
", Siapa..... siapa yang meninggalkan kita.....,, hee ... siapa yang bilang Sofia meninggalkan kita dia tidak meninggalkan kita,, dia baik baik saja sudah kamu jangan cengeng seperti anak kecil saja... ,, lihat tuh wajah kamu sangat jelek saat menangis,, malu di lihat orang !! apa lagi kalau Sofia yang melihat dia pasti menertawakan mu......!!"
ucap nek Vida yang sudah melepaskan pelukannya dan menunjuk wajah Rey yang basah karena air mata
"APA...... apa maksud nenek.... mengatakan Sofia baik baik saja,, ta.... tadi Rey lihat sendiri Sofia tidak bernafas lagi,, dokter juga bilang kalau Sofia......!!"
"Stttt..... Sofia saat ini baik baik saja.....!"
Ucap nek meletakkan jari telunjuk nya ke bibir Rey dan memotong ucapan Rey
" Nenek,,...nenek tidak bercanda kan?? aku akan kesana, aku ingin melihatnya sendiri "
ucap Rey lalu bergegas turun dari brangkar nya dan melepas kasar slang infus yang menempel di tangan nya setelah itu ia langsung keluar ruangan dan menuju ruangan tempat Sofia di rawat tanpa mendengarkan ucapan nenek nya yang masih mengkhawatirkan keadaan nya
"Rey tunggu,, tunggu kamu masih sakit ......!!"
Ucap nek Vida ingin menghentikan Rey namun Rey tidak menggubris nya ia tetep berjalan keluar ruangan meski jalan nya terhuyung huyung. karena kepalanya masih terasa berat dan pusing
sesampai di ruangan Sofia Rey di sambut bik Minah yang berada di dalam ruangan itu
"Tuan,, tuan muda Anda sudah sadar..!"
ucap bik Minah
"Iya bik,, bagaimana keadaannya Sofia, apa benar dia baik baik saja?"
"Iya tuan non Sofia baik baik saja,, anda bisa melihat nya sendiri,..."
Rey tidak membalas perkataan bik Minah ia langsung mendekati Sofia yang masih terbaring saat ia melihat sendiri ternyata benar Sofia baik baik saja
" Bagaimana mungkin.... !! bagaimana bisa tadi sangat jelas kalau dia tidak bernafas lagi,, apa.... aku sedang bermimpi !!"
gumam Rey pelan namun masih bisa didengar Nek Vida yang sudah berada di samping Rey sejak Rey berlari keluar ruangan nya nek Vida langsung menyusul Rey hingga ia berada di samping Rey
saat memasuki ruangan Sofia bik Minah sempat terkejut melihat keadaan tuan muda yang tergesa-gesa di susul nek Vida nyonya tua nya
"Kamu tidak bermimpi Rey ini kenyataan..!
"Ta .. tapi.... bagaimana....bi..bisa??"
__ADS_1
do.... dokter su... sudah menyatakan bahwa dia.... dia telah pergi "
Ucap Rey tergagap antara percaya dan tidak antara senang atau sedih perasaan saat ini campur aduk
"Tenang Rey nenek akan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, kamu jangan seperti orang bodoh...!
Dokter bilang salah satu kabel yang menghubungkan alat ke monitor lepas dan itu menyebabkan tidak berfungsinya alat,,"
"Lepas..... bagaimana bisa lepas....??"
ucap Rey
setelah itu nek Vida menceritakan secara detail dan lengkap sesuai dengan cerita dokter yang menangani Sofia
setelah mendengar cerita dari nenek nya Rey mengingat sesuatu sebelum kejadian itu
saat Rey menyuruh Sofia segera bagun
ia sedikit membentak,, pada saat itu lah ia merasa salah satu kakinya yang berada di bawah ranjang tempat Sofia terbaring mengait sesuatu namun ia tak menghiraukan itu,, ia tidak menyangka bahwa kakinya mengait salah satu kabel yang menjuntai di bawah ranjang itu
setelah mengingat kembali kejadian itu Rey pun berjongkok dan melihat ke bawah kolong ranjang tempat Sofia terbaring
tenyata benar ada sekitar tiga kabel yang menjuntai ke bawah Rey memegang dagunya dan mengangguk-angguk seperti memahami sesuatu
gumam Rey sambil bangkit dan berdiri di samping ranjang Sofia
"Apa yang kau katakan,, membuat kesalahan fatal,,, kesalahan apa?? apa yang kau sembunyikan dari nenek he....?? "
ucap nek Vida saat mendengar Rey bergumam
"Coba jelaskan kan ...!!"
