
Aku langsung berjalan semangat masuk kedalam restoran Jepang itu,sambil tersenyum lebar aku langsung memilih tempat duduk yang sangat strategis ditempat itu. Sedangkan mereka hanya mengikuti pasrah kemana langkah kaki menuju. Kamipun duduk ditempat pilihanku. Gazza langsung duduk disamping Zayyan,sedangkan aku duduk disamping Elisa.
"bang pilihkan rasa ramen yang pedas yaa." ucapku senang. Gazza hanya menggerutu pelan,lalu melirik menu yang dipegangnya.
Elisa menyenggol lenganku,ia pun mencondongkan badannya agar bisa berbisik ketelingaku.
"Sha,kamu piliin dong untukku,aku nggak tau mau pilih apa. Sumpah ini baru pertama kali aku makan ramen." bisik Elisa,aku menggeleng heran kearahnya, "kau saja yang pilih El,walaupun ini pertama kali kau makan. Setidaknya coba saja yang mana menurutmu enak." ucapku pelan kearah sahabatku.
"justru itu aku bertanya padamu Dasha. Aku bingung mau milih apa,tapi aku nggak mau terlihat bodoh didepan Abang tampanmu itu." bisik Elisa lagi sekilas memandang Gazza yang masih sibuk melihat menu. Aku terkekeh pelan melihat tingkah konyol Elisa,aku pun langsung mengangguk setuju. "kalau kau nggak suka,jangan salahkan aku yaa." ucapku menatap Elisa. Elisa langsung mengacungkan jempol kearahku.
"okee." ucapnya pelan. Setelah memilih ramennya,kami pun menunggu pesanan sambil memainkan ponsel kami masing-masing.
"Bang." panggilku kearah Gazza,Gazza menoleh kearahku. "kenapa?"
"abis ini kita kemana?" tanyaku penasaran. Aku saat ini sangat bosan dan jenuh karena ujian tadi. Maka dari itu butuh sedikit refreshing otak agar tidak stres diusia dini.
"nggak ada,kita pulang." ucap Gazza dengan singkat. Aku menghela napas pelan,tidak ingin menunjukkan ekspresi kesalku dihadapan Elisa. Aku pun dengan sengaja menghentakkan kakiku menginjak kaki Gazza.
"aw,kenapa kau menginjak kakiku?" gerutu Zayyan memandang kebawah meja,ia pun melihat kakiku yang tak berdosa itu berada diatas kakinya saat ini.
"eh?" terkejutku aku langsung memandang kebawah,dan terkekeh pelan. "maaf kak,aku tidak sengaja." ucapku pelan. Gazza terlihat tampak menahan tawa melihat aksi konyolku,dengan kesal aku kembali menghentakkan kaki padanya. Kali ini sudah ku pastikan,menginjak kaki yang benar.
"oi,kenapa kau menginjak kakiku lagi? apa kau ada dendam padaku?" gerutu Zayyan lagi memandang kebawah. Ia menatap kesal kearahku yang telah menginjak kakinya dua kali.
"ya ampun kak,maaf aku tidak sengaja. Sepertinya kakiku ini lasak. Maaf kak." ucapku pelan.
Aiiih kenapa kaki Zayyan trus sih yang kenak,perasaan kaki abang tadi tuh. Gerutuku kesal dalam hati. Aku menghela napas sebentar menetral emosiku yang sempat naik tadi. Aku harus berpikir keras agar bisa mengajak semuanya pergi jalan-jalan untuk merilekskan otak.
__ADS_1
"hahaha,kau sangat lucu Sha." kekeh Elisa melihat kelakuanku. Aku menggaruk tengkuk tidak gatal sambil senyum cengegesan. Tak lama kemudian pesanan kami datang,Aku bersemangat menyambut ramen pedas yang begitu menggiurkan.
Dengan cepat aku mengambil sumpit,lalu dengan cepat menggulung mie ramen itu. Tapi baru saja mie itu masuk kedalam mulutku,ada tangan laknat yang mencegahku memakan mie yang menggiurkan itu.
"tiup dulu." ucap Zayyan santai,setelah mengatakan itu,ia pun langsung menyeruput mie ramen miliknya. Aku menatap kesal kearah Zayyan, dirinya sendiri tidak ada meniup mienya dan langsung menyeruput mie miliknya itu.
"kakak sendiri tidak ada meniup mienya dulu." ucapku pelan walau ada penuh tekanan dalam perkataan ku itu. Zayyan menoleh kearahku dan terkekeh pelan, "kalau ditiup mie nggak baik,ntar penyakitnya masuk lagi." jawabnya kembali menikmati mie miliknya.
