
"Apa,, cinta kata mu cinta macam apa kau maksud,, kalau kamu mencintai ku kamu tidak akan merugikan perusahaan ku dan membakar properti,, satu lagi nenekku celaka gara gara ulah mu itu dan lebih parahnya lagi kau membuat ISTRI ku dalam keadaan kritis sampai sampai koma di rumah sakit !!"
Ucap Rey datar menekan kata istri sambil
menahan amarahnya
hati Fani bagai di sambar petir mendengar Rey menyebut kata istri
"I... istri a.. apa ma... maksudmu ??"
"Ya... istri ku asal kamu tahu Sofia itu adalah ISTRI ku .....!!"
"Ti... tidak....,, tidak mungkin kamu pasti bohong iya kan,,ka...kamu bohong kan tidak mungkin Sofia adalah is... istri mu,,"
"Untuk apa aku berbohong yang kukatakan itu adalah kebenaran nya Sofia adalah ISTRI ku dan kau telah berani menyakiti nya,, sekarang kau akan mendapat hukuman atas perbuatan mu itu!!"
" Tidak,,, tidak mungkin Aku tidak percaya,, hanya aku yang pantas menjadi istri dan pendamping mu "
Ucap Fani ia langsung memeluk Rey dari belakang dengan erat,, karena memeng posisi Rey membelakangi Fani
Rey sangat terkejut karena Fani telah lancang dan berani memeluknya dengan cepat Rey mencengkram tangan Fani dengan kuat dan melepaskan pelukan itu Rey sangat marah
"Jangan pernah menyentuh ku dengan tangan dan tubuh kotor mu itu !!"
Ucap Rey datar dan dingin aura wajah Rey langsung berubah membuat Fani sangat takut tubuhnya bergetar ketakutan tangan Rey terus memegang tangan Fani dan memelintirnya dengan kuat sehingga terdengar bunyi
"Krakkk....!!"
"Aaawww......!!"
teriak Fani kesakitan kemungkinan tangan telah dipatahkan oleh Rey
teriak kesakitan Fani menggema di ruangan itu namun hal ini tidak menghentikan Rey untuk menghukum
Rey kembali menampar wajah Fani sehingga Fani jatuh tersungkur di lantai
"Hukum ini belum seberapa !!"
"Krakkk....."
terdengar bunyi tulang patah saat Rey menginjak jari jari tangan lentik milik Fani
teriak kesakitan Fani kembali menggema
sambil menangis Fani meminta maaf
"M...ma... maaf kan... aku...!!"
Ucap Fani terbata di sela tangisan nya
"Apa kau pikir dengan kata maaf,, semua akan selesai TIDAK..... ku pastikan kau akan membusuk di penjara!!!"
Ucap Rey sambil mencengkram rahang Fani dan menghempaskan dengan kuat sehingga tubuh Fani kembali terjatuh
saat ini wajah Fani sudah di penuhi lebam hidung dan bibirnya mengeluarkan darah segar
Diluar ruangan Rey tepat di depan pintu
ada sekitar 5 orang sedang berdiri seperti sedang menguping mereka berkerumun di depan pintu
"eh..eh lo dengan nggak tadi...!"
__ADS_1
ucap karyawan 1
"Iya.. iya gue dengan,, itu suara nya bu Fani !!"
Ucap karyawan 3
"Iya ,, lo tau nggak kenapa bu Fani berteriak kesakitan seperti itu??"
ucap karyawan 2
"Kayanya dia dihukum deh sama pak bos!!"
ucap Nana
"Iya,,, gue tau dia lagi dihukum bego...!! yang gue maksud itu lo tau nggak kenapa dia bisa mendapat hukuman....??"
ucap karyawan 2
"Yang gue dengan sih.... dia tu korupsi uang perusahaan dan dia juga dalang dibalik kebakaran gudang milik pak bos,,,, !!"
