Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab12 Pernikahan 2


__ADS_3

Sofia memperhatikan mereka berdua yang menurut nya mencurigakan, Sofia terus memperhatikan kaki kaki itu dan Sofia pun ingat siapa laki-laki yang sedang berbicara dengan Siska,


...****************...


Setelah mengigat laki laki itu Sofia beranjak dari tempat duduknya ia berniat ingin menyapa Siska dan laki laki itu Sofia berjalan menghampiri mereka namun sebelum sampai di sana laki laki itu pun sudah pergi meninggalkan Siska, sekarang hanya ada Siska di depan pintu kamar ganti,


"Hai kak Siska" Sapa Sofia


"Ooh.. kamu ada apa?" Ucap Siska datar


"Boleh aku menemani mu berhias?" Tanya Sofia


"Untuk apa? sudah ada dua orang penata rias di sini" ucap Siska masih datar.


"Boleh aku bertanya pada kaka?"


"Mau nanya apa? jangan membuang-buang waktu ku"


"Tadi itu sia-..."


belum sempat Sofia menyelesaikan kata-katanya, Siska sudah menjawab,


"Sudah - sudah nanti saja bertanya aku mau masuk." jawab Siska.


Ia pun masuk ke kamar ganti dan segera menutup pintu nya dengan keras, membuat Sofia kaget. Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal pada Siska yang menurut nya menyembunyikan sesuatu, Sofia kembali berbaur dengan para tamu undangan yang semakin banyak hampir memenuhi seluruh ruangan itu.


Semua sudah berkumpul, penghulu yang akan menikahkan pun datang dan tinggal menunggu pasangan yang akan menikah.


Rey yang tengah asik berbincang-bincang dengan temannya di kagetkan dengan ponsel nya yg bergetar, ia segera mengambil ponselnya yang bergetar dan memeriksa nya, ada pesan yang masuk. Rey segera membuka pesan itu dan membacanya, setelah membaca pesan itu seketika raut muka Rey berubah dan ia mengepalkan tangannya dengan kuat.


...# isi pesan #...


"Rey maaf kan aku, aku gak bisa menikah dengan mu, sekali lagi maaf kan aku. Karena aku tidak bisa mencintai mu lagi, jangan mencari ku "


"Maaf, selamat tinggal "


^^^~Siska^^^


...***...

__ADS_1


Sambil berjalan dengan cepat menuju ruang ganti di mana Siska akan berganti pakaian, di tempat yang sama nek Vida juga menerima pesan yang sama dari Siska, setelah membaca pesan itu nek Vida beranjak berdiri meninggalkan rekan rekan bisnisnya, setelah ia pamit pada rekan rekan nya.


Nek Vida berjalan cepat menuju ruang ganti tempat Siska tadi berada, nek Vida dan Rey sampai secara bersamaan, mereka langsung membuka pintu kamar dan masuk di dalam kamar hanya ada dua orang penata rias yang menunggu.


Rey mencari Siska ke segala sudut ruang kamar itu namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Siska, Ia pun bertanya pada dua orang yang di tugas untuk merias.


"Dimana Siska?" tanya Rey dengan datar


"Kami tidak tau tuan sejak tadi kami menunggu, namun tidak ada yang masuk kecuali tuan dan nyonya" ucap salah satu penata rias itu.


Beberapa kali Rey menghubungi Siska namun tidak ada jawaban bahkan, sekarang ponsel nya pun sudah tidak aktif lagi. Rey sangat kesal dan membanting ponsel nya ke lantai,


"Kalian berdua keluar dulu, aku ingin bicara berdua sama nenek ku" ucap Rey sambil menahan amarahnya.


