Ibu Untuk Anak-anakku

Ibu Untuk Anak-anakku
Bab 61


__ADS_3

Di perusahaan Osmaro Corp....


"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis ramah kepada Sonya yang baru saja tiba.


"Saya ingin bertemu Bara," jawab Sonya angkuh.


"Maaf nona, Pak Bara saat ini tidak bisa di ganggu, apalagi nona belum memiliki janji dengan beliau," ucap resepsionis.


Sonya cuek tak mengindahkan ucapan resepsionis tersebut, ia meninggalkan meja resepsionis dan langsung menuju ke lift.


Dua resepsionis itu kemudian saling berbisik karena mereka tahu siapa Sonya, mereka baru saja melihat berita tentang wanita tersebut di internet.


"Lihat deh, beritanya. Dimana-mana muka dia semua. Ih, semoga saja pak Bara bukan salah satu dari pengusaha yang di maksud di berita-berita itu ya," ucap salah satu resepsionis.


"Ssst jangan ngawur kamu, nggak mungkin pak Bara seperti itu. Istrinya saja masih cantik, masih muda lagi, nggak mungkinlah pak Bara belok ke wanita macam itu. Tahu sendiri kan setiap kali nona Sonya kesini, sikap pak Bos bagaimana," sahut temannya.


Om Jhon yang baru saja kembali dari luar, melihat Sonya masuk ke dalam lift. Ia segera berlari untuk menyusul Sonya masuk ke dalam lift.


"Sebaiknya nona jangan mencari gara-gara. Lebih baik nona pulang sekarang dan renungkan semua yang sudah nona alami sekarang. Jangan buat masalah lagi," peringat om Jhon ketika mereka sudah berada di dalam. lift yang sama. Biar bagaimanapun, om Jhon peduli dengannya. Dulu Sonya dan Bara bersahabat baik. Om Jhon sangat mengenal wanita itu, karena dibutakan oleh cinta tak berbalas, ia menjadi wanita kejam seperti ini.


Sonya hanya diam dan memutar bola matanya malas menanggapi ucapan laki-laki paruh baya tersebut.


"Nona, nona tolong jangan asal masuk!" cegah om Jhon yang mengikuti langkah Sonya. Wanita itu memaksa untuk menemui Bara di ruangannya meskipun om Jhon sudah melarangnya.


"Diam kamu, awas saja nanti kalau saya jadi nyonya Direktur, saya pastikan kamu saya pecat!" ucapnya sinis kepada om Jhon sebelum akhirnya ia membuka pintu ruangan Bara tanpa ijin.


Om Jhon hanya mendesah dan menggelengkan kepalanya menanggapi tingkah Sonya. Betapa tidak ada sopan santunnya wanita itu bicara kepadanya yang lebih tua.


"Kenapa Anda tidak sadar diri nona, tuan muda tidak mungkin akan berbaik hati setelah apa yang Anda lakukan," batin om Jhon langsung berlari menyusul Sonya.


"Bara..." ucap Sonya begitu masuk ke ruangan Bara, laki-laki itu tampak sedang di sibukkan dengan setumpuk dokumen di meja kerjanya.

__ADS_1


Pandangan Bara langsung beralih ke sumber suara.


"Maaf tuan muda, saya sudah melarang nona Sonya, tapi beliau memaksa masuk," ucap om Jhon.


"Om boleh pergi," sahut Bara yang di balas anggukan oleh om Jhon.


"Bara tolong aku, semua media kini sedang membicarakan aku. Aku nggak mau karirku hancur, tolong aku," Sonya memohon kepada Bara.


Bara hanya mengernyitkan keningnya, ia meraih ponselnya, dilihatnya sebagian besar berita online yang sedang panas membicarakan skandal Sonya dengan beberapa pengusaha, bahkan ada juga Video asusilanya dengan seorang pengusaha yang kebetulan pengusaha itu adalah saingan bisnis Bara.


Bara tak melihat video tersebut, namun sudah cukup puas dengan seluruh pemberitaan yang di pastikan akan menghancurkan karir Sonya. Bara tersenyum kecil lalu meletakkan kembali ponselnya.


"Cukup cerdas mereka," Bara bersyukur, tidak ada nama maupun gambar Syafira dan si kembar, namun justru anak buahnya mencari cara lain untuk menghancurkan Sonya.


"Tolong aku Bar, itu semua tidak benar, itu hanya gossip. Aku hanya cinta sama kamu sejak dulu, sejak sebelum kamu bertemu Olivia Bara. Aku tahu kamu bisa meredam semua berita itu, buat berita itu seperti tidak pernah ada, hanya kamu yang bisa Bara," Sonya terus memohon dengan derai air mata.


Bara tak menggubrisnya sama sekali.


