
"Apa.... To... darah...!!??" Ucap Rey menghampiri Anton yang sudah duduk Rey pun berjongkok
dan memperhatikan rumput yang ada di depan nya itu
"Benar....!! ini darah ,, tapi kenapa ada darah disini ?? apa...... jangan - jangan.......,Oh... tidak !!"
ucap Rey khawatir kemudian langsung berdiri dan menyenter ke sekeliling tempat itu sambil berteriak-teriak memanggil Sofia
"Sofia...... Sofia... !! aku tau ada di sekitar sini,, Sofia.....!! kau dimana ? cepat jaw......."
"Den....Den.. Rey disini.....!! cepat...!! "
ucap Anton yang memotong teriakan Rey cucu majikan nya itu,, saat melihat Sofia yang terbaring lemah tidak jauh dari tempat itu
mendengar panggilan Anton yang cukup nyaring Rey langsung mendatangi nya
"Apa kau menemukan nya ?"
ucap Rey tergesa-gesa,,
namun tidak ada jawaban dari Anton
alangkah terkejutnya Rey saat melihat ada sosok yang terbaring lemah tak berdaya di depan Anton dan diri nya ia langsung duduk dan mengambil alih untuk memangku kepada hingga punggung sosok itu
"Sofia..... Sofia...... sadarlah...!! Sofia.....!!"
ucap Rey panik sambil menepuk pelan pipi Sofia ya sosok yang mereka temukan adalah Sofia
Sofia mendengar dan merasakan tepukan itu namun ia tidak biasa berkata kata tubuh nya terasa sangat lemah dan tak berdaya bahkan untuk sekedar berucap,, ia hanya merespon dengan cara membuka mata nya sedikit
dalam hati ia sangat berterimakasih kepada tuhan karena doa' nya dikabulkan
"Tuhan terimakasih telah mengirim seseorang untuk membantu ku !!"
ucap Sofia dalam hati
"Sofia sadar lah !! sadarlah...!! apa yang terjadi ?ke . kenapa bisa seperti ini ?"
ucap Rey frustasi
"Den Rey sebaiknya kita cepat membawa neng Sofia dari sini,, agar cepat diberi pertolongan !!"
lihat kondisi nya sangat lemah darah juga terus keluar dari kakinya !!"
ucap Anton memberi saran
"Benar To kita harus cepat !!"
ucap Rey dan langsung menggendong tubuh Sofia yang lemah itu meninggalkan tempat itu
"To kabari nenek ku kalau kita sudah menemukan nya dan juga beritahu Semua tim, jangan lupa hubungi dokter untuk melakukan pertolongan pertama sebelum kita membawanya ke rumah sakit !!"
ucap Rey memerintah
"Iya den !!"
sahut Anton
Rey terus berjalan keluar dari hutan itu dengan Sofia di gendongan nya di ikuti Anton yang berjalan samping Rey sambil memegang senter untuk memberi penerang jalan untuk Rey
lima belas menit berjalan mereka akhirnya sampai ke fila
di fila nek Vida, Sujo, Surti, dan juga kepala desa sudah menunggu kedatangan mereka termasuk seorang dokter yang sudah di minta datang untuk pertolongan pertama pada Sofia, sedangkan para warga yang tadi membantu mencari Sofia sudah pulang ke rumah mereka masing-masing untuk beristirahat tidak lupa nek Vida mengucapkan banyak terimakasih kepada para warga yang telah membantu,, warga itu juga sudah mengetahui bahwa cucu nek Vida sudah di temukan
Rey langsung membawa Sofia kedalam kamar dan membaringkannya di atas ranjang
__ADS_1
"Dokter,, cepat periksa keadaan istri saya !!"
ucap Rey setelah membaringkan tubuh Sofia ia sedikit mundur untuk memberikan ruang kepada dokter itu kini ia beralih memeriksa kaki Sofia yang mengeluarkan darah
saat melihat kaki Sofia, Rey terkejut melihat ada patahan ranting yang menancap di kaki Sofia,,
seukuran jari kelingking orang dewasa patahan ranting itu menancap cukup dalam di kaki Sofia
"Do.... dokter to..... tolong segera obati kaki istriku"
ucap Rey tergagap wajah nya terlihat pucat saat melihat ranting yang menancap itu
"Astaghfirullah.......!!"
ucap bik Surti kaget dengan mulut menganga saat melihat kaki Sofia yang tertancap ranting dan mengeluarkan darah,, ya kebetulan bik Surti datang sambil membawa sebaskom air dan handuk untuk membersihkan tubuh Sofia
di belakang Surti Nek Vida juga terkejut melihat pemandangan didepannya
" Bik,,bawa nenek keluar !! biar aku dan dokter yang membersihkan lukanya "
ucap Rey kemudian mengambil baskom yang berada di tangan bik Surti
"Nanti kalau sudah selesai nenek dan bik Surti boleh masuk !! Aku takut kalau nenek tidak tahan melihatnya !"
ucap Rey lagi
"Ba .. baik den,, mari nyonya sebaiknya kita menunggu di luar saja,, "
ucap Surti mengajak nek Vida meninggalkan kamar tempat Sofia berada
sedangkan dokter dengan cepat mencabut ranting yang menancap di kaki Sofia tentu saja setelah memberikan suntikan terlebih dahulu agar Sofia tidak merasa kesakitan
saat ranting itu terlepas dari kaki Sofia darah segar kembali mengalir cukup deras
sedangkan Sofia yang masih mempertahankan kesadarannya kini ia sudah tidak tahan lagi dan akhirnya ia pingsan
"Bagaimana mana dok? apa luka di kaki dan tangan nya tidak berbahaya ?
