
tanpa sengaja Rey melihat ponsel Sofia menyala dan bergetar tidak jauh dari tempat ia duduk,
Rey mengambil dan memeriksanya ternyata ada pesan masuk, kerena penasaran pesan itu dari siapa Rey pun membukanya ternyata pesan itu dari Sukma, ponsel Sofia tidak menggunakan sandi sehingga dengan mudah Rey membuka dan membaca isi pesan itu serta melihat video yang Sukma kirim
Ia sangat terkejut saat membaca pesan, serta
melihat video yang dikirimkan oleh Sukma,
Rey mengepalkan tangannya kerena marah saat melihat video yang Sukma kirim~~
Video yang Sukma kirim adalah video rekaman dua preman suruhan Fani tadi malam yang ingin membunuh Sofia, dan pesan nya menyuruh Sofia untuk selalu berhati-hati,
" Sofia kamu harus berhati-hati, dan simpan video ini sebagai barang bukti, jika nanti Fani mengancam mu lagi!"
Setelah melihat video dan membaca isi pesan dari Sukma Rey kembali meletakkan ponsel Sofia seperti semula
"Ternyata benar dugaan ku kalau Sofia berbohong tentang luka di tangan dan wajah nya itu, tapi.. apa alasan nya?,
kenapa Fani bisa sejahat itu terhadap Sofia ahh.... apa yang sebenarnya mereka permasalahan kan sehingga Fani ingin mencelakai Sofia, apa ini yang Sofia coba katakan tentang memastikan perasaan ku terhadap Fani, kenapa Sofia tidak jujur saja tentang Fani !"
pikir Rey dalam hati dan banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang terlintas di benak nya,
ia memutuskan untuk menunggu Sofia mengatakan yang sebenarnya tentang perbuatan Fani yang ingin mencelakai Sofia
Rey tidak menyadari kalau Sofia sudah keluar dari kamar mandi dan menghampiri nya
"Ada apa kenapa melamun?" Ucap Sofia
mengagetkan kan Rey yang sedang asyik melamun sendiri
Rey tidak menjawab ia hanya diam menatap wajah Sofia kemudian berdiri dan berjalan mendekati Sofia, Sofia yang merasa aneh dengan tatapan Rey pun bertanya
"A.. ada apa? kenapa kau menatapku seperti itu?" Ucap Sofia terbata karena gugup Sofia berjalan mundur kerena Rey terus berjalan maju kearah nya dengan tatapan mata aneh, Sofia terus berjalan mundur hingga ia terpojok kerena belakang nya menyentuh permukaan dinding kamar dan tidak bisa kemana-mana lagi sedang Rey terus mendekat saat Sofia hendak melangkah ke kanan tiba tiba Rey mengangkat kedua tangannya menyentuh dinding untuk menghalangi Sofia , tubuh Sofia pun mulai dihimpit tubuh Rey yang semakin mendekat sehingga ia benar-benar terpojok tidak bisa kemana-mana lagi saat tatapan mereka bertemu jantung Sofia berdegup kencang sehingga Rey dapat merasakan kalau jantung Sofia berdegup kencang,
"A...a..ada apa de.. dengan mu a.. apa yang ingin kau lakukan?"
Ucap Sofia tergagap tubuh nya sedikit gemetar ia takut melihat Rey yang seperti seekor singa siap memangsa buruannya, Rey semakin mendekat dan mendekat Sofia pun menutup mata dan nafas nya tak beraturan ia seakan pasrah dengan keadaan,
Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk
__ADS_1
"Tok...tok...!"
