
Aku memicingkan mata menyelidik pria disampingku ini. Orang yang kucurigai itu melirik kearahku,seperti ingin bertanya sesuatu.
"kenapa? kau tidak ingat siapa aku?" tanyanya menatapku. Aku berpikir sejenak lalu kembali menoleh kearah pria itu.
"coba berdiri sebentar." ucapku menyuruh pria itu berdiri,pria itu langsung berdiri di hadapanku. "untuk apa aku berdiri?" tanyanya menatapku heran. Aku langsung berdiri dihadapannya dan mengukur tinggi kepalaku dengannya.
Tingginya sama!!. Pekikku dalam hati,seolah sudah menyelesaikan teka-teki,aku langsung memukul pelan lengannya saat menyadari pria yang kukenal ini didepanku. "ngapain kau disini? kau membututiku kak?" tanyaku kesal menatapnya. Dapat ku dengar suara helaan napas yang sempat membuatku jengkel tadi.
"kalau iyaa emangnya kenapa?" tanyanya balik menatapku sambil berkacak pinggang. Tanpa kami sadari, jarak diantara kami sangat tipis,hanya perbedaan tinggi badan yang membuat pria itu sedikit menunduk kebawah melihatku.
"cih,untuk apa kau membututiku hah?" tanyaku lagi.
Zayyan tampak acuh tak acuh lalu duduk kembali ketempatnya tadi memandangku dengan tatapan tidak dapat diartikan.
"kenapa kau tidak memakai kacamata kak? apa bisa lihat jauh?" tanyaku saat menyadari Zayyan saat ini tidak mengenakan kacamatanya. Baru kusadari jika penampilannya kini terlihat tampan tidak seperti biasa penampilannya yang sangat culun itu.
"terserah akulah." ucapnya santai membuatku ingin mengumpat disaat itu juga.
Sial,aku tarik lagi kata-kataku yang dia terlihat tampan tadi,astaga dia ini memang sangat menyebalkan!!. Gerutuku dalam hati memandang kesal kearahnya.
"kau mengumpat yaa???" ucapnya lagi menatapk,aku dengan kesal menginjak kakinya kuat membuat dirinya meringis.
"woi!!" serunya sambil memegang kakinya yang habis kuinjak tadi. Aku langsung menjulurkan lidah berlari kecil menjauh darinya. Tertawa puas dalam hati aku langsung menuju ketempat Elisa yang baru saja selesai membayar barangnya.
"kau darimana saja?" tanyanya sambil memasukkan uang kembaliannya tadi kedalam dompetnya.
__ADS_1
"aku duduk disitu lho,abis ini kita kemana?" tanyaku penasaran. Aku langsung menarik tangannya pergi keluar dari toko itu. Kami pun berjalan menuju toko Eskrim. Dengan girang kami berlari kecil masuk kedalam toko itu.
"pak saya pesan eskrim rasa vanila satu, capuccino satu yaa." ucapku kepada penjual es krimnya. Kami pun menunggu di tempat duduk yang tersedia ditempat eskrim itu. Baru saja aku melihat sekeliling,dapat kulihat dari jauh seseorang bersandar didinding menatap lurus sambil melipat tangannya kearahku. Aku menyipit mataku memastikan orang itu,dan berdecak pelan saat mengetahui pria yang tengah bersandar itu.
"kau lihat siapa?" tanya Elisa berbalik menatap kearah yang kulihat saat ini. Elisa menyerngit bingung dan kembali menatapku. "apa kau kenal pria itu? tapi pria itu keliatannya tampan deh." ucap Elisa kembali memandang pria yang tak lain adalah Zayyan.
"dia terlihat tampan ya?" tanyaku pada Elisa. Elisa langsung mengacungkan jempol dengan semangat. "ya ampun Sha,kau lihat baik-baik. Pria itu sepertinya sangat tampan,apa jangan-jangan dia suka sama kau?" tanya Elisa asal membuatku menyerngit heran.
"jangan mengada-ngada." elakku sejenak,lalu kembali menatap Zayyan yang terlihat melambaikan tangannya kearahku.
"oh iyaa,kau kan sudah ada jodoh. Besok udah jadi istri orang aja." seloroh Elisa sambil menikmati eskrim capuccino nya yang baru saja disajikan.
Aku hanya tertawa pelan menanggapinya, aku pun memasukkan eskrim vanila kesukaanku kedalam mulutku,lalu saat aku melirik lagi ketempat Zayyan,sudah tidak ada lagi pria itu disana.
"saya pesan vanila satu pak." ucap seseorang disampingku,memang tempat duduk kami tidak jauh dari tempat orang yang menjual eskrimnya.
