Ibu Untuk Anak-anakku

Ibu Untuk Anak-anakku
Bab 110


__ADS_3

Malam harinya...


Syafira terbngun dari tidurnya karena merasa haus.


"Kemana mas Bara, apa belum tidur?" gumamnya ketika melihat tempat di sampingnya kosong dan dingin yng menandakan kalau Bara belum tidur sama sekali.


Syafira menyibak selimut yang menutupi sebagian kakinya lalu turun ke lantai bawah untuk mengambil minum di dapur. Saat melewati ruang keluarga, ia mendengar suar televisi yang masih menyala. Ia berjalan ke ruang keluarga tersebut, ternyata Bara masih terjaga.


"Mas Bara belum tidur?" tanya Syafira seraya mendekat.


Bara menoleh, "Mas nggak bisa tidur sayang, kok bangun? Nyariin mas ya?" tanyanya.


"Hem, sekalian mau ambil minum, di kamar habis," jawab Syafira yang langsung berjaln ke dapur untuk mengambil minum lalu kembali ke ruang keluarga dengan membawa segelas air putih.


Syafira meneguk air putih itu sampai tandas tak tersisa, kemudian ia meletakkan gelasnya di meja," Mau aku temenin nonton televisinya?" tawarnya.


"Boleh, sini!" Bara meletakkan remote yang sejak tadi ia pegang lalu menepuk-nepuk sofa kosong di depannya. Syafira duduk lalu membaringkan tubuhnya miring seerti yang dilakukan suaminya.


Bara memelusupkan tangan kirinya ke belakang kepala Syafira untuk di jafikan bantalan sang istri. Sementara tangan kanannya memeluk erat tubuh Syafira.


Tak butuh waktu lama, Syafira sudah terlelap kembali. Bara mengecup keningnya lalu mematikan televisi, ia ikut memejamkan matanya. Meskipun pikirannya tak bisa diajak kompromi untuk beristirahat namun ia tetap mencoba tidur.


🌼 🌼 🌼


Keesokan paginya...seperti biasa rutunitas Syafira sibuk mengurus suami dan kedua anaknya.


"Sayang, tolong nasi buat mas," Bara menyodorkan piring keada Syafira.


"Iya mas," Syafira meraih piring itu lalu mengambil nasi lengkap dengan lauknya.


"Nathan juga mau bunda,"


"Nala duluan Athan kan kakak, ngalah dong sama adek," sergah Nala.


"Iya iya, semuanya asti bunda ambilin, sabar ya?" Syafira memgambil nasi untuk Nala terlebih dahulu atau anak gadisnya itu akan menangis baru mengambil untuk Nathan.


Setelah selesai melayani bayi besar dan bayi nanggungnya, Syafira baru bisa duduk dengan tenang untuk makan.


"Bunda, Nala udah di siapin bekalnya? Nala mau bento," ucap Nala setelah menelan makanan yang abru saja ia kunyah.


"Udah sayang, udah bunda siapkan," jawab Syafira tersenyum.


"Habis makan, susunya di minum ya. Nathan akan yang banyak, laki-laki harus kuat kan, ajdi harus makan banyak," Syafira beralih menatap Nathan yang seperti tak selera untuk makan.


"Nathan nggak suka sayur bunda," jawabnya sebagai bentuk protes atas makanan di depannya.

__ADS_1


"Emm, Nathan tahu nggak, kalau popeye suka makan sayur bayam? Makanya popeye jadi kuat, bisa jadi pahlawan super, bisa nyelamatin Olive dari penjahat. Jadi Nathan jugabharu makan sayur biar kuat dan bis lindungi bunda juga Nala," ucap Syafira.


"Popeye siapa bunda? Daddy?" tanya Nala. Nathan juga ikut menatapnya, pertanyaan Nala mewakili pertanyaannya juga.


"Katanya Popeye pahlawannya Olive, Olive kan mommy," imbuhnya cepat.


