Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 64 Menaruh sesuatu ke dalam minuman


__ADS_3

sebelumnya


Karena hari sudah sore dan urusan dengan rekan rekan bisnis nya sudah selesai mereka memilih untuk makan malam lebih awal setelah itu beristirahat sebelum kembali


Rey memilih restoran yang dekat dengan hotel mereka menginap untuk makan malam,


ini adalah kesempatan terakhir bagi Fani ia tak mungkin menyiyanyiya kan nya


"Kali ini aku harus berhasil meskipun dangan cara curang "


pikiran nya


Mereka masuk kedalam restoran dan memesan makanan sambil menunggu pesanan mereka datang Angga dan Rey sama sama sibuk dengan ponselnya,


sedangkan Fani hanya menatap Rey dengan penuh minat membayang satu atau dua jam saja menghabiskan waktu bersama Rey di dalam kamar berduaan, ia berpikir keras bagaimana cara agar ia bisa menjebak dan mendapatkan Rey


tengah asik memainkan ponselnya tiba-tiba Angga berhenti dan berdiri dari duduknya


"Eh,, mau kemana kamu,? sebentar lagi makanan yang kita pesan datang,!"


Ucap Rey pada Angga yang hendak berjalan meninggalkan meja


"Bentarr... ,, aku kebelet "


sahut Angga buru buru pergi menuju toilet meninggalkan Rey dan Fani


setelah kepergian Angga,, Fani langsung memanfaatkan itu, ia tiba tiba memegang


tangan Rey yang tengah memainkan ponselnya


dan berkata dengan penuh manja


"Pak bos,, kenapa kita harus pulang malam ini sih , besok sore saja kan bisa, lagian besok Minggu kantor kan tutup,"


Ucap Fani dengan penuh manja sambil menggenggam tangan Rey lembut


tentu saja Rey langsung menarik tangan nya dari genggaman tangan Fani wajah nya terlihat marah menatap tajam kearah Fani


namun Fani tak memperdulikannya ia masih mencoba untuk menyentuh tangan Rey


"Fani,, apaan sih kamu,, ! aku ini atasan mu, berani sekali kamu menyentuh tangan ku


jaga batasan mu "


Ucap Rey tegas dan datar


"Tapi bos, aku kan... cu....! "


ucapan Fani terpotong dengan perkataan Rey


"Tidak ada tapi tapian , kalau kau mau tinggal disini silahkan, aku dan Angga tetap akan pulang malam ini juga, kau tau aku sangat sibuk,


satu lagi jangan pernah menyentuh ku aku tidak suka!"


Ucap Rey datar


setelah perkataan Rey selesai pelayan pun datang membawa makanan pesanan mereka dan menatanya di meja

__ADS_1


"Ini tuan, nona pesanan anda silahkan di nikmati"


ucap pelayan itu ramah


"Hmmm..." Rey sedikit menganggukkan kepala nya


pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka


setelah pelayan itu pergi,, Rey berdiri hendak pergi berjalan


"E..eh..pak bos,, mau kemana? kok Fani mau di tinggalin sendiri ,, ini juga makanan nya sudah ada"


ucap Fani manja menghentikan langkah Rey


Rey menghela nafas tak menjawab lalu berjalan meninggalkan Fani


sebenarnya dalam hati Fani bersorak gembira karena ia mendapat kesempatan untuk menaruh sesuatu di minum atau makan punya Rey


"Bagus,,, pergi lah dengan kepergian mu itu memberi ku kesempatan untuk melakukan rencana ku yang tertunda "


pikir nya dalam hati


setelah memperhatikan sekitar, depan dan belakang nya, ia cepat mengambil sesuatu di dalam tasnya kemudian memperhatikan lagi sekeliling nya


yang kebetulan mulai ramai orang berdatangan untuk makan,


karena hari sudah mulai gelap setelah di rasa aman ia memasukkan sesuatu kedalam minuman milik Rey lalu mengaduk nya dengan senduk dan dirasa cukup


ia meletakkan kembali sendok seperti semula dan masih melihat sekitar nya, terlihat senyum licik di wajah cantiknya


