Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 10 Mengalahkan preman


__ADS_3

Mang Toni yang melihat itu dengan cepat menolong membantu nek Vida bangun, setelah mendapat kan tas nek Vida ke tiga preman itu ingin kabur, namun di hentikan oleh teriakan Sofia,


"Tunggu...! Jangan harap kalian bisa kabur setelah menyakiti nenek ku!"


...****************...


Ucap Sofia dengan lantang ke tiga preman itu pun berbalik " Hei anak kecil memangnya kamu bisa apa hee" Ucap ketua preman itu sambil tersenyum mengejek Sofia yang marah pun mulai menyerang preman itu dengan tendangan dan tinjauan


"BRAAKK....."


"BRUKK...."


Preman yang terkena tendangan Sofia pun terjatuh, akhirnya terjadi lah baku hantam antara Sofia dan tiga preman itu.


Dengan mudah Sofia mengalahkan ketiga preman itu "Dengar ya sekali lagi aku melihat kalian mengganggu orang aku tidak akan mengampuni kalian..! Ancam Sofia kepada preman itu


"I...iya maaf kan kami i..i.. ini "Ucap preman itu sambil menyerahkan tas yang di ambil nya,


"Sudah sana pergi!!"


Ucap Sofia sambil mengambil tas dari preman itu kemudian menyerahkan nya pada nek Vida


mang Toni yang melihat kejadian itu hanya melongo dengan mulut terbuka

__ADS_1


"Nek ini tas nenek"


"Kamu ngak papa,? apa kamu terluka?"


Ucap nek Vida sambil memutar- mutar tubuh Sofia "Nggak papa cuma lecet sedikit. Ayo kita pulang nek" Ucap Sofia


"Iya ayo kita pulang " Sahut nek Vida Mereka pun berjalan menuju mobil untuk pulang


di dalam mobil nek Vida kembali bertanya pada Sofia "Kamu benar tidak apa - apa ?"


"Iya nek hanya hanya sedikit lecet dan kepala Sofia terasa pusing. Nenek tidak usah khawatir "


Ucap Sofia sambil memperlihatkan pergelangan tangan nya yang sedikit lecet


Toni tambah kecepatan biar kita cepat sampai "


Ucap nek Vida


"Baik nyonya " Sahut Toni


Setelah tiba di rumah nek Vida menyuruh Minah membawa kotak P 3K ke kamar Sofia


Sekarang Minah sudah ada di kamar Sofia dengan membawa kotak obat yang di minta, kemudian Minah membantu membersihkan dan mengobati luka lecet yang ada di pergelangan tangan Sofia kemudian membalut nya dengan perban supaya luka nya cepat sembuh

__ADS_1


Setelah selesai melakukan tugas nya Minah kembali ke dapur,


Nek Vida yang menemani Sofia di kamar nya kembali menanyakan tentang kejadian tadi sore yang menimpa mereka, "Sofia apa kah kamu pandai bela diri?" Tanya nek Vida dengan hati hati "Sebenarnya aku juga masih nggak ingat tapi.... saat orang tadi mendorong kita kepada ku tiba-tiba pusing seketika aku melihat bayangan seseorang yang melawan beberapa orang dan aku hanya melakukan seperti apa yang ada di kepala ku sebenarnya aku belum mengerti tentang bayangan - bayangan itu "


Jelas Sofia ia pun kembali memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing lagi


"Apa kamu pusing lagi " tanya nek Vida


"Iya nek "


"Apa mau nenek panggil kan dokter? agar memeriksa keadaan mu?"


"Tidak usah nek lagian tidak terlalu pusing Sofia masih bisa menahan nya Sofia ingin istirahat saja" Ucap Sofia ia tidak enak karena selalu menyusahkan nenek angkatnya


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat lah nenek akan keluar "


Setelah itu, nek Vida keluar dari kamar Sofia, ia menuju kamar nya untuk beristirahat karena hari ini sangat melelahkan, nek Vida sedang beristirahat di kamar nya, di depan pintu kamar nya terdengar suara ketukan pintu


"Tok......Tok.....Tok......"


Belum sempat nek Vida beranjak bangun untuk membukakan pintu, pintu itu pun sudah di buka oleh Rey yang mengetuk tadi, dengan cepat Rey menghampiri nenek nya yang duduk di tepi ranjang.


"Nenek apa nenek baik - baik saja? Apa nenek terluka? aku dengar nenek di ganggu preman"

__ADS_1


^^^^^^^^^ terimakasih ^^^^^^^^^


__ADS_2