Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 73 Hukuman


__ADS_3

Melihat itu Angga segera menyusul Rey yang sudah berjalan cukup jauh dari mereka


"Rey....Rey.... tunggu,, kau mau kemana ?? kenapa seperti sedang terburu-buru apa terjadi sesuatu?,


Ucap Angga yang sudah berada di depan menghalangi langkah Rey


"Ini urusan ku,, sebaiknya kamu pulang dan beristirahat"


sahut Rey lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Angga,, lagi - lagi langkahnya dihentikan Angga


"Rey tunggu,, setidaknya biarkan aku ikut dengan mu "


Ucap Angga


Rey tidak menjawab dan berlalu meninggalkan Angga


namun Angga langsung mengikutinya


"Sukma aku duluan,, !!"


Ucap nya bergegas menyusul Rey yang sudah berjalan lebih dulu


Sukma hanya mengangguk bingung melihat kedua Atasnya nya itu


"Ada apa dengan mereka berdua? kenapa tiba-tiba pergi gitu aja??,, ya... sudahlah sebaiknya aku pulang,, untuk apa aku memikirkan mereka


itu tak penting "


gumam Sukma mengangkat bahunya acuh dan pergi meninggalkan rumah sakit


Rey dan Angga sampai di sebuah gudang milik nya yang sudah tak terpakai


Angga heran kenapa Rey pergi ketempat ini


tempat nya sepi tidak terlihat seorang pun disana


ingin bertanya takut kalau Rey marah alhasil ia hanya mengikuti saja kemana Rey melangkah


dengan langkah lebar Rey masuk ke dalam gudang diikuti Angga yang masih keheranan


"Memangnya apa sih yang ingin Rey lakukan di tempat sepi seperti ini,, tempat ini membuatku sedikit merinding!!"


gumam Angga dalam hati namun masih melajukan langkah nya mengikuti Rey


sampai di dalam gudang ternyata ada sekitar 10 orang yang menunggu dan berbaris rapi di sana


"Anda sudah datang tuan !!"


Sapa Bowo yang lain hanya diam tak ada yang berani bersuara


"Hemm..... mana mereka ??,,"


"Mereka ada di ruang bawah tanah,, mari tuan silahkan "


Ucap Bowo mempersilahkan Rey masuk ke ruang bawah tanah,, Rey berjalan lebih dulu menuju ruang bawah tanah di ikuti Bowo dan dua anak buah lainnya sedang Angga masih bingung namun tetap mengikuti langkah mereka


di ruang bawah tanah nampak tiga orang telah terikat,, dengan posisi berdiri kedua tangan diikat menggantung keatas


tanpa pikir panjang lagi Rey langsung memukul dan meninju ketiga orang itu secara bergantian seperti sedang kesetanan, ia memukul membabi buta tanpa ampun


"Bugg......!!"


"Aaghh...!!"


"Bugg.... !!"


"Aaghh....!!"


"Bugg......!!"


"Aaghh... !! "


teriak ketiga orang itu sebelumnya mereka dapat menahan namun Rey memukuli mereka tanpa ampun sehingga teriak kesakitan menggema di ruangan itu namun Rey tidak memperdulikan nya ia terus memukul dan memukul,, tanpa berkata atau pun bertanya kepada ketiga orang itu


Angga sangat heran melihat Rey yang seperti sedang dirasuki setan,, ia menatap Bowo seolah meminta penjelasan

__ADS_1


"APA yang terjadi sebenarnya?? siapa mereka dan kenapa Rey tiba-tiba memukuli mereka "


mungkin seperti itu lah yang ingin Angga tanya kan


"Mereka bertiga ini yang telah sengaja membakar gudang,, dan mencelakai nyo.....Eh non Sofia dan nyonya besar dengan sengaja""


Ucap Bowo


"Apa.... kenapa tidak bilang dari tadi,, kalau begitu aku akan ikut bergabung untuk memberi mereka pelajaran !!"


Ucap Angga ia menyingsing lengan bajunya dan


mengambil balok kayu mengarahkan nya


kepada salah satu pria yang di ikat itu


"Rasakan ini!!"


teriak Angga langsung memukul Pria yang terikat


"Buugg....!!"


"Aaghh....!!"


"ini..... ini..... ini..... rasakan ini berani beraninya kalian membakar gudang teman ku dan melukai wanita ku,, dasar ba*****n rasanya iniiiii....!!"


Ucap Angga kesal, marah kepada ketiga orang itu ia terus memukul dan menendang mereka


"Ampun.....!! tolong ampuni kami"


Ucap salah satu pria itu dengan terbata bata menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya


"Angga,, Apa kamu bilang tadi wanita mu!! sejak kapan Sofia menjadi wanita mu heh!!"


Ucap Rey marah ia menatap tajam kearah Angga,, darah seakan mendidih kala mendengar Angga menyebut Sofia sebagai wanita nya ia berjalan mendekati Angga dengan tatapan tajam penuh amarah seakan ingin membunuh nya


"Ti...tidak Rey, ka..kamu mau apa?? "


Ucap Angga terbata ia merasa takut dengan tatapan mata Rey yang penuh amarah


"Buukk.... rasakan ini!!"


