
Namun pada saat hendak berdiri Rey jatuh ke atas tubuh Sofia yang pingsan seolah ada yang menariknya, Rey kaget dan memeriksa apa yang membuatnya seperti di tarik sampai ia jatuh dan menindih tubuh Sofia, ternyata kalung liontin milik Sofia terselip kedalam baju kemeja Rey sehingga ia tertahan pada saat hendak berdiri perlahan Rey membuka kancing kemejanya dan~~Mengeluarkan liontin itu dari dalam bajunya,
Tangan Rey sedikit gemetar saat mengeluarkan liontin itu dari dalam bajunya karena di depan matanya terpampang gunung kembar yang menjulang di tambah lagi bibir merah muda yang menggoda bak buah apel merah siap untuk digigit pemandangan itu membuat Rey menelan ludah, jantung nya berpacu dengan cepat bak habis maraton keringat dingin mulai terasa membasahi
bahkan pusaka yang tersimpan jauh di dalam sana menunjukan reaksi,
Rey terhanyut dalam suasana itu ia tersadar saat melihat darah yang keluar dari hidung sudah sampai di bibir Sofia
"Astaga....!" Ucap Rey saat tersadar,
ia mengusap kasar wajah nya untuk mengendalikan diri nya kemudian ia berdiri untuk mengambil tisu yang ada di meja rias lalu membersihkan darah yang keluar dari hidung Sofia, kemudian memeriksa tangan Sofia yang di balut perban
saat melakukan semua itu Rey berusaha mengendalikan akal sehat nya agar tidak terbawa suasana lagi
Setelah melakukan semua itu Rey membaringkan tubuhnya di sebelah Sofia dengan posisi terlentang menghela nafas dan mengusap dadanya sesekali ia memandang kearah Sofia
malam semakin larut Rey ketiduran tepat di sebelah Sofia, sekitar pukul tiga dini hari Rey terbangun karena mendengar rintihan Sofia yang memanggil manggil
"Mama....! mama ...! mama di mana ini fia
hiisk...hiisk ..! fia kangen mama!"
rintihan Sofia disertai isakkan tangis memilukan
namun mata nya tetap terpejam Rey memeriksa keadaan Sofia yang ternyata hanya mengigau meski mengigau Sofia mengeluarkan air mata dan sesegukan, melihat kondisi itu Rey mencoba membangunkan Sofia
"Sofia...! bangun.....! bangun...! ada apa tenanglah..!"
Ucap Rey sambil mengelus lembut kepala Sofia
selang beberapa detik Sofia mulai tenang kembali tapi ia masih sesegukan, karena sangat mengantuk Rey pun tertidur kembali dengan posisi menyandarkan punggungnya dikepala ranjang dan tangan sebelah kanan masih ada di kepala Sofia sedang tangan sebelahnya lagi menggenggam erat tangan Sofia
Keesokan paginya
Sofia kaget saat terbangun kerena posisi nya di peluk Rey
"Aaaah....!". teriak Sofia kaget dan reflek mendorong Rey sehingga Rey terjatuh dari tempat tidur
"Aaaww...! Aduh....!"
Ucap Rey kesakitan ia kaget tiba-tiba di dorong sampai jatuh dari tempat tidur mendengar Rey mengaduh kesakitan Sofia langsung menghampiri dan membantu Rey untuk bangun dan mendudukkan nya kembali di tepi ranjang
"Maaf....! maaf..! sakit ya...! maaf aku tidak sengaja tadi aku kaget dan reflek mendorong mu"
Ucap Sofia merasa bersalah
"Kau ini.. dasar gadis aneh, sakit nih....kau harus tanggung jawab "
Ucap Rey mengusap usap pinggangnya berpura-pura masih kesakitan
__ADS_1
"Ha..... tanggung jawab, aku tanggung jawab soal apa !"