mendengar suara ketukan pintu Sofia merasa sedikit lega
"Syukur lah!, selamat selamat"
pikir Sofia dalam hati, ia merasa terselamatkan
dari situasi itu
Sofia pun menepis tangan Rey sehingga ia dapat melepaskan diri dari Rey, Sofia bergegas menuju pintu dan membukanya
sedang Rey sangat bahagia karena berhasil mengerjai Sofia dan membuatnya sedikit ketakutan
Sebelum membuka pintu Sofia mengatur nafasnya supaya lebih tenang
pintu pun dibuka Sofia
"Nenek...! ada apa silahkan masuk"
Ucap Sofia langsung memeluknya dan mempersilahkan masuk
Ucap nek Vida sambil masuk kedalam kamar
"tidak Nek, aku tidak cemas aku hanya senang melihat nenek , " Ucap Sofia senang karena ia merasa terselamatkan
"Apa Rey ada di sini?" tanya nek Vida
" Ada nek !" Ucap Sofia singkat
"Bagus nenek mau ajak kalian makan siang di luar " Ucap nek Vida mengajak Rey dan Sofia
"Sudah lama nenek tidak makan di luar, nenek harap kalian berdua tidak menolaknya "
Ucap nek Vida lagi
"Iya nek, Sofia mau !" Ucap Sofia senang
"Kalau kamu Rey ?" tanya nek Vida
__ADS_1
"Terserah nenek saja" Ucap Rey santai ia sudah duduk tenang sambil memainkan ponselnya di sofa dekat jendela kamar itu seolah tidak terjadi apa-apa
"Ya sudah kalian siap siap geh.! nenek tunggu dibawah "
Ucap nek Vida kemudian pergi meninggalkan kamar Sofia dan Rey
Sofia merasa sangat senang karena kedatangan nek Vida ke kamar diwaktu yang tepat itu membuat nya terlepas dari Rey yang bersikap aneh dari pagi tadi
Tidak berselang lama Sofia dan Rey pun turun kebawah dan menghampiri nek Vida yang menunggu untuk pergi, mereka bertiga pun pergi karena masih ada waktu sebelum jam makan siang nek Vida mengajak Sofia dan Rey mampir ke salon kecantikan,
setelah dari sana baru mereka mencari restoran untuk makan siang, sebelum pulang nek Vida juga mengajak mereka pergi ke pusat perbelanjaan (Mall ) cukup lama mereka berkeliling dan membeli beberapa barang kemudian mereka beristirahat sejenak sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah
saat mereka keluar dari pusat perbelanjaan itu hari mulai gelap jadi nek Vida mengajak mereka untuk makan malam dulu sebelum pulang
Rey merasa diikuti seseorang sejak keluar dari restoran siang tadi semula ia berpikir itu hanya kebetulan namun semakin lama Rey menyadari kalau orang itu benar-benar mengikuti mereka di tambah lagi orang itu selalu memperhatikan Sofia hal itu membuat Rey tambah curiga kepada orang tersebut yang wajah nya tidak bisa dikenali karena orang itu memakai masker dan topi yang menutupi hampir seluruh wajahnya
Makan malam pun sudah selesai mereka pun pergi menuju mobil yang diparkir tidak jauh dari restoran itu, Sofia cukup jauh tertinggal berjalan di belakang karena ia sempat pergi ke toilet sebelum keluar dari restoran itu ia sengaja menyuruh nek Vida juga Rey lebih dulu dan menunggu di mobil saja
Nek Vida sudah masuk kedalam mobil lebih dulu sedang Rey masih di luar mobil untuk menunggu Sofia
Rey melihat ada sebuah motor melaju begitu cepat mengarah tepat di belakang Sofia, Rey menyadari kalau orang yang mengendarai motor itu sengaja ingin mencelakai Sofia terlebih lagi orang yang mengendarai motor itu orang yang sama yang selalu mengikuti mereka dari siang sampai sekarang
Rey segera berlari untuk menyelamatkan Sofia
" Sofia ..! AWAAASS...!"
Teriak Rey sambil menarik Sofia kearah nya
untuk menghindari pengendara motor itu
Sofia sangat kaget mendengar teriakkan Rey dan langsung menarik tubuh nya sehingga ia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, pada saat Rey menarik Sofia kaki Rey tersandung sehingga ia juga tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya mereka berdua pun akhirnya terjatuh bersama dengan posisi miring saling berhadapan,
Tatapan mata keduanya saling bertemu, hal itu membuat jantung mereka sama-sama berdegup kencang,
Nek Vida yang melihat kejadian itu langsung keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah mereka berdua
" Apa kalian baik baik saja !" Ucap nek Vida khawatir~~
BERSAMBUNG~
__ADS_1