I Know Your Secret

I Know Your Secret
Ini Punyaku


__ADS_3

Aku berjalan pelan menuju kelasku. Memang karena pesan dari teman gameku membuat moodku menjadi buruk. Tapi,tidakku tunjukkan saat sudah sampai dikelas. Aku langsung mengubah raut wajahku menjadi riang dan menyapa seisi kelas. Aku mengambil kursi bagian tengah,dan duduk disana.


Hari ini,mata kuliah umum,jadi semua yang ada dikelas ini berbeda-beda jurusan,mungkin juga ada yang berbeda angkatan.


"hallo,boleh aku duduk disini?" tanya seseorang disampingku,aku menoleh dan mengangguk kearah wanita cantik blesteran itu.


"aku Vanya." ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku,aku tersenyum sambil membalas jabat tangannya, " aku Dasha."


"kau sendiri disini?" tanyanya lagi,aku menggeleng. "aku menunggu sahabatku disini." jawabku sambil sesekali melirik kearah ponselku menunggu balasan chat dari Elisa.


Aneh,kenapa dia belum datang juga?. gumamku sedikit mencemaskan Elisa. Vanya melirik kearahku, "benar,kata orang kamu cantik." pujinya sambil tersenyum lebar menatapku.


Aku tersenyum kikuk, "terimakasih pujiannya." ucapku tulus. Aku sedikit terkejut melihat senyuman yang ditunjukkan Vanya padaku.


Apa aku salah liat yaa?. gumamku menepis pikiran negatifku tentang Vanya. Bukan secara tiba-tiba aku menilai buruk tentang Vanya,namun dimataku wanita itu seperti ada maksud lain dibalik senyumannya.


"aku yakin cowok-cowok dikampus ini banyak yang mau jadi pacar kamu,kamu udah punya pacar belum?" tanyanya lagi sambil mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya.


"belum,dan aku tidak ingin berhubungan dengan siapapun." jawabku pelan tetapi penuh tekanan. Aku berharap wanita di sebelahku ini tidak menanyakan banyak hal lagi padaku.


"ooo,bagus juga sih orang sepertimu tidak punya pacar. Itu artinya kau sangat susah didekati ya?" gumamnya lagi,aku hanya diam sesekali mengangguk kearahnya.


Benar-benar sangat tidak nyaman berbicara pada wanita itu. Rasanya aku ingin segera pindah tempat duduk. Wajahku langsung sumringah melihat Elisa tergesa-gesa berjalan ke arahku.


"kau hampir saja terlambat El." ucapku melihat Elisa meneguk kandas air mineralnya. Elisa hanya menatap sekilas kearahku sambil mengelap sisa air disekitar mulutnya.


"lelah woi,capek aku tau tadi tuh." gerutunya sambil mengibas rambutnya kebelakang.


"emangnya kau darimana?" tanyaku menatap heran kearah Elisa.


"biasa,makan dulu di tempat soto langganan." ucapnya sambil tertawa pelan,Aku menggeleng heran kelakuan temanku yang tukang makan ini.


"ini temanmu ya Sha?" tanya Vanya membuatku sadar jika ada keberadaan wanita itu disampingku. Aku langsung menoleh kearah Vanya dan memperkenalkan Elisa pada Vanya. Setelah itu kami mengobrol seputar mata kuliah yang akan kami masuk nanti.


Setelah selesai dengan mata kuliah itu,Elisa langsung menarik tanganku pergi ke kantin. Tanpa kami sadari,jika Vanya mengikuti kami dari belakang. Elisa yang menyadari ada yang mengikuti kami,ia pun menoleh kebelakang.


"kau mengikuti kami?" tanya Elisa sedikit canggung. Ia memang masih belum nyaman mengobrol dengan Vanya.


"boleh aku ikut kan?" tanya Vanya penuh harap menatap kami. Kami sama-sama menoleh seraya memberikan jawaban yang tepat untuk Vanya. Kami pun langsung mengangguk, "boleh,ayo." ajakku membuat Vanya senang dan mensejajarkan langkahnya dengan kami berdua.


Sesampai di kantin,Elisa langsung memesan makanan sedangkan aku dan Vanya duduk sambil menjaga bangku kosong untuk tempat kami makan nanti. Aku hanya berfokus bermain game online dalam ponselku sambil menggunakan headset. Sedangkan Vanya,ia asyik bermain ponselnya.

__ADS_1


Aku mendengar samar-samar suara kasak-kusuk disebelah ku,aku mengecilkan volume ponselku tanpa melepaskan headsetku. Seolah-olah aku masih mendengar musik.


"lihat,memang yaa aura primadona memang berbeda." gumam seseorang disampingku.


"benar,apalagi mereka berdua duduk didekat jendela,uh vibes cantik mereka terpancar."


"menurutmu siapa sih,yang paling cantik diantara keduanya?"


"menurutku Dasha sih,soalnya dia jago semua dalam bidang apapun."


"tapi Vanya juga cantik tuh,lihatlah bodynya tuh kayak model-model ternama."


"iya juga yaa."


Berisik sekali. gerutuku dalam hati mendengar ocehan ghibah disebelah ku. Aku kembali menaikkan volume ponselku dan melanjutkan permainan game onlineku.


"nah." ucap Elisa sambil membawa nampan berisi makanan kami. Aku melepaskan headsetku dan langsung membantu Elisa meletakkan makanannya diatas meja.


"thanks El." ucapku menatap mie ayam favoritku.


"makasih banyak ya,Elisa." ucap Vanya lembut,Elisa mengangguk lalu duduk disampingku.


