
"Sudah ku bilang aku tidak cemburu lagian untuk apa aku cemburu dasar gadis aneh yang terlalu percaya diri"
"em.. bagus lah kalau kamu tidak cemburu.
Tapi untuk apa bertanya seperti itu " ucap Sofia lagi
"Tapi tadi saat rapat aku merasa itu tidak asing seperti aku pernah mengalami nya di masa lalu dan juga bayangan bayangan ingatan itu sama persis seperti rapat apa jangan jangan dulu aku juga .... pernah bekerja di perkantoran ya....!"
gumam Sofia pelan namun masih bisa didengar Rey
tiba-tiba mobil berhenti
"kenapa berhenti...?" tanya Sofia
"ya ... harus berhenti kan sudah sampai"
ucap Rey datar
kemudian ia keluar dari dalam mobil meninggalkan Sofia
"aah .. ternyata sudah sampai rupanya, aku sampai tak sadar "
gumam Sofia ia pun beranjak keluar dari dalam mobil,
Sesampai nya di dalam Apartemen Rey langsung masuk ke kamar nya di ikuti Sofia juga masuk ke kamar nya setelah membersihkan diri dan beristirahat.
Sambil beristirahat ia menghubungi nek Vida melalui ponsel nya
"Halo nek apa kabar?" tanya Sofia pada nek Vida melalui ponsel nya
__ADS_1
"Iya Halo sayang nenek baik baik saja, bagaimana hari pertama bekerja? apa sangat melelahkan?" tanya nek Vida
"Tidak nek justru menyenangkan Sofia jadi banyak teman "
sahut Sofia dengan gembira
"O..ya baguslah kalau begitu nenek ikut senang mendengarnya " jawab nek Vida
Setelah mengobrol panjang lebar di ponsel nya
Sofia pun menutup ponselnya dan kembali beristirahat
setelah merasa cukup beristirahat Sofia pun keluar kamar dan dan menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam ,
setelah semua siap ia berjalan menuju kamar Rey untuk mengajak makan malam bersama
saat hendak mengetuk pintu kamar,
Sofia terkejut begitu juga dengan Rey ia juga terkejut namun dengan cepat ia mengendalikan keterkejutan nya
"ada apa ?" tanya Rey datar
"itu...anu .. makan malam sudah siap"
sahut Sofia sedikit gugup
"kamu makan lah dulu, aku mau keluar sebentar"
Ucap Rey kemudian pergi meninggalkan Sofia
__ADS_1
*3 bulan kemudian *
Di pagi hari yang cerah Sofia dan Rey tiba di kantor seperti biasa
Fani yang kebetulan melihat kedatangan Sofia dan Rey menjadi sangat marah dan kesal ,
bagaimana ia tak kesal dan marah karena usaha nya selama tiga bulan ini selalu gagal, ia sudah melakukan berbagai macam cara untuk mengusir dan menjauh kan Sofia dari Rey mulai dari memperingati , mengancam dan menaruh bangkai di meja kerja Sofia, bahkan ia membayar dua orang preman untuk menakut nakuti Sofia agar ia menjauhi Rey dan berhenti bekerja di perusahaan itu namun semua itu tak berguna
Sofia tetap bekerja dan masih dekat dengan Rey
Meski mereka dekat Rey tetap menjaga jarak dengan Sofia dan itu tidak menjadi masalah bagi Sofia
Sedang kan Sofia selama tiga bulan bekerja kinerjanya sangat bagus ia bisa melakukan pekerjaan dengan baik meski di bawah ancaman Fani ia tak menghiraukan hal itu, selama Fani tidak bertindak membahayakan nyawanya
Sesampai nya di kantor Rey langsung menuju ruang kerja nya, Sofia pun sama ia menuju meja kerja nya, di atas meja kerja nya sudah ada setangkai bunga mawar merah dan sebuah kado serta ada pesan yang bertulis kan
"Hai... selamat pagi? semoga hari mu menyenangkan dan semoga kamu suka sama hadiah ku "
"bunga serta hadiah ini dari siapa ya ...? nggak mungkin kan dari Rey yang dingin nya minta ampun, dari siapa ya....!?" pikir Sofia dalam hati
saat memikirkan hal itu tiba-tiba Sukma datang menggaet kan Sofia
"Wah...wah ..! ada yang dapet hadiah lagi nih "
Ucap Sukma mengagetkan sambil duduk di kursi nya
"Hadiah dari siap...!?" tanya Sukma lagi
"nggak tau nih... dari siapa habis nya nggak ada nama pengirimnya" sahut Sofia. yang sudah mulai membuka beberapa berkas*****
__ADS_1
*BERSAMBUNG*