Ibu Untuk Anak-anakku

Ibu Untuk Anak-anakku
Bab 105


__ADS_3

Sekembalinya Bara dan Syafira ke tempat acara, bu Lidya dan Varel sudah datang, "Darimana kalian? Mojok? Itu anaknya dari tadi nyariin," omel bu Lidya.


"Fira dari toilet bu, Fira minta mas Bara buat anterin ke toilet sebentar tadi," jawab Syafira sekenanya, ia menoleh ke si kembar yang sedang bermain bersama Tasya, berbaur dengan anak-anak penderita kanker, "Manis sekali," gumamnya tersenyum melihat anak-anak itu mudah akrab satu sama lain. Terdengar Tasya mengajak Nathan bicara, tapi pria kecil itu terdengar hanya menjawab dengan singkat-singkat, yang mana membuat Syafira menggelengkan kepala.


"Ck, ke toilet ajak Bara, minta bayaran pasti dia," ucapan bu Lidya membuat Syafira kembali fokus kepadanya.


"Emang mama," sindir Bara dengan cepat.


Bu Lidya hanya mencebik melirik ke arah Bara, "Lipstik sampe berantakan begitu, ini benerin dulu," bu Lidya menyodorkan tisu kepada Syafira. Syafira buru-buru menerima tisu itu dan mengusap sekitar bibirnya, "perasaan tadi udah di lap," gumamnya. Padahal ia sudah memakai lipcream merek terkenal dengan harga mahal, tapi tetap saja kerakusan suaminya yang meraup habis itu bibir tidak bisa membuat lipcream itu tetap menempel pada tempatnya semula.


Bara hanya diam dan cuek. Ia langsung duduk setelah Syafira duduk. Sementara Varel yang sejak tadi sudah duduk manis, hanya melihat kekonyolan di depannya dengan stay cool tanpa berkomentar, "Tumben anteng? Diem, lagi sakit gigi?" Bara menatap aneh adik iparnya tersebut.


"Enggak, biasa aja. Lagi males ngomong aja," jawab Varel.


"Lagi mogok bicara dia sama mama," bu Lidya melirik ke arah Varel.


"Loh, kenapa emangnya bu?" tanya Syafira penasaran. Biasanya bu Lidya kalau jadi satu sama Varel suka bikin heboh , ada aja yang di debatkan antara ibu dan anak tersebut yang menghidupkan suasan.

__ADS_1


"Tadi siang, mama jebak dia buat kencan buta sama anak teman-teman mama, eh dia ngambek pulangnya, nggak mau bicara sama mama, nggak tahu kenapa. Mama kan juga pengin lihat dia pun ya pacar, kasihan jomblo begitu. Eh malah dia ngambek tadi. Kan serba salah jadi emak emang," kata bu Lidya.


"Gimana nggak kesal, coba bayangin aja, yang datang tadi nggak ada yang benar. Yang satu suka ngupil. Mending kalau di buang udah, lah ini di jilat tangannya, jorok kan," Varel menggedik mengingat kejadian tadi siang. Syafira, bu Lidya dan Bara ikut menggedik mendengarnya.


"Terus datang lagi yang lain, eh dia langsung bengek ketemu aku, nggak kuat lihat cowok tampan katanya. Lah kalau jadi kan dia bakal bengek tiap hari, bisa-bisa langsung jadi duda sejak dini aku,"


" Eh yang ketiga suka kentut sembarangan nggk bisa ngerem, mana bau banget lagi. Tadi ketemu nggak ada satu jam dia ngebom berapa kali aja coba. Kalau lebih lama lagi, aku bisa pulang dalam keadaan pingsan. Mama mah gitu, giliran yang setengah ons kelakuannya di kenalin ke Varel. Tega benar, bayangin aja kalau aku nikah suruh makan upil, atau nyium bau kentut sepanjang waktu. Bisa mati muda aku, benar-benar jebakan batman, cantik sih cantik tapi... Ngga ah,, mending jomblo," curhat Varell mendesah.


