I Know Your Secret

I Know Your Secret
Camping Dadakan


__ADS_3

Usai main kejar-kejaran,kini kami berdiri menunduk didepan sang ibu. Sudah pasti akan ada ceramah lebar dari wanita yang sangat ku sayangi itu.


"ya ampun kaliaaan." geram Ibu menatap kami seperti anak kecil,oli yang menempel di tubuhku kini sudah berhamburan ditaman ibu,membuat Ibu sedikit syok melihatnya.


Aku dan Zayyan hanya bisa menghela napas lalu masuk kedalam kamar. Zayyan langsung menyuruhku mandi terlebih dahulu.


"kau saja kak,tengok kau basah kuyup." tolakku halus,tentu saja aku mengutamakan pria ini karena ia baru saja sembuh. Bisa-bisa kalau dirinya kedinginan demamnya kembali kambuh.


"kau saja."


"ya ampun kak,kau bisa sakit lagi nanti." ucapku kesal.


Zayyan menatapku lekat, "atau kita mandi berdua aja?" tanyanya sambil tersenyum seringai.


Kau yang mendengar hal itu langsung mundur perlahan, "tidak. Terimakasih,ya udah aku duluan." ucapku cepat langsung melesat mengambil baju dan handukku ke kamar mandi.


"fyuuh dasar gilaa!!" seruku sambil membersihkan diri. Untuk kali ini aku membutuhkan waktu satu jam mandi,aku menggerutu kesal karena banyak menghabiskan sampo dan sabun untuk membersihkan sisa-sisa oli dariku.


"akhirnya." ucapku lega sambil memasang pakaian,lalu berjalan keluar sambil mengeringkan rambutku. Aku tertegun melihat pria itu sudah mandi dan berbaring di kasur sambil memainkan ponselnya.


"eh kapan kau mandinya kak?" tanyaku sambil duduk didepan meja rias. Aku melirik kearah Zayyan dari cermin.


"kau mandi atau membuat kamar mandi sih? lama kali." gerutunya menatapku dari belakang tanpa menjawab pertanyaanku.


"ya namanya cewek kak,pasti lama." jawabku asal. sudah terlanjur kesal dengan pria itu,mulutnya itu sering mengajak bertengkar aja.


"aku mandi dikamar mandi Gazza,sudah terjawab kan pertanyaanmu tadi." ucapnya pelan sambil asyik memainkan ponselnya.


"O." ucapku sekilas sambil menyisir rambutku.


Braak.


Aku dan Zayyan terlonjak kaget langsung menoleh kearah pintu kamarku itu.


Kasian sekali pintuku ini sering dibanting oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. gumamku menatap iba kearah pintu berwarna coklat itu lalu melirik kearah Gazza.


"apa sih Za?!" kesal Zayyan menatap Gazza diambang pintu. Gazza langsung mengeluarkan tas gunungnya.


"yok camping!!" serunya semangat,Aku yang mendengar hal itu langsung meloncat kearah abangku.


"serius?!" tanyaku langsung dianggukan oleh abangku.

__ADS_1


"yeeeey." seruku dengan cepat aku mengambil tas dan menghambur lemari pakaianku.


"tumben camping?" tanya Zayyan sambil meletakkan ponselnya.


"entah,Ayah yang ngajak tadi." ucap Gazza.


"apa?? Ayah?? wow sejarah dalam abad keberapa Ayah mengajak kita dalam hal beginian. Ini bukanlah karakter Ayah sekali." seruku takjub.


Hari ini tidak boleh disia-siakan. tekadku dalam hati,tak lupa aku langsung mengambil camera dilemariku.


"eh iyaa kita perlu bawa obat untuk jaga-jaga." ucapku hendak mengambil obat di kotak obat


"eittts,jangan." cegah Zayyan menahan tanganku. Aku menoleh kearahnya dengan tatapan heran, "emangnya kenapa kak?"


"biar aku saja. Kalau kau yang ngurus ntar obat-obat yang lain pula." ucap Zayyan membuatku mengumpat pelan.


"kurang ajar,sialan kau kak!" kesalku smabil melempar bantal kearahnya.


Zayyan dengan sigap menangkap, "kan emang benar,kayak kemarin tuh yakan Gazza?" seru Zayyan melirik kearah Gazza. Gazza pun mengangguk pelan, "benar sekali." ledeknya.


"ish, dahlah." gerutuku pelan.


"ayoo!!" seruku dengan semangat,aku langsung mengambil posisi dibelakang kursi kemudi,tentu saja Ayah yang mengemudikan mobilnya. Aku langsung mengeluarkan cameraku merekam setiap moment selama perjalan kami.