"Ehehehe iya, popeyenya daddy, pahlawannya mommy, bunda juga kalian. Kan daddy suka maka sayur, makanya kuat, hebat. Nathan mau kayak daddy popoye kan? Makan ya sayurnya," ucap Syafira.


Nathan mengangguk dan mulai menyuap makann di depannya.


Bara hanya tersenyum tipis mendengar obrolan anak dan istrinya. Ia tak ingin anak dan istrinya kesusahan, untuk itu ia akan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan perusahaannya.


Selesai makan, Nathan dan Nala berangkat ke sekolah bersama nanny dan di antar sopir. Sejak mulai magang, Syafira tidak lagi mengantar keduanya ke sekolah. Hal itu cukup membuatnya merasa bersalah terhadap si kembar.


🌼 🌼 🌼


Syafira kembali ke meja makan di mana Bara masih berada di sana, "Mas hari ini aku ijin nggak ke kantor boleh?" ucapnya seraya mendaratkan pan tatnya ke kursi.


"Hari ini Adel ulang tahun, aku mau menghabiskan waktu di rumah sakit," sambungnya cepat sebelum Bara bertanya alasannya. Terlihat sekali perubahan raut wajah Syafira, menjadi sendu.


"Hari ini?" tanya Bara mengusap puncak kepala Syafira. Pantas saja sudah jam segini istrinya masih belum bersiap-siap ke kantor.


Syafira mengangguk, "Dulu biasa aku buatin kue buat adek kalau ulang tahun. Hari ini aku juga mau buatin buat dia, nggak apa-apa kan mas aku ijin?"


" Boleh, istri mas bebas mau apa aja, kantor kan punya kamu juga. Punya mas kan punya Fira juga. Mas nggak tahu kalau hari ini ulang tahun Adel, mas pengin ikut tapi ada banyak sekali pekerjaan yang harus mas selesaikan. Maafin mas ya?" ucap Bara.


"Nggak apa-apa mas, nanti aku si kembar ke sana. Paginya aku ke toko dulu buat kue. Apa masalah di kantor sangat serius mas, aku lihat mas Bara kayak pusing banget, semalm sampai nggak bisa tidur," Syafira bangkit dari duduknya lalu berdiri di belakang Bara, memjit-mijit pelipis suaminya tersebut pelan.


" Cukup serius, kalau mas bangkrut, apa kamu tetap cinta sama mas?" Bara menyentuh tangan Syafira, ia mendongak menatap lekat wajah cantik Syafira lalu tersenyum. Meski terdengar bercanda, namun di matanya tersirat keseriusan, Syafira tahu itu.


"Mas bicara apa sih, tentu saja aku tetap cinta mas, aku cinta mas Bara bukan karena mas Bara kaya. Nggak ada yang bisa buat aku berpaling , kecuali kepercayaan, kalau soal itu aku sulit memaafkan," Syafira mengangsurkan kedua tangannya gurun ke dada Bara untuk memeluknya dari belakang.


Bara mendesah, bukankah selama ini ia tidak jujur, apa itu termasuk hal yang akan merusak kepercayaan Syafira kepadanya.


" Besok mas harus keluar kota, mengunjungi kantor - kantor cabang, nggak tahu berapa lama sampi Bisa mengembalikan keadaan. Mas nggak akan biarin perusahaan hancur, mas nggak mungkin biarin masa depan anak dan istri mas kesusahan," ucap Bara.


"Orang itu licik sekli, dia menggunakn kantor-kantor cabang untuk menghancurkan mas di saat mas fokus dengan kantor pusat,"


"Mas sabar ya, semua pasti akan baik-baik saja," Syafira mengeratkan pelukannya, menempelkan pipinya dengan pip Bara.


"Makasih ya sayang," balas Bara. Pelukan dari Syafira membuatnya bertekad untuk mengembalikan kejayaan Osmaro Corp.


