I Know Your Secret

I Know Your Secret
Kau Susah Ditebak


__ADS_3

Zayyan langsung menarik tanganku tanpa memperdulikan perasaan hancur wanita cantik seksi seperti Farah ralat wanita yang akhlakless sekali. Zayyan membawaku kedalam mobilnya,tetapi akunmasih enggan masuk kedalam.


"kenapa nggak masuk?" tanya Zayyan heran,Aku hanya diam sambil meremas jaket yang membalut tubuhku yang basah kuyup.


"hmm kalau aku naik mobilmu kotor." ucapku pelan membuat Zayyan tertawa lepas.


"sejak kapan kau bersikap sopan seperti ini hah?? santai ajalah,kau istriku mau mobil ini kotor atau nggak. Hanya kau yang boleh masuk mobil ini," seloroh nya sambil merapikan anak poni rambutku.


"lain kali kalau ada yang membulimu harusnya kau bilang padaku cepat." lirihnya pelan menatap sayu kearahku. Aku mendongak menatap mata sendinya itu. "darimana kau tau aku tadi dibuli?" tanyaku pelan.


"aku tau dari sahabatmu,Elisa. Dia berlari-lari ke kampusku. Aku sangat marah saat mendengar penjelasannya langsung aku berlari kesini. Kau kan berani,kenapa kau tidak lawan saja dia???"


"huft,untuk apa? aku seperti benalu disana. Tatapan mereka membuat nyaliku menciut Kak. Tatapan yang sangat ku benci sama seperti dulu." ucapku sambil menunduk menatap lantai.


Zayyan langsung memelukku, "sudahlah,lebih baik kita lupakan saja. Yok pulang." ajaknya sambil membukakan pintu. Aku menatap bajunya kini sama kotornya denganku,aku menahan tangannya.


"ada apa?" tanya Zayyan menatap tanganku yang menahan tangannya lalu mendongak kearahku.


"bajumu jadi kotor kak." ucapku menatap noda oli dibajunya. Walaupun dirinya terlihat kotor tetapi ketampanan pria ini tidak pudar.


"biarkan aja." ucap acuh tak acuh lalu mendorongku masuk kedalam mobil. Aku berdecak kesal menatapnya yang seenaknya mendorongku masuk.


Cih,tidak ada romantis nya sama sekali. gerutuku pelan. Zayyan langsung duduk dikursi kemudi sambil mengambil kotak tisu didasbor. Aku tertegun saat pria itu mengelap wajahku.


"cantik." ucapnya tersenyum simpul padaku.


Astaga, senyuman nya mengalahkan sinar matahari. gumamku pelan.


"teri—" aku membelalak melihat pria ini dengan nekat menciumku singkat lalu mencubit hidungku pelan.


"yok." ucapnya santai sambil menghidupkan mobil,aku menoleh kedepan terkejut melihat Farah menghadang jalan kami


"sialan bit**!!!" umpat Zayyan menatap tajam kearah Farah yang menghadang mobil kami.

__ADS_1


Aku tergelak pelan mendengar umpatan Zayyan "kalem bro...kalem,tarik napas hembuskan..." seruku sambil mengelus punggung untuk menenangkan pria itu.


"sumpah tuh cewek nggak ada harga diri kali,cih." kesal Zayyan


"santai aja kak,nggak usah mengumpat juga bodoh. Ya Allah aku ngakak liat kau kak," gelakku lagi membuat Zayyan memberengut kesal.


"Zayyan!!" teriak Farah. Aku langsung mengerti kenapa tadi Zayyan tiba-tiba menciumku,rupanya ada seseorang yang tidak diundang menghadang jalan kami. Sudah pasti Farah melihatnya bukan?


Jelas sekali suamiku ini enggan keluar atau turun dari mobil saat ini. Kami hanya duduk diam di dalam membiarkan Farah teriak-teriak tidak jelas.


"kak,mau cemilan nggak?" tawarku sambil membuka dasbor mobil. Zayyan ternganga melihat banyak cemilan didalam mobilnya.


"bagaimana bisa maka—"


"hehehe,aku diam-diam memasukkan cemilan kedalam dasbor kak,siapa tau ada situasi darurat kayak gini. Seperti kata pepatah sedia kan payung sebelum hujan." ucapku dengan bangga.


Zayyan tertawa pelan, lalu ia menghidupkan penghangat mobil agar aku tidak kedinginan. Kami pun menikmati cemilan sambil mendengarkan lagu tanpa memperdulikan orang gila didepan kami.


"huft, sampai magrib pun nggak akan selesai-selesai nih dek,cih." gerutu Zayyan menatap jengah.


"sepertinya kau harus keluar dulu kak,temuin dia." ucapku pelan.


