I Know Your Secret

I Know Your Secret
Wahana Pasar Malam


__ADS_3

Aku langsung menghampiri Suha dan Elisa. Mereka tengah menikmati eskrim yang dibeli dipinggir jalan.


"astaga,kalian tidak menungguku." gerutuku berlari menghampiri mereka. Tak lupa aku langsung memesan eskrim vanila kesukaanku.


"kak,kau sangat bagus mainkan biolanya tadi. Aku kagum lho kak." seru Suha,gadis itu tidak lagi pendiam dan murung. Kini ia lebih sedikit ceria bersama kami.


"terimakasih." seruku.


Syukurlah. gumamku lega,lalu kami duduk menikmati eskrimnya.


"abis ini kita kemana?" tanya Elisa menatap kami berdua. Aku menggeleng tidak tau begitupun dengan Suha.


"aku ngikut aja." ucap Suha lalu membuang tangkai eskrim bekasnya kedalam tong sampah.


Aku menatap kearah Suha lalu menoleh kearah Elisa seraya memberikan kode padanya,Elisa yang paham dengan kodeku langsung mengangguk setuju.


Dengan senang hati,aku langsung menarik tangan Suha lalu diikuti dari belakang oleh Elisa.


"eh,kak kita mau kemana?" tanya Suha bingung,Aku menoleh kearahnya sekilas, "ikut aja dulu." seruku. Kami pun masuk kedalam mobilku dan melaju keluar dari parkiran kampus. Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan sedang menuju suatu tempat.


Sampailah kami ditempat salon khusus wanita,Elisa langsung menarik tangan Suha masuk kedalam salon itu.


"permisi ada yang bisa saya bantu?" tanya penata rambut itu. Aku menarik Suha untuk duduk didepan cermin.


"tolong ubah penampilannya!" seruku membuat Suha menoleh kebelakang, "ka-kak a-aku?" tanyanya terkejut,aku mengangguk yakin.


"Yap,kau harus mengubah penampilanmu,agar tidak ada lagi yang menindas mu Suha. Aku yakin kau akan cantik nanti."


"ta-tapi kak?"


"tidak ada kata tapi-tapi sayang,kami sangat penasaran dengan penampilanmu nanti." seru Elisa lalu membiarkan penata rambut itu menata rambut Suha. Suha hanya menghela pasrah membiarkan penata rambut itu menata rambutnya.


"Sha,kita nggak ikutan juga?" tanya Elisa,


"hmm aku mau creambath lah." ucapku langsung dianggukan Elisa, "sekuyylah." serunya.


Tak terasa waktu banyak berjalan,akhirnya kami selesai juga dengan kegiatan salon itu. Aku dan Elisa menunggu Suha selesai didandani oleh pemilik salon itu.


Aku melirik ponselku yang bergetar,muncul pesan dari suamiku.


Zayyan


Kau dimana?


Dasha


aku di salon


Zayyan

__ADS_1


hah? ngapain kau disana?


Dasha


merapikan rambutlah bodoh,trus mau ngapain lagi ?? nggak mungkin kan,aku disalon cuma numpang ke kamar mandi.


Zayyan


hahahaha,yalah...yalah,aku titip beli PC ROG yaa.


Aku membulatkan mataku saat menatap pesan yang baru saja suamiku kirim.


Enak kali ngomongnya,itu mahal woi. gerutuku pelan dalam hati.


Dasha


jual ginjal dulu bang,baru bisa dapat PC tuh.


Zayyan


Cih,nggak jadilah.


Aku terkekeh pelan menatap pesan itu,tanpa sadar Elisa menyenggol lenganku, "ayoo yang senyum-senyum nggak jelas...Kau sedang chat sama siapa?" tanya Elisa penasaran.


"ada deh,kepo." seruku membuat Elisa memberengut.


"ya ampun El,jangan cemberut gitu dong,ntar jelek." ledekku membuat ia langsung memalingkan muka.


"woaah Suha,kau sangat cantik!" puji kami serentak membuat Suha tersipu malu.


"Benarkah?" tanyanya,lalu kami mengangguk yakin.


"iyaa Suha,kau ini jangan menyembunyikan kecantikanmu. Kau itu rupanya sangat cantik yaa." puji Elisa,ia pun langsung mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan kamera kearah kami.


"okee kita foto dulu yok!" serunya,kami pun merapat sambil menampilkan senyum terbaik kami. Setelah puas berfoto ria,akhirnya kami pulang kerumah masing-masing,Aku terlebih dahulu mengantarkan Elisa baru Suha.


"thanks Sha,kalian hati-hati yaa." pamitnya lalu berjalan ke rumahnya. Aku menoleh kearah Suha, "dimana rumahmu?" tanyaku mengamati jalan.


"nanti akan ku tunjukkan kak." ucapnya pelan,aku mengikuti arahan yang ditunjuknya sampailah dirumah yang begitu besar bak istana megah. Aku dibuat melongo saat penjaga itu tunduk hormat pada Suha.


"terimakasih sudah mengantarku kak." ucapnya sopan,aku tersadar dari lamunanku dan mengangguk, "sama-sama,aku pergi dulu yaa." ucapku lagi langsung menancap gas keluar area itu.