Syafira terkekeh," Kasihan banget sih," ucapnya.


"Mama mah nggak kasihan sama Varel," pria tampan itu melirik ibunya yang sedang meringis karena merasa bersalah.


"Ya iyalah mamaku sayang, kalau di photo pasti mereka berpose semanis mungkin mana kelihatan bengeknya," timpal Varel.


"Ya ampun, nggak benar ini, mama harus protes," kata bu Lidya menggebu-nggebu.


Varel berdecak, "Mama tuh yang nggak benar. Mau protes segala, mau protes sama siapa? Emaknya kenaoa punya anak begitu? yang ada emaknya ngamuk sama mama. Jangan buat gara-gara deh. Urusan jodoh biar Varel sendiri aja," Varel mengempaskan punggungnya ke sandaran kursi. Tangannya bersedekap di dada.

__ADS_1


"Ya maaf, mama kan nggak tahu. Niat mama baik kok, sumpah. Jangan marah lagi, apalagi mogok bicara sama mama. Mama jadi kesepian nggak ada lawan bicara di rumah," ucap bu Lidya jujur dari hati. Semenjak suaminya meninggal, bu Lidya menyimpan kesepian dan kesedihannya sendiri. Ia tak pernah menunjukkannya kepada orang lain.


" Iya enggak marah lagi, jangan sedih gitu dong. Kan jadi aneh. Senyum ma, biar awet muda, " sahut Varel. Bagiamanpun juga ia sangat menyayngi ibunya tersebut. Ia tak benar-benar marah kepadanya. Ibunya adalah satu-satunya yang ia punya saat ini. Melihat raut wajah bu Lidya yang mendadak sendu, membuat hatinya tak enak.


Sementara Bara, laki-laki itu tampak diam dan cuek dengan drama di depannya. Aneh malahan menurutnya jika bu Lidya berbuat sesuatu sesuai nalar. Ia menatap ibu mertuanya tersebut dengan serius, sejurus kemudian ia menggedikkan bahunya.


"Gitu amat lihat mama, kenapa? Mau nyalahin mama juga karena menikah sama Syafira?" tanya bu Lidya sensitif.


"Enggk ma, sensi amat. Justru Bara bersyukur punya Fira,"jawab bara cepat karena Syafira juga menatapnya serius, ingin tahu jawaban suaminya tersebut.


Tak lama kemudian, Dokter Rendra dan dokter Niken ikut bergabung dalam meja makan berbentuk bulat tersebut.


Selama acara, Syafira memang diam tak berani menyinggung soal dokter Rendra dan dokter Niken. Namun, ia tekun sekali menyimak wajah dokter Rendra dan Tasya secara bergantian bergantian. "Benar benar mirip," gumamnya dalam hati. Ia bahkan tak menikmati acara makan malm tersebut karena sibuk mengamati dan menganalisa wajah donter Rendra dan Tasya. Bahkan Berkali-kali Bara harus menyenggol ataupun berdehem untuk memperingatkan Syafira.


🌼 🌼 🌼


Suasana dalam mobil begitu sepi. Si kembar sudah terlelap tidur di jok belakang. Sementara Bara fokus mengemudi mobilnya membelah jalan kota Jakarta. Syafira Berkali-kali melirik suaminya tersebut, ia masih penasaran soal hubungan masa laku dokter Rendra dan dokter Niken. Tapi, untuk bertanya lagi kepada suaminya, ia tak berani. Pasalnya sejak tadi, Syafira sudah melayangkan pertanyaan yang sama beberapa kali dan jawabannya selalu sama "Jangan kepo sama hidup orang, nggak baik buat kesehatan," begitulah Bara menjawab.

__ADS_1


Semakin di larang kepo, justru rasa kepo itu semakin tinggi dan bikin tidak tenang. Begitulah yang Syafira rasakan saat ini.


🌼 🌼 🌼


__ADS_2