I Know Your Secret

I Know Your Secret
Mimpi Vibes Horor


__ADS_3

Aku mendobrak kuat pintu dan menarik suami laknatku itu ikut bertanggung jawab dalam masalah ini. Dengan langkah berat Zayyan akhirnya ikut membantuku menyeret maling itu kedalam mobil. Layaknya barang,kami memasukkan maling itu kedalam bagasi mobil. Aku langsung menyambar jaketku dikamar dan bergegas keluar. Dapat kulihat Zayyan tengah berbincang serius dengan satpam,aku yakin satpam itu merasa bersalah karena ceroboh dalam pekerjaannya.


"sudah?" tanyaku menghampiri Zayyan,Zayyan mengangguk pelan lalu menatap datar kearah satpam yang masih tertunduk karena merasa bersalah.


"maafkan saya tuan,saya akan usahakan lebih ketat lagi." sesal satpam itu.


"ya nggak papa pak,tapi lain kali tolong lebih diperhatikan sekitar,untung kami menginap disini pak. Coba jika kakek sendiri,entah apa yang terjadi sama kakek." ucapku pelan,lalu menarik Zayyan masuk kedalam mobil.


"cih,buat apa kita mengantarnya kerumah sakit?" tanya Zayyan kesal.


"hehehe,ini semua salahku sih kak. Aku takut terjadi apa-apa sama malingnya ntar aku yang dibawa polisi bukan dia. Jadi kita harus bertanggung jawab membawanya ke rumah sakit. Setelah itu barulah kita masukkan dia kedalam penjara." jelasku menatapnya.


Zayyan memutar bola matanya malas, tetapi ia tetap mengikuti kemauanku. Sampai dirumah sakit kami pun mencampakkan maling itu keruang IGD. Walaupun maling itu melakukan perbuatan dengan tercela namun kami yang sebagai korban berbaik hati membayarkan biaya pengobatan rumah sakitnya. Setelah itu kamipun menyerahkan urusan itu kepada pihak berwajib.


Langit masih gelap,Aku melirik jam tanganku yang masih menunjukkan pukul 12 malam. Aku melirik kearah suamiku yang daritadi asyik menguap-nguap menahan kantuknya.


malangnya,tapi aku tidak ingin membiarkanmu tidur dengan nyenyak bang,heheheheh. gumamku sambil tersenyum penuh makna kearah Zayyan.


"sayang!" seruku membuat Zayyan menyerngit aneh. spontan dijitaknya kuat kepalaku dengan tatapan yang tidak biasanya.


"aauw apa yang kau lakukan?!" sarkasku menatapnya heran. Bukannya bahagia dipanggil sayang malah dijitak.


Kalau tau gini,mending aku tadi nggak usah manggil sayang lah. Cih,kau menyebalkan sekali Zayyan!!!. gemasku menatapnya.


"kau itu aneh." ucapnya sambil menghidupkan mobil,ia pun menoleh kearahku. "kau nggak salah makan obat kan??"


"hei Zayyan Firaz Adibrata,aiih kau nih sangat menyebalkan sekali. Masih untung aku memanggilmu sayang,tapi kau malah menjitak kepalaku. Kalau gitu mending aku nggak usah bilang sayang." gerutuku pelan.


Aku terkejut saat suamiku tiba-tiba mencium pipiku,aku langsung menoleh kearahnya.


"kau harus memanggilku dengan panggilan sayang mulai dari sekarang,Aku suka." ucapnya pelan langsung fokus mengemudikan mobil. Sedangkan aku tersipu malu sambil memalingkan wajah melirik pemandangan diluar.


Saat ditengah perjalanan,entah kenapa mobil yang kami kendarai tersendat-sendat membuat mobil kami langsung mogok dijalan.


