I Know Your Secret

I Know Your Secret
Healing Tapi Nilai Terancam


__ADS_3

Mimpi yang aku alami terasa nyata dipikiranku,aku menoleh kearah Zayyan yang kini sibuk memainkan ponselnya.


"bang,kenapa kita masih disini?" tanyaku heran. Seingatku kami sudah pulang dari rumah sakit. Zayyan menoleh kearahku, "kau tidak ingat?" tanyanya membuat dahiku mengerut.


Tidak ingat? maksudnya?. gumamku dalam hati.


"mobil mogok diparkiran,kita nggak bisa pulang. Trus kau yang sangat mengantuk mengigau nggak jelas,makanya kita masih disini sekarang." ucap Zayyan.


Aku terkekeh pelan mendengar ocehannya. Aku pun langsung berdiri menatap lorong rumah sakit,


"bang,kita naik ojol aja yok. Serius masih ngantuk aku." ucapku memberi usul.


Zayyan tampak berpikir sejenak lalu mengangguk, "ya udah,kuy pesan." ucapnya berdiri sambil merenggangkan ototnya yang pegal.


***


Aku mengemudikan mobilku menuju parkiran kampus. Seperti biasanya,banyak mahasiswa sepertiku lalu lalang. Aku keluar dari mobil sambil seraya memberikan senyum tipis kepada orang disekitar ku yang menyapaku,mungkin sudah saatnya aku memberi kesempatan untuk memaafkan mereka karena kejadian itu. Aku pun juga tidak ingin terlalu lama berdebat tidak karuan,lebih baik berdamai saja.


"Dasha,pagi!" sapa seseorang membuatku menoleh kearahnya sambil tersenyum tipis, "pagi juga."


"aku minta maaf ya Sha,karena kejadian kemarin." lirih orang yang ada di sebelahku saat ini. Aku pun mengangguk pelan, "nggak papa,aku sudah memaafkan kalian semua kok. Tapi,lain kali jangan terlalu mempercayai rumor yaa." ucapku sambil menasehati mereka,mereka pun mengangguk senang dan mengucapkan terimakasih padaku.


"ya ampun,kami baik sekali Dasha. Oke karena kita sudah mendapatkan maaf dari Dasha,aku traktir kalian semua." seru orang tersebut didalam kelasku. Semuanya langsung bersorak ria mendengar kata traktir tentu saja termasuk aku salah satunya.


"abis kelas ini,kita booking kantin okee??" serunya lagi membuat kelas semakin heboh. Aku menggeleng-geleng pelan melihat kelakuan teman-temanku itu. Setidaknya mereka sudah menyesal,dan itu cukup bagiku.


Elisa seperti biasanya selalu terlambat atau lebih tepatnya hampir terlambat memasuki kelas. Bagaimana tidak gadis itu selalu terlambat,ia sebelum masuk selalu absen dulu ke kantin. Aku menggeleng heran melihat tingkah Elisa.


"apa?ada apa nih? kok pada heboh Sha?" tanyanya tidak tahu menahu tentang traktiran yang diucap oleh Alfred sang ketua kelas yang heboh.


"mereka katanya mau traktir." ucapku sekena,membuat Elisa juga ikutan heboh. " wah parah!! aku ikut woi!!!" serunya membuat yang lainnya mengangguk.


Dapat kulihat Alfred tampak berdecak kesal saat melihat layar ponselnya, "berita buruk guys!!" serunya membuat kami semua menoleh kearahnya.

__ADS_1


"ada apa?" tanya salah satu dari kami. Alfred menghela napas, "bapaknya belum balas chat aku,bingung jadinya masuk kelas atau nggak." ucapnya membuat semuanya berooria.


"alah,padahal aku sudah susah payah ke kampus cepat-cepat,jangan sampai nggak jadi nih. Aku marah loh."


"iyaa betul tuh,aku tadi abis streaming trus keingat ada jadwal pak Toa,langsung gas ke kampus."


"baguslah kalau nggak datang,bisa meetime dong." ucap yang lain yang memberikan asumsi yang berbeda.


"gimana kalau kita cabut?" seru seseorang dari belakangku membuat kami semua menoleh kearahnya.


"nj**r bagak kali. Ini pak Toa loh,sekali terlambat nggak boleh masuk kelas." seru yang lain.


"yaah bapaknya nggak on time sih. Masa kita maklumin,lah pas kita yang telat bapak tuh nggak ada toleransi doo." protesnya.


Aku hanya menghela napas melihat perdebatan mereka yang tak habis-habisnya. Aku menyeruput teh hangat yang kubawa memakai termosku. Elisa dengan seenaknya menyodorkan gelasnya untuk meminta teh dariku. Elisa alias tukang makan,ia selalu membawa peralatan wajibnya seperti gelas,piring dan sendok kecil. Bahkan tanpa sungkan ia juga membawa sabun pencuci piring kecil untuk membersikan bekas peralatan makannya.


"bagi dong." ucapnya dengan senyum secerah matahari. Aku menghendus pelan menatap datar kearah Elisa lalu menuangkan kedalam gelasnya.