Ucap Sukma yang juga ikut nimbrung di situ
"Serius lo,,, lo dengan dari mana tu gosip???"
Ucap karyawan 1
"Dari pak Ang.....!!!"
ucapan Sukma terpotong oleh dehaman Angga
"Ehmm.....!! ehmmm......!! ada apa ini ko pada ngumpul di sini?? apa tidak ada pekerjaan lain selain nguping pembicara orang..!!
kalian mau ku laporin sama bos biar kalian semua dipecat...Mau ....!!"
polisi
"Eh.,, pak Angga... jangan dong pak kami sebenarnya bukan nguping tapi cuma kebetulan dengar aja gitu,, iya kan teman teman...
Ucap Sukma
"Iya.... pak benar kata Sukma kami cuma kebetulan dengar aja...!"
sahut Nana
"Iya pak benar ...!!"
sahut tiga orang lain nya bersamaan
""Tu kan pak benar,, sebenarnya tadi saya kesini mau nyerahin berkas ini sama pak Rey,, pada saat saya mau mengetuk pintu eh saya dengar tuh pak Rey kaya marah marah gitu jadi saya nggak jadi masuk dan nunggu disini
eh pak Angga ko bawa polisi ke sini ada apa ya pak???"
ucap Sukma
"Ini bukan urusan kalian,, sana....sana kembali bekerja,, mau kalian dipecat!!
Sukma sini,, mana berkasnya biar aku yang menyerahkan nya pada pak Rey,,
Ucap Angga
"Iya pak... ini..."
__ADS_1
Ucap Sukma sambil menyerahkan berkas yang ada di tangan nya
Angga mengambil berkas itu dan menyuruh mereka bubar
"Sudah bubar kembali bekerja!!"
ucap Angga
mereka pun pergi meninggalkan tempat itu menuju tempat masing-masing dan melanjutkan pekerjaan
"Eh... Sukma benar Sofia masuk rumah sakit??"
tanya Nana
"Iya.. !!"
"Lo udah menjenguknya. terus bagaimana keadaannya??"
"Sangat kritis dan dia dinyatakan koma sama dokter !!"
Ucap Sukma sangat sedih
"Apa lo tau,, apa yang terjadi pada Sofia? kenapa dia sampai di nyatakan koma??"
tanya Nana lagi
"Kata pak Angga Sofia terjebak dalam kebakaran gudang kemarin,, termasuk nyonya besar nenek nya bos Rey, beliau juga menjadi korban namun tidak separah Sofia,,,
makanya bos marah besar sama bu Fani,, karena bu Fani lah dalang dibalik kebakaran itu!!"
"Serius lo,,, dari mana lo tahu kalau bu Fani lah dalang nya??"
tanya Nana penasaran
"Dari pak Angga,,, kemarin setelah pulang dari kantor aku menjenguknya Sofia,, barengan sama pak Angga terus dia cerita ,, ya .. karena aku sih.. yang bertanya,,
Oya sore ini aku mau jenguk Sofia lagi kamu mau ikut??"
Ajak Sukma
"Boleh,, nanti aku ajak teman teman lain siapa tau mereka juga ingin ikut menjenguk !!"
Ucap Nana
Kembali ke tempat Rey
Setelah mengambil berkas dari Sukma Angga melihat jam tangannya,, terlihat jam menunjuk pukul sembilan lewat lima puluh sembilan tinggi satu menit tepat pukul 10
Angga mengetuk pintu ruangan Rey
"Tok ...tok ...tok....!!" Angga mengetuk pintu
"Masuk...." terdengar sahutan dari dalam
Angga pun membuka pintu dan masuk bersama dua orang polisi yang di bawanya
"Bagus kalian sudah datang,, sekarang tangkap dan bawa pergi wanita itu!!"
tunjuk Rey kearah Fani yang terduduk di lantai akibat tamparan keras dari Rey
"Bos tolong jangan penjara kan saya ,, saya minta maaf,,, .....
__ADS_1
Bersambung