Tunggu...seperti kenal suaranya. gumamku langsung menoleh kearah orang itu dan lagi-lagi terkejut melihat orang itu yang tak lain adalah Zayyan.
Astaga,anak ini kapan masuk kesini sih???. gumamku heran berdigik ngeri menatap sekilas kearah Zayyan. Elisa yang melihat raut wajahku yang terkejut,melirik kearahku. "kenapa?" tanyanya membuatku langsung menatap Elisa.
"nggak ada apa-apa." ucapku asal sambil memasukkan eskrim kedalam mulutku. Elisa manggut-manggut mengerti. Setelah kami puas makan eskrim,kami pun langsung pulang kerumah. Elisa mengantarku pulang terlebih dahulu.
"kau nggak mampir dulu masuk El?" tanyaku pada Elisa saat sudah sampai didepan rumahku,Elisa menggeleng pelan, "mungkin lain kali aja Sha,aku abis ini mau jemput orangtuaku dibandara. Mereka baru aja tadi ngirim pesan padaku." jelas Elisa.
"ooo okelah,kalau gitu thanks yaa,hati-hati dijalan." ucapku sambil melambaikan tangan pada Elisa. Elisa pun mengangguk dan membalas melambaikan tangan padaku, "sama-sama calon pengantin baru!!" serunya langsung menancap gas keluar dari perkarangan rumahku. Aku pun langsung masuk kedalam rumah dengan langkah lebar.
__ADS_1
"Assalammualaikum aku pulaaaang!!!!" teriakku menggema seluruh ruangan. Seperti biasa,tujuan utamaku saat masuk kerumah adalah dapur. Dimana tempat yang memiliki banyak beraneka macam makanan yang dapat menggiurkan perutku yang keroncongan ini. Padahal tadi baru saja aku memakan eskrim.
"kebiasaan!" ucap Ibu langsung memukulku saat tanganku itu hendak menyentuh agar-agar buatan beliau. Aku mengeluh sakit sambil mengelus punggung tanganku, "hehehe maap Bu." cengirku langsung mencuci tangan setelah itu dengan cepat aku merampas agar-agar lezat buatan Ibuku tersayang.
"persiapan besok gimana? sudah aman?" tanya Ibu memandangku,tak lupa tangan beliau sempat membersihkan mulutku yang celemotan akibat makan agar-agar coklat.
"nyam...syudaah semuaah." jawabku sambil mengunyah agar-agar itu. Ibu berdecak pelan kearahku, "hei,kunyah dulu baru telan nak,astaga bagaimana hidup Zayyan kedepannya nanti. Kasian dia sudah tewas diusia dini tinggal sama kamu dek." gumam Ibu pelan menatapku resah.
"ya ampun Bu,tidak mungkin aku menelantarkan anak orang. Aku ini masih bisa masak walaupun cuman air dan telor,jadilah." selorohku sambil mengambil agar-agarnya lagi.
"cih,seharusnya ibu mengajarmu dari dulu memasak. Biar kamu bisa urus suami kamu itu besok." ucap Ibu pelan,membuat aku hanya menampilkan cengiran pada Ibu.
"hehehehe,nanti Dasha angsur-angsur belajar deh Bu. Percayalah kalau udah hebat masak,ibu pasti akan senang sekali." ucapku dengan bangga. Ibu hanya menghela napas pelan,menggeleng heran melihat tingkah abstrudku itu.
"terserah kamu sajalah." ucap Ibu pasrah,lalu Ibu melanjutkan pekerjaan rumahnya. Aku celingak-celinguk mencari musuh bebuyutanku berada. Sudah jam enam sore seharusnya abangku yang tercinta itu sudah duduk bersamaku sekarang.
"Ibu,dimana bang Gazza?" tanyaku melihat Ibu. Ibu menoleh kearahku, "bentar lagi pulang." ucap Ibu sekilas. Aku manggut-manggut paham. Setelah selesai menyantap agar-agar lezat itu,aku pun langsung berjalan menuju kamar Gazza. Mencari komik edisi terbaru yang sempat diperebutkan waktu itu.
"dimana Abang letak yaa?" gumamku pelan sambil mengacak-acak meja belajarnya.
"kau sedang cari apa?" tanya seseorang dibelakangku,aku langsung terkejut dan refleks memukulnya keras dengan buku tebal yang aku pegang.
"woooi kok kakak bisa ada disini??! kakak lewat mana??! astaga kak,kau kayak jelangkung!!!" pekikku saat melihat Zayyan tiba-tiba sudah berada dibelakangku.
Si**lan Zayyan,dia kayak jelangkung. Muncul tiba-tiba hilang tiba-tiba. gerutuku masih terkejut dengan kedatangan Zayyan. Sedangkan Zayyan hanya tertawa pelan melihat ekspresi terkejutku.
__ADS_1