tanya Rey setelah dokter itu menyelesaikan pengobatan nya
"Kondisi istri tuan saat ini sangat lemah,, luka di punggung tangan nya tidak berbahaya hanya luka ringan,, tapi luka di bagian kakinya cukup dalam di tambah lagi kaki istri tuan terkilir dan sudah membengkak,, tekanan darah nya juga sangat rendah mungkin itu dikarenakan istri anda banyak mengeluarkan darah,, kemungkinan besar istri anda akan mengalami demam,,
kalau nanti istri tuan mengalami demam tuan harus segera memberikan obat ini !!"
ucap dokter itu menjelaskan panjang lebar dan menyerah beberapa obat dan salep kepada Rey
"Untuk aturan pakai tuan bisa membacanya,, kalau begitu saya permisi pamit dulu,, nanti saya akan kesini lagi sekitar pukul 8 : 30 pagi untuk mengecek kondisi istri tuan !!"
"Iya dok.... terimakasih atas penjelasannya !!
emm....apakah istri saya perlu dibawa ke rumah sakit ?"
tanya Rey
"Kita akan lihat perkembangan nya dulu kalau pagi nanti keadaan nya memburuk,, tentu kita harus segera membawa istri tuan ke rumah sakit"
"Iya dok,, sekali lagi terimakasih "
ucap Rey kemudian mengantar dokter itu sampai ke depan pintu
"Sama-sama ,, itu sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter "
ucap dokter itu kemudian pergi meninggalkan fila
sekarang di dalam kamar itu hanya ada Rey
__ADS_1
Rey duduk di tepi ranjang dan terus menatap wajah Sofia yang sedikit pucat entah kenapa saat ini hati nya begitu sakit melihat Sofia yang terbaring lemah dan tak sadar kan diri
ia mengelus pelan wajah itu dan beralih mencium punggung tangan Sofia yang terlilit perban
"Cepat lah sembuh,, dan maafkan aku, aku salah karena tidak mau mendengar penjelasan mu terlebih dahulu,, tolong maafkan aku dan jangan membenci ku !! aku mencintai mu!!"
bisik Rey pelan di telinga Sofia kemudian ia mengecup kening nya
dari arah pintu terdengar suara langkah kaki dan pintu dibuka
"Sebaiknya bersihkan tubuh mu itu dulu setelah itu beristirahat,, biar aku yang menjaga cucuku !!"
ucap nek Vida sambil berjalan menghampiri ranjang tempat Sofia terbaring
Rey tidak menjawab ia beranjak berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah lima belas menit Rey pun selesai kini ia menghampiri nenek nya yang duduk di tepi ranjang Sofia
"Sebaiknya nenek yang beristirahat,, Sofia biar aku yang menjaga "
ucap Rey yang sudah berpakaian rapi setelah mandi
"Tidak,, nenek tetap akan disini !!"
"Oh.. ayolah nek,, nenek istirahat saja bagaimana mana nanti kalau nenek sakit !!
"Jadi kau mendoa'kan nenek mu ini sakit heh!!"
"Bu... bukan begitu, ya nenek pasti belum tidur semalaman,, dan sekarang lihat hari sudah menunjukkan pukul 4: 30 pagi tidur lah sebentar !! Rey mohon ini demi kesehatan nenek sendiri ya...!!"
bujuk Rey dengan wajah memelas yang tak pernah ia perlihatkan selama beberapa tahun belakangan
"Baiklah... baiklah....!! nenek akan beristirahat tapi
nenek akan beristirahat di sini saja nenek akan berbaring di sofa,, dan satu lagi setelah ini kita harus bicara !!"
"Jangan,, jangan di sofa nanti badan nenek akan sakit dan pegal pegal,, nenek tiduran saja di sebelah Sofia,, tempat tidur ini cukup luas Rey yakin Sofia tidak akan terganggu "
ucap Rey cepat mencegah nenek untuk tidur di Sofa,,Rey tau jika tidur sofa kemungkinan tubuh nenek akan pegel dan akan mempengaruhi kesehatan nya jadi ia melarang keras
waktu seakan berjalan begitu lambat Rey terus saja berjaga di samping Sofia ia tak henti hentinya menatap wajah Sofia yang damai hingga rasa ngantuk pun datang
ia terlelap di samping Sofia dengan posisi duduk di bawah dan kepada berada di atas ranjang tangan nya memgemgam lembut tangan Sofia seakan tak ingin melepaskan nya
Pagi pun datang matahari mulai menyinari seluruh permukaan bumi menandakan malam mulai berganti
Rey terbangun saat merasakan pergerakan dari Sofia begitu juga dengan nek Vida ikut terbangun karena pergerakan itu
Rey langsung memeriksa keadaan Sofia
"Astaga... tubuh sangat panas !! "
ucap Rey mulai panik
***Bersambung
mohon maaf ππ Minggu ini Author up rada - rada pinplan
dan tak sesuai jadwal itu dikarenakan Author lagi banyak masalah,,
juga kondisi tubuh Author kurang sehat
alias sakit !! sekali Author minta maaf πππ***
***dan terimakasih atas dukungannya
sampai bertemu di bab selanjutnya***
__ADS_1