I Know Your Secret

I Know Your Secret
Oh Tidak Zayyan


__ADS_3

Aku mendongak menatap kearah rumahku. Tampak gelap seperti tidak ada penghuni didalamnya. Aku menyerngit bingung celingak-celinguk mencari seseorang yang terlihat. Namun,tidak ada satupun yang menampakkan batang hidungnya. Aku langsung menelpon semuanya tetapi tidak ada satupun yang mengangkat teleponnya. Bahkan suamiku dan Gazza sekalipun tidak mengangkat.


"kemana sih semua orang? apa jangan-jangan mereka sekarang ngerjain aku yaa?? hehehe kali ini aku tidak akan masuk perangkap!" seruku beramsumsi jika keluargaku tengah mengerjai ku.


"eh Dasha." sapa seseorang membuatku menoleh kesamping,aku langsung menyapa ibu itu yang merupakan tetangga rumahku.


"halo Bu Raya." sapaku tersenyum kearahnya.


"kamu ngapain didepan pagar? nggak masuk?"


"Dasha terkunci diluar Bu,lupa bawa kunci."


"owalah,eh ibu baru ingat kalau orang tuamu tadi mendadak pergi keluar kota lho." seru Ibu Raya membuatku ternganga.


"kapan Buk kok bisa? lah Dasha kok nggak dikasih tau yaa??" gumamku heran,pasalnya jika ada berpergian karena suatu pekerjaan. Orang tuaku pasti selalu memberitahuku.


"ibu juga tidak tau nak,coba kamu telpon lagi ibu kamu." seru Bu Raya,aku menggeleng pelan.


"tadi udah saya hubungi tapi nomor orang tua Dasha nggak aktif Buk."


"oo mungkin mereka masih take off tuh,kamu telpon aja Abang kamu,kalau gitu ibuk permisi dulu." pamit Bu Raya,Aku mengangguk pelan kearahnya.


"haduh ayah ibu pergi kemana yaa?? ya ampun ini abangku nggak ngangkat-ngangkat dari tadi. Cih manalagi terkunci diluar. Kalau nggak terkunci mungkin aku bisa meetime dulu." gerutuku pelan.


"apa di otakmu hanya meetimee aja ya??" seru seseorang dibelakangku,aku langsung berbalik menatapnya.


"nah akhirnya nongol juga kalian!" seruku menatap kedua manusia menyebalkan itu baru pulang.


"kenapa masih diluar?" tanya Zayyan menatapku heran.


"eh tunggu bentar!" seru Gazza,ia pun menatapku dengan aneh membuatku risih dengan tatapannya.


"nggak usah liat gitu juga kali woi!"


"ini beneran kau kan Sha? kau pakai jilbab sekarang? serius? dapat angin segar mana anak nih???" cerca Gazza menatapku.


"hatiku kan nurani sekali." ucapku bangga membuat mereka memutar bola malas.


"cih,percaya diri sekali nih bocah. Pasti kau lupa bawa kunci kan?" tebak Gazza membuatku terkekeh pelan.

__ADS_1


"kau memang paling taulah tentangku bang!" seruku sedangkan Gazza hanya menggeleng-geleng kepala melihat kelakuanku. Aku langsung masuk kedalam rumah,tetapi belum sampai menginjakkan kaki diteras dengan laknatnya abangku itu menarikku lagi.


"masuin mobil kau dulu bodoh,enak aja main pergi." ketusnya menatapku. Aku menepuk jidat pelan seraya lupa jika aku menggunakan mobil saat berangkat tadi. Dengan langkah lebar aku menuju mobilku.


"Bang Zay,kau sedang apa?" tanyaku menatap dirinya senyam-senyum di ponsel. Aku sedikit kesal karena pertanyaanku tampak tidak diacuhkannya. Jelas ponselnya lebih menarik dibandingkan diriku. Aku langsung mengklakson membuat Zayyan menatapku tajam.


"kenapa?" tanyanya dingin.


"kau ini,aku lagi nanya kau kacangin bang!" seruku.


"oh." ucapnya membulatkan mulutnya,dengan langkah santai tanpa merasa bersalah,pria itu memasuki rumah tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel.


Aku jadi penasaran. gumamku menatap punggung pria itu yang kini mulai menghilang dari pandanganku.


"kira-kira apa yaa???" gumamku lagi. Aku pun mengikuti suamiku dari belakang sambil mengendap-endap layaknya pencuri mengikuti suamiku dari belakang.


"kau sedang tidak menguntit ku kan nona muda?" sentak Zayyan dibelakangku,aku terperanjat kaget langsung menolehnya kebelakang.


"ka-kau bagaimana bisa? tadi bukannya kau ada didepan?" tanyaku gugup. Pasalnya aku sudah tertangkap basah ketahuan mengikutinya.


