
Saat ini Sofia hanya bisa menuruti perkataan Rey ia benar benar sangat lelah dan mulai memejamkan matanya ia membalas pelukan dari Rey hingga menuju alam mimpi tidak jauh beda Rey juga langsung tertidur
...----------------...
...pagi harinya saat Sofia bangun ia sudah tidak melihat batang hidung sang suami,,...
Perlahan ia bangun dan melihat jam dinding yang tergantung di sudut kamar nya
" U-uhh,, pantas saja ia sudah tidak ada ternyata aku yang kesiangan bangun nya"
gumam Sofia pelan setelah ia mengetahui bahwa waktu telah menunjukkan pukul 8: 30
Perlahan ia bangkit dan turun dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri,,
ia berjalan perlahan dan hati-hati karena seluruh tubuh terasa sakit dan pegal
sesampainya di kamar mandi ia sedikit kaget saat melewati cermin melihat pantulan dari nya
"A-astagaa....!! " kaget Sofia saat melihat tanda merah di leher jenjang nya
"Ini pasti ulahnya,, " gumam Sofia lagi merasa tidak senang saat melihat tanda merah itu,, bukan hanya di lehernya saja tapi tanda itu juga menghiasi tubuh bagian atas nya
selesai membersihkan diri Sofia kembali menatap dirinya di depan cermin rias milik nya dan berpikir bagaimana cara menyamarkan tanda merah di leher nya itu
setelah berpikir singkat Sofia berhasil menyamakan tanda itu mengunakan bedak dan alat rias lainnya
"Sempurna.....!! kalau begini kan Aku tidak merasa malu saat keluar dan bertemu orang "
gumam Sofia merasa puas akan hasil nya dandanan nya sendiri
dirasa semua selesai dan ia juga sudah berpakaian rapi ia kemudian melangkah hendak keluar kamar,, namun pandangan tertuju pada meja dan di atas sudah ada nampan berisi sarapan dan segelas susu ,, tidak jauh dari gelas itu terdapat setangkai bunga mawar dan kertas yang di lipat
Sofia berjalan mendekati meja itu dan duduk di sofa ia langsung meminum susu dan mengambil
lipatan kertas yang di atas ada setangkai mawar merah kemudian membuka lipatan itu dan membaca tulisan nya sambil memakan sarapannya
bibir Sofia terangkat memperlihatkan seulas senyuman setelah membaca tulisan di kertas itu
__ADS_1
Sofia mengambil bunga mawar itu dan mencium aroma harum nya
sambil bergumam
"Ternyata Beruang kutub itu juga bisa bersikap romantis juga..!!" kekeh Sofia pelan
Sedangkan Rey saat ini sudah berada di kantor nya,, hari ini ia terlihat sedikit berbeda di mata para karyawan dan bawahannya,, meskipun wajah nya masih terlihat datar dan dingin
Hal itu membuat tanda tanya besar pada bawahan nya terutama Angga yang melihatnya namun mereka tidak ambil pusing dengan apa yang mereka lihat ,
Sambil memeriksa berkas dan dokumen di meja kerjanya Rey kembali mengingat kejadian tadi malam dimana ia telah berhasil memecahkan segel pertahanan milik sang istri (SOFIA )
"A-ah..... tenyata tadi malam aku telah berhasil membuka segel menuju surga dunia,,
i-itu sungguh menyenangkan dan memuaskan ku
Ah... Aku jadi merindukan nya "
Gumam Rey sedikit tersenyum sambil tangannya membolak-balik berkas ditangan nya entah kenapa ia tiba-tiba merindukan Sofia saat ini
Hingga ketukan pintu terdengar dari luar
Pintu pun terbuka menampakkan sesosok wanita
Yang berdiri di depan pintu dan berjalan mendekat
Seketika raut wajah Rey menggelap berubah menjadi suram saat wanita itu masuk dan mendekat
"Untuk apa kamu datang kesini lagi?,, kurasa urusan kita sudah lama selesai !!"
Ucap Rey datar dan sangat dingin
"Rey Aku kesini ingin minta maaf pada mu,, aku juga ingin kita berhubungan seperti dulu lagi
Jujur aku tidak dapat melupakan mu Rey
Aku....aku menyesal telah pergi di hari pernikahan kita waktu itu "
__ADS_1
Ucap Siska memasang wajah memelas, sedih dan menyesal
Wanita yang datang ternyata adalah Siska orang yang sangat di benci dan tak ingin di lihat nya
" Kurasa penyesalan mu itu tidak berguna lagi
Karena aku sangat membencimu, dan bagaimana mungkin aku menjalin hubungan dengan orang yang ku benci,,
Lagi pula aku sudah menikah dan saat ini kami hidup bahagia, "
Ucap Rey masih datar dan membelakangi lawan bicaranya
"Tapi Rey Aku masih sangat mencintaimu, tidak apa-apa kau sudah punya istri aku bersedia menjadi yang kedua asal aku bisa bersama mu lagi !!"
Ucap Siska tak tau malu sambil meraih tangan Rey namun langsung di tepis kasar oleh Rey
"Sudah ku bilang jangan menyentuh ku !! dasar wanita tak tau malu,, hem.....,,kau ingin jadi yang kedua,,
Heh..... tapi sayang aku tidak ingin dan tidak akan menduakan istri ku !! Asal kamu tau aku sangat mencintai istri ku,, jadi jangan mengganggu kebahagiaan kami sekarang enyah lah dari hadapanku !!"
Ucap Rey mengusir Siska
"Ta-tapi....a-ak....!!!"
"PERGI......!! sekarang atau aku akan menyuruh orang menyeret mu keluar dari sini !!"
Teriak Rey marah memotong ucapan Siska yang belum selesai
Rey langsung memanggil keamanan dan menyuruh nya menyeret Siska keluar dari ruangannya
"Kamu seret wanita ini keluar dari sini dan jangan biarkan dia menginjakkan kakinya lagi ketempat ku,, "
Ucap Rey menyuruh keamanan itu menyeret Siska,, dengan patuh keamanan itu langsung menyeret Siska dengan kasar,, tentu Siska tak terima dengan perlakuan seperti itu ia berontak sambil memohon mohon kepada Rey
Sekali lagi Rey tak perduli dengan permohonan Siska
Bersambung
__ADS_1