkan acara ini walau Zayyan menolak. Dengan percaya diri ia naik keatas panggung sambil memegang biolanya itu.


"Zayyan,lagu ini aku buat untukmu sayang." serunya lagi tanpa memperdulikan wajahku yang keliatan kesal. Azela memandang miring kearahku sambil meledekku dengan raut wajahnya.


"nah, untuk menentukan siapa pemenangnya kalian tinggal vote aja okee." ucapnya lagi lalu bersiap memainkan biolanya.


Dengan tepukan dan sorakan meriah,Azela pun memulai memainkan biolanya. Seketika semuanya terhipnotis dengan permainannya yang begitu indah. Aku jadi ragu bisa memenangkan perlombaan eh lebih tepatnya tantangan ini. Azela dengan lihai memainkan biola itu.


Apa mungkin aku akan melihat ciuman itu?? kenapa rasanya hatiku ngilu yaa membayangkannya. lirihku pelan dalam hati.


Tanpa sadar aku meneteskan air mataku menatap Azela tengah memainkan biola itu.


"Dasha." panggil seseorang dibelakang panggung,membuatku menoleh kearahnya dan terkejut mendapati Zayyan ada disana.

__ADS_1


"cih,kau itu bodoh sekali Dasha." bisiknya kesal menatapku,Aku hanya diam saja melirik kearahnya.


"kalau kau tidak ingin ciumanku direbut olehnya berusahalah menang. Aku juga nggak mau mencium wanita itu kecuali kau bodoh!" serunya lagi lalu pergi dengan kesal dari pandanganku.


Deg.


Sial,dia mengatakan dengan kasar tapi membuat semangatku bangkit lagi. Cih,akan ku buktikan padamu Zay kalau aku ini istri yang sangat berguna untukmu. tekadku dalam hati sambil tersenyum miring,dengan cepat aku menyeka air mataku dan menghela napas pelan.


"terimakasih sudah mendukungku Zay." lirihku pelan menatapnya yang sudah duduk disamping Gazza lagi. Aku melirik kearah abangku,dan ia mengangguk meyakinkanku bisa.


Setelah Azela selesai memainkan biola,dengan anggun ia membungkuk dengan hormat disambut dengan tepukan meriah dari semua yang mendengarkannya. Azela sekilas menatapku sinis, "mari kita lihat wanita ini." ucapnya dengan angkuh lalu turun dari panggung. Ia pun langsung berbisik kepadaku saat melewatiku, "aku yakin kau tidak menang Dasha." ucapnya lagi.


Aku hanya bisa menghela napas pelan tidak memperdulikan ocehannya,yang penting Zayyan dan Gazza sudah mendukungku.


Tidak akan kubiarkan ciuman itu terjadi! tekadku kuat.


Terdengar alunan yang indah saat aku memainkannya,aku sendiri terkejut bisa memainkannya sebagus itu. Aku pun terus melanjutkan alunan indah itu sampai akhir. Setelah nada terakhir aku akhirnya bisa bernapas dengan lega.


Fyuuh syukurlah. ucapku dalam hati menyudahi permainan biola ini. Aku terkejut saat mendapatkan tepukan meriah dari mereka semua,bahkan Suha dan Elisa sampai menitik air mata mendengar permainan biolaku. Aku tersenyum simpul kearah mereka semua,bahkan aku mengedarkan pandanganku kearah Zayyan dan Gazza yang ikut tersenyum menatapku.


Dapat kulihat raut kesal yang ditunjukkan Azela,tetapi gadis itu tetap mempertahankan gestur wajahnya dengan anggun dan berjalan kearahku.


"baiklah,permainan sudah selesai,silahkan kalian vote kami." ucapnya dengan percaya diri,lalu ia mendekat sambil berbisik kearahku, "aku yakin kau yang kalah Dasha. Silahkan lihat ciuman kami nanti yaa." ucapnya dengan bangga. Aku menghela napas lalu memandang semua orang yang tengah memberi suara mereka untuk menentukan siapa pemenang dari lomba mendadak ini.