"kenapa? kau pasti penasaran dengan ini bukan?" tanyanya sambil mengangkat tinggi-tinggi ponsel miliknya.


Ah sial,kenapa dia peka kali?! . umpatku kesal.


Zayyan tersenyum padaku sambil memandangku lekat bagaikan magnet. Senyuman pria itu membuatku terpana dan ingin menatapnya terus.


"hallooo permisi!!! kurang ajar kali kalian bermesra-mesraan didepanku!" gerutu Gazza berdiri ditengah-tengah kami,ia menghalangiku memandang Zayyan.


"cih,kau ini nggak suka liat orang senang." gerutu Zayyan menyingkirkan Gazza dari hadapannya.


"daripada kalian tatap-tatapan nggak jelas. Mending kalian bantu aku mengangkat barang."


"barang? barang apa?"


Gazza menunjuk kearah barang-barang yang sudah Gazza susun.


"ini untuk apa?" tanyaku bingung.


"ini barang yang udah kita nggak pakai lagi. Lagian kau ulang tahunkan hari ini,mending kita ke panti asuhan." ujarnya membuat aku dan Zayyan takjub menatap Gazza.

__ADS_1


"masyaAllah bang,tumben kau baik hati ini. Biasanya kau itu nggak sebaik ini deh." ledekku membuat Gazza langsung menjitak kepalaku.


"hei,jangan menjitak kepala istriku Gazza." kesal Zayyan membuatku langsung menjulurkan lidah kearahnya.


"cih,terus aja bela istrimu. Huft,kau ini Dasha udah bagus kau pakai jilbab tapi akhlakless."


"ya aku kan pelan-pelan hijrah bang,nggak mungkin tiba tiba kan,aku jadi baik hahahaha."


"dah gila nih anak. Kok bisa kau suka sama dia Yan? kau nggak kenak santet kan?"


"sayangnya nggak,aku saja yang menyukai karakter abstrudnya. Biar menghiburku dikala jenuh."


Aku mendelik menatap datar kearahnya, "dasar." Aku langsung berjalan ketempat tumpukan barang tersebut.


"bang,ini benaran nggak dipakai?" tanyaku menatap semua barang yang masih terlihat bagus. Aku melihat sesuatu barang didalam salah satu kardus itu yang tampaknya tidak asing bagiku. Dengan cepat aku mengambilnya dan terkejut komik legendaris itu terletak didalam sana.


"what? bang!!!! ini punyaku!" seruku menatap tajam kearah Gazza. Namun sedetik itu juga aku mengatup mulutku dan menggerutu menyadari kebodohanku.


Sial,aku lupa kalau ada Zayyan. Bisa-bisa kami ribut lagi tentang komik ini.


Zayyan menyelidik curiga menatapku,ia berjalan kearahku. "kau sembunyikan apa? apa yang kau bilang sama Gazza tadi?" tanya penasaran.


"tidak ada." ucapku langsung melesat keluar. Zayyan yang curiga langsung mengejarku keluar. Aku dengan cepat sesekali menoleh kearah belakang. Namun saat aku berbalik aku terkejut ada mobil tiba-tiba melintas didepan rumahku membuatku tidak sempat untuk menghindar.


Braaak.


Pandanganku buram,aku mengedipkan mataku berkali-kali mencoba mencerna yang terjadi barusan. Seketika aku langsung terkejut Zayyan memelukku erat,tetapi pria itu tidak sadarkan diri.


Mobil yang menabrak kami,malah melaju kencang tanpa bertanggung jawab. Aku langsung bangkit dan berusaha membangunkan Zayyan.


"bang!bang! bangun!!!" seruku menepuk pelan pipinya. Tampak darah segar keluar dari pelipis suamiku,aku sedikit menggigil,mau menangis,dan bingung harus berbuat apa. Aku langsung memanggil Gazza cepat untuk membawa Zayyan kerumah sakit.


"astagfirullah." ucap Gazza terkejut mendapati Zayyan pingsan,ia pun langsung mengecek nadi Zayyan. "nadinya mulai lemah,kita harus bawa kerumah sakit." serunya lalu menoleh kearahku yang tampak sesenggukan menangis.


"hei Dasha,kau harus kuat jangan menangis. Dia pasti baik-baik saja,kita harus cepat membawanya." tegur Gazza menghela napas pelan. Lalu pria itu berlari mengambil kunci mobil kedalam rumah.


-


-

__ADS_1


Maaf semuanya,baru update hari ini. Aku lagi nggak fit banget,jadi baru bisa updatenya hari ini.🥺🙏


terimakasih sudah membaca karyaku,kalau boleh tinggalkan jejak like,comment,dan votenya yaa☺️


__ADS_2