I Know Your Secret

I Know Your Secret
Menjadi Penguntit Suamiku


__ADS_3

Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi disini,perasaan senangku tadi seketika langsung meluap begitu saja. Zayyan tersenyum seringai menatapku.


"hallo teman." ucap Zayyan dengan tampang tak berdosa. Aku menghela napas kasar berkacak pinggang melihatnya. "bagaimana bisa kau kak? astaga kak,jadi selama ini kau itu..."


"iyaap,cih orang bodoh mana yang buat username ya dengan nama sendiri. ckckck dari awal aku sudah tau." ucap Zayyan menatap kearahku,sambil menikmati minuman cappucino latte yang baru saja diantar oleh pelayan cafe tadi.


"aku tidak menggunakan namaku yang asli yaa."


"Adibah Dasha Elnara Kamania Salsabilah, huft panjang kalipun namanya. untung pas ijab Qabul kemarin aku bisa sekali tarik napas." ucap Zayyan lagi.


"hei jangan menghina namaku ya kak,itu Ibu lho yang ngasih namaku."


"aku tidak menghina namamu,kau saja yang terlalu overthingking. Balik ke topik,kau itu gunakan usernamenya dengan namamu sendiri kan?,walaupun kau dipanggil Dasha sekalipun,tetap saja namamu ada Adibahnya. Kau itu polos sekali." ledek Zayyan membuatku langsung mencubit tangannya.


"oi sakit!!" kesalnya sambil mengelus punggung tangan yang barusan kucubit tadi.


"terserah akulah,yang punya akun gamenya aku." ketusku kesal.


"oh yaa? ya sudah kita tantangan lagi." ajak Zayyan sambil menatapku lekat.


"tantangan apa?" tanyaku ketus tetapi penasaran.


"kita main game itu,siapa yang kalah harus nurutin permintaan yang menang,gimana??" ajak Zayyan sambil menaikkan satu alismatanya. Kini pria itu tidak seperti penampilan culunnya,sekarang penampilannya malah seperti artis-artis terkenal.


Aku ragu jadinya,kalau boleh jujur. Zayyan sangat hebat memainkan game itu,bahkan aku trus meminta bantuannya untuk mengalahkan musuh didalam game itu. Kalau sekarang jadi musuhan yang ada aku kalah. gumamku pelan.


"kau takut yaa??" ledeknya pelan langsung membuatku mendongak kearahnya, "aku terima tantangan kau kak!!"


"goodgirl,oke persiapkan dirimu. Kita main dirumah aja." ucap Zayyan lalu berjalan menuruni anak tangga meninggalkan aku yang masih setia duduk di cafe itu.


***


Aku mendadak lesu tidak selera menyantap makanan lezat yang sudah terhidang didepan mataku. Siang ini hanya aku dan Ibu yang tinggal dirumah,sedangkan Gazza dan Zayyan ada kelas siang hari ini. Begitupun Ayah masih dikantor dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"apa yang kamu lamunkan?" tanya Ibu menatap heran kearahku. Aku mendongak pelan kearah Ibu, "aku sedang tidak lapar Bu." ucapku singkat laku meneguk beberapa tetesan air minum yang hampir habis digelasku.


"kamu hamil?" tanya Ibu tanpa filter,membuatku terlonjak kaget terbatuk-batuk menatap Ibu.


"ya ampun Bu,frontal sekali pertanyaannya." gerutuku pelan saat diriku yang sempat terbatuk-batuk tadi sudah tenang.


"lho kok frontal sih,ya wajarlah. Kamu kan sudah menikah jadi nggak salah kalau Ibu bilang kamu hamil. Atau jangan-jangan kalian be—"


"huwaah Ibuuu tolong jangan membahas hal ituuu!!" cegahku sebelum Ibu menyelesaikan kata yang menurutku sangat keramat bagiku itu. Tentu saja sejauh ini hubungan kami masih layaknya kucing dan tikus,susah disatukan. Aku belum ada kepikiran mencintai Zayyan begitupun dengan Zayyan. Aku menikah karena dua hal yang menurutku saat ini terasa sangat konyol. Niat awal pernikahanku saja sudah salah.


ckckckckck berdosanya diriku ini,maafkan hambamu ini ya Allah. Harusnya niat menikah untuk ibadah malah niatnya yang nggak-nggak. sesalku pelan dalam hati.


"ternyata hubungan kalian masih sekedarnya aja yaa." ucap Ibu menatapku lekat. Aku mendongak kearah Ibu,"hahaha sepertinya begitu Bu." ucapku sambil memasukkan sesuap nasi kedalam mulutku.


"Ibu nggak tau alasan sebenarnya kamu mau menikah dengan Zayyan,tapi yang jelas sesuai yang dibilang Ayah. Kalian tidak boleh bercerai,kalau ada perdebatan itu wajar setiap hubungan suami istri. Kalian juga jangan sampai salah paham,itu juga nggak baik untuk hubungan kalian. Ibu harap apa yang kamu pilih sekarang,kamu bahagia nak." jelas Ibu mengelus kepalaku.


