I Know Your Secret

I Know Your Secret
Dasar Pengganggu


__ADS_3

Dapat kulihat raut ketakutan yang muncul drai wajah mereka,tak lama menunggu gadis angkuh bersama gengnya pergi dari tempat aku berdiri saat ini. Tinggallah aku dan gadis malang yang masih tertunduk menatap tanah.


"tenanglah,semua baik-baik saja sekarang kok." ucapku sambil memegang lengan gadis itu. Aku terkejut saat tanganku ditepis olehnya,dengan gemetaran ia semakin menutup wajahnya.


"to-tolong jangan sentuh a-aku. Terimakasih sudah memban-bantuku." ucapnya terbata-bata pamit kearahku dan berjalan menuju sepedanya dan keluar dari parkiran begitu saja. Aku hanya melirik menatap punggung gadis malang yang kian makin menjauh dari pandanganku.


"huft,aku tau perasaanmu,karna aku dulu pernah diposisimu." lirihku lalu kembali menuju mobilku. Aku langsung menancapkan gas menuju rumah.


"semoga sama Elisa tidak terlalu lama menungguku dirumah." gumamku sambil mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Akhirnya aku sampai juga dirumah,aku langsung memakirkan mobilku kedalam bagasi.


"Dasha!!" teriak Elisa dari kejauhan,gadis itu berlari kecil kearahku. "kenapa?" tanyaku heran melihat raut panik diwajahnya.


"huwaah maafkan akuu!!" pekiknya langsung memelukku,aku bingung dan hanya diam menerima pelukannya. "memangnya kenapa?" tanyaku pelan.


"maaf aku tadi tak sengaja memecahkan vas bungamu ditaman. Tadi tersenggol saat masuk kedalam rumah." jelas Elisa lagi. Aku menghela napas,tadi kukira ada darurat yang terjadi ternyata hanya vas bunga yang pecah.


"ya ampun,nggak papa kok. Kamu kan nggak sengaja,ya udah yuk kita pergi lagi." ajakku langsung dianggukan olehnya,bergelayut ditanganku masuk kedalam mobil Elisa.


"kita mau nonton apa?" tanya Elisa sesekali melirik kearahku,ia harus fokus mengemudikan mobilnya. Aku tampak berpikir dan mencari di internet film bagus yang akan kami tonton.


"hmm gimana kalau film action,kan seru tuh?" tanyaku meminta pendapat Elisa.


"hmm seru sih,tapi yang tema genre romance lebih kece nggak sih...bapernya nggak ketulung." seru Elisa.


"aiih,itu terlalu menggelikan. Ayolah yang genre action aja kita." ucapku menolak pelan usulan Elisa. Bagaimanapun juga kalau film yang membuat kebanyakan oranglain baperan sedikit membuatku geli.


"ya...ya karna ini alasan kita menonton untuk merayakan hari terakhir single kau,aku ikutin film yang kau suka deh." ucapnya pasrah,langsung aku mengangguk senang.

__ADS_1


"yey,nah gitu dong." ucapku lagi.


Sesampai kami dibioskop menunggu antrian pembelian tiket,aku menatap judul-judul film yang disodorkan oleh bioskop hari ini. Sinopsis yang diceritakan dalam film itu terlihat bagus,apalagi ada unsur actionnya membuatku langsung tertarik memilih film itu.


"El,kita pilih yang itu." tunjukku pada salah satu poster film yang akan ditayangkan. Elisa melihat kearah tanganku menunjuk,ia pun mengangguk setuju. "okee,kayaknya seru juga tuh." ucapnya setuju lalu memesan tiket. Setelah memesan tiket,kami pun langsung masuk kedalam studionya dan mengambil kursi sesuai dengan nomor yang tertera ditiket kami.


Setelah dapat tempat duduk,aku melirik kesekeliling ruangan,tampak ramai pengunjung yang akan menonton film ini. "El,hari ini lagi ramai kali yaa yang nonton." ucapku sambil mengambil popcorn ditangan Elisa.


"iya kayaknya,mungkin filmnya memang seru. Tadi trailernya aku lihat bagus." ucapnya sambil memasukkan popcorn kedalam mulutnya. Aku manggut-manggut mengerti,dan membenarkan posisiku duduk.


Dapat kulihat seseorang duduk disampingku,ia tampak memakai masker dan sempat melirik kearahku.


Mungkin,dia menyapaku kayaknya. gumamku pelan,lalu aku mengangguk pertanda menyapanya sebentar. Lalu ia duduk sendiri tanpa siapapun orang disampingnya. Aku dikejutkan dengan suara sound film yang baru saja muncul,


"kau menyukai film ini?" tanya seseorang disampingku tadi,aku menoleh kearahnya.


"kau berbicara denganku?" tanyaku sedikit berbisik padanya,lalu ia mengangguk pelan.


"kau bersama dengan temanmu?" tanyanya lagi,aku menoleh pelan kearahnya.


"iyaa." balasku lagi. Sebenarnya aku merasa tidak nyaman menonton karena orang yang disebelah ku terus saja bertanya padaku membuat aku tidak fokus dengan jalan cerita filmnya.


