I Know Your Secret

I Know Your Secret
Jebakan


__ADS_3

Aku berjalan menunduk membawa beberapa belanjaan yang kami beli tadi. Soal makanan ringan yang ingin ku beli,hanyalah sedikit. Zayyan memperbolehkan membeli makanan itu tetapi tidak banyak. Aku hanya mengangguk pelan tanpa protes,tidak seperti sebelumnya yang marah tidak terima makanan ringan itu tidak dibeli. Karena kejadian tiga detik sialan itu,malah menari-nari didalam kepalaku.


"kenapa kau?" tanya Zayyan. Tampaknya pria ini tidak terlihat sama sekali aura rasa bersalahnya. Aku memberengut kesal sambil memanyunkan bibirku.


"kalau kau manyunkan gitu,nanti kejadian tadi terulang lagi." ucap Zayyan santai membuat mataku membelalak menatapnya yang sedang memasukkan barang-barang kedalam bagasi mobil.


"cih." aku langsung masuk kedalam mobil tanpa membantu pria itu memasukkan barang-barangnya.


Sesekali nggak papalah jadi istri durhaka. gumamku dalam hati membenarkan tindakan yang kulakukan tadi.


Zayyan langsung masuk dan memasang seltbeltnya. Selama diperjalanan tidak ada percakapan diantara kami,hanya musik yang terdengar untuk memecahkan keheningan ini.


Sampai dirumah aku langsung membantunya membawa belanjaan itu,lalu duluan masuk kedalam rumah.


"Assalammualaikum." ucapku saat hendak masuk,aku sedikit terkejut ada kakek tengah berbincang dengan Ayah.


"wa'alaikumsalam." ucap mereka bersamaan. Aku langsung meletakkan belanjaan itu lalu berjalan menyalami tangan mereka.


"kalian abis dari mana?" tanya kakek melihat banyaknya belanjaan kami.


"kami dari supermarket kek,beli barang yang kurang." jawabku dengan sopan. Tak lama kemudian Zayyan masuk sambil membawa barang belanjaannya.


"cih, senyam-senyum nggak jelas kamu." ledek Kakek menatap Zayyan. Zayyan tersenyum penuh arti menatap kakek. Kakek tergelak pelan melihat ekspresi Zayyan. Seperti mereka tengah berdialog dari hati ke hati,dan hanya mereka yang tau. Aku mengedik bahu tidak memperdulikan persoalan itu lalu berjalan menuju dapur untuk menyusun barang belanjaan tadi.


"akhirnya sampai." ucap Gazza langsung menyambar kantong belanjaan kami. Aku menyerngit bingung,lalu ikut melihat abangku tengah mencari sesuatu didalamnya.


"kau cari apa bang?" tanyaku menatap Gazza. Gazza menggaruk kepalanya pelan, "itu..."


"kau mencari ini kan?" tanya Zayyan sambil memegang kantong kresek ditangannya,Gazza langsung menghampiri Zayyan.


"thanks Yan,kau memang sahabat terbaikku." ucap Gazza senang lalu membawa kantong kresek itu kedalam kamarnya. Aku menyerngit bingung lalu berjalan mendekati suamiku.


"emangnya bang Gazza beli apa?" tanyaku pada Zayyan.


"rahasia. Kalau kau tetap nurut nggak beli macam-macam mungkin kau bakalan tau apa yang dimintanya." ucap Zayyan sekilas lalu pergi dari dapur. Aku menghendus kesal menatap punggung Zayyan yang mulai hilang dari pandanganku.


Aku dengan cepat membereskan barang-barang itu lalu ke kamar.


"capeknyaaa." keluhku sambil membaringkan tubuhku dikasur. Terdengar olehku suara deruh mobil yang keluar dari bagasi rumahku. Aku penasaran lalu mengintip dari jendela.


"lho mereka mau kemana?" tanyaku pelan saat melihat Zayyan dan Gazza masuk kedalam mobil dan melaju keluar dari rumah.


"terserahlah aku tidak peduli juga pun." ucapku sambil memakan keripik kentang ku,aku berjalan mengambil ponselku dan melihat pesan yang baru masuk.

__ADS_1


Elisa


Dashaaa!!!


kita mendadak masuk kelas hari ini!!!


ibuknya bilang masuk jam satu,cepat dataaang!!


Aku tersedak melihat pesan penting yang barusan dikirim Elisa,aku langsung melihat jam dindingku menunjukkan pukul dua belas. Dengan langkah kilat aku menyambar handuk dan mandi ala bebek.


Untungnya aku bukan tipe yang berlama-lama untuk berdandan,hanya menggunakan bedak bayi dan Lipt int. Aku langsung memasukkan buku-buku ku untuk pelajaran hari ini.


"astaga Ibuk ini,suka kali mendadak." gerutuku pelan sambil memasukkan barangku kedalam tas. Jangan lupa aku memasukkan semua tugas yang sudah aku selesaikan tadi.