"El,bukannya tadi kau barusan makan Snack ya? nggak kenyang?" tanyaku heran melihat makanan milik Elisa terlihat penuh dengan gorengan diatasnya.


"hebat ya,kamu makan banyak tapi tidak gendut-gendut." ucap Vanya. Elisa sedikit terdiam lalu tersenyum kikuk kearah Vanya. Aku pun sama melontarkan senyumku pada Vanya.


"oh ya, ngomong-ngomong abis ini,kalian ada kelas?" tanya Vanya disela ia menguyah makanannya.


"ada." jawab Elisa langsung,membuatku menoleh kearah Elisa. Aku sangat ingat,setelah ini mereka tidak ada jadwal kuliah,tapi kenapa Elisa bilang ada?


"ooo,kalian satu jurusan?" tanya Vanya lagi.


Aku mengangguk, "iya,kalau kamu jurusan apa?"


"aku manajemen bisnis,biasalah aku mau nerusin Papaku." ucapnya. Akupun mengangguk mengerti.


Elisa langsung menarik tanganku setelah berpamitan dengan Vanya. Ia pun terlihat tergesa-gesa menjauh dari kampus.


"El, kenapa?" tanyaku heran melihat raut kesal diwajah Elisa. Elisa menoleh kearahku, "aku tidak suka dengannya." ketusnya. Aku sekarang mengangguk paham,kenapa Elisa bilang kami ada jadwal.


"kenapa memangnya?" aku ingin tau,apa yang membuatnya tidak suka berteman dengan Vanya.

__ADS_1


"kau tau kan,aku nggak suka dibilang kayak gitu. Serius dari kelas tadi,aku benar-benar nggak nyaman ngobrol sama dia." jujur Elisa kesal. Aku hanya menghela napas bingung mau harus bilang apa padanya.


"yuk,kita jalan-jalan,cuci mata di mall." ajakku membuat Elisa sedikit girang,ia pun langsung masuk kedalam mobilku.


Saat kami menyusuri mall,sekilas aku melihat ada game baru ditoko play station. Ingin rasanya langsung masuk kedalam toko itu,namun kini ia bersama Elisa. Mau tak mau aku harus mengikuti sahabatku ini.


Aku tandai tempatnya. gumamku mengingat toko tersebut yang akan ku kunjungi nanti malam. Elisa masuk kedalam toko kosmetik,ia pun melirik kearah tempat bedak-bedak.


Aku tidak tahu menahu perihal kosmetik. Aku hanya mengikuti Elisa saja dari belakang.


"kau biasanya pakai apa Sha?" tanyanya sambil memegang kedua produk yang berbeda itu.


"yang merek Baby." ucapku pelan membuat Elisa terkejut.


"masa? ya ampun. Itukan udah nggak cocok lagi dikulitmu Sha." ucapnya heran melihat kearahku,lalu ia menyodorkan salah satu bedak ditangannya.


"coba yang ini,mungkin ini cocok untuk kulitmu." ucap Elisa,aku melirik kearah bedak itu, "hmm mungkin lain kali aku coba,aku cari parfum aja." tolakku halus.


"oo ya sudah,kuy ketempat parfum." ajak Elisa menarik tanganku. Setelah lama memilih,kami langsung membayar barang yang kami pilih tadi. Saat melintas beberapa toko,lagi-lagi ada toko yang membuat jiwaku meronta-ronta untuk membelinya. Toko tersebut memajang komik edisi terbaru.


Ya ampun,rasanya aku pingin beli sekarang. Gusarku,aku hanya melirik menandai toko tersebut.


***


Aku langsung berlari ke kamar Abangku,menggedor cepat pintu kayu itu.


ceklek. Menampakkan sosok pria yang terlihat berantakan menatap tajam kearahku. "apa?!" tanya nya sambil menguap beberapa kali.


"temanin ke Mall please." ucapku memohon pada Gazza. Gazza menggeleng menolak ajakanku,ia pun masuk kembali ke kamarnya.


Aku langsung menahan pintu kamarnya, "please,aku traktir Abang nanti." bujukku agar Gazza mau ikut denganku. Jika Abangku tidak ikut,maka Ayahku tidak memperbolehkan ku keluar.


"nggak,waktu itu kamu juga bilang traktir,tapi rupanya aku juga yang bayar mie cupnya." gerutu Gazza mengingat kejadian waktu itu. Aku hanya menyengir, "hehehe waktu itu khilaf bang,kali ini aku janji traktir." ucapku memohon lagi.


Tampak Gazza berpikir sejenak,lalu mengangguk setuju ikut denganku, "oke,aku mandi dulu." ucapnya sambil menutup pintu langsung. Aku langsung bersorak ria dan bersiap-siap.


Kini kami berada di Mall,aku langsung menyeret Abangku ketempat toko komik yang aku tandai siang tadi. Abangku dengan malas mengikutiku dari belakang.


"untung aja masih tersisa satu." seruku hendak mengambil komik terbaru yang tertinggal satu itu. Namun,saat aku menggapai komik itu tiba-tiba ada tangan yang tidak berdosa juga memegang komik itu. Aku menoleh kesal kearah pemilik tangan itu,terkejut saat mengetahui orang itu yang tak lain adalah Zayyan.


"kau lagi!" ucap kami bersamaan,ada sekilas raut perang diantara wajah kami. Aku yakin,Zayyan juga menginginkan komik ini. Alhasil, terjadilah tarik-menarik berebut mendapatkan komik itu.

__ADS_1


Sedangkan Gazza,pria itu asyik membaca komik dirak sebelah tanpa mengetahui kami sedang tarik tambang memperebutkan komik itu.


__ADS_2