Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
ban 70 Kebakaran ll


__ADS_3

Sesampai di dalam kamar pria itu mendudukkan istri di tempat tidur dan menyuruh nya beristirahat


"Ada apa,, apa yang mama pikirkan? kenapa terlihat begitu cemas,, katakan saja mungkin papa bisa membantu "


Ucap sang suami lembut sambil membelai pucuk kepala istri nya


"Entahlah pah..... tiba tiba mama teringat......."


"Prannggg....."


ucapan sang istri terpotong saat mendengar suara bingkai foto seorang gadis cantik jatuh dan pecah berantakan,, mereka sangat terkejut mendengar suara itu


"Loh...pah,,,kok... tiba tiba foto Sofia bisa jatuh ?"


Ucap Juita kaget


"Iya..ya..ma ,, mungkin paku penyangga nya lepas jadi foto nya jatuh,, sudah mama istirahat saja biar papa yang periksa sekalian membersihkan pecahan kaca nya "


Ucap Kusuma sang suami tak kalah kagetnya juga namun ia segera menenangkan perasaan kaget nya itu,,lalu berjalan kearah bingkai foto yang jatuh dan mulai membersihkan pecahan kaca yang berhamburan,,


Juita yang tadi duduk di tempat tidur bangkit lalu menghampiri sang suami


"Pah....! kenapa ya... perasaan Mama jadi tidak enak seperti ini,,. tadi juga di bawah tiba tiba gelas yang mama pegang jatuh, padahal gelas dan tangan mama tidak licin ,, "


ucap Juita,, saat sudah berada di samping sang suami yang sedang membersihkan pecahan kaca Juita terlihat sangat cemas dan resah wajah nya terlihat sedikit pucat


"Sudah,, ini hanya foto yang jatuh,,dan mungkin hanya kebetulan dengan gelas yang mama jatuh kan,, bisa saja kan itu tangan mama yang licin tapi mama tidak merasa "


Ucap sang suami menenangkan istri nya yang terlihat resah bercampur cemas kemudian berhenti membersihkan pecahan itu,,


merangkul sang istri lalu membawanya kembali ke tempatnya tidur


"Sekarang mama istirahat saja jangan berpikir yang aneh aneh nanti mama sakit"


Ucap sang suami kembali menyuruh istrinya untuk beristirahat


"Tapi pa....,, aku takut terjadi hal yang buruk"


"Tidak akan terjadi apa apa,, mama tenang saja "


ucap sang suami menenangkan,, sambil memeluk sang istri dengan sayang


Juita membalas pelukan sang suami dan berkata lagi


"Pah ..... mama kangen sama Sofia,, entah kenapa mama tiba-tiba teringat sama dia dan perasaan Mama juga sangat cemas,,


pah ..! apa salah kalau mama berharap Sofia anak kita hidup kembali dan berkumpul seperti dulu "


Ucap Juita terisak dalam pelukan Suami nya


ia sangat berharap kalau Sofia anak nya hidup kembali


"Maaf kan papa,,,ma..papa juga berharap Sofia kita hidup kembali,, kita boleh berharap tapi kita harus ingat kalau dia... dia sudah pergi untuk selamanya,,,. maaf kan papa...! ba.. bagaimana kalau besok kita ziarah ke makam nya..."


ucap sang suami sambil menghapus air mata sang istri dia pun juga meneteskan air matanya mengingat kembali kejadian sekitar 7 bulan yang lalu kecelakaan tunggal yang sangat tragis,,


****


Di kantor Rey sedang sibuk memeriksa beberapa


berkas laporan bulan ini tiba tiba dadanya terasa sesak


"Aduh,,,! kenapa dadaku terasa sesak seperti ini?"


gumam nya sendiri sambil memegang dadanya yang terasa sesak


seketika itu terlintas bayangan Sofia di pikiran nya,, setelah bayangan Sofia muncul terlintas lagi bayangan wajah nenek yang di sayangi dan di hormati nya


"Kenapa tiba tiba aku memikirkan Sofia dan nenek ya,,? dan kenapa aku jadi mencemaskan mereka berdua "

__ADS_1


gumam lagi sambil menstabilkan nafas nya yang terasa sesak


"Tok... tok..... tok...."


suara ketukan pintu dari luar


"Masuk....!" Ucap Rey


setelah mendengar suara yang menyuruh nya masuk


Sukma membuka pintu dan masuk


"Permisi pak....!"


Ucap Sukma sambil berjalan mendekati meja kerja Rey


"Hemm.....! Sukma ada apa? "


tanya Rey


"Maaf pak saya mau menyerahkan ini,,!"


Ucap Sukma sambil menyerahkan dua map yang berwarna merah dan biru


" Map,,, Apa itu ...?"