Zayyan duduk disampingku,dan Gazza duduk dikursi penumpang bagian belakang. Aku menikmati setiap angin yang menerpa wajahku. Keluarga kami biasanya selalu membuka jendela mobil setiap perjalanan jauh,karena lebih suka angin alam daripada AC mobil.


"Ayah tumben mengajak kami jalan-jalan kayak gini." tanyaku dari belakang Ayah.


"kita balik pulang." ucap Ayah dingin,membuat semuanya menoleh kearahku tajam.


"eh-eeh Ayah jangan dong. Kita udah setengah jalan jugaa." ucapku panik tetapi untunglah Ayah tidak jadi memutar stirnya kearah jalan pulang.


Ya ampun aku lupa kalau Ayahku ini Tsundere sekali. ckckck. sesalku pelan dalam hati.


Gazza langsung menjitak kepalaku dari belakang, "ish bodoh,udah mau Ayah ngajak jalan. Kau bertingkah pula." bisiknya kesal. Zayyan langsung menjitak kepala Gazza, "ya jangan jugalah dijitak kepala istriku bodoh!" kesalnya menatap kearah Gazza.


Aku tergirang senang langsung bertos ria dengan suamiku. Aku menoleh kearah Gazza sambil menjulurkan lidah kearahnya.


"Nj**r cih dilindungi," gerutu Gazza lalu menoleh kearah Zayyan.


"kenapa kau mau menikah dengannya Yan? kau kan tampan,pasti banyak yang mau sama kau??" tanya Gazza gemas. Aku menatap tajam kearah Gazza, bisa-bisa ia meragukan aku tidak layak menjadi istri dari pria tampan ini.

__ADS_1


"aku sayang sama dia." ucap Zayyan manja,lalu memelukku manja. Aku tertawa pelan menatap wajah masam yang ditunjukkan Gazza.


"dahlah." ucapnya pasrah jengah melihat kami.


Akhirnya kami sampai juga ditempat titik lokasi yang cocok untuk camping. Dengan semangat aku keluar menatap pemandangan yang indah didepanku.


"Dashaa bantu!" seru Gazza sambil membawa beberapa barang begitu juga dengan suamiku. Aku membantu Ibu membawa beberapa makanan yang akan dimakan nanti malam.


Ayah dan Zayyan langsung memasang tenda,sudah pasti bukan satu tenda yang akan didirikan melainkan tiga tenda.


"Kok tiga tenda,kenapa tidak dua saja?" tanya Gazza bingung,aku terkekeh pelan lalu menghampirinya.


"aku tau bang!" seruku membuat Gazza menoleh kearahku dengan tatapan tanya.


"satu untuk Ayah dan Ibu,satu untukku dan Zayyan,satunya lagi untuk yang jomblo." ledekku pelan,Gazza langsung menatapku tajam.


"cih, mentang-mentang sudah menikah." gerutunya sambil merapikan tenda yang hampir jadi. Aku hanya tergelak pelan lalu mengikutinya.


"makanya kak,menikah." ucapnya membuat Gazza segera mengejarku. Aku langsung berlari menjauh dari Gazza. Tanpa aku sadari aku malah tersandung batu dan jatuh.


Bruuk.


Semua menoleh kearahku dan berlari menghampiriku. Aku memegang kakiku yang tampaknya terkilir.


"aduuh...aduh sakit!!" ringisku pelan.


"tuh makanya,ini karma karna meledekin orang jomblo." ledek Gazza. Zayyan langsung menjitak kepala Gazza.


"Yan,kenapa kau menjitak kepalaku bodoh?!"


"ish,jadi Abang nggak ada akhlak benar. Ini adeknya jatuh malah diledekin." ucapnya langsung membungkuk dan menggendongku,Aku tersenyum kemenangan menatap Gazza.


"ckckckck sejak kapan kau jadi pangeran kuda putihnya hah? kau kan sahabatku,kau malah bela dia." gerutunya lagi.


Zayyan terkekeh pelan, "ya jelaslah aku bela dia. Dia istriku sedangkan kau sahabatku. Prioritaskan istriku dulu baru kau." ucap Zayyan santai.


Aku menahan tawa saat melihat eskpresi Gazza jengah dengan kami, "sabar ya bang." ucapku pelan.


"cih,dasar pasutri gilaa!!" umpatnya lalu masuk kedalam tendanya sendiri. Namun baru ia masuk,tenda itu roboh dengan sendirinya. Aku tertawa lepas melihat kesialan yang dialami Gazza,Zayyan menoleh kebelakang juga ikut tertawa melihat Gazza.


"buahahaha sial sekali kau." ejeknya.

__ADS_1


__ADS_2