I Know Your Secret

I Know Your Secret
Dia Membuatku Gugup


__ADS_3

Dengan langkah lebar aku berjalan menuju tempat pusat informasi dimana kedua manusia laknat itu menungguku. Ada beberapa dari pengunjung Mall itu yang menyadari diriku sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh pusat Informasi tadi. Aku langsung melepaskan ikat rambut dan membiarkan rambut panjangku tergerai.


Layaknya sedang fasion show,banyak yang menatap kagum kepadaku terutama kaum Adam. Aku tidak terlalu memperdulikan tatapan mereka,dan berjalan terus menuju pusat informasi.


Dari kejauhan dapat kulihat mereka tengah cekikikan berdua melihatku berjalan kearah mereka. Seketika kesal aku langsung mempercepat langkahku menuju mereka.


"ulululu anak hilang akhirnya ditemukan jugaa." ledek Gazza menahan tawa saat melihatku sudah berada didekat mereka. Sedangkan Zayyan hanya diam menahan senyum menatapku.


"apa senyum-senyam,puas kalian?!" gerutuku kesal melihat raut mereka berdua.


"apa sudah ketemu mas?" tanya petugas pusat informasi itu,Gazza menoleh kearah petugas itu.


"sudah,terimakasih mbak." ucap Gazza pelan,


"sama-sama." ucap petugas itu sambil tersenyum malu. Bagaimana tidak tersenyum kalau ia disuguhkan pemandangan pria yang membuatnya terpesona. Pasti dengan senang hati sekali ia membantu pria tampan itu.


Aku yang tau akan tatapan itu hanya menggeleng pelan,lalu menatap Zayyan dan Gazza.


"ngapain juga kalian pakai Toa manggilnya sih?! kan bisa nelpon." geramku pada mereka berdua. Yang diocehin hanya tertawa pelan sambil mengacak rambutku gemas.


"kalau nelpon nanti banyak kali alasannya,yang mau kesini dulu lah,kesanalah. Mungkin bakalan lumutan kami nungguin kau Sha." oceh Gazza sambil berjalan didepan kami berdua.


"cih,suka kali bahagia diatas penderitaan orang lain." gumamku pelan sambil memberengut,lalu tanpa sadar aku menabrak punggung Zayyan yang tiba-tiba muncul dihadapan ku.


"makanya kalau jalan tuh liat-liat." ketus Zayyan melirikku sekilas kebelakang,lalu masuk kedalam salah satu toko yang menjual Play Station yang terbaru itu.


Aku berdecak pelan,lalu masuk kedalam toko itu dengan tatapan kagum akan hal yang disuguhkan didalam toko itu. Dimulai dari kaset game yang baru rilis sampai aksesoris untuk laptop pun ada tersedia ditempat ini.


Aku melirik kaset game PC yang baru rilis itu. Ingin rasanya membeli namun melihat harganya yang tidak masuk akal itu,aku terbelalak menyadari isi dompet hanyalah pecahan uang receh. Ingin rasanya minta uang ke Gazza,tapi pria tampan itu sudah susah payah mengumpulkan uang untuk membeli PS impiannya yang sama sepertiku. Membuatku mengurungkan niat untuk membeli kaset itu.


"buseeet mahal banget,menggigil ginjalku liat harganya." celotehku pelan lalu melirik kesebelahnya lagi.

__ADS_1


"kau mau beli kaset game itu?" tanya Zayyan tiba-tiba muncul disampingku,aku langsung terlonjak kaget. "haiis jangan tiba-tiba muncul kayak gitu!!" kesalku memukul kuat lengan pria itu.


"woi sakiit!! kayak tenaga buldozer aja kau nih!" gerutu Zayyan sambil mengelus lengannya yang habis ku pukul tadi.


"makanya jangan kagetin,itu tadi refleks." ucapku pelan.


"kau ingin beli ini kan?" tanyanya sambil menunjuk kaset game yang tengah ku pegang saat ini.


Ingin sih,tapi kan ini harganya mahal. Tidak akan mungkin cukup kalau aku beli ini. Lagian ini nggak penting-penting kali. gumamku pelan.


"nggak kok,cuman liat-liat aja." bohongku lalu aku berjalan menuju Gazza yang tengah berbincang-bincang masalah perbandingan PS yang ada dimeja itu.


"gimana bang? jadinya beli yang mana?" tanyaku melirik kedua PS yang terlihat sama-sama bagus itu.


"entahlah,aku masih bingung milihnya. Sama-sama bagus." jawab Gazza masih melirik kedua barang itu. Aku manggut-manggut paham,tidak paham akan hal itu karena menurutku sama saja. Karena prinsipku yang penting bisa dimainkan,itu saja.


Daripada aku ikutan pusing memilih PS itu,aku pun melirik kearah Zayyan yang tengah menunduk melihat kaset-kaset yang sempat aku lihat tadi. Penasaran dengan pria itu,aku mendekatinya perlahan. Tanpa kusadari wajahku sangat dekat dengannya,Zayyan tidak sadar jika diriku berada disampingnya saat ini. Aku tertegun pelan saat melihat alis matanya yang lentik dan bola mata yang coklat muda itu. Tidak kusangka jika dari dekat,Zayyan sepertinya tampan. Baru sepertinya belum pasti.


