I Know Your Secret

I Know Your Secret
Penasaran


__ADS_3

Berita tentang statusku yang sudah menikah tersebar cepat dikalangan kampus. Tidak tau siapa yang mendapatkan info itu dengan cepat,tetapi yang pastinya aku tidak peduli dengan hal itu semua. Tanggapan mereka berbagai macam ekspresi,ada yang kecewa karena aku sudah dimiliki oleh orang lain,ada yang senang dengan pernikahanku,dan ada juga yang sirik dengan apa yang aku dapatkan saat ini. Yang pastinya aku tidak peduli.


"wah itu Dasha katanya menikah dengan Zayyan,ckckck tidak kusangka Zayyan pria culun itu mendapatkan hati bidadari kampus." gosip beberapa mahasiswa lainnya yang membicarakanku dari belakang. Aku cukup sikap acuh tak acuh,sembari menikmati bakso pedas yang kupesan tadi. Begitu juga dengan Elisa menikmati makanan yang sudah aku traktir barusan.


"thanks Sha!!" pekiknya senang setelah menghabiskan makanan miliknya,aku hanya mengangguk pelan sambil mengelap mulutku.


"kau sudah tau kan,gosip panas anak kampus. Mereka banyak membicarakan dirimu Sha." ucap Elisa membuka topik tentang berita hangat itu.


"tau,tapi biar ajalah. Aku juga tidak peduli." ucapku lagi.


"tapi,kau tidak kasian dengan suamimu apa?, orang-orang jadi banyak membencinya,apalagi katanya ada rumor kalau dia trus dibully karena sudah lancang menikahi bidadari kesayangan mereka." jelas Elisa sontak membuatku menoleh kearah sahabatku itu.


Tunggu? dibully? apa mereka sudah gila?! ckckckck mereka tidak tau kalau Zayyan begitu tampan sampai-sampai aku sempat terpesona dengan wajahnya itu. Tapi,kalau mereka tau nanti yang ada malah jadi pelakor. Tidak akan kubiarkan ciptaan indah itu terlihat oleh wanita-wanita liar diluar sana. Hanya aku yang boleh melihat wajah tampannya itu hahahaha.Gumamku pelan sambil cekikikan pelan.


"ada apa Sha?" tanya Elisa heran melihatku termenung sambil terkekeh pelan.


"ah? tidak ada. Aku tiba-tiba teringat hal yang lucu saja." jawabku asal lalu di manggut-manggut oleh Elisa.


Sebenarnya aku ingin mengungkapkan Zayyan sesungguhnya,tetapi pria tampan itu tidak ada memberi tanggapan atau persetujuan membuat dirinya urung untuk memberitahu pada Elisa.


"apa kau tidak marah suamimu dibully?" tanya Elisa pelan. Ia sepertinya tidak ingin menyinggung perasaanku.


Aku menggeleng cepat menandakan tidak mara,"suamiku itu pandai menjaga dirinya sendiri. Aku yakin hal itu." ucapku pelan sambil melirik rumput-rumput yang bergoyang akibat diterpa angin sepoi-sepoi.


Entah kenapa aku yakin Zayyan bisa menjaga dirinya sendiri,bukan tanpa alasan aku menyimpulkan hal itu,tetapi saat mengetahui penampilan yang disembunyikan Zayyan selama ini. Aku tertarik dalam satu hal darinya yaitu rahasia darinya. Aku belum tau pasti untuk apa Zayyan menyembunyikan ketampanannya itu,tetapi saat ini yang dapat kusimpulkan adalah sepertinya Zayyan tidak ingin didekati oleh wanita manapun. Jika asumsiku seperti itu,malah memunculkan asumsi yang lain dan yang dapat membuatku sangat penasaran.

__ADS_1


Kenapa dia menikah denganku??. gumamku pelan,tanpa terasa jika orang sedang kupikirkan itu tengah berjalan menuju tempatku. Banyak orang bersorak ria dengan kedatangan Zayyan,bukan memuji melainkan mengejek atau mencibir pria itu.


"kau." tunjuk Zayyan padaku membuat aku mendongak menatapnya bingung, "aku? kenapa?" tanyaku bingung. "ikut aku sebentar." ajaknya lalu berjalan santai tanpa mendengar cibiran sepanjang dirinya melangkah,aku menghembus pelan mencoba mencerna maksud pria itu.


"Dasha jangan mau!"


"iyaa,memang benar kalian sudah menikah yaa??"


"masa sih?? aku nggak percaya. Masa kakak cantik kita menikah dengan pria aneh."


"iya iyaa benar tuh,kak Dasha jangan sampai terpincut pria aneh itu yaa."


"hush jangan kayak gitu,bagaimanapun pria itu suaminya Dasha!"


"lama sekali." ketusnya sambil bersandar didinding,Aku terkejut dan menoleh kearahnya, "katakan,ada apa sampai kau memanggilku kesini?" tanyaku sambil melipat tangan didada.