"kau harus ikut keluar juga." ucapnya dengan tegas.


Sepertinya pria ini sangat bosan menunggu,tanpa basa basi pria itu keluar lalu menyuruhku keluar. Aku hanya mengikuti suamiku dan bersembunyi dibaliknya.


"sial,kau masang pelet apa sama Zayyanku mau menikahimu hah?!" teriaknya padaku dengan tatapan penuh kebencian.


"bukannya sudah aku bilang,jangan mengganggunya. Apa sih yang membuatmu membencinya hah?!" sarkas Zayyan,ia tampak mengepal tangan.


"untung kau wanita,coba kalau pria mungkin aku menghajar habis kau!!" sarkasnya lagi.


"Zayyan,ka-kau sudah berubah gara-gara wanita jal*** sialan ini!!" teriaknya lagi sambil menunjuk-nunjuk kearahku.

__ADS_1


"bukan dia tapi kau. Harusnya kau malu dengan kelakuanmu saat ini Farah,huft...dan ingat satu hal lagi,aku ini suaminya Adibah Dasha Elnara Kamania Salsabilah,aku hanya miliknya sampai aku mati sekalipun." ucap Zayyan dengan yakin. Perkataan Zayyan malah membuat orang-orang yang mendengar heboh bahkan baperan.


Bukannya terharu,aku malah memasang ekspresi tidak percaya menatapnya.


"Huh,dasar gombal. Kata-katanya agak menggelikan". Kekehku pelan membuat Zayyan menatapku tajam. Aku langsung menciut tersenyum kikuk kearahnya.


"hehehehe damai kitaa." bisikku pelan,Zayyan hanya menghela napas.


Tampak Farah tidak bisa berkata apa-apa selain menangis. Sebenarnya aku sedikit kasihan melihatnya,tetapi wanita itu tidak pernah belajar dari kesalahan.


"sudah jelas? bisa kami pergi?" tanya Zayyan cepat,tanpa basa-basi Zayyan langsung membawaku masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari kampus.


Aku melirik kearah luar,tampak jelas terukir senyumku dikaca spion. Padahal hari ini keadaanku sudah jelas tidak baik-baik saja,bisa saja aku kembali menangis setelah mereka mengataiku yang tidak-tidak seperti tadi bahkan menyirami dengan oli. Tetapi,karena pria disampingku ini membuatku merasa ada yang melindungiku. Mungkin aku harus banyak bersyukur dengan kehadirannya membuatku merasa nyaman bersamanya.


Tanpa terasa kami sudah sampai didepan rumah. Zayyan keluar lalu mengitari mobil dan membukakan pintuku, "ayo turun." ajaknya sambil mengulurkan tangannya padaku. Aku dengan senang hati menerima uluran tangannya.


"kalian kenapa? kok kotor seperti itu?" tanya ibu kaget melihat penampilan kami. Ibu berjalan kearahku lalu melirik kearah Zayyan. Benar sesuai dugaanku,Zayyan memberi kode kepada ibu untuk tidak bertanya-tanya padaku tentang hal ini membuat ibu mengangguk mengerti dengan kondisi saat ini. Aku tersenyum tipis seolah-olah tidak paham dengan kode itu.


"ibu kami kedalam dulu yaa." pamit Zayyan membawaku masuk kedalam. Namun,ibu langsung menghadang kami masuk.


"ada apa Bu?" tanyaku bingung.


"ckckck jangan masuk rumah dulu,cuci kaki kalian dulu." titah ibu membuat kami saling menoleh.


"apa yang kalian tunggu,ayoo itu pakai selang bersiin dulu kakinya. Nanti langsung ke kamar!" titah ibu lagi membuat kami mengangguk pasrah mengikuti perintah ibu. Zayyan melepaskan sepatunya dan berjalan kearah selang yang biasanya digunakan untuk menyiram bunga. Aku pun mengikuti Zayyan dari belakang.


"kak siram juga dong kakiku." ucapku saat melihat Zayyan membersihkan bagian tangannya.


"bersihkan sendiri!" ucapnya menolak lalu memberikan selangnya padaku,aku menggerutu kesal dengan sengaja menyemprot air itu kearahnya.


"Dashaa!!!" teriaknya,aku tertawa lepas sambil menyemprot kembali air kearahnya membuat Zayyan kini basah kuyup. Zayyan langsung merampas selang itu dariku dan menyemprot kearahku. Alhasil kami malah bermain air sambil kejar-kejaran. Moodku kembali membaik,seolah lupa dengan kejadian yang baru saja aku alami.


Kau memang susah ditebak ya kak,kau sangat tau kapan moodku buruk atau baiknya. Terimakasih suamiku tersayang. gumamku pelan.

__ADS_1


__ADS_2