Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 61 sorry,,, aku tidak sengaja


__ADS_3

sebelumnya ~~


Rey keluar dari kamar nya untuk mengambil air minum yang kebetulan habis namun di ruang tengah ia melihat Sofia sedang menonton tv,, Rey melirik jam tangan nya dan menghampiri Sofia lalu bertanya


"Apa yang kau lihat?" Ucap Rey yang berada di belakang sofa tempat Sofia duduk


***


"TV,,, " sahut Sofia singkat tanpa menoleh pandangan nya fokus ke depan tv


"Iya, aku tau kamu nonton tv , maksud ku kamu nonton film apa?


ini sudah pukul sepuluh malam, apa kamu tidak ingin tidur? "


tanya Rey lagi


"Belum ngantuk, " Sahut Sofia sambil memasukan potongan buah apel kedalam mulutnya hingga penuh namun ia tetap tidak menoleh dengan lawan bicaranya


Rey menggeleng kan kepala melihat Sofia yang lucu menurut nya, pipinya menggembung karena mulut penuh dengan potongan buah apel, Rey pun duduk di samping Sofia dan ikut menonton,,


"Kamu suka dengan film seperti ini"


"Ya.." sahut Sofia


Rey yang tadinya hanya ingin mengambil air minum tidak jadi, malah ikut menonton tv bersama Sofia hingga acara nya selesai


"Wah.. akhir cerita nya bagus ya... ! "


Ucap Rey


namun tidak ada jawaban


"Cerita nya sudah selesai sebaiknya kamu tidur!"


Ucap nya lagi namun masih tak ada jawaban


Rey pun menoleh ke samping nya dan melihat Sofia sudah memejamkan matanya


"Yah... sudah tidur rupanya,,, pantesan tidak nyambung lagi di ajak bicara,,


Sofia.... fia .. ayo bangun tidur dikamar,,,"


Ucap Rey sambil menepuk pelan pipi Sofia


"Mmm..." Sofia hanya menggeliat kan tubuhnya namun tetap tertidur


Rey berkacak pinggang dan menggelengkan kepala kemudian menggendong tubuh Sofia dan membawanya ke dalam kamar lalu membaringkan nya di tempat tidur tidak lupa ia menutupi tubuh Sofia dengan selimut


tanpa sadar ia mengecup kening Sofia


"Kalau aku ikut tidur di sini... mungkin aku tidak bisa menahannya "


gumam nya pelan sambil terus menatap wajah Sofia yang damai dalam tidur nya ia kembali mengecup pipi Sofia lalu tersenyum,


kemudian meninggalkan kamar Sofia dan menuju kamar nya lalu beristirahat,,,


Keesokan paginya seperti biasa mereka pergi kekantor bersama,


saat mobil berhenti di parkiran dan Sofia hendak keluar dari mobil

__ADS_1


"Sofia tunggu, aku ingin bicara sebentar"


Ucap Rey sambil memegang pundak Sofia untuk mencegah nya keluar dari mobil dan mencondongkan tubuhnya ke arah Sofia,


karena posisi Sofia sudah membelakangi Rey


ia pun berbalik agar menghadap Rey sambil berkata,


"Ya, mau bicara ap-...!"


Ucapan Sofia terhenti karena bibir nya tanpa sengaja menyentuh pipi mulus Rey , saat membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Rey


Sofia sangat kaget saat bibirnya tanpa sengaja menyentuh pipi Rey ia langsung memundurkan wajah nya


"So... sorry...a...a... aku.ti...tidak sengaja!"


Ucap Sofia tergagap setelah memundurkan tubuhnya dari Rey ,


Rey sendiri tidak menyangka ia akan mendapatkan ciuman dari Sofia walau itu tidak di sengaja ia terdiam mematung dan menyentuh pipinya dengan tangan nya,


Rey kembali memposisikan tubuhnya dengan benar


"Maaf... aku sungguh minta maaf a..aku benar benar tidak sengaja!"


