I Know Your Secret

I Know Your Secret
Cemburu


__ADS_3

Usai kemarin kami camping mendadak yang banyak meninggalkan kenangan dikepalaku,kini sudah saatnya aku berdiri di depan semua orang untuk mempresentasikan hasil tugas yang sudah kubuat sendiri lebih tepatnya dengan bantuan Zayyan.


Sudah tidak sama lagi cara mereka memandangku usai kejadian yang tidak mengenakan itu. Ini semua karena ulah si kodok jelalatan yang menyebarkan berita hoax di kampus dan membuatku terkena imbasnya. Untungnya semua sudah terselesaikan dengan bantuan rektor mengenai masalahku.


Lalu Farah,harus menerima hukuman drop out alias DO dari kampus karena ulahnya sendiri.


ckckckck,malang sekali nasibnya padahal dia baru saja masuk ke kampus eh udah ditendang keluar. gumamku pelan. Banyak anak kampus yang ingin meminta maaf padaku,namun aku masih bungkam berbicara pada mereka. Alhasil setiap berpapasan denganku mereka menunduk ketakutan melihatku. Aku hanya menghela napas pelan dan tidak teralku memperdulikan mereka.


"bisa kita mulai Dasha?" tanya dosen itu membuatku tersadar dari lamunanku,aku menoleh kearahnya dan mengangguk pelan, "bisa Bu,baik ini adalah hasil desain rumah yang saya buat." ucapku memulai presentasi tugasku.


"tema yang saya buat adalah sederhana tetapi mewah. Lihat struktur bangunan depan tampak terlihat sederhana,namun ketika kita masuk kedalam rumahnya akan terlihat mewah. Saya sangat merekomendasikan bentuk rumah seperti ini karena sangat elegan menurut saya." jelasku dengan percaya diri. Setelah selesai aku mempresentasikan hasilku,aku pun duduk kembali ketempatku.


"sangat bagus Dasha,desain yang kamu buat sangat keren." puji dosen itu sambil bertepuk tangan.


Aku tersipu malu lalu mengangguk pelan kearah beliau, "terimakasih Bu." ucapku pelan.


"nice lah Sha." seru Elisa langsung bertos ria padaku. Akhirnya pelajaran dosen itu sudah habis,kami pun bergegas membereskan peralatan kami.


"Sha,ini rumah kardusnya mau diletak dimana?" tanyanya sambil memegang rumah kardus miliknya. Aku berpikir sejenak "hmm ayo kita letakkan di mobil aja." ajakku langsung dianggukan olehnya. Aku dan Elisa langsung membawa hasil kerja kami ke dalam mobilku. Aku langsung memasukkan rumah kardus itu kedalam bagasi mobil.


"yes,sudah." ucapku senang lalu menutup pintu bagasi mobilku. Aku menoleh kearah Elisa yang fokus menatap kearah lain,membuatku menepuk pelan bahunya.


"kau liat apa?" tanyaku.


Elisa menunjuk kearah orang banyak yang berkerumunan itu, "ada pertandingan!" serunya membuatku menaut alisku keatas, "pertandingan apa?"

__ADS_1


"itu lhoo voli. Kau tau,pertandingan itu dikampus suamimu!" seru Elisa lagi.


"ayoo kita kesana!" ajaknya langsung menarik tanganku menuju tempat kerumunan itu. Aku menggerutu pelan,saat menyadari jika pertandingan voli itu itu sangat jauh dari tempat mereka berjalan. Memang kampusku dengan kampus Zayyan lumayan jauh sehingga membutuhkan waktu lima menit untuk sampai kesana.


"aiih itu jauh El." gerutuku pelan membuat Elisa menoleh kearahku, "ckckck belum tua tapi udah capek. Ayolah nanti kita ketinggalan." serunya tetap kukuh memaksaku kesana.


"kau pasti mau liat cogan kan,makanya maksa banget kesana." sindirku membuat Elisa terkekeh pelan.


"oh ya dong,apalagi anak kedokteran banyak yang ganteng-ganteng,bagus untuk healing kita." serunya lagi. Aku menghela napas dan membiarkan Elisa menarik tanganku berjalan cepat menuju tempat pertandingan itu.


"cih,ayolah cepat." ucapku menarik tangan Elisa cepat,sebenarnya aku memang penasaran dengan pertandingan itu apalagi pertandingan voli adalah pertandingan kesukaanku.


Sampai disana,aku banyak melihat anak-anak dari jurusan lain yang ikut melihat pertandingan voli itu. Elisa terpekik pelan melihat kelihaian cara bermain mereka dari servis,blocking,set up,smash,passing bawah,passing atas. Aku pun berdecak kagum menatap mereka yang begitu menyilaukan mata. Tentu saja para pemain voli itu rata-rata pada tampan semua.


Aku menarik Elisa untuk duduk di dekat yang tempat teduh tetapi masih bisa melihat mereka bermain. Tempat itu sangat strategis kalau kulihat.


