I Know Your Secret

I Know Your Secret
Dia Datang


__ADS_3

"kak!!" panggilku berlari kecil kearahnya,saat ini kami sudah tiba ditempat pom bensin yang ada ditepi jalan. Aku berjalan kearah warung yang tak jauh dari tempat pom bensin kecil itu. Aku membeli dua mineral dan beberapa cemilan.


"oi,kenapa beli lagi?!" tanya Zayyan menatap jajananku.


"kenapa?" tanyaku bingung menatap kantong kresek belanjaan ku lalu menatap kearah Zayyan.


"cih,kau ini mubazir kali. Itu diranselmu udah sebanyak itu,masih juga kau beli?? ckckckck." gerutu Zayyan


"nggak kok,aku ini beli banyak untung ngestok aja kak. Ingat sloganku sediakan payung sebelum hujan."


"alasan...alasan,bilang ajalah kau penasaran dengan cemilan yang baru kau beli,yakan??" tebak Zayyan menatapku.


"hehehehe,kakak tau aja." cengirku pelan lalu melirik dirigen yang tengah diisi oleh petugas pom bensinnya.


"terserahlah." ucap Zayyan sambil menyerahkan uang kepada petugas itu,lalu kami kembali ke homestay.


Setelah mengisi bensin mobil,aku langsung berpamitan pada ibuk homestay yang sangat baik hati itu,lalu mobil kami meninggalkan daerah itu.


Aku tersenyum lebar menjulurkan tanganku menerpa angin,udara disini memang sangat sejuk,butuh lima jam untuk sampai kerumah. Benar sekali,seharusnya perjalanan kami hanya membutuhkan tiga jam tetapi karena kelalaianku membuat perjalanan kami semakin jauh.


Aku tidak akan menyia-nyiakan moment langka ini,aku langsung mengeluarkan ponselku dan memotret pemandangan disana. Bahkan aku dengan terang-terangan memotret suamiku yang tengah mengemudi.


"wow estetik sekali." gumamku pelan saat melihat hasil jepretan yang kuambil,aku tidak menyangka hasil potret wajah Zayyan terlihat sangat menawan.


Aku langsung meninggikan ponselku yang membuat kami muat berdua masuk kedalam camera, aku dengan tersenyum lebar berpose disamping Zayyan dengan wajah datarnya.


Zayyan hanya diam seolah tidak peduli dengan yang kulakukan,begitupun aku sibuk memotret apa pun yang terlihat menarik bagiku.


***


Akhirnya,kami sampai juga didepan rumah. Ibu langsung menyambutku, "ya ampun kalian ini." gerutu Ibu pelan sambil memelukku erat,tidak lupa menarik Zayyan ikut bersama memeluk.


"kalian membuat Ibu khawatir saja,walaupun kalian sudah menikah,tolong dong kasih tau Ibu!"


"ya ampun Bu,kami kan sudah besar Bu." ucapku pelan langsung dijitak Ibu,


"aduuuh,Bu kenapa menjitak kepalaku??" ringisku pelan.

__ADS_1


"biarlah, kalian sudah besar yang penting kalian yang Ibu sayangi." ucap Ibu lalu menarik tangan Zayyan kedalam tanpa ikut membawaku masuk.


"Ibu,aku ditinggal?" tanyaku masih diam ditempat.


"ada yang peduli?? tidak ayok masuk sayang." ucap Ibu menarik tangan Zayyan masuk kedalam rumah,tanpa memperdulikan ocehanku.


"Ibuuuu." rengekku langsung mengejar mereka berdua.


Baru saja selesai mandi,aku disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak? Ayahku yang super dingin itu menatapku tajam dari awal aku menuruni anak tangga. Bagaikan,singa yang hendak menerkam mangsanya. Aku dengan kikuk duduk disamping Zayyan yang sama diamnya denganku. Aku melihat keluargaku hening menikmati makan siang,yang hanya terdengar gesekan garpu dan sendok.


Braak. Aku terkejut mendengar suara hentakan itu,Ayah yang baru saja siap makan langsung berjalan menuju ruang kerjanya. Aku menoleh kearah Ibu seolah bertanya tentang mood Ayah.


"Ibu,Ayah kenapa?" tanyaku pelan.


"hmm? sepertinya masalah kantor."


"wah,Ayah lagi badmood nih. Padahal aku mau nanya sesuatu sama Ayah." gumamku pelan tetapi masih terdengar oleh keluargaku.


"jangan kau temui Ayah dulu,itu sama saja kau masuk ke kandang singa. Kau bakalan disemprot habis-habisan." ucap Gazza pelan.


"iya...iya aku tau. Mana mungkin aku nekat bertemu dengan Ayah saat ini." selorohku sambil memasukkan makanan kedalam mulutku. Aku sangat tahu karakter Ayah.


