
Rey mulai berdiri sambil memegangi dadanya dan hendak berjalan meninggalkan nenek nya saat sudah berdiri tegak tiba tiba kepalanya terasa pusing pandangannya mulai kabur dan juga dadanya bertambah sesak
Rey sendiri juga sudah tidak dapat menopang tubuhnya sendiri hingga tubuhnya jatuh kelantai
"Brukkk....!"
nek Vida terkejut melihat Rey yang tiba tiba jatuh
ia bergegas menghampiri Rey
"REY...... REYHAN......!! bangun jangan coba-coba mempermainkan nenek mu ini, atau nenek akan memberimu hukuman yang tidak pernah kau bayangkan "
ucap nek Vida mengancam sambil menepuk nepuk pipi Rey
"Rey .....Rey ..... bangun.....!! apa jangan - jangan dia benar pingsan lagi,, Aduhh ... bagaimana ini "
ucap nek Vida mulai cemas setelah itu nek Vida memanggil Anton dan Toni
"Anton..... Toni..... cepat kemari !!"
teriak Nek Vida
orang yang dipanggil pun segera datang dan menghampiri tuanya
"Ada apa nyonya ? "
"Cepat,, cepat kalian bantu angkat anak bodoh ini ketempat tidur "
ucap Nek Vida
Anton dan Toni langsung mengangkat tubuh Rey ketempat tidur dan membaringkannya dengan hati hati
"Kalau boleh tau apa yang terjadi pada den Rey ? nyonya,, kenapa bisa pingsan seperti ini ?"
tanya Anton Toni ikut menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan pertanyaan Anton
" Hufff. ...Entahlah aku juga tidak tau!! tiba tiba saja dia jatuh saat ingin pergi dari sini "
ucap nek Vida setelah membuang nafas berat
"Ohh.... mungkin den Rey kelelahan!! semalaman mencari neng Sofia di hutan "
ucap Anton
"Mungkin.....,, , kalian berdua boleh pergi dan lanjutkan pekerjaan kalian "
ucap nek Vida
"Iya.. nyonya,,, kami permisi !!"
Anton dan Toni pun pergi meninggalkan Nek Vida bersama Rey dan melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda
Tiga jam telah berlalu perlahan Rey mulai tersadar dan membuka matanya ia memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing,, mencoba untuk bangun tapi di hentikan oleh suara Nek Vida
"Berbaring lah kembali dan istirahat!!"
ucap nek Vida yang datang menghampiri sambil membawakan nampan berisi makan siang untuk Rey dan duduk di tepi ranjang
__ADS_1
"Ini,, makan dulu setelah itu beristirahatlah kembali, Nenek akan keluar "
ucap Nek Vida beranjak berdiri setelah meletakkan makan siang di meja kecil dekat ranjang
sebelum Nek Vida benar benar berdiri Rey langsung meraih tangan nenek itu dan berkata
"Nenek...... Rey mohon jangan pinta aku pisah dengan Sofia,, nenek boleh menghukum ku apapun hukum dari nenek Aku akan terima tapi tolong jangan buat aku pisah dari Sofia, aku sungguh mencintai nya dan aku tidak ingin kehilangan nya,, aku tau aku berbuat salah kepada Sofia aku akan minta maaf padanya dan aku juga tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi,, waktu itu aku sangat sangat cemburu melihat Sofia berada di pelukan laki laki lain dan aku tidak bisa mengontrol emosi ku,
Nek Aku mohonnnn.....!!"
ucap Rey memohon dan memasang wajah memelas kepada nenek nya itu
melihat cucu kesayangan nya yang memohon dan memelas seperti itu membuat hati nek Vida menjadi tersentuh, ada rasa tak tega melihat cucu nya yang memohon dengan penuh penyesalan
Nek Vida menghela nafas dan melepaskan tangan Rey dari tangannya
"Huff....!! baiklah nenek tidak akan melakukan itu,,
kita lihat nanti apa keputusan Sofia !!,,
tapi jika Sofia sendiri yang menginginkan pisah dari mu nenek tidak akan melarang nya dan
nenek tidak akan membantu mu,,
kau harus minta maaf kepada nya bukan kepada nenek !!
sekarang makan lah dulu "
ucap nek Vida
di ruangan yang berbeda di waktu yang sama
yap... siapa lagi kalau bukan Sofia yang belum sadar setelah mengalami kejang kejang
di alam bawah sadarnya
"Wah... sayang apa ini desain mu,?"
"Iya ma bagaimana bagus nggak ?"
" Bagus,, sangat bagus mana menyukai kamu memang anak mama yang paling pintar "
beralih ke tempat lain
"Sofia papa sudah menjodohkan mu dengan anak teman papa "
"Nggak pa ,, fii nggak mau di jodohin apa lagi
sama. "( ......... "
"Turuti perintah papa,, kalau kamu membantah
papa akan......."
"Akan apa pa ? papa mau ngusir Sofia ? iya ...
tanpa papa usir pun Sofia dengan senang hati pergi "
__ADS_1
didalam sebuah mobil yang melaju sangat kencang seorang gadis sedang melampiaskan amarahnya ia berteriak, memaki, dan memukul mukul stir mobil yang ia kendarai
tidak berselang lama mobil itu kehilangan kendali saat di tikungan tajam dan menabrak pembatas jalan hingga jatuh ke jurang yang sangat dalam
"BRUKKK......"
"BOOMM........!!"
suara ledakan,, seketika api langsung menyambar mobil yang jatuh bahkan belum sampai ke dasar jurang
"Aaaaaaaa........."
Teriakkan Sofia menggema di dalam sebuah kamar tubuhnya gemetar keringat dingin bercucuran di keningnya
mendengar teriakkan Sofia yang cukup keras
Rey, nek Vida , Surti, dan Anton langsung berlari kearah kamar tempat Sofia terbaring
Rey dengan kasar membuka pintu kamar dan langsung memeluk tubuh Sofia yang gemetaran
ia memeluk cukup erat sambil menenangkan Sofia mengelus lembut pucuk kepala
tubuh Sofia masih gemetar dalam pelukan Rey ia ketakutan dengan mimpi yang di alami nya
"Fii.... tenang lah...!! ada apa he. kenapa berteriak seperti itu ?"
tanya Rey dengan suara lembut
"A... aku....ta... takut... Mo... mobil.... meledak
dan..dan ...ada Api yang ....hiikkss..... hiikkss......"
ucap Sofia ketakutan sambil menangis dalam pelukan Rey
"Tenang lah..... itu cuma mimpi... kamu jangan takut ada aku, nenek dan yang lain disini
sekarang berhenti menangis "
ucap Rey melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Sofia
Sambil sesenggukan Sofia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Rey dengan tatapan sedikit bingung
pandangan beralih ke arah nek Vida , Surti, dan Anton serta memperhatikan tempat itu dengan wajah bingung kemudian ia bertanya
"Si.... siapa kalian ??"
***Bersambung
Author mohon maaf up telat dan cuma bisa dikit
itu disebabkan penyakit Author kumat lagi
dari pagi Author nggak bisa ngapa-ngapain
Sore hari nya Author baru bisa beraktivitas lagi
jadi mohon maaf ๐๐ ya
__ADS_1
harap di maklumi aja
terimakasih***