"kyaaa tampannya!!!" seru para ciwi-ciwi menatap Zayyan. Aku berdecak kesal menatap Zayyan yang kini bercucuran keringat membuat pria itu tampak sangat keren. Elisa langsung menepuk lenganku kuat.


"ya ampun,kak Zay tampan kali. Padahal selama ini penampilannya sangat culun." seru Elisa menatapku. Aku menghela napas dan hanya menatap tajam kearah Zayyan.


Zayyan tidak menyadari keberadaanku dan fokus bermain voli bersama teman-temannya termasuk Gazza. Bukan hanya Zayyan yang menjadi sorotan melainkan abangku juga banyak yang meneriaki namanya.


"ayook kak Zay,kak Gazzaaa!!! semangaat!!!" seru para ciwi-ciwi itu membuatku memutar bola mataku kesal.


Hei,mereka itu milikku sialan. gerutuku pelan dalam hati. Namun lagi-lagi aku hanya bisa menghela napas melihat pertandingan itu.

__ADS_1


Aku terkagum saat melihat Zayyan memblocking bola ke daerah lawan. Pria tinggi itu mampu menghadang bola masuk kedalam area mereka. Zayyan mengelap keringatnya membuat semua bersorak kearah Zayyan.


Aku menatap jijik dan kesal kearah mereka yang menyoraki nama suamiku.


Alay kali,biasa ajalah. Dia itu suamiku! gerutuku lagi dalam hati. Sampai mataku mulai memanas saat Zayyan dengan seenak kentutnya mengelap keringatnya dengan baju yang dikenakannya membuat perut six pack nya terlihat.


Dasar bodoh,turunin bajumu woii. Kau menodai mata para cewek sialan ini. Cih,kak balek lagi jadi culun sumpah aku nggak terima mereka menatapmu woii!!!. gerutuku lagi,tetapi kalau aku mulai memberontak pasti membuat semua perhatian menuju kearahku. Aku Sebenarnya tidak ingin menganggu mereka bermain, tidak ada yang salah kok dari mereka. Aku menarik napas pelan lalu menghembuskan secara perlahan. Berusaha tersenyum.


Tenang Dasha,ini cuma permainan kok. Lagian Zayyan tidak salah dalam hal ini,aku juga tidak boleh melarangnya bermain karena dia pasti butuh kebebasan juga. Fyuuh aku harus mendukungnya sampai menang! .semangatku berusaha menetralkan emosiku yang mulai naik.


"ayooo kalahkan mereka kakak-kakakku yang tampan!!!" seru seseorang membuat emosiku yang mulai reda tadi kini meningkat cepat.


sialan,ini nggak bisa dibiarkan. ucapku dalam hati sambil mengepalkan tanganku,sedangkan Elisa ia tidak melihat raut wajahku,malah keberadaanku terasa diabaikan karena ia fokus menatap cowok idamannya yang tak lain adalah abangku sendiri.


Aku pun berusaha memakluminya,lalu melirik tajam kearah gadis yang membuatku kesal. Aku melihat wajahnya memang cantik tetapi pakaiannya kurang bahan dan siapapun pasti melihatnya akan tergoda melihatnya.


Aku melihat dengan seksama kemana arah tujuan gadis itu melihat,aku berdecak kesal saat ia fokus melihat Zayyan dengan tatapan genitnya. Seketika membuatku muak dan ingin rasanya mengangkat Zayyan lalu membawanya pulang.


Cih,sudah cukup aku tidak tahan lagi! .gerutuku pelan,saat aku hendak berdiri aku menggerutu kesal melihat sepatuku talinya lepas membuat aku mau tak mau harus mengikatnya terlebih dahulu.


"yeeeey menang!!!!" sorak mereka membuatku mendongak kearah lapangan,tampak terbit senyum para pemain tampan itu saling bertos ria sesamanya. Aku melirik kearah gadis itu seperti hendak menemui Zayyan,membuatku langsung bergegas cepat berjalan kearah Zayyan.


"ayo El." ucapku menarik langsung tangannya,dengan langkah tergesa-gesa dan emosi yang tidak beraturan membuatku sedikit berdecak kesal dengan orang yang menghalangi jalanku kearah Zayyan. Mereka saling mengerumuni membuatku harus berdesak-desakan dengan mereka sampai akhirnya berhasil keluar dari kerumunan itu.


Aku dengan cepat melesat kearah Zayyan sebelum gadis sialan itu memberikan botol minum pada Zayyan. Beruntung aku langsung berdiri didepan Zayyan sebelum gadis itu.

__ADS_1


Zayyan tampak terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba apalagi ia lebih terkejut saat aku dengan sengaja mencium pipi pria itu dihadapan semua orang. Melihat aksiku banyak yang bersorak ria dan bahkan ada yang berdecak kesal menatapku termasuk gadis yang mau mendekati suamiku. Aku dengan senyum kemenangan menatap remeh kearah gadis itu.


Lihat? tidak ada yang boleh mendekati Zayyan,karena dia adalah suamiku, milikku. gumam dengan bangga lalu tersenyum lebar kearah suamiku.


__ADS_2