"Yas,,, tahap pertama berhasil, tinggal tunggu mangga nya datang,, setelah Rey meminum minuman ini ia akan menjadi milik ku"


tanpa ia sadari seseorang telah merekam semua perbuatannya , dari sudut ruangan itu


"Ck... CK.... gila,, ternyata wanita licik ini benar benar nekat , melakukan hal seperti ini,


ternyata benar kata Sofia ia akan melakukan apa saja asal mendapatkan apa yang di ingin kan nya , tak perduli itu baik atau buruk


untung aku sempat merekamnya tadi


tapi... apa yang dimasukkan nya kedalam minuman itu?"


gumam nya pelan sambil berjalan mendekati Fani


"Eh.. mana pak Rey "


tanya Angga sambil duduk kembali ke kursi nya ia mencoba bersikap biasa, pada hal dalam hati ia menyumpahi wanita di depan nya ini


setelah ia melihat sendiri perbuatan nya tadi


"Beruntung aku tadi cepat cepat kembali dan melihat serta merekam perbuatannya "


gumam Angga dalam hati


ya memang setelah Angga menyelesaikan hajatnya di toilet ia buru buru kembali pada saat hampir sampai ia melihat gelagat Fani yang sedikit mencurigakan


buru buru ia berlindung di samping pengunjung restoran lain dan memperhatikan

__ADS_1


benar saja ia melihat Fani menaruh sesuatu kedalam minuman yang di pesan Rey


ia tidak membuang buang kesempatan itu Angga langsung mengambil ponselnya dan merekam semua perbuatan Fani


Angga duduk dengan tenang di kursi nya dan kembali bertanya


"Fani..., pak Rey nya kemana ?"


tanya Angga lagi


"Nggak tau ..!"


jawab Fani ketus


"Lah... kok.. nggak tau,, tadi kan dia bersamaan mu ?"


tanya Angga sedikit kesal dengan jawaban Fani


"Iya,. tadi memang bersama ku disini,, lalu ia pergi gitu aja


saat aku bertanya ia tak menjawab,.


jadi mana aku tau dimana dia sekarang


jelas .... kupikir dia menyusul mu !"


ucap Fani masih dengan nada sinis


"Oh.... sangat jelas,, ini omong - omong kenapa makanan belum dimakan nanti keburu dingin "


Ucap Angga lagi


"Issstt.....,, bisa diam nggak, kalau mau makan, makan aja duluan sana "


Ucap Fani ketus


setelah mendengar ucapan Fani Angga tak bicara lagi ia mulai makan makanan yang di pesannya tadi sambil berpikir keras bagaimana cara menyingkirkan minuman


yang dimasukkan sesuatu oleh Fani entah apa yang dimasukkan Fani kedalam minuman milik Rey itu Angga jadi khawatir kalau Rey meminum,, nya beruntung Rey belum datang entah pergi kemana orang itu


Angga berpikir keras bagaimana cara menjauh kan minuman itu sebelum Rey datang dan meminumnya sesekali ia memandang minuman yang dimasukkan Fani sesuatu kedalam nya


tiba tiba ia mendapat ide yang cemerlang di otak nya


"Bagaimana kalau ku tukar saja minuman itu dengan minuman Fani sendiri, minuman nya kan sama pasti tidak ketahuan,,, eh.... tapi... tunggu..,,,


bagaimana mana caranya ya....!


ya.... tuhan beri aku kesempatan menukar minuman itu sebelum Rey datang dan meminumnya"


Angga berdoa dalam hati ia terlihat bingung sesekali menggaruk kepalanya yang tak gatal dan menatap pintu masuk restoran,, sesekali ia juga menatap jalan yang menuju toilet berharap Rey jangan datang dulu sebelum ia berhasil menukar minuman itu


dalam keadaan bingung bagaimana cara menukar minuman itu


tiba tiba seseorang datang menyapa


***bersambung

__ADS_1


terimakasih atas dukungan nya***


__ADS_2