
Seusai menenangkan pikiranku,aku langsung bergegas pulang saat langit sudah menunjukkan senjanya. Elisa mengikutiku dari belakang sembari menatap kosongnya jalanan,aku merasa kasihan melihatnya terlebih lagi pria yang akan menjadi jodohnya kelak,mengikuti kami dari belakang.
"El kita kabur yok." bisikku membuat Elisa mendongak kearahku, aku sambil tersenyum seringai kearahnya membuat Elisa paham dengan kodeku. Ia pun mengangguk mantap sambil tersenyum, "nah ini baru sahabatku!" serunya mulai ceria.
Setelah mendapat ancang-ancang ingin berlari,dalam hitungan satu sampai tiga,ia pun langsung berlari kencang membuat pria yang notabenenya adalah calonnya Elisa kelabakan mengejar kami. Elisa tertawa puas sambil berlari menarik tanganku menuju mobilnya.
"buahahahaha Dashaa ngakak." serunya saat kami berdua berhasil masuk kedalam mobil. Ia pun langsung menancapkan gas melaju tinggi keluar dari area parkir cafe itu.
Aku menikmati udara yang menerpa wajahku,aku bersorak ria sambil tertawa lepas begitu juga dengan Elisa.
"kita kemana sekarang Sha?" tanya Elisa sambil fokus mengemudikan mobilnya. Aku berpikir sejenak,lalu mendapatkan ide cemerlang.
"kuy ke pantai,keknya seru!!" ajakku langsung dianggukan Elisa. Ia pun langsung menancap gas menuju pantai.
"El,kita singgah bentar di minimarket situ!" tunjukku kearah mini market diujung sana. Elisa mengangguk lalu menepikan mobilnya. Aku dan Elisa langsung turun masuk kedalam mini market.
"mau beli apa emangnya?" tanya Elisa menatapku mengelilingi rak gondola menatap beberapa Snack,kue yang aku lewati.
"hmm entah,tapi aku mau beli yang enak dimakan sih." cengirku membuat Elisa berdecak pelan.
"dasar. Ya sudah biar aku yang pilih makanannya!" seru Elisa langsung menarik tanganku, iapun mengambil keripik kentang lalu mengambil bubuk cabe level tidak tertolong.
"whooa nice,kau ingin mencampur dengan ini?" seru ku menatap makanan yang sudah diambil di keranjang belanja kami.
Elisa mengangguk, "yaap,kau kan suka pedas. Karena kita ditinggal pria dicintai yang lagi bertugas. Gimana kalau kita nginap dirumah mu Sha?" seru Elisa mendapat ide cemerlang.
Aku mengangguk cepat,lagian hari ini rumah sangat sepi. Ayah dan Ibuku masih di luar kota tengah mengurusi masalah mereka,sedangakan kedua pria menyebalkan itu tengah bertugas didaerah terpencil.
"kalau gitu,gimana kalau kau menginap dirumah ku selama beberapa bulan? anggap kau temani aku selama mereka nggak ada." pinta ku langsung membuat Elisa berpikir sejenak.
"hmm bisa,tapi kau harus yakinkan mamaku dulu yaa. Kau tau kan gimana sekarang?"
"oke...okee tenang saja. Itu biar aku urus. Yes, akhirnya kita bisa nginap bareng!" seruku,setidaknya dengan kedatangan Elisa tidak membuatku termenung sedih tanpa kehadiran dua pria menyebalkan itu.
Setelah selesai berbelanja,kami melajukan mobil menuju pantai. Sangat tepat waktunya,untuk datang ke pantai melihat matahari mulai terbenam. Ditambah udara sejuk menerpa wajahku.
"kita duduk situ Sha!" ajaknya sambil membawa dua kopi latte dingin kearah bibir pantai. Kami duduk resehan tanpa alas langsung duduk di pasir pantai.
"ya ampun cantik sekali senjanya!" seruku tak lupa memotret langit yang begitu estetik itu. Elisa juga mengangguk, "setidaknya otak kita sedikit tenang disini."
"iyaa,Eh El kita foto yok!" ajakku sambil merangkul Elisa,kami pun langsung selfie dengan banyak gaya. Tak terasa langit yang senja tadi berganti dengan malam. Kami masih menetap duduk memandangi ombak pantai yang sedikit pasang itu. Aku melirik kearah kedai yang menjual jagung bakar,aku langsung mengajak Elisa makan disana.
__ADS_1
"pak pesan jagung bakarnya dua yaa!!" teriakku langsung dianggukan oleh pedagangnya.
"abis ini kita mau kemana?" tanyaku antusias. Kapan lagi kan,bisa keluar sebebas ini.
"pulang lah,eh kerumah ku dulu ambil baju. Abis tuh kita pulang kerumahmu,trus kita nobar!"
"ide bagus,ya sudah nanti kita kerumah mu."
"kau yang jadi supir sekarang ya Sha!" serunya sambil melempar kunci mobilnya padaku.
"ih aku lagi malas mengemudi El." lesuku tetapi tidak dihiraukan oleh sahabatku.
"gantian woi,masa aku terus yang bawa. Kau lebih pro mengemudi mobil Sha." ucapnya sambil menepuk bahuku. Aku mengangguk pasrah lalu menatap jagung bakar punya kami sudah siap dimasak.