"fyuuuh,untung kejadian itu sudah lama kali." ucapku pelan,lalu membawa piring kotor ke dapur. Hari ini untung saja tidak ada kelas kuliahku,sedangkan Zayyan ia langsung pergi untuk kelas tambahannya setelah makan siang,begitu juga dengan Gazza.


"Sha,kalian kemana aja kemarin?" tanya Ibu sambil mencuci piring,sedangkan aku membantunya untuk mengelap kering piring yang sudah dicuci Ibuku.


"kami jalan-jalan ke kebun stroberi Bu, disana sangat seru. Kami lomba memetik Bu,karena aku yang kalah aku yang disuruh bawa mobil. Trus pas malamnya aku tidak sengaja tertidur saat mengendarai,untung saja kak Zay langsung cepat ambil tindakan." jelasku mengenai kejadian kemarin.


"terus...terus?" tanya Ibu lagi penasaran.


"terus Bu,karna jalan yang kami lewati tersesat. Terus kedua ponsel kami sama-sama habis baterai,ya udah kami nginap di homestay dekat sana. Serius Bu adem banget disana,kapan-kapan kita semua kesana Bu,jamin Ibu suka tempatnya." jelasku lagi dengan semangat,Ibu hanya menggeleng-geleng melihat kelakuanku.


"ada-ada saja kejadian kalian,lalu selama dihomestay kalian ngapain?"


"yaa kami langsung tidur,eh Bu mau tau sesuatu nggak??"


"apaa?"tanya Ibu penasaran.

__ADS_1


"kak Zay nggak bisa dengan cuaca dingin,hahahaha dia malah menggulung selimutnya." celotehku.


"oh Ibu kira ada kejadian spesial tadi." ucap Ibu pelan.


"maksud Ibu?" tanyaku bingung.


Ibu menoleh kearahku,sesekali wajah beliau terlihat ragu mengatakan kepadaku. Aku yang sangat penasaran terus memaksa Ibu mengatakannya padaku,


"kalian udah ehem...ehem?" tanya Ibu ambigu.


"ehem...ehem apa Bu?" tanyaku heran.


Ibu menepuk jidatnya pelan,seolah mengerti dengan sifatku Ibu tidak menanyakan lebih lanjut lagi, "sudah lupakan saja,nah susun piring nih dalam lemari. Ibu mau ke kamar dulu." ucap Ibu berjalan ke dapur.


"aduh,Ibu tadi mau bilang apa yaa?,kan jadi penasaran." gerutuku pelan sambil menyusun piring di lemari piring. Begitupun Aku langsung menuju ke kamarku untuk tidur.


***


Aku berjalan melewati lorong kampus,seperti biasa orang-orang banyak menyapaku sekaligus menebarkan pesona. Rumor tentangku dan Zayyan sebagian besar tidak percaya jika kami sudah menikah dan aku memang tidak mengatakan apapun soal itu,toh percuma saja diberitahu. Aku duduk menempati posisi urutan tempat tiga. Tempat itu bisa dibilang cukup strategis untuk belajar. Aku memainkan ponselku sambil menunggu Elisa datang.


"hai Sha!" sapa seseorang dibelakangku,Aku menoleh kearahnya, "Vanya?"


"kita sudah lama nggak berpapasan,apa kamu masih marah sama aku tentang kejadian waktu itu?" tanya dengan wajah sedihnya.


Aku menghela napas pelan, "nggak kok,maaf yaa waktu itu emosiku tidak stabil. Aku memang nggak bisa pacaran,lantaran aku belum mau ada hubungan yang nggak jelas." ucapku sedikit tegas.


"oh,nggak papa,ku kira kau bakalan membenciku."


"aku tidak seburuk itu juga memperlakukan orang." ucapku sekilas lalu melihat Elisa baru saja terburu-buru masuk kedalam kelas,dan duduk di sampingku.


"fyuuh untung belum telat." ucapnya sambil melirik jam tangannya.


Tepat saat Elisa masuk,disaat bersamaan pula Dosen datang. Tetapi,beliau tidak sendirian melainkan membawa seseorang dibelakangnya. Banyak yang berdecak kagum melihat gadis cantik yang tertunduk itu,yang membuatku heran. Dia sangat berani memakai baju yang tampak seksi dan ketat ditubuhnya yang bak gitar spanyol.


"perkenalkan dirimu." ucap dosen itu pada mahasiswi baru didepan itu.


Aku spontan mengepal tanganku saat gadis itu mendongak menatap kami semua. Aku sangat ingat dengan wajahnya itu. Wajah yang membuat hidupku terpuruk.

__ADS_1


Kenapa dia harus disini?! geramku menatap tajam kearah mahasiswi baru itu.


__ADS_2