I Know Your Secret

I Know Your Secret
Rumah Seperti Kapal Pecah


__ADS_3

Zayyan membulat matanya sempurna menatapku, "apa? coba katakan sekali lagi." ucapnya.


Aku yang terlalu malu langsung keluar dari mobil dan berlari keluar,tidak menghiraukan Zayyan yang terus memanggilku.


"oi ngapain kau lari kayak dikejar setan gitu?" tanya Gazza barusan keluar dari kamarnya.


"abis dikejar sama serigala,aku ke kamar dulu yaaa kak." ucapku cepat langsung membanting pintu.


Braak.


Aku langsung loncat keatas kasur berguling kiri kanan. Aku menangkup wajahku kebantal menahan malu setelah mengungkapkan perasaanku itu.


"ya ampun malunyaaaaa." pekikku dalam bantal. Sesekali aku terkekeh pelan membayangkan ciuman pertama ku tadi.


"sial,bayangan itu terus menari-nari dikepalaku." gerutuku sekaligus senang. Aku terperanjat saat ada yang menggedor pintu kamarku. Sudah pasti orang yang menggedor pintu itu adalah orang yang membuatku gila seperti ini.


"Dashaa!!" teriak pria itu,aku langsung berjalan pelan ke arah pintu tetapi tidak membukakan pintu itu untuknya.


"Dashaaa,aku tau kau ada didalam, buka sekarang!" teriaknya lagi membuatku menghela napas.


"fyuuh tarik napas hembuskan Dasha. Tenang...tenang." ucapku menenangkan diri agar tidak gugup didepan suamiku itu. Setelah merasa tenang aku langsung membuka dan menyembulkan kepalaku keluar, "apaa?"


"ngapain kau kunci pintu kamarnya?"


"suka hati aku lah." ucapku asal,Zayyan langsung menerobos masuk kedalam kamar. Ia pun langsung menyambar handuk dan berjalan ke kamar mandi. Aku hanya memandang punggung pria itu sebelum ia menutup pintu kamar mandi. Aku langsung berjalan ke arah lemari menyiapkan pakaiannya,lalu aku letakkan diatas kasur. Aku keluar kamar dan turun pergi ke dapur.


"bang." panggilku saat melihat abangku itu tengah bersiap-siap pergi. Gazza menoleh kearahku, "kenapa?"


"kau mau kemana?" tanyaku.


"mau pergi ke suatu tempat. Kalian dirumah kan? jagain rumah yaa. Daah Assalammualaikum." pamit Gazza langsung melesat pergi membawa mobil.


"aaiiih nggak Abang, nggak Zayyan sama aja. Menyebalkan,padahalu aku belum bilang setuju lagi." gerutuku lagi sambil menutup pintu.


"hmm kalau semuanya pergi,itu artinyaaa..." gumamku sambil tersenyum seringai.


"meetimee,yeeey." girangku langsung berlari kedapur mengambil sereal dan susu,tak lupa mengambil mangkok dan sendok. Semua itu aku langsung membawa ke depan televisi.


"asyiiik nonton apa yaaa???" gumamku sambil memilih film yang akan ku tonton. Akhirnya aku memutuskan untuk menonton film kartun yang baru rilis tahun ini.


Aku berlari ke kamar mengambil selimut dan bantal,sebelum aku keluar aku masih mendengar suara gemericik didalam kamar mandi. Menandakan pria itu masih mandi.


"ya ampun lama sekali dia mandi." ucapku pelan lalu membawa selimut dan bantal kebawah. Aku langsung membersihkan sekilas sofa yang akan kududuki dan membentang selimut disofa,tak lupa aku meletakkan bantal di belakang punggungku.

__ADS_1


"nicee." ucapku saat sudah nyaman dengan posisiku. Aku langsung menuangkan susu kedalam mangkok dan memasukkan sereal kedalamnya. Sambil menikmati sereal dan menonton film kartun yang menurutku seru sangat cocok untuk orang mageran sepertiku.


"ini baru namanya hidup." gumamku senang sambil memasukkan sesendok sereal kedalam mulutku.


"hmm tapi kayaknya ada yang kurang deh?" gumamku sambil menatap sekeliling ruangan,aku menepuk jidatku pelan saat menyadari sesuatu.


"oh yaa,aku belum matikan lampu." ucapku langsung berjalan menekan tombol lampu dan kembali duduk ketempatku semula.


"oi apa yang kau lakukan?" seri seseorang dibelakangku. Aku terperanjat kaget menoleh kearahnya.


"astagfirullah,ku kira hantu kak." ucapku menoleh kebelakang,Zayyan menghela napas lalu ikut duduk disampingku.


"kau mau ngapain sih?" tanyanya heran menatapku,aku pun menatapnya heran. "kau tidak lihat? aku sedang menonton film kak." ucapku sambil memasukkan sereal kedalam mulutku.


"mantap yaa,setelah menyatakan perasaannya. Kau duduk manis dengan santai tanpa beban." sindir Zayyan merebut sereal ditanganku.