"ehem,tolong kondisikan matanya." sindirnya pelan sambil melipat tangannya didada menatap kami berdua. Aku langsung menjauh dan menoleh kearah Gazza sedangkan Zayyan memalingkan muka.


"ba-bang sudah siap?" tanyaku sedikit terkejut bercampur malu karena tadi. Gazza mengangguk, "sudah nih." tunjukknya pada tas belanja yang dipegangnya saat ini.


"berapa harganya bang?" tanyaku penasaran. Dalam hatiku pasti sudah jelas PS itu mahal.


"8 juta trus karna ada promo jadi 7,5 juta." jawab Gazza santai.


"wow." ucapku pelan,lalu langsung merampas tas belanja yang dipegang Gazza tadi.


"biar aku yang bawa Bang." tawarku dengan senang hati.


"kalau yang ini kau rela-rela aja bawa,coba barang yang lain,pasti kabur duluan." cibir Gazza memandang kesal kearahku,aku hanya menunjukkan wajah tak berdosa ku padanya sambil menggaruk tengkukku tidak gatal.

__ADS_1


Setelah kami membeli PS yang harganya wow itu,Aku langsung membawa mereka berdua ketempat permainan. Mereka hanya mengikutiku pasrah dari belakang layaknya pengawal pribadiku.


"nah coba tangkap boneka ini!" seruku pada keduanya,mereka bersamaan menggeleng tidak mau.


"nggak,untuk apa kami ngambil boneka jelek itu?" tanya Zayyan.


"ya untukku lah,untuk siapa lagi. Kau kan calon suamiku," ucapku lalu menoleh kearah Gazza. "dan kau abangku yang masih jomblo. Jadi boneka comel ini tolong ambilkan untukku yaa?" mohonku dengan menunjukkan puppy eyes pada mereka.


Semoga saja mereka luluh dengan tatapan imutku ini. gumamku pelan dalam hati. Ekpetasi tidak sesuai realita,yang aku bayangkan Gazza dan Zayyan bakalan setuju mengambil boneka untukku,malah mereka berjalan dan duduk seperti orang yang sudah tidak sanggup berdiri lama-lama.


"capek." ucap Gazza sambil duduk disana.


"ambil aja sendiri,kami tungguin disini saja." ucap Zayyan malas.


"cih,nggak asik." aku langsung memasukkan koin kedalam mesin capitan itu untuk mengambil boneka kelinci yang imut itu.


Dengan fokus aku mengambil boneku itu dengan mesin capit,hampir saja boneka itu masuk kedalam lubang tiba-tiba aku dikejutkan dengan kedatangan Zayyan dari belakang. Tanpa basa-basi ia langsung merangkul ku erat. Aku tidak fokus dan tergugup seketika saat tangan Zayyan melingkar dipinggangku. Aku terdiam ditempat seketika tubuhku kaku.


"maaf." ucap Zayyan langsung melepaskan tangannya dari badanku,lalu melirik sekilas kearah segerombolan pria yang terlihat nakal duduk tak jauh dari kami. Zayyan kembali menoleh kearahku, "biar aku ambil." ucapnya santai langsung memasukkan koin kedalam mesin capit itu. Sedangkan diriku hanya mengangguk pelan dan mengamati pria itu fokus mengambil boneka untukku.


Astaga,kenapa jantungku cepat sekali berdetak?!. gumamku pelan berusaha menetralkan gugupku. Dapat ku lihat dengan mudah Zayyan mendapat boneka yang aku inginkan,lalu diberikannya padaku.


"nih." ucapnya,tapi aku masih tidak bergeming.


"oi." panggil Zayyan lagi sambil menepuk pipiku pelan,aku langsung tersadar dari lamunanku dan sedikit menjauh dari Zayyan. Saat ini jika berdekatan dengan pria itu,jantungku tiba-tiba berdetak tidak karuan.


"kenapa kau menjauh? ini mau nggak?" tanyanya lagi sambil menunjukkan boneka kelinci incaranku,aku langsung mengambilnya, "terimakasih." ucapku pelan tanpa menatapnya. Aku pun menoleh kearah Gazza yang sibuk memainkan ponselnya tanpa memperhatikan kami berdua.


Zayyan melirik jam tangannya, "yok pulang,dah sore." ucap Zayyan aku langsung menggangguk setuju. Kami pun langsung berjalan kearah Gazza.


Aku masih mode syok karena kejadian tadi,aku dengan langkah gontai mengikuti mereka dari belakang yang asyik bercerita. Aku melihat Zayyan dari belakang,pria yang membuat perasaannya tidak karuan seperti ini.

__ADS_1


Cih dasar Zayyan,dia membuatku gugup nggak jelas kayak gini!!!. gerutuku dalam hati.


__ADS_2