"maaf tuan,apa tuan boleh diam sebentar? saya ingin fokus menonton filmnya." ucapku pelan berusaha tidak menyinggung perasaan pria disampingku ini.


"oh silahkan,kan tidak ada yang melarang kau menonton filmnya."


Aku sedikit kesal, "terimakasih tuan." jawabku sedikit ketus. Dapat kudengar suara helaan napasnya yang cukup menganggu kosentrasiku untuk menonton,lalu berdecak pelan aku menoleh kearahnya, "maaf tuan suara napas tuan terdengar oleh saya,saya minta maaf kalau jika perkataan saya menyinggung anda. Saya mohon biarkan saya konsentrasi sebentar." ucapku pelan dengan penuh tekanan.

__ADS_1


"baiklah." ucap pria itu dengan santai,Aku menghela napas lega dan kembali fokus menonton filmnya. Baru saja sepermenit kemudian,pria asing disampingku ini terus membuat suara kecil yang hanya didengarkan olehku sepertinya. Berusaha sabar dan diam aku tidak mengacuhkan suaranya.


"hmm membosankan." ucap pria itu lagi sambil meneguk minuman kaleng yang dibawanya. Aku yang mendengar hal itu meliriknya sebentar lalu kembali fokus menonton. Pria itu kembali menghela napas kasar membuatku terus terganggu dengan suara helaan napasnya.


Sumpah kesal banget nih orang,kenapa dia mirip dengan Zayyan yang menyebalkan itu. gerutuku kesal lalu berbisik kearah Elisa.


"El,bisa kita change tempat duduk?" tanyaku lagi berharap Elisa mau berpindah tempat duduk. Elisa tampak menggeleng kepala, "mager udah nyaman disini." tolak Elisa.


Aku menghela napas pelan,lalu hanya duduk diam sesekali memperhatikan yang dilakukan pria itu. Dalam satu jam duduk disitu membuatku sedikit frustasi. Bagaimana tidak? Pria itu terus saja membuat suara kecil yang menganggu telingaku. Padahal sudah aku peringati berkali-kali tetap saja dirinya melakukan hal itu.


Sampai Film itu berakhir,aku meregangkan otot dan menatap layar lebar itu pelan,


Fyuuh aku nggak fokus nonton jadinya gara-gara pengganggu si**lan itu. gerutuku dalam hati. Aku mengikuti langkah Elisa yang tampak fokus memainkan ponselnya sambil berjalan.


"El!!" panggilku berlari kecil kearahnya,Elisa menoleh kearahku. "sini cepat!" suruhnya langsung. Aku dan Elisa memasuki beberapa toko yang tampak menjual pernak-pernik untuk pajangan dirumah. Aku melihat sekeliling toko itu dan menemukan gantungan kunci yang sangat cantik. aku langsung mengambilnya dan membayar dikasir.


"terimakasih mbak." ucap pelayan itu padaku,aku hanya mengangguk pelan sambil membalas senyumannya. Aku langsung berjalan menuju Elisa.


"kau mau beli apa?" tanyaku bingung menatap Elisa yang sibuk hanya memperhatikan kedua produk ditangannya itu.


"kau suka yang mana? merah atau pink?" tanyanya sambil menunjukkan kotak lipstik yang mungkin akan ia beli. Aku melirik kedua produk tersebut lalu mengangguk pelan, "aku mau yang merah muda aja. " ucapku mengusulkan Elisa mengambil kotak merah muda itu.


"wadiwaw ramai bro." ucapku menggeleng-geleng melihat lautan manusia yang sedang mengantri panjang dikasir,mungkin karena diskon besar-besaran di toko ini yang membuat orang berbondong-bondong belanja disana. Dengan kesabaran Aku menunggu Elisa membayar barang belanjaannya yang dia pilih tadi. Aku hendak berbalik lalu terkejut mendapati pria yang dibioskop tadi menabrakku. Aku sedikit berdecak kesal tidak suka dengannya yang ada dimana-mana,padahal aku tadi bisa saja tau jalan ceritanya kalau fokus. Aku menghela napas pelan, "kita ketemu lagi yaa." ucapnya santai.


"iya,kau ingin beli apa ditempat yang khusus perempuan?" tanyaku pelan. Pria itu hanya mengedik bahu membuatku sedikit kesal dan menghentakkan kakiku pelan. Sambil menunggu Elisa yang sedang membayar dikasir,aku langsung duduk dikursi yang tak jauh dari sana.


"nih." ujarnya sambil menyodorkan minuman kaleng itu padaku,aku mendongak menatapnya. "untuk apa? maaf kita tidak kenal." ucapku menatap kearahnya.

__ADS_1


"siapa bilang kita nggak kenal?" celotehnya duduk disampingku dan membuka minuman kalengnya. Aku melirik kesampingku dan terkejut menyadari sesuatu yang janggal dari pria disampingnya ini.


tunggu,mata coklat itu Zayyan kah?. gumamku pelan.


__ADS_2