"oke,sudah kita putuskan,kuy cabut!!!" seru Alfred saat pemungutan suara terbanyak yang diusulkan oleh anggota kelasnya. Aku hanya mengikuti arus begitupun dengan Elisa.


Kami pun langsung bergegas membereskan barang-barang kami dikelas lalu pergi berhamburan keluar. Entah sudah direncanakan atau tidak,mereka semua beramai-ramai menuju tempat wisata untuk jalan-jalan dengan alibi untuk merefrsingkan otak dari tugas kuliah yang banyak menumpuk. Jarang sekali,satu kelas pergi bersama,ini adalah kesempatan yang langka yang tidak boleh dilewati.


Bagi yang membawa mobil,mereka dengan sukarela memasukkan teman-teman nya menumpang dikendaraan mereka bagi yang tidak membawa motor. Begitu pun aku,Elisa dan yang lainnya ikut masuk kedalam mobilku,kami berenam satu mobil.


"Sudah siap? ayoo ikut!!" seru Alfred sambil menekan terus klakson mobilnya,membuat sedikit riuh kampus,kami pun langsung bergegas keluar saat mendapati tatapan tajam dari satpam yang tak jauh berdiri dari parkiran.


Elisa mengabadikan moment yang langka itu dengan camera ponselnya,sedangkan aku fokus mengemudikan mobil mengikuti teman-teman ku yang lain. Aku hampir lupa menghubungi suamiku jika aku sedang jalan-jalan,jika tidak diberitahu bisa-bisa uang bulanan tidak dikasih.


Sudah lima bulan aku menikah,awal kesepakatan kami menikah yaitu Zayyan memberi nafkah sepuluh juta padaku. Tetapi,saat itu memakluminya saja dan tidak mengungkit soal itu. Tetapi,saat aku mengecek saldo di ATM betapa terkejutnya aku,saat mendapati saldo sebesar lima puluh juta.


Duit sebanyak itu mau aku gunakan apa ya?? padahal sebelum nikah aku sudah membayangkan barang-barang yang ingin ku beli. huhuhuhu. gumamku dalam hati.


Aku juga memikirkan sesuatu yang masih belum bisa aku ungkapkan saat ini, kewajibannya sebagai istri belum bisa aku laksanakan. Harusnya Zayyan bisa meminta haknya padaku,namun pria tampan itu memiliki alasan yang kuat.

__ADS_1


Apa mungkin, dia ingin aku menyelesaikan kuliah ku dulu? kalau aku tanya,pasti malu kaliii!!. gumamku lagi.


Elisa menepuk bahuku dan membuatku tersadar dari lamunanku, "kau melamun? tuh dah lampu hijau." serunya membuatku mulai menjalankan mobilku.


Akhirnya kamipun sampai ditempat wisata untuk sekedar merefrsingkan diri. Aku melirik pantai dengan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku. Teman-teman ku yang lain,mereka menyewa motor ATV untuk keliling dibibir pantai.


Akan aku tandai tempat ini, kapan-kapan aku pergi sama Zayyan kesini. gumamku sambil tersenyum tipis.


"ayoo ngapain senyum-senyam sendiri?" goda Alfred tiba-tiba berdiri disampingku. Aku hanya terkekeh pelan,lalu melirik kearah pantai.


"nggak ada,hanya keingat sesuatu." jawabku asal.


"senyuman itu manis Dasha." ucapnya lalu berjalan kearah teman-teman ku yang lainnya. Aku mengerut keningku saat pria itu berbicara seperti itu. Tidak ingin mengambil pusing,aku pun ikut bergabung dengan mereka.


Sudah mendapatkan motor ATV masing-masing,kami pun menyusuri bibir pantai menikmati angin sepoi-sepoi. Seperti biasa aku sebagai supir mengendarai motor roda empat itu,sedangkan Elisa duduk dibelakangku sambil merekam setiap kegiatan kami.


Tiba-tiba Alfred berhenti membuat kami ikut berhenti,Alfred menoleh kearah kami dengan cepat dengan raut cemas.


"mampus kita!!" paniknya saat memegang ponselnya, membuatnya semuanya harap-harap cemas. Memang benar,Alfred sang ketua kelas selalu membuat kami semua syok terapi saat wajahnya panik. Itu menandakan ada berita buruk yang akan disampaikannya.


"apa? apa??" tanya yang lain penasaran.


"pak Toa udah datang ke kelas,trus dia marah karena tidak ada satupun yang dikelas. Bapak tuh langsung kasih nilai D!!!" gerutunya lagi membuat kami teriak histeris.


"TIDAAAAAKKK."


Sial,bakalan ulang lagi taun depan nih matakuliah pak Toa. heh,jadi menyesal kesini. umpatku dalam hati,aku hanya bisa menghela napas pasrah begitupun juga dengan Elisa.


"nji***r satu kelas ngulang kelas lagi dong taun depan." seru yang lain.


"yey tak apalah,yang penting satu kelas yang kena nggak sendiri." seru yang lainnya.


Seru bapakmu!,yang ada makin sedikit waktu meetimeku woii!!. gerutu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2