"Aaghh..."


teriak preman itu kesakitan beberapa gigi nya lepas akibat pukulan Rey yang mengarah ke wajahnya darah sudah mengucur keluar dari tubuh ketiga preman itu mereka pasrah karena tidak biasa melawan atau pun melarikan diri dari sana ,,


sedangkan Angga mengelus dadanya merasa lega tadi nya ia sempat berpikir Rey akan menghajar nya karena menyebut Sofia sebagai wanita nya


ia menelan ludah dengan kasar saat melihat Rey yang tanpa ampun menghajar ketiga preman itu


"A... ampun.... ampun ...tu... tuan ka...kami hanya di.... dibayar,,, to.. tolong maafkan ka....kami ,,"


"I... iya ...tu...tuan ka...kami hanya me.. menjalankan perintah dari ..... no.....nona. Fa.....fani !!"


"I... Iya be..benar tu....tuan no... nona Fani yang membayar ka...kami "


Ucap ketika preman itu bergantian mereka telah mengakui perbuatan mereka sendiri tanpa di interogasi


"Apaaaaa ...... !!"


teriak Angga dan Rey bersamaan


"Dasar wanita licik,, Rey kali ini kamu harus segera memberikan pelajaran kepada wanita iblis itu,, kalau kamu tidak bertindak maka aku yang akan melakukan nya"


Ucap Angga mengepalkan tangannya


dan menggeregetkan gigi nya marah sudah dari dulu dia ingin menyingkirkan wanita licik itu namun tidak mempunyai bukti yang kuat namun kali ini ia sudah tidak bisa menahannya lagi ia mendesak Rey untuk memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya itu


"Tenang saja aku pasti akan menghukum nya,, kamu lihat saja nanti aku akan memberikan hukum yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya "


Ucap Rey penuh amarah


"Kalian,, apa sudah merekam semua pengakuan mereka "


Ucap Rey lagi

__ADS_1


"Iya,, bos kami sudah merekam semua pengakuan mereka "


Sahut salah satu anak buahnya


"Bagus,, sekarang lepaskan ikatan mereka !!"


"Baik bos.... !!"


"Kamu ambil kan aku pisau !!"


Ucap Rey lagi


"I... ini bos pisau nya "


Ucap anak buah Rey sambil menyerahkan sebatang pisau


Rey mengambil pisau itu dan berjalan mendekati satu persatu preman itu sambil memainkan pisau yang ada di tangan nya kemudian berjongkok,, Rey mengarah kan pisau itu dengan lembut dari wajah,, leher hingga berhenti di tangan pria yang sudah ketakutan dan tak berdaya wajah nya dipenuhi lebam, sudut bibir mengeluarkan darah segar seluruh tubuhnya terasa sakit seakan tulang tulang di dalam tubuhnya terasa patah semua akibat pukulan dari Rey dan Angga yang tak kenal ampun meski mereka telah meminta pengampunan


"Tu....tuan mau apa?? dengan pi...pisau itu,, to... tolong a... ampuni saya "


Ucap pria itu terbata sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya


"Ini..... pisau ini untuk !!!"


"Aaaghh......!!!"


"Ini untuk tangan yang berani membakar gudang milik ku !!


dan ini !!! "


"Aaaghh......."


"Untuk orang yang aku sayangi


dan ini !! "


"Aaaghh...!!"


untuk nenek ku,, kalian semua telah berani mencelakai orang orang yang penting dan Kusanagi dalam hidup ku maka rasakan pembalasan dari ku sebelum kalian merasa dingin nya jeruji besi,


Rey menggoreskan pisau itu ke tangan tiga preman itu secara bergantian,, darah segar kembali mengucur di setiap pergelangan tangannya mereka


"Bowo bawakan aku cuka !! "


" I..iya,,,. ini tuan...!"


Ucap Bowo sambil menyerahkan sebotol cuka yang berukuran cukup besar


"Tu.... tuan tolong jangan lakukan itu ka...kami sungguh minta maaf "


Ucap preman itu


"Heh ... maaf sudah terlambat !!"


Ucap Rey


ia menyiramkan air cuka itu kemasing - masing preman itu alhasil teriak kesakitan ketiga orang itu menggema di seluruh ruangan itu


para anak buah nya yang melihat aksi Rey bergidik ngeri mereka takut dengan kekejaman bos mereka


Angga dan Bowo juga merasakan kengerian di hati mereka tanpa Angga sadari keringat dingin keluar dari tubuh nya ia menelan ludah dengan kasar takut kalau ia melakukan kesalahan maka nasibnya akan sama seperti ketiga orang itu


" Itu adalah hukum dari ku,, jika ada dari kalian semua yang mencoba untuk menyakiti orang orang yang aku sayangi atau pun berkhianat


maka aku tidak akan mengampuni kalian semua termasuk kamu Angga !!,,,"


Ucap Rey tegas


"Bowo kirim mereka bertiga kantor polisi,, dan berikan bukti - bukti itu "


bersambung


***Author minta maaf karena baru bisa up sekarang


ya ...

__ADS_1


kemarin Author sakit dan baru bisa up hari ini


^^^terimakasih atas dukungannya***^^^


__ADS_2