Hampir saja aku menitik air mata,menatap haru pada wanita yang sudah melahirkan dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Dan Wanita itu jugalah yang menyelamatkanku dari perbuatan nekat yang tidak inginku ingat kembali.


Hari menjelang sore,Aku berendam di bathtub sekitar kurang lebih dua jam. Tidak biasanya aku mandi lama-lama seperti ini. Aku sengaja berendam lama karena memikirkan semua yang sudah aku lalui.


Tok...tok...suara gedoran pintu kamarku membuatku menyerngit bingung,dengan cepat aku membilas badanku dan memakai handuk kimonoku.


"Dashaa!!" teriak seseorang dari balik pintu.


"Elisa?" tanyaku terkejut mendapati gadis itu sudah berdiri didepan pintuku,tidak biasanya gadis itu mengunjungi rumahku disore ini.


"temanin aku!!" ucapnya dengan nada riang. Aku mempersilahkan Elisa masuk kedalam kamarku.


"wait ya El,aku pakai baju dulu." ucapku sambil menyambar asal baju didalam lemari ku. Aku dengan tergesa-gesa memakai pakaian dikamar mandi dan keluar menemui Elisa yang tampak tidak seperti biasanya.


"kuy jalan-jalan bentar. Tadi aku udah izin sama Ibumu katanya boleh asal jangan pulang terlalu malam." ucap Elisa menatapku sedang mengeringkan rambut.


"iya? tumben Ibu mengizinkan. Tapi,tetap saja aku harus izin dulu sama kak Zayyan." ucapku sambil mengetik sesuatu diponselku.

__ADS_1


"yalah...yalah yang sudah ketemu tulang rusuknya. Aku mah bisa apaa coba."


"hahahaha,aku yakin jodoh kau sebentar lagi datang juga kok."


"Sha,kita ke mall yok." ajak Elisa semangat. Aku langsung mengiyakan Elisa sambil merapikan baju yang ku kenakan sekarang lalu mengambil ranselku.


"yok,aku dah siap." ucapku lalu kami pun berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga.


"kalian mau kemana?" tanya Ayah tiba-tiba muncul dibelakang kami,membuat suasana rumah menjadi horror dengan kedatangan Ayah.


"kami mau jalan-jalan ke mall yah,aku sama Elisa kok. Tadi aku juga udah kirim pesan sama kak Zay. Boleh yaah?" tanyaku menatap Ayah dengan penuh harap. Walaupun Ayah terkenal dengan aura dinginnya,pasti akan luluh dengan putri kesayangannya itu.


"terserah kamu saja,tapi jam 8 sudah harus dirumah. Kalau nggak ayah keluarkan kamu dari kartu keluarga." ancam Ayah langsung berlalu ke kamarnya.


Buset ancaman Ayah memang mengerikan. gumamku bergidik ngeri menatap punggung Ayah yang sudah hilang dari pandanganku.


Saat mobilku berhenti karena lampu merah,aku sekilas melihat Zayyan baru saja keluar dari rumah sakit. Memang rumah sakit itu terlihat dari jalan raya. Semua orang yang ada dirumah sakit banyak yang menunduk hormat padanya.


"kau sedang lihat apa Sha?" tanya Elisa sesekali melirikku karena ia asyik dengan ponselnya. Aku menggeleng pelan,tetapi tetap memperhatikan Zayyan dari jauh. Zayyan tampak menelpon seseorang, terlihat dari kerutan wajahnya seperti masalah serius yang terjadi. Dengan cepat Zayyan langsung masuk kedalam mobil dan melaju kencang melintas didepan mobilku yang masih berhenti dijalan. Aku sangat penasaran,lalu berbelok mengikuti suamiku itu.


"eh Sha,ini kan bukan jalan kearah Mall?" tanya Elisa bingung saat melihat arah jalannya tidak menuju kearah Mall.


"hmm El,sepertinya kita tidak usah ke Mall dulu deh. Aku tiba-tiba lagi nggak enak badan." ucapku asal tetapi masih mengikuti Zayyan dari belakang.


Tunggu,Elisa tidak bisa ikut denganku. Bisa panjang urusannya kalau terjadi apa-apa nanti padanya,lebih baik aku pulangkan saja dia dulu. gumamku pelan sambil menghapal plat nomor mobil yang digunakan Zayyan.


"El,aku antar kau pulang ya." ucapku melaju kencang menuju rumah Elisa.


"baiklah,ya ampun sayang sekali kita tidak jadi ke Mall."


"okee besok gantinya kita ke Mall yaa." ucapku langsung dianggukan Elisa. Dengan lihai akhirnya aku sampai dengan cepat tiba diperkarangan rumah Elisa. Elisa langsung turun dan melambaikan tangan padaku,setelah memastikan Elisa masuk kedalam rumah. Berkat alat canggih ini,Aku dapat langsung mengutak-atik layar ponselku mencari keberadaan mobil yang dikenakan Zayyan.


"dapat kau!" seruku saat mengetahui lokasi Zayyan saat ini,aku pun dengan cepat melajukan mobilku menuju ke tempat Zayyan.

__ADS_1


__ADS_2