"ngomong-ngomong mereka sedang apa yaa?" tanyaku membayangkan kegiatan mereka.
"hmm entah. Paling membantu orang-orang disana." jawab Elisa pelan. Ia menikmati jagung bakar yang lezat itu.
"apa disana ada cewek?" tanyaku asal.
"mungkin,kenapa? jangan bilang kau cemburu sha?" tanya Elisa menyelidik.
Aku mengangguk pelan lalu memalingkan muka.
Belum Elisa menyelesaikan ucapannya,aku menatapnya tajam. Elisa tertawa lepas melihat ekspresiku.
"buahahaha,santai aja dong liatnya Sha. Aku kan cuma nanya doang." ucap Elisa tanpa dosa.
"ish pertanyaanmu itu tidak berfaedah sekali El!" gerutuku sebal. Lalu dengan cepat aku memakan jagung bakar milikku.
"Manatau kan udah,jadi bisa sharing dong!!" godanya lagi membuatku menyentil keningnya.
"auuw!!"
"ini otaknya sudah mereng,perlu diluruskan. Haduh, bisa-bisanya kau sempat berpikir kesana."
"spontan sha, hehehehe." cengirnya lagi.
Setelah selesai, kami pun membayar lalu pergi ke mobil. Saat Aku hendak masuk, tiba-tiba ada seseorang memanggilku. Aku sedikit ketakutan,dimana pria yang memakai serba hitam itu berjalan kearahku.
Bukan aku saja yang ketakutan,Elisa juga ketakutan dan berlari dibelakangku.
__ADS_1
"ish,kenapa kau berlindung dibelakangku El?" tanyaku kesal.
"ya lindungi diri sendiri Sha,kau tamengnya." ucapnya membuatku berdecak kesal.
"sialan,masa aku dijadikan tumbal. Nggak lah." seruku memperdebatkan hal itu. Sampai kami tidak sadar jika pria itu sudaj berdiri didepan kami.
Aku menoleh kedepan dan terperanjat kaget, "anj****!!!" umpatku spontan. Elisa terkejut mendengar umpatanku,lalu menatap takut kearah Pria didepannya ini.
Dengan keberanianku yang terbatas, aku menatap tajam kearah pria itu.
"kau mau apa?!" tanyaku tidak ramah memandang tajam kearah pria itu.
Pria tadi mengedik bahu,lalu menyerahkan flashdisknya padaku. Aku mengerut keningku menatap flashdisk ditanganku,lalu aku mendongak tetapi pria itu sudah tidak ada lagi didepanku.
"apa ini? kenapa dia memberikan itu padaku?" tanyaku bingung. Elisa juga ikut menatap hal sama denganku,"apa lebih baik kita lapor ke polisi Sha?" tanyanya.
"nggak dulu,kita liat didalam flashdisk ini. Aku juga penasaran kenapa dia memberikan ini padaku?" gumamku pelan memandang flashdisk itu. Tidak ingin berlama-lama,aku pun langsung mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah Elisa sesuai rencana kami diawal. Setelah itu barulah kami pulang kerumahku.
Aku menghidupkan lampu rumah,menerangi rumahku yang gelap gulita. Setelah kami masuk,aku pun memastikan dan mengunci semua pintu rumah agar kami tetap aman. Mengingat ada seseorang misterius yang menemui kami tadi,membuatku siaga.
"El,kita jadi nobar nggak?" tanyaku mendongak kearah Elisa yang tengah menaiki tangga.
"jadi,dikamarmu kan?"
Aku mengangguk, "iyaa,tapi aku mau mastiiin semua terkunci dulu." ucapku langsung dianggukan olehnya.
"siip semua sudah beres." ucapku pelan,lalu menyusul Elisa yang sudah terlebih dahulu menuju kamarku.
Saat aku berjalan menuju kamarku,aku sedikit heran menatap kamar abangku sedikit terbuka. Aku penasaran dan berjalan perlahan kearah sana.
"eh? El?" tanyaku heran menatap sahabatku itu tengah termenung menatap kamar abangku.
"kamar abangmu bersih. Aku suka." serunya pelan menatap pajangan yang ada dikamar abangku.
"mumpung dia masih diluar kota. Kau boleh menempati kamarnya." ujarku langsung Elisa menatapku sumringah.
"serius?? boleh nih?? Alhamdulillah." pekiknya membuatku menggeleng-geleng kepala.
"ya bolehlah,asalkan jangan ada berantakan. Dia paling anti dengan berantakan,trus kau jangan makan didalam kamar. Dia juga nggak suka bau makanan menyelimuti kamarnya,trus apa lagi yaa??" gumamku lalu melirik kearah lemari.
"hah iyaa,jangan pernah sekalipun membuka lemari itu. Aku pernah disemprot habis-habisan saat pernah ketahuan membuka lemari itu!" seruku mengingat kejadian dimana aku yang penasaran tinggi membuka diam-diam lemari milik abangku. Tetapi,saat itu ketahuan dan membuat abangku yang tampan itu murka.
__ADS_1
"emang apa yang dirahasiakannya yaa??" tanya Elisa penasaran.
"entah,ya udah kita ke kamarku yok,sekalian liat flashdisk ini!" ajakku langsung menarik Elisa keluar kamar Gazza.