"pinjam pensil." ucapnya membuatku menatap datar kearahnya, "pe-pensil?? kau bilang mau minjam pensil?! astaga kak,aku kira ada hal yang sangat penting sampai kau jauh-jauh datang kesini." gerutuku kesal dengan alasan Zayyan menemuiku,aku langsung membuka ranselku dan memberikan pensilku padanya.


"kau yakin cuman ini aja kak?" tanyaku lagi berharap ada sesuatu yang mau dibicarakannya. Zayyan mengangguk pelan,lalu berjalan mendekatiku. Aku terpaku ditempat memandang Zayyan yang sudah berdiri hanya lima centi dariku,aku mendongak menatap wajahnya yang terlihat culun itu.


"jangan terlalu lama lihat,entar kau suka lagi." ucapnya membuatku langsung menginjak kakinya keras.


"sial,sakit woi!!!" gerutu Zayyan menatapku tajam,aku tidak peduli sambil mengibas rambutku. Lalu berjalan meninggalkan Zayyan yang masih menatapku. "untung belum terlambat." ucap Zayyan pelan tetapi masih terdengar olehku,aku menoleh kearahnya.


"maksudnya?" tanyaku lagi. Zayyan tampak terkejut,tetapi tak lama kemudian ia kembali dengan eskpresi datarnya," terlambat ke kelas maksudnya,dah." ucap Zayyan setengah berlari meninggalkanku,aku berdecak pelan lalu berjalan menuju kelasku saat ini.

__ADS_1


***


Aku merenggangkan ototku setelah mengerjakan tugas yang begitu banyak,untungnya sudah terselesaikan semua dalam sehari itu. Aku menyambar handuk lalu pergi ke kamar mandi. Seperti biasa mandi ala bebek,aku segera keluar lalu terkejut mendapati Zayyan tengah bermain ponsel diatas kasur.


"sejak kapan kau pulang kak?" tanyaku sambil memungut sampah cemilanku tadi.


"sejak kau menyanyi nggak jelas. Hampir pecah pula gendang telingaku." gerutu Zayyan tanpa menoleh kearahku,aku hanya bisa menghela napas pelan. Memang berdebat dengan Zayyan membutuhkan tenaga yang ekstra dan tidak akan habis-habisnya. Aku langsung mengambil perlengkapan bajuku lalu memakainya dikamar mandi.


Setelah itu aku berjalan menuju meja belajarku untuk menggambar desain rumah kesukaanku. Aku sempat menoleh kearah komputer,ingin sekali aku menghidupkan alat canggih itu tetapi,ada seseorang yang membuatku mengurungkan niatku untuk memainkan komputerku itu.


Eh sudah berapa hari yaa aku tidak ada memainkannya? gimana kabar temanku itu? bertemu saja belum pernah. cih,masih penasaran dengan wajahnya gimana tampan atau nggak yaaa. Gumamku sesekali terkekeh pelan.


"benar yaa yang dibilang Gazza,kalau kau itu suka cekikikan sendiri nggak jelas. Emangnya masalah hidup kau sangat berat yaa sampai-sampai kau gila sendiri." ledeknya lalu berjalan menuju kearahku dan melihat sketsa yang kubuat.


"apa liat-liat." sarkasku menutup sketsaku itu darinya,menatap tajam kearah pria itu. Zayyan menghela napas pelan, "hei,aku hanya liat aja lhoo,kalau nggak mau perlihatkan ya sudah terserah aja. " ucap Zayyan sambil meletakkan ponselnya diatas mejaku dan dengan cepat membaringkan dirinya tidur diatas kasurku.


Aku berdecak kesal melihat dengan lancangnya ia menguasai kasurku,baru saja suaraku hendak keluar tidak sengaja aku melihat ikon walpaper Zayyan yang sama persis seperti teman gameku itu.


"mungkin kebetulan." ucapku mengelak,lalu melanjutkan menggambar sketsa lagi. Tetapi,rasa penasaranku terus menguasai pikiranku sehingga aku tidak fokus mengerjakan sketsanya. Tanpa basa-basi aku langsung merampas ponsel pria itu dan melihat layar walpaper ponsel Zayyan.


"cih sama dong,kalau dilihat-lihat jarang sekali orang menggunakan wallpaper ini. Ini seperti didesain sendiri." gumamku menatap layar yang terkunci itu. Sebenarnya aku ingin sekali membangunkan pria itu tetapi egoku mengatakan jangan mengganggunya. Tidak ingin penasaran semakin tinggi,aku menjauhkan ponsel suamiku itu dari jangkauanku. Aku meletakkan ponsel itu diatas nakas,dan kembali melanjutkan aktivitasku tadi.


Baru saja aku memegang pensilku,aku berdecak kesal karena ide yang ada dikepalaku meluap begitu saja karena sangking penasarannya dengan walpaper Zayyan.


"kurang ajar kau Zay,cih walpapermu membuatku terus penasaran!!" gerutuku pelan sambil berjalan keluar kamar mencari udara segar.

__ADS_1


__ADS_2