"Bara, jangan diam saja, aku mohon. Gunakan kekuasaanmu untuk membantuku, sekali ini saja," rengek Sonya, ia mencoba mendekati Bara dan berusaha menyentuh tangan laki-laki itu, namun segara Bara tepis dengan kasar.


"Itu sepadan dengan apa yang sudah kamu lakukan untuk anak dan istriku. Masih beruntung hanya karirmu yang hancur, bukan nyawamu yang melayang," akhirnya Bara membuka suaranya.


Deg! Sonya terkejut dengan ucapan Bara.


"Jadi...semua ini atas perintah kamu Bar?" Sonya seakan tak percaya. Orang yang sejak dulu ia cintai, tega melakukan itu kepadanya.


"Itu akibatnya karena kau berani menyakiti istri dan anakku, setelah kejadian di mall waktu itu seharusnya aku tidak membiarkanmu berkeliaran dengan bebas," geram Bara mengingat ketika Sonya menyuruh si kembar pulang saat mereka berkencan dan sekarang ia semakin tidak punya hati berniat melukai Nathan.


"Bara, untuk itu aku bisa jelasin. Semua gara-gara istri kamu yang tidak tahu diri itu," dalam situasi sudah down, Sonya masih saja ada tenaga buat menghina Syafira.


Bara menatapnya semakin tajam, rahangnya semakin mengeras mendengar ucapan Sonya.

__ADS_1


"Jaga bicaramu Sonya dan cepat pergi dari sini!" bentak Bara.


"Ck, aku kira kamu tidak melihatku karena masih mencintai Olivia, ternyata aku salah. Kau bahkan sudah tak mencintai Olivia lagi. Otakmu sudah di penuhi istri barumu itu," Sonya mulai memprovokasi Bara.


"Sonya, diamlah dan keluar!" bentak Bara.


"Kenapa Bara? Takut? Takut mengakui kalau kamu mengkhianati cinta Olivia, iya? Ck, ngomongnya seolah Olivia satu selamanya nyatanya kamu nggak kuat juga. Kamu khianati cintanya juga. Tidak di sangka, baru sebentar menikah wanita kampung itu sudah meracuni otak kamu, sudah menggeser posisi Olivia di hati kamu. Nanti lama-lama juga kamu bakal lupa sepenuhnya sama Olivia. Hah betapa kasihannya Olivia," Sonya tersenyum sinis, dalam hati ia sangat senang melihat ekspresi wajah Bara yang sepertinya termakan omongannya barusan.


"Oh Olivia, sekarang kamu sudah tiada di dunia ini, dan kini suami kamu ini perlahan mulai meniadakan namamu di hatinya, padahal kau meninggal juga karena suamimu," imbuh Sonya, sengaja memanas-manasi Bara. Semuanya sudah terlanjur, karirnya juga sudah hancur. Ia tak terima jika orang yang selama ini ia cintai tersebut bahagia dengan perempuan lain, yaitu Syafira. Ia juga ingin hidup Bara hancur sama seperti dirinya.


Tak tahan dengan ocehan Sonya, Bara langsung memanggil security.


"Seret wanita ini keluar dan jangan pernah biarkan dia menginjakkan kaki di kantor ini lagi!" perintah Bara kepada dua security yang baru saja masuk ke ruangannya.


"Ayo nona, sebaiknya Anda keluar atau kami benar-benar akan menyeret Anda dengan paksa!" tegas security yang kini sudah memegangi lengan Sonya kanan dan kiri, siap menyeret wanita itu keluar.


"Lepaskan! Saya bisa jalan sendiri!" bentak Sonya.


"Seret dia!" perintah Bara.


Dua security itu pun menarik paksa Sonya untuk keluar meninggalkan Bara dengan pikirannya yang sudah kacau.


Bara duduk, ia menyisir rambutnya frustrasi. Semua ucapan Sonya terus terngiang di kepalanya, membuat kepalanya terasa sangat pening.


Berbagai pertanyaan muncul tiba-tiba di benak laki-laki rupawan tersebut. Benarkah ia mulai menyingkirkan posisi Olivia di hatinya? Benarkah Syafira kini sudah mengisi hatinya sepenuhnya? Benarkah ia mulai melupakan Olivia seperti yang di katakan Sonya? Bahkan sekarang ia sudah tak sesering atau bisa di bilang jarang mendatangi makam Olivia.


"Tidak, aku tidak melupakanmu Olivia. Aku juga masih mencintaimu dan akan terus mencintai kamu selamanya," gumamnya meyakinkan dirinya sendiri.


"Tapi aku juga mencintainya," sambungnya lirih, seakan takut untuk mengakuinya.


Tidak bisakah ia menyimpan dua cinta dihatinya? Haruskah salah satu ia singkirkan, karena kenyataannya kini ia mulai mencintai istri barunya tersebut.

__ADS_1


Bara mengembuskan napasnya panjang, ia terus memijat pelipisnya.


🌼🌼🌼


__ADS_2