I Know Your Secret

I Know Your Secret
Sikap Aneh Zayyan


__ADS_3

Aku memainkan ujung bajuku menatap kearah langit ruangan kesehatan. Aku menunggu suamiku selesai diperiksa oleh dokter disana.


"ssst,Sha." bisik Elisa memanggilku,aku menoleh kearahnya. "apa suamimu baik-baik saja?" tanyanya cemas. Ia merasa dirinya bersalah karena menyebabkan suamiku mimisan.


"tenang,dia kuat kok." ucapku menenangkan Elisa. Aku menoleh kearah pintu yang terbuka dan menampakkan suamiku berjalan kearahku. Dapat kulihat ada tisu yang digulung untuk menyumbat darah terus mengalir dari hidungnya.


"kasihannya suamiku ini." gumamku menatap iba kearah Zayyan,sedangkan Zayyan membuang muka lalu duduk dikursi.


"hei bang,kenapa kau membuang muka sih? aku serius khawatir denganmu bang." gerutuku tidak dihiraukan olehnya.


Zayyan melirik sebentar kearahku lalu menatap lurus lagi,ia pun tampak tidak peduli dengan ocehanku dan malah memainkan ponselnya.


"ish, merajuk pula dia." gerutuku lagi, dengan cepat aku melangkah meninggalkan ruangan kesehatan tanpa menoleh kearah suamiku. Elisa yang bingung, tersenyum kikuk kearah Zayyan dan menyusul kearahku.


Aku baru saja memegang ganggang pintu, tiba-tiba ada tangan yang memegang pergelangan tanganku, aku menoleh malas kearahnya.


"tadi merajuk," ketusku menatapnya.


"aku mau eskrim." ucapnya cepat lalu menarik tanganku tanpa permisi, Elisa yang ditinggalpun hanya melambaikan tangan kearah kami.


Zayyan menarikku menuju pedagang eskrim dan memesan yang paling besar. Entah gerangan apa pria itu tiba-tiba menginginkan eskrim. Ia pun langsung membayar dan membawanya kedalam mobil.


"eh cuma beli satu?" protesku menyadari eskrim yang kami beli hanya satu. Zayyan mengangguk dan memberikan eskrim itu padaku.


"makan." titahnya,dengan senang hati aku menerima eskrim itu walau ada penuh tanda tanya dalam hatiku.


Aku memasukkan sesendok eskrim kedalam mulutku, sambil memejamkan mata menikmati eskrim tiba-tiba dikejutkan dengan Zayyan yang tiba-tiba mencium bibirku.


"manis." serunya sambil mengelap sisa eskrim dipinggir bibirnya. Aku langsung syok mendapat serangan tiba-tiba.


"a-apa yang kau lakukan bang?" tanyaku gugup.


"enak,lagi." ucapnya tanpa menjawab pertanyaanku. Aku menyerngit heran,tetapi tetap memasukkan eskrim itu kedalam mulutku. Sayang kalau eskrim ini mencair gara-gara memikirkan orang disebelahku ini bersikap aneh.


Aku memasukkan sesendok eskrim kedalam mulutku dan sialnya lagi,Zayyan melakukan hal yang sama persis seperti pertama tadi.


"enak." ucapnya sambil menunjukkan senyum manisnya.


Astaga,lama-lama aku diabetes terpana liat wajah tampannya. gumamku dalam hati. Walau tingkah Zayyan terlihat aneh,tetapi aku malah menikmati cara makan eskrim yang baru ini.

__ADS_1


Aku pun hendak menyuapinya tetapi Zayyan menolak, "enak dari mulutmu langsung." ucapnya frontal membuatku berdigik ngeri.


"bang,kau masih Zayyan yang menyebalkan itu kan?" tanyaku memastikan jika pria disebelahku ini adalah suamiku.


Ah,aku bisa gila kalau dia bertingkah kayak gini. Zayyan baleklah ke sifatmu semula. gerutuku dalam hati.


"kau bilang aku menyebalkan?" tanyanya sambil menatapku tajam.


Wait,kenapa dia terlihat sensi gini? gumamku semakin heran dengan tingkahnya.


"bang,kayaknya siap mimisan kau jadi aneh gini deh."


"tadi kau bilang aku menyebalkan sekarang bilang aneh??" tanyanya tidak terima dikatakan itu olehku. Aku dibuat bingung oleh tingkahnya hanya menghela napas.


Aduh,jadi sensi banget dia. Ya ampun,apa ini efek mimisan yaa??.


