Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 22 bergulat dengan rasa sakit*


__ADS_3

"emm... masuk akal, terus bagaimana mana kamu bisa melawan tadi, dari mana kamu belajar ilmu bela diri? dan bagaimana mana kamu bisa menyetir mobil seperti tadi?"


tanya Rey kepada Sofia seperti sedang mengintrogasi penjahat


pertanyaan pertanyaan itu membuat kepala Sofia kembali berdenyut bahkan kali ini kepada nya terasa lebih sakit seperti mau meledak hidung nya pun kembali mengeluarkan darah segar dan wajah nya sangat pucat ***


karena pertanyaan pertanyaan itu "ha..harus...kah a.. aku men.. jawab pertanyaan pertanyaan yang aku sendiri tidak mengerti dan belum aku pahami!"


ucap Sofia dengan terbata bata sambil memegangi kepalanya yang terasa mau meledak dan menahan rasa sakit yang teramat sakit karena ia berusaha mengingat bagaimana mana ia bisa melawan preman tadi dan berusaha mengingat bayangan bayangan yang melintas di benak nya saat ia melawan preman preman itu sambil memegangi kepalanya dangan satu tangan dan tangan yang satunya mengambil tisu dan menutupi hidungnya yang berdarah,


Ia cepat cepat melangkah keluar dari kamar Rey meski langkahnya rada rada sempoyongan karena menahan sakit


ia segera masuk ke kamarnya menutup dan mengunci nya dari dalam


didalam kamar Sofia bergulat dengan rasa sakit nya. Sekuat tenaga ia menahan agar tak berteriak sambil memegangi kepalanya Sofia berguling guling di tempat tidur nya dan akhirnya ia pun pingsan,


Tak ada yang yau kalau Sofia pingsan, memang itu yang ingin Sofia lakukan ia tidak ingin terlihat lemah apa lagi didepan Rey makanan ia cepat cepat keluar kamar Rey, dan tak peduli apa yang dipikirkan Rey terhadap nya


sedangkan Rey hanya terdiam kaku di tempat nya ia tak menyangka kalau pertanyaan nya membuat Sofia sakit kepala seperti itu melihat kejadian didepan matanya Rey menjadi sangat khawatir dengan kondisi Sofia ia menyesal menanyakan tentang hal itu,


Ia berjalan perlahan keluar kamar nya menuju kamar Sofia dan mengetuk nya


"tok.....tok....tok...!" bunyi ketukan pintu namun tak ada respon


"Sofia apa kamu baik baik saja?"

__ADS_1


Ucap Rey dari luar kamar Sofia tapi masih tak ada jawaban Rey mencoba untuk membuka pintu kamar namun pintu kamar terkunci dari dalam akhirnya Rey hanya bisa menghela nafas dan berharap kalau Sofia baik baik saja,


ia kembali ke kamar nya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur hingga akhirnya ia terlelap keesokan paginya Sofia sudah terbangun ia sudah tidak merasakan sakit kepala lagi namun wajahnya masih sangat pucat, setelah gosok gigi dan mencuci muka ia keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan kurang dari satu jam Sofia sudah selesai membuat sarapan, sarapan yang di buat Sofia adalah nasi goreng cumi dan bubur ayam,


bubur ayam sudah tersaji di mangkok dan di letakkan di atas nampan segelas air tak lupa ia menaruh sendok, semua sudah siap kemudian ia berjalan menuju kamar Rey dan mengetuk nya


"tok..tok ...tok...! apa aku boleh masuk?". ucap Sofia dari luar kamar


"ya masuk saja pintu nya tidak di kunci!"


sahut Rey dari dalam kamar setelah mendapat kan izin Sofia membuka pintu kamar ia berjalan menuju meja kecil yang ada di kamar itu dan meletakkan nampan yang berisi sarapan bubur tersebut


"ini ku bawakan sarapan!" ucap Sofia


"iya!" sahut Rey singkat


setelah sarapan jangan lupa minum obat mu "


ucap Sofia lagi. Rey hanya diam memandang Sofia ia melihat wajah Sofia yang sangat pucat


"Apa kamu baik baik saja?" tanya Rey


"Iya!" sahut Sofia sambil berjalan hendak keluar kamar Rey


"Apa kamu sudah sarapan"? tanya Rey lagi

__ADS_1


"belum!" sahut Sofia lagi


"kalau begitu bawa kembali sarapan itu ke meja makan aku tidak ingin makan di kamar"


ucap Rey lagi dengan wajah datarnya


Sofia menjadi bingung dan menghela nafas kemudian ia membawa kembali nampan yang berisi bubur itu kemeja makan tanpa berkata lagi, dalam hati ia berpikir mungkin Rey tidak mau memakan masakan yang dibuat nya


setelah sampai di meja, ia pun meletakkan nampan yang berisi bubur dan duduk di kursi ia tak mau ambil pusing kalau tidak mau ya sudah tak apa pikir Sofia lagi


kemudian ia mengambil sendok dan ingin memakan nasi goreng cumi yang di buat nya tadi


saat nasi goreng itu ingin masuk ke dalam mulutnya


tiba tiba terhenti di depan mulut nya yang terbuka


ia memandang susuk yang sudah duduk di depan nya ia kembali meletakkan sendok yang hampir masuk ke dalam mulutnya di atas piring yang berisi nasi goreng sambil memandang susuk yang duduk di depan nya, tentu saja susuk itu adalah Rey


Rey yang dipandang itu pun menjadi salah tingkah kemudian ia berdehem " eehhm!"


dan berkata


"mana sarapan ku tadi?" ucap nya


Sofia masih diam memandanginya dengan tatapan bingung sambil menyudurkan nampan yang berisi bubur ayam Rey pun mengambil nya dan langsung memakannya, satu sendok bubur ayam telah masuk ke dalam mulutnya kemudian ia terdiam dan menatap Sofia***

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2