Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab103. Ke bandara


__ADS_3

Perlahan Sofia melepaskan pelukannya dan membaringkan tubuh Rey ketempat tidur dengan susah payah setelah selesai


Sofia juga ikut berbaring,, menghela nafas sambil memandangi wajah Rey yang sudah terlelap


sampai akhirnya ia pun ikut tertidur


...----------------...


pagi hari nya Sofia terbangun dari tidurnya namun ia tidak mendapati Rey ada di sana, saat melirik ke arah jam weker yang berbeda di meja rias Sofia sedikit kaget karena waktu telah menunjukkan pukul tujuh pagi


"Yah....aku kesiangan....!!"


gumam Sofia beranjak dari tempat tidur tidak jauh dari tempat tidur sudah ada sarapan yang siap tersaji di atas meja kecil,,


Sofia bangun mengambil tongkat nya lalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi


Sofia mendekati meja yang di atasnya ada sarapan pagi untuk nya, dan segelas susu yang masih hangat


Sofia meminum susu itu setelah nya ia menyeret kakinya berjalan menuju balkon kamar


untuk menikmati suasana pagi hari yang damai


dari balkon Sofia bisa melihat pemandangan halaman belakang kediaman itu di sisi sebelah kanannya ia juga bisa melihat pemandangan halaman depan serta gerbang kediaman


hampir empat puluh lima menit Sofia berada di balkon itu hingga ia kembali masuk kedalam kamar ia berencana untuk menemui nek Vida


dari arah pintu terdengar suara ketukan


"Tok.....tok.....tok......!!"


"Non.... ini bibi,, apa bibi boleh masuk?"


"Iya bik... masuk saja !! "


ucap Sofia mempersilahkan bik Minah masuk


"Ada apa bik ?"


"Oh.. ini non ada kiriman bunga, juga hadiah "


ucap bik Minah sambil menyerahkan buket bunga dan kotak hadiah


"Dari siapa bik...?"


ucap Sofia sambil menerima buket bunga dan kotak hadiah dari tangan bik Minah


"Dari tuan Rey !!,, kalau begitu bibi permisi mau kebelakang ,,"


"Oh..... !! iya bik terimakasih "


setelah kepergian bik Minah Sofia meletakkan kotak hadiah dan buket bunga itu di atas tempat tidur kemudian duduk


"Kenapa ya? tiba-tiba Rey ngasih hadiah,, perasaan selama ini di tidak pernah ngasih sesuatu selain uang bulanan,,


ini.... ini bunga nya cantik sekali "


gumam Sofia sambil memperhatikan bunga yang dikirim Rey di dalam buket bunga itu terdapat kertas


Sofia mengambil kertas itu dan membaca tulisan nya


isi tulisan


"sayang,, aku mencintaimu,, terimakasih sudah memaafkan ku semoga kamu menyukai hadiah dan bunganya, I love yo


Sofia menggelengkan kepala saat membaca tulisan itu menurut nya ini sedikit aneh dan menggelikan


kemudian meletakkan kembali kertas itu


@@

__ADS_1


Saat ini Sofia tengah bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi di temani secangkir teh dan kudapan


Sebenarnya ia ingin menemui nek Vida namun Nek Vida kelihatan nya sedang sibuk,, itu diketahuinya saat bertanya kepada bik Minah


Tentang keberadaan nenek nya itu


Jadinya ia memilih bersantai sambil menunggu makan siang


tap...


tap....


tap ...


Suara langkah kaki menghampiri Sofia yang duduk di Sofa


"Sayang, kau disini rupanya!!"


Ucap Nek Vida lalu duduk di sebelah Sofia sambil mengelus pucuk kepala Sofia lembut


"Iya nek, ada apa? " Tanya Sofia menampilkan senyuman lembut


"Nggak,, nenek cuma mau bilang kalau siang nanti nenek akan berangkat ke L A,,!!"


ucap Nek Vida


"Jadi..... Nenek mau pergi hemm...!!"


Ucap Sofia sendu


"Iya sayang kamu jangan sedih,, kamu tau saat ini Saudara laki laki nenek sedang sakit di sana jadi mereka meminta nenek untuk segera datang kesana "


"Apa nenek akan lama di sana ?"


"Entahlah nenek juga belum tau,, tapi kamu jangan sedih ya disini kan masih ada Rey bik Minah dan yang lain jadi kamu tidak akan kesepian,, nenek dengan kamu sudah berbaikan dengan Rey dan kamu juga sudah memaafkan nya iya kan ...!!"


Sofia mengangguk sedetik


"Nenek senang mendengar nya "


"O ya nek, kapan nenek berangkat? "


"Siang ini,, setelah kita makan siang!!"