Woah aku tidak menyangka Suha ternyata anak konglomerat. gumamku kagum. Masih misteri tentang Suha yang sebenarnya sih,tetapi aku tidak ingin memikirkan terlalu panjang tentang gadis itu. Mungkin ada beberapa alasan Suha berpenampilan seperti itu.


Aku mengerut keningku mendapati Zayyan tengah berdiri didepan pagar rumah sambil memainkan ponselnya. Aku memberhentikan mobilku tak jauh dari tempat Zayyan berdiri,aku ingin mengamati apa yang dilakukan suamiku itu disana.


Dia lagi ngapain meratapi nasib didepan pagar? nggak diusir ibu kan??. gumamku masih fokus menatap kearah suamiku. Aku menoleh saat ponselku bergetar menampakkan seseorang tengah meneleponku. Aku langsung mengangkat telepon dari suamiku itu.


"hallo sayang." seruku tetap masih fokus menatap suamiku didepan.

__ADS_1


"kau dimana?" tanyanya


"aku ada dihatimu sayang." gumamku pelan membuat si penerima telepon berdecak kesal.


"kau kesambet apa sih,cepatlah pulang." serunya sambil menatap jam tangan miliknya.


"kangeen yaa??" godaku terkekeh pelan.


"cih,cepat katakan kau ada dimana sekarang?"


"hmmm kasih tau nggak yaaa???"


"Dashaaa." geramnya membuatku tertawa lepas,ponselku terjatuh dari tanganku membuatku harus mengambil dibawah kakiku. Setelah dapat ponselku kembali,aku mengerut kening saat tidak melihat lagi suamiku ada didepan,Aku celingak-celinguk mencari keberadaan suamiku.


"Anj****!!!!!" pekikku terkejut mendapati suamiku menempelkan wajahnya dikaca mobilku. Aku langsung menurunkan kaca mobilku, "astagfirullah bang,kau mengangetkanku tau!!!" gerutuku disambut gelak olehnya.


"cih,biasa aja wajahnya. Nggak usah kayak bakpao gitu,ntar aku terkam mau??" ucap Zayyan ambigu membuatku langsung menaikkan kaca mobilnya. Zayyan tertawa pelan menatapku, lalu menyuruhku untuk membiarkannya masuk.


Entah cara apa pria itu bisa lolos masuk dan duduk disampingku,aku mendegik ngeri menatapnya.


"ayoo jalan." serunya santai tanpa beban,aku berdecak kesal tidak mau menuruti kemauannya.


"nggak,aku capek. Aku mau pulang." tolakku tegas. Aku hendak menurunkan rem tangannya,langsung dicegah Zayyan.


"biar aku yang bawa mobil,kita gantian." ucapnya lagi,tanpa izin ia langsung memindahkan ku ke tempatnya lalu ia pindah ke kursi kemudi. Aku hanya bisa menghela napas menatapnya. Tak lupa Zayyan langsung memasangkan selt belt untukku sekaligus mencium sekilas bibirku.


Aku menatapnya tajam tetapi pria itu hanya menganggap mukaku menggemaskan. Tanpa segan-segan ia mencubit hidungku sampai merah.


"bang!!!"


Zayyan hanya tersenyum simpul,lalu melajukan mobil ke suatu tempat. Aku menatap kearah jalan memandangi setiap pohon-pohon yang kami lewati. Awalnya aku ingin tertidur karena bisa melihat jalanan,tetapi saat aku melihat sesuatu yang tampak bersinar. Mataku langsung membulat sempurna. Aku dengan semangat menoleh kearah Zayyan, "bang,kita kesini???" tanyaku antusias.


Zayyan mengangguk pelan sebagai jawabannya,aku pun bersorak ria. Aku dengan tidak sabaran langsung menarik tangan Zayyan keluar saat kami sudah mendapatkan parkir mobil. Zayyan hanya pasrah mengikutiku menuju wahana pasar malam.


"ramai jugaa." gumamku menatap beberapa wahana ditempat itu. Dengan langkah cepat aku langsung menarik tangan Zayyan menuju tempat tong setan. Kami pun mengantri untuk membayar karcis masuk,setelah dapat kami pun masuk kedalam sana.


"gilaaa,orang tuh bisa ngendarainya di tempat mereng-mereng,kok bisa bang?" gumamku seperti anak yang ingin tau. Zayyan menatap atraksi itu sambil menggenggam tanganku erat.


"ya bisalah,namanya juga udah ahli." ucap Zayyan datar.


"cih,jawabannya singkat betol." gerutuku lalu fokus menatap atraksi itu. Setelah selesai menonton atraksi motor gila itu,aku langsung menarik tangan Zayyan menuju ombak banyu. Wahana yang menguji adrenalin sangat cocok untuk orang sepertiku.


"bang,kita naik yok!" ajakku,tanpa basa-basi aku langsung membeli tiketnya dan menarik Zayyan masuk.


"kau yakin naik ini Sha?" tanyanya menatapku. Aku dengan yakin mengangguk.


"kenapa memangnya? jangan bilang kau takut?" ledekku membuat dirinya langsung menjitak kepalaku, " enak saja."


"cih." Aku dengan semangat menunggu wahana itu dimulai.

__ADS_1


~maaf telat update nya🙏~


__ADS_2