Aku cepat-cepat menuruni tangga,dan menyalami Ibu yang baru saja pulang dan Ayah serta Kakek yang masih berbincang-bincang diruang tamu.


"kamu mau kemana nak?" tanya Ibu melihatku sudah rapi.


"aku ke kampus Bu, aturannya aku kosong hari ini,tapi ibunya mendadak minta masuk."


"ooo ya udah cepat sana pergi,tapi jangan ngebut yaa." titah Ibu langsung dianggukan olehku. Aku melesat masuk kedalam bagasi.


"sial,jadi mereka membawa mobilku???" gerutuku kesal tidak mendapati satupun mobil didalam.


"ibu,mobil Ayah mana?"


"mobil Ayah lagi dipinjam sama nenek,kan mobil kamu ada nak,mana?" tanya Ibu berjalan mendekatiku.


Aku yang bingung langsung menghubungi Gazza.


"hallo bang,kau ada dimana?"


"aku lagi dibengkel,mobilku baru saja siap diperbaiki. Oh yaa,maaf aku lupa bilang kalau aku minjam mobilmu Sha,hehehehe."


"hehahehea...aku ada kelas mendadak bang,nggak ada mobil disini woii!!" kesalku disambut gelak keduanya. Zayyan dan Gazza tampak seperti saudara kembar,selalu kompak disegala situasi.


"bentar lagi,nih lagi ngisi angin mobilnya."


"lah,aku harus gimana bang?"


"pakai ajalah dulu yang ada dibagasi tuh,ada motor nggak?" tanya Gazza dari seberang sana.


Aku melirik sekelilingku dan memang ada motor matic milik Ayah. "ada."

__ADS_1


"pakai aja itu dulu,ntar telat lagi,dah." ucap Gazza langsung mematikan teleponnya. Aku menghendus kesal dan menyambar helm.


"ibu,aku pergi pakai motor yaa." pamitku sedikit lesu.


"ya sudah, hati-hati." ucap Ibuk lalu beliau masuk kedalam rumah. Aku langsung melajukan motorku menuju kampus.


Setelah menempuh lima belas menit,akhirnya aku sampai juga di kampus. Aku melepaskan helmku dan merapikan rambutku yang sempat kusut diterpa angin tadi.


"huft,sudah lama aku tidak bawa motor,jadi kaku gini." gumamku pelan lalu menyandang tasku berjalan ke toilet dulu.


"eh,aku dengar Dasha pacaran sama Afran lho." bisik seseorang didekatku.


"iyaa? wah katanya nggak pernah pacaran,tapi Akhirnya pacaran juga. Cih muka dua."


"iyaa,memang sih primadona kampus,tapi kelakuannya akhlakless sekali."


"iyaa,tuh aku dengar rumor katanya dia nikah dengan Zayyan yang culun itu,tapi aku tidak pernah melihat nya memakai cincin."


"iya..yaa, tulah sok-sok jadi wanita paling cantik dikampus ternyata hanya sampah."


"dia wanita nggak benar tuh."


Desas-desus itu terdengar terus ditelingaku. Ingin aku mengabaikan semua itu,tetapi ada ucapan dari mereka yang membuatku menatap jariku.


"benar juga,aku selama ini tidak memakai cincin,padahal waktu itu kak Zay memasangkan cincin itu padaku. Tapi,karena aku merasa belum siap memakai cincin itu,aku menyimpannya dalam lemari." gumamku pelan menatap cermin toilet.


Tidak pernah terpikir olehku,apakah aku menyukai kak Zayyan atau tidak. Tetapi,setiap aku berdebat,bermain,atau belajar bersama pria itu rasanya sangat nyaman dan tentram. Aku tidak tau mengapa,semenjak tidur dipeluk Zayyan,aku tidak pernah senyenyak itu tidurku.


Braaak


Aku terkejut tersadar dari lamunanku saat pintu kamar mandi tiba-tiba tertutup. Aku langsung memegang handle pintu tetapi terlihat terkunci.


"sial,aku terjebak." gerutuku pelan,aku yakin pasti ada seseorang yang sengaja menjebakku disini. Aku melihat lubang pintu tidak ada seseorangpun yang lewat disana.


Aku menelpon Elisa untuk memintanya datang kesini. Namun,gadis itu tidak mengangkat teleponnya,seketika membuatku kesal.


"ya ampun,kemana sih diaa?!"


Aku menghela napas,mencari sesuatu agar bisa keluar dari tempat itu. Aku terkejut melihat ada gas yang keluar dari ventilasi toilet.


Aku tidak boleh menghirup itu. gumamku langsung mengambil sapu tangan lalu aku basahi sebentar lalu aku tutup menahan untuk menghirup gas itu.


Sepertinya mereka ingin aku pingsan,aku tidak tau siapa kau,tapi kalau gitu aku ikuti permainanmu,bed***h sialan. kesalku dalam hati, saat mendengar suara samar-samar dari luar,aku langsung pura-pura pingsan.

__ADS_1


__ADS_2