" Maaf pak saya kurang tau,,, Sofia meminta saya untuk menyerahkan map ini kepada bapak katanya bapak harus melihat dan membacanya sekarang,, sebenarnya Sofia ingin menyerahkan nya sendiri namun pak Angga meminta untuk menemaninya ke gudang sehabis meeting tadi


jadi Sofia meminta saya untuk menyerahkan kepada bapak,,"


Ucap Sukma


Rey mengambil kedua map itu dan berkata


"Bukannya... itu tugas mu,, kenapa jadi Sofia yang harus pergi ke gudang "


Ucap Rey datar


Ucap Sukma sedikit gugup melihat reaksi Rey


setelah mendengar penjelasan Sukma Rey langsung memeriksa dokumen yang diberikan Sukma kepada nya


setelah membaca berkas itu raut muka Rey berubah terlihat ia menahan amarahnya


"Braakk.....!! Br*****k....!!"


Ucap Rey sambil menggebrak meja di depan nya


Sukma yang masih berada di situ sontak terkejut saat Rey tiba tiba menggebrak meja dengan keras dan wajah terlihat sangat marah


masih menahan amarahnya terdengar suara ponsel milik Rey bergetar


"Dreett....!"


"dreett...!!."


dreett....!!"


"Halo.... Ngga...!"


Ucap Rey setelah mengangkat ponselnya


"Rey....! Rey....! cepat kamu kesini,,,, gudang.....! gudang kebakaran,,!!"


Sahut Angga di seberang ponsel , terdengar suara Angga yang sangat khawatir dan terbata


"APA......!! Ke... kebakaran....!!"


Ucap Rey kaget,, menutup ponselnya dan langsung pergi bergegas menuju gudang tak lupa ia membawa dua map yang diberikan Sukma tadi ,,

__ADS_1


Sukma sendiri kebingungan mendengar Rey berteriak kaget ia ingin bertanya namun Rey langsung pergi tanpa menghiraukan keberadaan nya


"Loh....,, ada apa dengan pak Rey? tadi ia terlihat sangat marah saat membaca berkas yang kuberikan,,,dan sekarang ia berteriak lalu pergi gitu aja......! memangnya apa sih isi berkas....! ituu... ??


aah.. seharusnya aku baca dan lihat sebelum aku menyerahkan nya tadi..,, !


kalau seperti ini.... jadi penasaran deh gw""


gumam nya sendiri lalu ikut keluar dari ruangan Rey


Rey keluar kantor nya dan terburu buru dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi


sesampai di sana Rey langsung menuju tempat kejadian


"APA... yang terjadi ? kenapa gudang bisa terbakar?? ,,,


apa saja kerjaan kalian sehingga gudang bisa terbakar seperti ini,,,


Bowo dimana nenek ku ? "


tanya Rey dengan amarah yang menggebu-gebu


"Ma... maaf... tu...tuan Rey,, nyonya...nyonya besar terjebak di.. didalam... bersamaaa.. nona Sofia ,,, tolong.. tolong maafkan atas kelalaian saya tuan kami sudah berusaha untuk masuk dan melolong namun Api terlalu besar


bahkan tem penyelamat belum bisa masuk ke dalam untuk memberikan pertolongan,,


tolong ampuni saya "


Ucap Bowo tertunduk penuh penyesalan ucapannya pun terbata air matanya keluar tanpa terasa


"APA nenek ku terjebak di dalam,, untuk apa aku menggaji kalian semua heh... kalau menjaga nenek ku saja kalian tidak bisa,, dan kamu Angga


kenapa kamu tidak menjaga Sofia hehh....


kalian keterlaluan awas saja kalian semua kalau terjadi sesuatu pada Sofia dan nenek ku "


Ucap Rey marah lalu berlari hendak menerobos masuk kedalam gudang yang terbakar


namun langkah di hentikan oleh anggota tim pemadam kebakaran


"Maaf pak sebaiknya babak disini saja,, ini sangat berbahaya api nya sangat besar "


Ucap tim penyelamat l


"Iya pak.... sangat berbahaya "


Ucap tim penyelamat 2


Angga dan Bowo juga ikut melarang Rey untuk menerobos masuk


"lepaskan....! lepaskan.... aku ingin masuk,,, aku ingin menyelamatkan Sofia dan nenek ku


lepaskan jangan halangi aku.."


Ucap Rey sambil memberontak minta di lepaskan


"Rey Apa kau sudah gila,,, apa kau tidak bisa melihat api nya sangat besar kau ingin mati konyol apa heh,,,_"


ucap Angga


"Iya... iya.... aku sudah gila Ngga aku gila,,


Aaakkghh...."


teriak Rey frustasi


"Tenang kan diri mu,, dan berdoa agar diberikan keajaiban


Nenek dan Sofia pasti akan selamat "

__ADS_1


"Tenang....heh... tenang kata mu,,,bagaimana aku bisa tenang kalau.... kalau nenek ku dalam bahaya ~~


bersambung


__ADS_2