Aku hanya bisa pasrah,aku juga masih merasa tidak sebagus Azela memainkan biola. Tetapi,aku tetap bersyukur ternyata memainkan biola itu sangat menyenangkan dan memenangkan siapapun yang mendengar alunannya.


Tak membutuhkan waktu yang lama,akhirnya pungutan suara itu berhasil menentukan siapa pemenangnya. Terlihat di layar monitor menunjukkan hasil voting terbanyak jatuh ketanganku.

__ADS_1


Mereka pun bertepuk tangan dan memberiku selamat. Azela yang melihatku seketika kesal dan semakin membenciku,ia pun dengan tergesa-gesa meninggalkan area acara. Aku menatap bingung kearah tempat suara milikku,padahal daritadi aku melirik yang memberikan suara padaku hanya sedikit orang,sedangkan yang lain memilih Azela.


"ini aneh." gumamku pelan memandang layar monitor itu.


"yey Dashaaa!!!" seru Elisa berlari menghampiriku,ia pun langsung memelukku. "ya ampun Dashaa,untung saja kau yang menang!! serius aku tidak bisa membayangkan dirimu menatap suamimu mencium Azela. sumpah yaa,aku benci kali lho sama dia Sha,dia nggak ada tau malunya heh. iiih kesal aku,ada yang cantik-cantik tapi kelakuannya kayak setan!" geram Elisa mengeluarkan uneg-unegnya. Aku hanya terkekeh pelan,lalu aku menatap Suha.


"Suha thanks yaa." ucapku senang mengembalikan biola milik Suha. Suha mengangguk pelan, "sama-sama kak,kau sangat bagus memainkan biolanya,padahal kau baru saja tadi belajar." ocehnya pelan.


Aku terkekeh sambil mengelus kepala Suha. "aku senang sekarang dan lega." ucapku lalu menoleh kearah Zayyan yang tengah menatapku.


Gleek.


Kenapa raut wajahnya seperti tidak bersahabat? padahal tadi saat aku tampil baik-baik saja. gumamku heran menatapnya. Zayyan semakin mendekatiku dan menarikku keluar dari lobi. Gazza berdecak kesal menatap kami yang kian mulai menjauh dari area.


Zayyan menarikku ketempat lorong yang sepi,dan menatapku tajam. Aku menggerutu kesal tak kalah menatapnya tajam.


"apasih bang?!" tanyaku kesal,pergelangan tanganku sakit karena cengkraman Zayyan. Zayyan tetap menatapku tajam dan semakin maju berjalan kearahku,aku seketika mundur dan menabrak dinding.


"apasih bang? kau ngomong lah,jangan kayak gini!" tanyaku mulai ketakutan ketika Zayyan mengunciku. Aku dapat merasakan napasnya menerpa wajahku.


"kau tau kesalahanmu dimana nyonya Adibrata?" tanya Zayyan sambil memainkan rambutku,aku menelan saliva saat melihat wajah seringai yang muncul diwajah suamiku.


Astaga,kenapa dia seperti ini? salah makan obat apa?. gerutuku dalam hati.


"iyaa,aku tau salahku. Aku hampir saja membiarkanmu menci—" aku melotot dengan sempurna saat Zayyan dengan lancangnya mencium bibirku lalu memperdalam ciumannya memegang tengkukku. Setelah merasa puas,ia pun melepaskan pangutannya dan tersenyum puas menatapku.


"lain kali,jangan membuat taruhan konyol itu lagi istriku yang menggemaskan." ucapnya sambil mencubit hidungku gemas, lalu pergi meninggalkanku yang masih syok dengan kejadian barusan. Aku memegang pipiku yang mulai memanas karena ciuman tadi.

__ADS_1


"sial,dia menang banyak." gerutuku pelan.


__ADS_2