Ucap Sofia menunjuk dirinya sendiri
"Iya kamu siapa lagi!" Ucap Rey
"Nggak nggak kenapa aku, mestinya kamu yang tanggung jawab siapa suruh tidur di kamar ku dan memelukku, apa yang kau lakukan padaku "
Ucap Sofia tidak mau kalah
"Apa kamu tidak ingat tadi malam kamu yang memelukku sangat erat"
Ucap Rey lagi
mendengar perkataan Rey Sofia terdiam ia mengingat ingat kejadian tadi malam
setelah mengingat kejadian tadi malam Sofia jadi malu sendiri ia menundukkan kepala dan wajah nya sedikit memerah
"Oh itu... maaf aku tidak sengaja, tadi malam aku kaget dan takut melihat kelabang itu"
Ucap Sofia menahan malu
melihat pipi Sofia memerah menahan malu Rey menjadi gemas dan kembali ingin menggodanya
" Sudahlah lebih baik kamu cepat bersiap kita akan pergi ke rumah nenek, Oya... bahkan tadi malam kamu hampir menodai ku !"
bisik Rey ditelinga mengoda Sofia
Ucap Sofia kaget sekaligus malu mendengar kata terakhir yang Rey ucap kan
"Kamu pasti bohong kan !" Ucap Sofia lagi tertunduk
"Aku nggak bohong memang seperti itu kejadian nya Aiiis... sakit sekali pinggang ku Aduh.... aku pergi dulu, cepat lah bersiap ku tunggu "
Ucap Rey sambil berjalan sedikit pincang pura pura menahan sakit akibat jatuh di ranjang
Rey meninggal Sofia yang kebingungan bercampur malu karena ucapan terakhir Rey, ia benar-benar tidak ingit kejadian tadi malam yang ia ingat hanya berlari ketakutan dan tak sengaja memeluk Rey, selebihnya nya ia tidak ingat
"Bagaimana aku bisa lupa ya ... apa benar aku melakukan itu kalau benar aiiish.... sungguh memalukan"
gumam Sofia sambil mengacak-acak rambutnya sendiri kemudian pergi untuk membersihkan diri
dau puluh menit kemudian, Sofia telah siapa dan keluar keluar dari kamar ternyata Rey sudah menunggu
Rey melihat Sofia sudah keluar dari kamar ia langsung berdiri dan menghampiri Sofia
"Ayo pergi nenek sudah menunggu!"
Ucap Rey sambil menarik tangan Sofia
__ADS_1
"Auuww... sakit !" Ucap Sofia kesakitan karena yang ditarik tangan Sofia yang terluka
"Maaf... maaf... sakit ya aku nggak tau kalau ini tangan mu yang terluka"
Ucap Rey lembut dan tersenyum kemudian ia kembali menarik lembut tangan yang sebelahnya dan mengajak Sofia berangkat
"Ayo berangkat..!" Ucap Rey
Sofia tidak menjawab ia hanya terdiam dan mengikuti Rey,
Sofia merasa heran dengan sikap Rey hari ini tidak seperti biasanya yang acuh, dingin, dan kalau di tanya jawab nya selalu datar, tapi pagi ini sikapnya sangat lembut dan perhatian
" Ada apa dengan si muka tembok hari ini, ko tiba-tiba bersikap manis, apa... jangan jangan kemarin kepalanya kejedot tembok ya..
atau... salah makan "
gumam Sofia dalam hati sambil terus berjalan mengikuti Rey yang menuju parkiran mobil setelah sampai dan masuk ke dalam mobil Rey langsung melajukan mobilnya menuju kediaman nenek nya dua puluh lima menit perjalanan mereka pun sampai di kediaman nek Vida (nenek nya)
Sebelum turun dari mobil Rey menanyakan tentang apa yang terjadi pada Sofia sehingga ia pulang larut malam,
Saat Sofia ingin membuka pintu mobil, Rey menghentikannya
"Sofia tunggu aku ingin bertanya, tadi malam kamu pergi kemana,? kenapa pulang larut apa yang terjadi kepada mu sehingga tangan mu bisa terluka dan juga di wajah mu ada bekas lebam sampai membuat sudut bibir mu terluka"
Tanya Rey panjang lebar
Sofia terdiam sejenak sambil menyentuh bibir nya yang terluka akibat pukulan Baron yang cukup keras Sofia menghela nafas dan menjawab
"Akan ku jawab pertanyaan mu, tapi sebelum itu aku juga ingin bertanya pada mu "
Sahut Sofia
"Oke silahkan, apa yang ingin kau tanya kan !"
Ucap Rey
" ini tentang Fani apa kamu serius dengan Fani ?
Fani bilang dalam waktu dekat ini kalian akan meresmikan hubungan kalian berdua
apa itu benar..."
Tanya Sofia
"Kenapa.. kamu cemburu!" Ucap Rey
"Tidak " Ucap Sofia singkat
"Kalau tidak cemburu kenapa ingin tau ,
__ADS_1
kamu cemburu kan..! "
BERSAMBUNG*