🌼 🌼 🌼


Selesai membuat kue tart bertema BTS karena Adel adalah seorang Army(Fans BTS). Adel sangat menyukai boyband asal Korea tersebut. Bahkan kamarnya di penuhi oleh gambar mereka.

__ADS_1


Beberapa menit yang lalu, si kembar sudah sampai di toko diantar pak Hendro.


"Dewi, kue yang buat suami saya sudah di siapkan?" tanya Syafira kepada pegawainya yang baru.


"Sudah mbak, sudah saya siapkan di depan," jawab gadis tersebut.


"Woaaahhh, BTS bunda?" mata Nala berbinar-binar melihat kue yang baru saja selesai di hias tersebut.


Syafira melongo, bagaimana anak gadisnya itu tahu BTS, perasaan ia sudah membatasi tontonan si kembar, baik di televisi maupun ponsel.


"Oma suka BTS, oma mau jadi tentara," jawab Nathan yang menangkap ekspresi aneh sang bunda.


"Tentara?" tanya Syafira.


"Yes, army!" seru Nala.


Syafira hanya bisa mengatupkan bibirnya seraya geleng-geleng kepala, sungguh luar biasa oma yang satu itu, pikirnya.


"Army yang ini beda sayang, bukannya oma mau jadi tentara, tapi karena oma suka BTS. Dan yang suka BTS namanya army juga.


Nala menganggukkan kepalanya tanda mengerti maksud ucapan sang bunda.


Setelah semuanya selesai di packing, Syafira dan si kembar berangkat ke rumah sakit dengan diantar pak Hendro.


"Assalamualaikum aunty syantik, Nala datang!" ucap Nala seraya mendekat ke arah ranjang tempat Adel terbaring tak berdaya. Sementara Nathan juga mendekat tanpa bersuara, ia duduk di kursi yang berada di pinggir ranjag.


Syafira meletakkan tasnya dan menaruh kue bertema BTS itu di atas nakas. Syafira menyalakan lilin yang bertuliskan angka delapan belas yang tertancap di atas kue.


"Selamat ulang tahun dek, kakak datang buat rayain ulang tahun kamu. Nggak kerasa ya kamu sekarang udah delapan belas tahun. Berarti kaka sebentar lagi mau dua puluh satu tahun ya dek, masih muda ternyata, tapi kaka udah punya dua anak yang ganteng dan cantik," ucapnya tersenyum.


"Kakak buatin kue spesial BTS dek, kalau kamu melihatnya pasti kamu suka. Cepat bangun ya dek, nanti suatu saat kakak janji akan ajak kamu nonton konser BTS," sambungnya, matanya sudah berkaca-kaca menahan gunungn kristal di sudut matanya sebelum ahirnya ia mengajak si kembar untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun buat aunty mereka.


"Sekarang kita bantu aunty buat tiup lilinnya ya, tapi jangan lupa mak a Wish terlebih dahulu, doakan semoga aunty Adel cepat bangun biar bisa kumpul sama kita," ucap Syafira kepada Nala dan Nathan. Keduanya mengangguk dan berdoa dengan khusyuk. Setelah itu mereka bertiga meniup lilin itu bersama-sama.


"Happy birth day Onty syantik, cepat sembuh ya Nala sayang Onty," ucap gadis cilik itu, ia langsung berjinjit ingin mencium pipi Adel.


"Happy birth day aunty Adel, Nathan nunggu Aunty bangun," Nathan juga tak mau ketinggalan mengucapkan selamat.


Syafira terharu melihatnya, ia tak kuasa menitikkan air matanya karena haru. Si kembar tampak begitu menyayangi Adelia walaupun mereka belum pernah mengenalnya.


🌼 🌼 🌼


💠💠Udah hari senin nih, yuk ah yang masih punya vote dan mawar, boleh dobg buat mas Bara 😄😄 jangan luoa like dan komennya, tembus 100 komen langsung up bab selanjutnya 😊😊


Salam hangat author 🤗❤️❤️💠💠

__ADS_1


__ADS_2