Ucap Sofia masih gugup dan merasa canggung


"Itu gara-gara kamu yang mencondongkan tubuhmu. Sehingga ini terjadi "


Ucap Sofia lagi namun Rey hanya diam memandangi Sofia dengan tatapan horor ia masih memegang pipinya dengan satu tangan


"Ja.. jangan menatap ku seperti itu, Apa yang ingin kau bicarakan tadi? "


"Aku.... aku lupa apa yang ingin kubiarkan tadi "


Ucap Rey sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Baiklah kalau kamu lupa, aku akan keluar. Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian barusan itu tidak ku sengaja"


Ucap Sofia lalu bergegas keluar dari dalam mobil ia berjalan cepat menuju pintu masuk kantor, ia sangat malu dengan kejadian tadi


"Sofia... bisa bisanya kamu ceroboh seperti tadi, jadi nya malu kann..., di kiranya nanti kamu wanita apaan main susur pipi orang


sial ..... sial ....ahh.... aku malu ....malu ... sekali "


gumam Sofia sendiri kemudian duduk di kursi kerja nya karena ia sudah sampai dari tadi di ruangan nya ia merasa kesal dengan diri nya sendiri lalu menelungkup kan wajah nya di atas meja kerjanya dan bergumam sendiri lagi


"Duhh .. aku sangat malu, bagaimana mana ini ? apa yang harus aku lakukan nanti bila bertemu "


gumam nya pelan sambil membentur bentur kan kepalanya di atas meja.,,, Sukma yang melihat kelakuan Sofia sangat aneh hari ini ia tak tahan untuk tidak bertanya


"Sofia apa yang terjadi pada mu ? kenapa sikap mu sangat aneh hari ini? apa terjadi sesuatu pada mu ?"


tanya Sukma


"Tidak ada apa - apa,, aku hanya malu dengan diri ku sendiri "


Ucap Sofia tak bersemangat wajah nya pun masih bertelungkup di atas meja kerja nya,


berbeda dengan Rey yang dari tadi senyum senyum sendiri sesekali ia menyentuh pipinya

__ADS_1


Angga yang kebetulan ada di ruangan itu garuk garuk kepada bingung melihat tingkah Rey sedari tadi


"Rey kau ini kenapa? dari tadi ku perhatikan kau senyum senyum sendiri seperti orang yang sedang jatuh cinta saja,, apa jangan jangan bener kau sedang jatuh cinta lagi,, ayo katakan pada ku siapa gadis yang berhasil membuat mu jatuh cinta lagi ?"


Ucap Angga mencurigai


"Diam, tutup mulut mu itu siap kan saja apa yang kita butuhkan nanti!"


Ucap Rey datar


"Oya kau ajak Fani juga untuk membantu kita di sana nanti "


Ucap Rey lagi


"APA... Fani,, kau ingin mengajak wanita licik itu juga,, apa aku tidak salah dengar? "


Ucap Angga kaget


"Iya kamu tidak salah dengar "


Ucap Rey


"Rey kenapa harus wanita itu sih,, yang ada nanti dia akan merepotkan, bukan membantu,,


kenapa harus mengajak dia , kita berdua saja sudah cukup,, O...h... jangan bilang kau jatuh cinta pada wanita licik seperti itu,, Rey jangan sampai kau jatuh cinta pada wanita seperti Fani itu dia itu sangat licik dan egois "


Ucap Angga kesal


ia tidak terima kalau Rey menaruh hati pada Fani,, yang ada nanti Rey akan kecewa lagi seperti dulu ia tak ingin melihat itu lagi


Rey hanya diam mendengarkan keluhkan Angga yang sudah ia anggap seperti keluarga


ia juga senang kalau Angga sangat peduli dengan nya


"Oke... kalau kamu mengajak wanita licik itu,, tapi tolong beri aku alasan kenapa harus mengajaknya"


Ucap Angga lagi


"Ini demi keselamatan Sofia, kalau kita berdua pergi Fani akan membahayakan Sofia, jadi kalau dia ikut,, kita bisa mengawasinya"


Ucap Rey memberi penjelasan singkat kenapa harus mengajak Fani


"Em.. alasan mu sedikit masuk akal, tapi bukan karena kau jatuh cinta pada Fani kan,,


ini semua murni karena ingin melindungi Sofia kan ? bukan ada maksud lain "


Ucap Angga memastikan kalau Rey tidak menyukai Fani


"ehem...ehem... Apa kau tau tentang perselisihan di antara mereka berdua "


tanya Angga lagi


"Ya, aku tau sedikit tentang Fani yang ingin mencelakai Sofia dengan membayar dua preman,


meski Sofia tidak pernah mengatakan apa pun tentang hal itu!"


Ucap Rey


"Apa... Fani membayar dua preman untuk mencelakai Sofia

__ADS_1


bersambung


__ADS_2