Aku langsung menarik kembali serealku, "suka-suka akulah." ucapku asal,namun saat aku mulai memasukkan sereal kedalam mulutku,Zayyan langsung merampas serealku.


"cih,kembalikan kak!" gerutuku pelan menatapnya tajam. Zayyan tampak acuh tak acuh memakan sereal dengan sendok yang kupakai tadi. Aku menghendus kesal merampas kembali serealku.


"pelit." ketusnya membuatku menjitak kepalanya,


"kalau mau buat sendiri." ucapku tak kalah ketus.


Kotak sereal yang tak bersalah itu ikut andil dalam perseteruan mereka,membuat semuanya tumpah berserakan. Aku menggerutu kesal kearah suamiku karena membuat meetimeku terganggu oleh ulahnya.


Aku tidak sengaja langsung menyambar sebotol susu dan langsung menumpahkannya kearah Zayyan.


"ops." ucapku merasa bersalah saat susu itu sukses melumuri wajah tampan Zayyan. Aku langsung melesat pergi saat mihat tatapan Zayyan yang tajam.


"Dasha aku baru siap mandi!,kembali kauu!!!" teriaknya mengejarku. Aku menggerutu kesal karena sering menyandung benda yang ada didepanku.


"sial,karena gelap aku asik ketabrak aja." gerutuku kesal,dengan cepat aku bersembunyi didalam lemari.


"hosh...hosh semoga dia tidak melihatku." ucapku pelan.


"Dasha dimana kau?!" teriak Zayyan lagi saat berada tepat di depan lemari tempat kubersembunyi.


Semoga dia tidak menemukanku. harapku cemas,tentu saja aku ketakutan setelah melakukan kesalahan tadi.


Tunggu... Aku merasa ada yang aneh, tiba-tiba ada makhluk yang menggelikan mulai berjalan dikakiku membuatku langsung teriak keluar dari lemari.


"Anj***r kecoaaak!!!" teriakku spontan langsung loncat memeluk Zayyan. Zayyan hampir saja jatuh karena tidak menyeimbangi sambutan dariku. Aku memeluk erat Zayyan layaknya koala.

__ADS_1


"ya ampun Sha,kau berat turun!" gerutunya berusaha memegang ku agar tidak jatuh.


"ada kecoak kak,mana berani aku turun!" pekikku lagi.


"turun atau aku kasih kau kecoak!" ancam


Zayyan,aku semakin memeluk pria itu erat seperti perangko. Zayyan layaknya menggendong bayi besar yang saat ini takut dengan makhluk kecil itu.


"Ya Allah Dasha itu kan cuma kecoak."


"iiih tidak...tidak. Jangan dekatkan aku dengan makhluk menjijikkan itu kak." pekikku lagi merinding membayangkan kecoak itu menyentuh kulitku lagi.


Zayyan merasa jengah karena aku tidak mau turun darinya,berjalan susah payah mencari tombol lampu. Saat Zayyan sudah menemukan tombol lampu dengan cepat ia menghidupkan lampu.


"dah bisa turun?" tanyanya menatap ku jengah,aku membuka mataku terkejut melihat rumah seperti kapal pecah. Aku langsung turun dari Zayyan.


"astaga,rumah sampai separah ini berantakannya??" ucapku tak percaya dengan apa yang kulihat saat ini begitu juga dengan Zayyan.


driing...driing...


Suara dering telepon mengagetkan kami berdua,aku langsung bergegas mengangkat telepon itu.


"Hallo assalammualaikum." ucapku.


"wa'alaikumsalam,nak kami mau dibelikan apa? kami mau pulang lagi." ucap ibu dari seberang.


"apa? ibu mau pulang??"


"iyaaa,kenapa nada suaramu seperti panik gitu??"


"ahahaha tidak apa-apa Bu, berapa menit lagi ibu sampai?" tanyaku melirik kearah Zayyan.


"tiga puluh menit lagi kami sampai,jadi kamu mau memesan apa nak?" tanya ibu lagi.


"hmm aku pesan sate aja Bu,Zayyan jugaa." ucapku cepat sambil melirik jam dinding.


"okee,ya sudah ibu matikan teleponnya dulu yaaa, assalammualaikum." ucap Ibu langsung mematikan teleponnya dari sana. Aku menatap cemas kearah Zayyan.


"matilah kitaa,ibu sebentar lagi sampai!!!" ucapku panik membuat Zayyan juga ikutan panik. Kami sangat tau kalau ibu sangat tidak suka rumahnya berantakan,akan semarah apa nanti ibunya saat melihat rumah seperti kapal pecah.


"sial,kita bagi tugas Sha!!" ucapnya buru-buru mengambil sapu.


"okee,kau bersihkan bagian sini,aku bagian sana!" ucapnya lagi,aku langsung mengangguk kuat dan cepat membersihkan bagian punyaku.

__ADS_1


"cih, lagi-lagi metimeku gagal." kesalku sambil membereskan barang-barang yang berantakan itu sebelum ibu datang.


__ADS_2