"bang,kenapa?" tanyaku melirik kearah Zayyan. Zayyan mengedik bahu lalu keluar dari mobil untuk mengecek mobil. Sialnya mobil kami malah berhenti ditempat yang sepi dan dikelilingi semak-semak belukar. Aku menelan saliva saat mendengar suara samar-samar dari semak membuat bulu kudukku berdiri.

__ADS_1


Aku langsung menyusul Zayyan keluar. "bang,mobilnya kenapa?" tanyaku sedikit mendekat kearahnya.


"entah,kau kenapa keluar?" tanyanya menatapku.


"a-aku ingin membantumu bang. Manatau kau butuh bantuanku." ucapku asal. Tidak mungkin kan aku bilang padanya kini aku sedang ketakutan. Bisa-bisa dia puas meledekku.


"fyuuh tidak usah. Kalau kau ikut campur yang ada tambah parah." ucapnya sekena,ia pun langsung menutup cap mobil dan segera masuk kedalam mobil. Aku yang kebingungan langsung ikut kedalam.


"mobilnya udah bisa jalan?" tanyaku menatapnya. Sedangkan dirinya tengah menurunkan sandaran mobil agar dirinya bisa berbaring.


"hei apa yang kau lakukan bang?! kau tidak mengemudikan mobilnya sekarang?!" tanyaku bingung dengan tingkah suamiku. Ia tampak tidak melakukan apapun selain memejamkan matanya.


Aku menggerutu kesal karena tidak diacuhkan olehnya,aku pun mengganggu pria itu agar terbangun dari kantuknya.


"bang, ngapain tidur disini sih? hei bangun woi!!" seruku.


"aiih,aku sangat ngantuk. Jangan ganggu!" seru Zayyan langsung berbalik membelakangi ku. Aku semakin kesal dengan tingkahnya,bagaimana bisa dia enak-enakan tidur disini,ditempat sepi seperti ini. Entah berbagai macam imajinasi dikepalaku tentang daerah disekitarku itu.


"tenang Dasha,itu bukan apa-apa...tenang." ucapku untuk menenangkan diri,namun ketakutan ku bukannya berkurang malah bertambah saat mendengar lagi suara samar-samar dibalik semak,tepat disamping mobil kami berhenti. Mau tak mau aku menggertak membangunkan Zayyan agar segera pindah dari sana.


"cih,apa yang harus kulakukan sekarang?" lirihku pelan. Untuk mengurangi rasa ketakutan ku,aku mencoba memainkan ponsel. Aku langsung mengucap saat tiba-tiba penampakan hantu muncul dilayar ponselku. Aku langsung mencampakkan ponselku kebawah. Aku mencoba membangunkan Zayyan lagi,kali ini harus bisa. Aku tidak ingin terjebak didaerah yang sangat mengerikan ini.


"bang Zay,please bangun!!!" seruku terus menggertak tubuhnya. Aku tidak ingin terlalu lama disini. Zayyan berdecak kesal menatapku, "apa sih???" sarkasnya membuatku langsung menjambak rambutnya.


"kau itu bang,malah bersantai aja! ayoo kita pergi dari sini,aku sangat ketakutan!!!" emosiku meluap-luap. Zayyan lagi-lagi berdecak kesal.


"bagaimana kita bisa pergi,sedangkan mobilnya aja mogok." ucap Zayyan kembali tidur ke posisinya tadi.


"yaah,lakukan sesuatu gitu kek bang. Please biar aku bantu kau ngapain sesuatu,aku nggak suka terlalu lama disini woii!!!" seruku lagi.


Zayyan langsung duduk mensejajarkan posisinya denganku, "ngapain sih kau panik kali Sha? tenang rileks...jangan bilang kau sangat takut sama ha—"


"iyaa!! aku sangat takut! dah puas kan bang? ayo cepat nyalakan mesin mobilnya!" seruku membuat Zayyan berdecak kesal lalu berusaha menghidupkan mesin mobilnya.