ucap nek Vida lagi
"I...itu... itu....a...anu... nggak ada apa - apa nek Rey nggak menyembunyiin Apa apa,, beneran Rey nggak bohong "
ucap Rey tergagap karena ditatap neneknya dengan tatapan menyelidik
"Benar kamu tidak bohong,,, terus apa yang kau periksa di bawah kolong ranjang Sofia tadi,, nenek tau pasti ada sesuatu,, cepat beritahu nenek....,,!!"
__ADS_1
melihat tatapan dan ucapan nenek nya Rey jadi tidak enak hati akhirnya ia menceritakan kejadian sebelum kabel monitor lepas,, Rey berjalan menuju sofa yang berada tidak jauh dari situ kemudian duduk di ikuti nek Vida yang juga duduk di sebelah nya
kemudian ia mulai menceritakan dari awal hingga berakhir dengan di nyatakan nya Sofia.. meninggal,, Nek Vida mendengar kan dari awal hingga akhir kemudian berkata
"Berarti itu bukan kelalaian tim dokter,, melainkan kecerobohan mu sendiri untung saja dokter cepat menemukan masalah nya kalau tidak mungkin nyawa Sofia benar benar menghilang dan kamu yang menyebabkan nya Rey......Rey ...... dasar kamu ini kenapa bisa seceroboh itu sih....:!!"
ucap nek Vida menggeleng - geleng kan kepala nya
"Iya nek Rey minta maaf ..!"
"Sudah sebaiknya kamu istirahat sana,, kembali ke ruangan mu !!"
ucap nek Vida
"Nenek mengusir ku ..!! aku tidak mau kembali aku ingin tetap disini "
ucap Rey bersikeras
"Rey... kamu itu baru bangun dari pingsan,, kamu harus istirahat jangan membantah nenek,,
malam ini biar nenek dan bik Minah yang menjaga Sofia kamu istirahat saja sana "
ucap Nek Vida tegas
Akhirnya Rey pun kembali keruangan nya disebelah ruangan Sofia itu sendiri
Dua hari setelah kejadian itu keadaan Sofia semakin membaik ia juga mulai sadar dan membuka mata nya meski belum bisa diajak berkomunikasi tapi itu membuat Rey dan nek Vida Merasa sangat senang
seiring berjalannya waktu kesehatan Sofia berangsur-angsur pulih dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah,, luka bakar yang ada di pergelangan tangan dan kaki nya juga sudah sembuh hanya meninggalkan bekas kemerahan saja dengan perawatan yang tepat maka luka itu akan sembuh dan tidak akan meninggalkan bekas
nek Vida meminta mereka pulang ke rumah utama saja agar lebih mudah merawat Sofia karena di sana banyak pelayanan beda dengan di apartemen mereka
Satu Minggu setelah kepulangan Sofia dari rumah sakit Rey kembali bekerja seperti biasa karyawan yang bekerja di gudang juga sudah bekerja seperti sedia kala
Angga dan Sukma yang ditugaskan keluar kota pun sudah kembali dan sudah bekerja di kantor lagi seperti biasa beda nya hanya sekarang Sukma di naikan jabatan nya menjadi sekertaris mengantikan Fani atas permintaan Sofia awal nya Sukma menolak menurut nya yang pantas menjadi sekertaris itu adalah Sofia sendiri karena Sofia yang mendapat kan bukti tentang penggelapan uang perusahaan yang di lakukan Fani,, namun karena peminatnya Sofia Sukma terpaksa menyetujuinya
Sedangkan Fani sendiri mendapatkan hukuman seumur hidup, karena melakukan tindak pidana berlapis,, dengan tuduhan melakukan pembunuhan berencana, menghancurkan properti milik orang lain, dan melakukan korupsi
sedang untuk ketiga orang suruhan Fani mendapatkan hukuman masing masing 25 tahun penjara
__ADS_1
*******
Bersambung .