Zayyan tiba-tiba menarikku kepangkuannya,aku cukup kaget terlonjak saat sudah berada dipangkuan Zayyan. Zayyan tersenyum lebar kearahku lalu ia memelukku erat.


"astaga bang,bersikaplah normal selayak manusia!!" gerutuku lagi. Zayyan tidak menghiraukan ocehanku dirinya begitu nyaman memelukku layaknya bantal guling.


Aku mengumpat kesal dalam hati menahan rasa pegal yang selama lima belas menit aku tahan tadi. Aku cukup terkejut saat suamiku sudah tertidur pulas dalam pelukanku.


"Haiiis kau makin aneh aja bang." gerutuku lagi,lalu aku menurunkan sandaran kursi menjadi datar,dan menariknya ke tempat duduk belakang.


"kau berhutang padaku bang,karena membiarkan istrimu ini membawa mobil." ocehku sambil menghidupkan mesin mobil. Dengan kecepatan sedang aku melajukan mobil menuju rumah.


***


"bisa tidak sesekali nggak jadi bebaaan." gerutuku menyeret Zayyan masuk kedalam rumah. Pria itu berkali-kali dibangunkan,tidak kunjung bangun juga alhasil cara terakhir yang ku pakai,yaitu menyeret suamiku ke kamar tamu.


"an***r kau berat kali bang!!" omelku lagi,dengan perlahan aku mengangkat bayi besar itu keatas kasur. Setelah selesai mengangkat Zayyan keatas kasur,barulah aku membuka sepatunya.


Zayyan sedikit terusik denganku,ia pun langsung menarik tanganku masuk kedalam dekapannya. Aku lagi-lagi mengumpat kesal dalam hati,Suamiku ini sangat aneh dan menyebalkan sekali hari ini.


Apa mungkin ini efek mimisan? gumamku lagi beramsumsi kearah sana. Aku lihat di internet tidak ada yang menunjukkan efek samping dari mimisan seperti internet katakan.Dan malam ini aku ketiduran didalam pelukan Zayyan.


Esok paginya,Aku terbangun cepat dari tidurku. Ternyata aku masih dalam pelukannya,bahkan ini lebih erat. Dengan perlahan aku menggeser tangannya dari tubuhku dan beranjak pelan turun dari kasur.


"kau mau kemana?" tanyanya sambil mengucek mata.

__ADS_1


Ya ampun,orang tampan kalau muka bantal pun tetap tampan. Tapi lihatlah aku baru bangun udah kayak nenek lampir. gerutuku dalam hati.


"aku mau buatkan sarapan,aku lagi lapar."


"buatkan aku rujak yaa." ucapnya lalu melanjutkan tidurnya lagi.


"hah? rujak? pagi gini? subuh-subuh gini?" tanyaku tak percaya.


"rujaknya buatan kamu sayang." gumamnya lagi masih menutup matanya.


Deg.


barusan dia manggil aku kamu? ya ampun senangnya!! sering-sering aja kak mimisan,biar aku terus dipanggil sayang hehehehe. pekikku dalam hati.


Dengan langkah girang aku menuruni anak tangga,dapat kulihat ibu senantiasa memasak didapur seperti biasanya.


"mana bang Gazza? harusnya dia sudah standby disini." tanyaku celingak-celinguk mencari abangku.


"abangmu itu ngurus yang didepan,yang didalam udah beres semua sama dia." jelas Ibu lagi


"wah mantap,ada gerangan apa bang Gazza serajin itu?" tanyaku heran.


"entahlah,ibu juga nggak tau." ucap ibu meninggakkan aku sendirian dimeja makan. Dengan langkah pelan aku menghampiri bang Gazza, tetapi ia terlihat termenung menatap langit.


"kau sedang lihat siapa?" tanyaku penasaran.


"kepo," ketusnya lalu berjalan kedalam rumah.


"gimana Zayyan? udah membaik?" tanya Gazza sambil membereskan perkakas kebunnya.


"baik sih tapi tingkahnya aneh bang."


"aneh gimana?" tanya Gazza penasaran.


Aku langsung menceritakan semuanya pada Gazza,dari awal mimisan itu sampai pulang tadi. Gazza sedikit tertawa terpingkal-pingkal saat mendengar Ceritaku.


"ngakak,anak itu kenapa sih?" gelaknya lalu berdeham pelan.


"aku pun ngga tau kak,dia itu lagi aneh-anehnya sekarang."

__ADS_1


"o." ucap Gazza seolah-olah tidak terlalu memperdulikan ucapanku.


"ish dahlah mending aku ketempat Zayyan sebelum pria itu semakin aneh." gerutuku melenggang masuk kedalam rumah.


__ADS_2