"Sofia akan ikut mengantar nenek ke bandara ya !!"


"Tapi ....,, kaki mu masih sakit,, apa sebaiknya kamu istirahat saja di rumah, "


Tolak nek Vida halus


"Ya Nek..,, ya..ya boleh ya Sofia ikut,, kaki Sofia sudah tidak terlalu sakit,, Sofia juga sudah tidak memakai tongkat kalau jalan


boleh ya .. Sofia mohon !!"


Ucap Sofia memelas


"Heh ...ya sudah kamu boleh ikut ke bandara,, tapi kamu harus hati-hati berjalan ya nenek nggak mau kakimu tambah sakit!!"


"Iya... iya Sofia pasti hati hati nenek tak perlu khawatir "


Ucap Sofia senang


@@


Setelah makan siang bersama,, Nek Vida langsung berangkat ke bandara di temani Sofia dan Toni sebagai Sopir,, sedangkan Rey ia masih ada miting di kantor jadi dia akan menyusul nanti


Nek Vida tidak mempermasalahkan hal itu karena ia tau kalau cucu nya itu memang sangat sibuk itu di sebabkan ia tidak masuk kantor selama tiga hari alhasil sudah pasti pekerjaan tertumpuk


Nek Vida dan Sofia telah sampai di bandara mereka duduk di ruang tunggu,, karena mereka datang sedikit lebih awal sebelum keberangkatan


Dari arah pintu masuk terlihat seorang laki-laki tampan berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Sofia dan Nek Vida

__ADS_1


"Huh ... huh....huh ...... syukurlah aku tidak terlambat"


Ucap nya dengan nafas memburu dan duduk. disebelah nek Vida


"Rey tenyata kamu sempat kesini, Nenek pikir....-"


"Mana mungkin Rey tidak kesini,,"


setelah itu panggil keberangkatan pun terdengar


"Rey, Sofia, Nenek pergi dulu kalian jaga diri baik-baik,, jangan bertengkar lagi,


dan kamu Rey jaga Sofia dengan baik jangan sampai kau melakukan kesalahan lagi!!"


"Iya Rey akan ingat Semua pesan nenek,, nenek jangan khawatir dan jangan lupa nenek juga harus jaga kesehatan nenek selama disana !!"


Ucap Rey


Setelah mengatakan semua itu dan berpamitan kepada kedua cucunya itu Nek Vida pun pergi dan masuk menuju pesawat


tidak berapa lama pesawat pun lepas landas meninggalkan kota B


Setelah melepas kepergian Nek Vida


Rey mengajak Sofia untuk pulang


Sofia berjalan perlahan sambil menyeret kakinya yang masih sedikit terasa sakit


Melihat Sofia berjalan pelan sambil menyeret kakinya Rey berinisiatif untuk mengendong nya


Rey mendekati Sofia lalu dengan tiba tiba ia langsung menggendong tubuh Sofia,


Sofia sangat terkejut dengan perlakuan Rey


"Rey ....apa apaan kau ini,, cepat turunkan aku,..."


"Sudah diamlah,, jangan berontak nanti jatuh!!"


"T... tapi Rey a...aku malu, cepat turunkan aku, aku bisa jalan sendiri, lihat semua orang melihat kita apa kamu tidak malu"


" Tidak, Untuk apa malu, jangan pedulikan tatapan mereka kalau kamu malu tutup saja wajah mu dan diam "


Ucap Rey berjalan menuju parkiran mobil sambil menggendong merasa tubuh Sofia


ia tak perduli dengan tatapan orang orang kepada nya


"Eh..eh lihat deh,


... disana,, duh.... Mesranya aku juga mau di gendongan juga "


"Iya aku jadi iri sama mereka "


"Iya.. Aku juga..."


dan banyak lagi tanggapan orang orang yang melihatnya aksi Rey


Sedangkan Sofia wajahnya sudah memerah karena menahan malu ia menyembunyikan wajahnya di dada Rey lebih dalam


Rey terkekeh kecil melihat tingkah Sofia saat menahan malu


Akhirnya Rey sampai di parkiran mobil, dan masuk ke dalamnya setelah memasukkan Sofia lebih dulu


Sedangkan Toni yang tadi mengantar Nek Vida dan Sofia sudah Rey suruh pulang lebih dulu


Rey melakukan mobil nya meninggalkan area parkir


***bersambung


Readerr.......Nay..... lagi galau....nih.... jadi nggak punya banyak ide cerita


mohon di maklumi ya...ya*** ..

__ADS_1


__ADS_2