"cih,menyebalkan." umpat Zayyan keluar dari mobil sambil membuka cap mobil. Aku tetap menunggu Zayyan dari dalam. Namun beberapa detik kemudian,aku mendengar suara tangisan yang membuat kuduk buluku semakin tinggi. Aku sangat ketakutan,langsung berlari keluar dan melompat memeluk Zayyan layaknya koala.

__ADS_1


Zayyan hampir saja kehilangan keseimbangan akibat ulahku.


"kau ini kenapa sih?" tanya Zayyan heran dengan kelakuanku,aku tidak ingin menjawab sekarang dan semakin memeluk erat Zayyan. Zayyan tampak kesusahan menggendongku langsung memasukkan ku kedalam mobil.


"tenang disini dulu kalau mau pulang." ucap Zayyan lalu kembali memperbaiki mesin mobilnya. Aku sedikit gelisah meneguk air mineral.


Deg. Saat aku melihat dari kejauhan seseorang tengah berdiri tak jauh dari mobil tempat kami berhenti. Yang lebih aku takutkan adalah alat tajam yang dipegang pria sangar itu,membuatku semakin ketakutan dan berusaha memanggil suaminya.


"Zay!! Zayy!!! bang Zayy!!" seruku meneriaki namanya,namun suamiku itu hanya melirikku pelan lalu melanjutkan pekerjaannya. Aku sedikit khawatir saat pria sangar tidak jelas asal usulnya itu membuatku semakin tidak bisa berpikir jernih. Aku langsung keluar saat pria sangar itu mulai mendekati kami,aku pun menarik tangan Zayyan cepat.


"hei,aku itu lagi memperbaiki mobilnya." gerutu Zayyan,Aku hanya mengangguk pelan tetapi sedetik kemudian aku menggeleng kuat.


"liat tuh,ada orang!!! aku sangat takut!!!" seruku menggenggam tangan Zayyan. Tanganku sangat kedinginan itu kini mulai menghangat. Tetapi,tetap saja aku masih ketakutan karena mobil ini belum juga bisa diajak kerja sama.


Ya ampun,mobil ini ngeselin banget sih. Serius aku jadi nggak mood. gerutuku pelan dalam hati.


Aku memekik kuat saat pria sangar itu tanpa aba-aba menghancurkan kaca mobil,Aku semakin mengeratkan genggaman tanganku. Pria aneh penuh darah itu langsung memecahkan kaca mobil sebelah kemudi. Aku menangis sekencang-kencangnya saat aku berusaha memperebut Zayyan dari pria itu. Entah sudah berapa banyak ucapan,untuk mengusir rasa takutku.


Ternyata aku kalah tenaga,sekuat apapun aku tidak bisa menarik lebih kuat dari pria itu,Zayyan sebenarnya daritadi memberontak namun,si pria itu langsung memukul tengkuk Zayyan sampai pingsan. Aku menangis tidak tau harus melakukan apa,aku sangat ketakutan saat ini.


"Zayyyaaan!!!!"


Deg.


"Dashaa bangun!" serunya membuat aku langsung terlonjak bangun,Aku melirik kearah ruangan yang tampaknya asing. Aku menoleh kearah Zayyan,dan langsung memeluknya erat sambil menangis sesenggukan.


"di-dimana kita?" tanyaku sedikit gugup,jangan lupakan sudah banyak cucuran keringat yang timbul.


"tenang,lihat aku! kau tadi cuma bermimpi buruk Dasha. Kita masih dirumah sakit." seru Zayyan membuatku mendongak kearahnya dengan perasaan lega, "ba-bang ini nyata kan??" tanyaku pelan.


Lagi-lagi Zayyaan mengangguk pelan sebagai pertanda jawabannya. Aku langsung bernapas lega.


Untung saja itu hanya mimpi. gumamku pelan.


~°~

__ADS_1


Maaf teman-teman lama uploadnya karena ada kesibukan duniawi😔🙏


__ADS_2