Kalau gitu kenapa menyuruhku meniupnya dulu,sia**n?!. gerutuku dalam hati. Aku dengan sengaja menginjak kaki Zayyan dengan keras.
"uhuk." Zayyan langsung tersedak dan mencari air. Tanpa merasa bersalah ia pun langsung menyambar es teh milikku,padahal aku sudah meminum es teh itu.
Semuanya ternganga melihat Zayyan yang langsung menyambar es teh milikku. Jangan lupakan raut terkejut yang ditunjukkan Elisa saat melihat hal itu.
Elisa langsung menyenggol bahuku, "i-itu minumanmu di-diminum kak Za-zayyan." bisiknya masih dalam mode terkejutnya. Aku menghela napas pelan menatap Zayyan yang berusaha menetralkan batuknya. Sedangkan Gazza menggeleng pelan kelakuan aku dan Zayyan.
"kucing? aku tidak melihat kucing kak." ucap Elisa polos. Aku menahan tawa saat Elisa mengatakan hal itu.
Setelah selesai makan dan drama tak faedah yang terjadi,akhirnya kami pun pulang. Tapi terlebih dahulu kami mengantarkan Elisa kerumahnya.
"terimakasih sudah mengantarku Sha,kak Gazza dan Kak Zayyan." ucap Elisa sopan saat sudah sampai dirumahnya.
"sama-sama,salam sama mama yaa." ucapku langsung dianggukan Elisa. Ia pun langsung keluar dari mobil sambil melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumahnya.
Gazza pun menancapkan gas keluar dari jalan perumahan Elisa,aku pun melihat rintikan hujan yang mulai membasahi jalan. Saat aku melihat jalan yang kami lalui tidak menuju rumah,aku pun menoleh kearah Gazza.
"bang kita kemana?" tanyaku heran.
__ADS_1
"tapi kau mau jalan-jalan,ini kita mau jalan-jalan." seru Gazza,Aku langsung memajukan badanku kearah depan.
"serius?! lalu kenapa tidak mengajak Elisa bang?" tanyaku.
"kau tidak akan nyaman jika ada sahabatmu ikut,aku tau kali sifatmu itu." ucap Gazza pelan tanpa menoleh kearahku,ia fokus mengendarai mobilnya.
"oh ya ampun,abangku ini sangat baik padaku. Sayang Abang." seruku suringah sambil membentuk love ditanganku.
"dasar alay." ucap Zayyan heran melihat tingkahku.
Ah,aku lupa kalau ada manusia aneh ini disini,kenapa pula dia ikut dengan kami sih?!. gumamku memberengut kesal. Aku langsung mundur dan bersandar dijok sambil menatap keluar.
"Za,jadinya beli dimana?" tanya Zayyan kearah abangku.
"ada di Mall kemarin aku lihat PSnya lagi promo. Makanya bagus kita kesana." jawab Gazza pelan.
Apa? beli PS??! yey!!!. Pekikku dalam hati.
"kau sudah gila yaa, senyum-senyum sendiri?" ledek Zayyan menoleh kebelakang.
Ingin sekali aku menjambak rambutnya kuat,tapi aku tahan karena sadar jika dirinya adalah calon suamiku. gumamku menyadari fakta baru itu.
"terserah aku lah." ketusku langsung memalingkan muka. Tak terasa kami sudah sampai berada di Mall,aku langsung bersemangat berjalan masuk kedalam Mall tersebut tanpa menunggui mereka berdua yang masih berbincang-bincang masalah membandingkan harga PS yang mau dibeli mereka.
Aku tidak terlalu memperdulikan mereka,lalu dengan cepat masuk kedalam Mall,sambil berjalan-jalan melirik satu persatu toko yang aku lewati. Baru saja aku bersemangat memasuki toko elektronik unik itu tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara panggilan dari pusat informasi Mall.
Diinformasikan kepada seluruh pengunjung Mall,bila ada menemukan anak gadis memakai baju kemeja warna biru laut dan celana jeans serta rambutnya dikepang satu,harap segera datang ke pusat informasi dilantai satu karena ditunggu oleh kedua abangnya disini. Sekian terimakasih.
__ADS_1
Anj***r malu aku woii!!,Sial**n kalian berdua,ngapain juga pakai pusat informasi tuh manggi aku,kan bisa lewat ponsel. Aku yakin mereka sengaja membuatku malu. Awas kalian berdua!!!. Gerutuku kesal bercampur malu,untung saja tidak ada yang mengetahui jika dirikulah yang dipanggil. Dengan langkah lebar aku menuju ke tempat kedua pria laknat itu berada.