Penata rias itu pun segera keluar dan menunggu di luar


"Bagaimana ini nek? Kenapa Siska tega melakukan ini pada ku...aku tidak bisa membatalkan pernikahan ini lagi, kalau di batalkan aku tidak akan bisa menanggung malu pada teman, sahabat dan rekan rekan bisnis ku" ucap Rey dengan frustasi dan sangat kecewa atas perlakuan Siska yang mau mempermalukan pada semua


"Tenanglah sebentar, nenek juga akan malu pada semua teman teman nenek, bukankah ada waktu


30 menit lagi sebelum akad nikah di mulai?" Tanya nek Vida "Iya nek terus kita bisa apa dalam waktu 30 menit itu?"


Ucap nek Vida sambil menghapus air mata nya yang menetes, ia tak tega melihat cucunya itu


nek Vida menghubungi mereka melalui ponsel nya tidak butuh waktu lama mereka yang di hubungi pun datang


"Ada apa nyonya memanggil kami semua?" Ucap Bowo "Dimana Sofia?"


"Kami tidak melihat nya dari tadi " jawab Minah


"Kalau begitu Minah kamu cari Sofia suruh dia kesini,! Anto, Surti kalian berdua tolong layani para tamu undangan dan kamu Bowo suruh anak buah mu mencari keberadaan Siska dengan cepat " " Baik nyonya " Ucap mereka semua


"Maaf nyonya memangnya ada apa?"


"Kerjakan saja tugas kalian, tidak ada waktu untuk menjelaskan sekarang "


Ucap nek Vida dengan tegas


Semua pun keluar untuk melaksanakan tugas nya masing-masing

__ADS_1


Rey yang sedari tadi duduk di tepi ranjang dengan dan muka masam bingung dengan rencana nenek nya itu


"Nenek apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Kamu tenang saja, tapi kamu harus menuruti perintah nenek agar kita tidak di permalukan Siska "


Dari luar terdengar suara ketukan pintu setelah itu pintu pun terbuka


"Nenek ada apa mencari ku? kata bi Minah nenek mencari ku?" Tanya Sofia


"Begini sayang bisakah kamu membantu nenek?"


"Tentu nek Sofia pasti akan membantu nenek, katakan apa yang bisa Sofia lakukan untuk membantu nenek? "


"Sofia tolong menikahlah dengan Rey


"APA...." Ucap Sofia dan Rey secara bersamaan mereka sasa sama terkejut


"Nenek mohon Sofia mau ya..menikah dengan Rey"


"Ta...piii.. bagaimana dengan Siska aku nggak mau dibilang merebut calon suami orang " Ucap Sofia dengan sendu


"Siska sudah pergi meninggalkan Rey, nenek tidak mau dipermalukan di depan para tamu undangan, mau di taruh dimana muka nenek nanti jika pernikahan ini batal, nenek mohon Sofia hanya kamu harapan nenek satu satunya menikah lah dengan Rey. Apa pun yang kau minta nenek akan mengabulkan nya "


Ucap nek Vida sambil menangis dan bersimpuh di hadapan Sofia


"Nenek jangan seperti ini, nenek tidak perlu bersimpuh pada ku aku mau menikah dengan Rey, bangun jangan seperti ini "


Ucap Sofia sambil membantu nek Vida berdiri dan menghapus air mata yang sedari tadi mengalir deras dengan lembut Sofia menghapus air mata nenek nya


"Nenek jangan khawatir Sofia akan melakukan apa pun untuk nenek asal nenek jangan sedih lagi" Ucap Sofia menenangkan nek Vida


"Nenek apa tidak ada gadis lain salain dia?"


Ucap Rey sangat pelan


"Kenapa bukan kah kau sudah berjanji mau menuruti perintah nenek lagi pula Sofia baik dan juga cantik bahkan lebih cantik dari Siska yang bodoh itu " Jawab nek Vida dengan sangat pelan


meskipun sangat pelan tapi Sofia masih bisa mendengar apa yang di bicara kan cucu dan nenek itu "Sudah Rey waktu kita sekarang tinggal 20 menit nenek akan keluar dulu untuk bicara pada penghulu tentang masalah ini

__ADS_1


...****************...


__ADS_2