Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 84 Jangan Lakukan itu,, Aku Belum Siap


__ADS_3

"Tentu nya aku sakit hati dan marah,, tapi ini semua juga salah ku karena aku tidak bertanya terlebih dahulu,, sebelum mengatakan perasaannya ku,, ""


ucap Angga memasang wajah sedih


"Terimakasih kasih atas pengertiannya ,, kakakku yang genteng ,, ehh.. tapi kakak jangan sedih gitu sebenarnya ada seseorang yang dari dulu suka dan sayang sama ka Angga !!


ingat ya ka... lebih baik di cintai dari pada mencintai ,, "


"Iya.... iya,, ka Angga ngerti !! btw kakak boleh tau dan kenalan nggak sama suami kamu itu,, "


"Tentu boleh tapi tidak untuk sekarang,, sekarang sebaiknya ka Angga anterin aku pulang dulu"


"Iya...ayo,, aku jadi penasaran siapa sih laki laki yang beruntung itu "


"Nanti juga kakak akan tau sendiri "


ucap Sofia sambil berjalan meninggalkan restoran itu di ikuti Angga


setelah dari restoran Angga langsung mengantar Sofia ke apartemen nya


"Terimakasih ya.. ka... sudah di ajak makan malam,, dan mengantarku pulang "


"Iya.. sama - sama ,, terimakasih juga karena kamu mau menemaniku makan malam ini,,


sudah sana masuk geh...."


Ucap Angga menyuruh Sofia masuk ke dalam apartemen yang Sofia tempati bersama Rey


"Iya... ka aku masuk dulu dah.....!! sampai ketemu di kantor ""


ucap Sofia kemudian masuk kedalam setelah Sofia masuk Angga pun pulang


saat masuk Sofia langsung mendapatkan banyak pertanyaan dari Rey, Sofia yang malas untuk berdebat memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Rey ia masuk ke dalam kamarnya mengganti pakaiannya dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur yang empuk dan memejamkan matanya malam ini merasa sangat lelah,,


Rey yang merasa di abaikan menjadi marah ia masuk ke kamar Sofia dan kembali melontarkan pertanyaan


"Fii.... jawab jangan bikin aku tambah marah !!"


ucap Rey menahan amarahnya


"Kamu mau jawaban seperti apa ? nanti saja jawabnya ya...ya .. sekarang aku sangat ngantuk aku pingin tidur dulu,, aku sangat lelah !!"


ucap Sofia dengan mata masih terpejam tanpa menghiraukan Rey yang menahan amarahnya


"Ergh..... dasar gadis aneh !!"


Ucap Rey,, ia mendapat ede untuk meredam amarahnya Rey ikut berbaring di sebelah Sofia kemudian memeluknya dari belakang dan ikut memejamkan mata


Sofia yang merasa terganggu saat tangan kekar memeluk pinggang nya dengan erat

__ADS_1


ia berusaha berontak dan mencoba melepaskan tangan itu


"Uuhh ..lepas.... lepaskan ini terlalu kencang,, kenapa kau tidur di tempat ku? kenapa tidak tidur di kamu saja !! tempat ini menjadi sempit,, lepaskan!! tangan mu membuat perut ku sakit "


Ucap Sofia dengan mata yang masih terpejam ia memberontak agar Rey melepas kan pelukan nya


"Diam lah,, biarkan seperti ini,, dan jangan banyak bergerak!! kau membangun pusaka milik ku.. "


Ucap Rey berbisik di telinga Sofia,, Sofia tersentak mendengar bisikan itu nafas hangat yang menyapu Teling bagian belakang nya,, membuat tubuh kaku sekaligus merinding ia juga merasakan ada sesuatu yang menunjol di bagian ***** nya


"Anggap saja ini sebagai hukuman mu,, malam ini aku akan tidur bersama mu,, kalau kau merasa hukuman ini masih kurang, aku akan melahap semua bagian tubuh mu,, bagaimana??"


Ucap Rey lagi ia tersenyum penuh kemenangan


tentu saja Sofia tidak melihat senyuman itu


meski mata terpejam Sofia masih bisa mendengar ucapan Rey yang membuat tubuhnya semakin menegang,, setelah itu ia pasrah dan memilih diam hingga benar benar tertidur dalam pelukan Rey


Keesokan paginya saat Sofia terbangun yang pertama dilihat nya adalah wajah tenang Rey


ia tersenyum memandangi wajah tampan Rey tanpa sadar tangannya bergerak mengelus lembut wajah tampan itu,, merasa terusik dengan sentuhan Sofia Rey langsung memegang tangan Sofia yang menyentuh wajahnya kemudian mengecupnya


"Apa sudah puas memandangi wajah tampan suami mu ini!!"


Ucap Rey setelah mengecup tangan Sofia dengan mata yang masih terpejam


mendengar ucapan Rey yang tiba - tiba


Rey pun membuka mata nya dan tatapan mata itu saling bertemu,, tiba tiba jantung mereka berdegup kencang Sofia langsung memalingkan wajahnya kearah lain


"Ma....mana ada a.. aku memandangi wa.... wajah mu ...."


Ucap Sofia terbata ia sangat gugup saat Rey menatap nya lekat


"I .. itu tadi a.... ada ko... kotoran di wa.. wajah mu,, aku hanya membatu membersihkan nya "


Ucap Sofia lagi


"Kotoran !!"


ucap Rey sambil menyentuh pipinya dan mengusap nya


"I.. iya tadi ada kotoran !!"


Rey terus memandangi Sofia yang terlihat gugup


Sofia kemudian bangun dari tidurnya namun belum sempat ia berdiri tiba tiba tangan nya di tarik Rey,, kerena tidak seimbang tubuh Sofia pun jatuh kembali ke tempat tidur tepat menimpa dada bidang milik Rey


" Bruk .....!!! aww.....!! "

__ADS_1


"Kenapa kau masih ingin ku peluk??,, ah.. ternyata istri ku masih ingin ku peluk !!""


ucap Rey yang langsung memeluk tubuh Sofia yang berada tepat di atas nya tentu saja Sofia kaget mendengar ucapan Rey


"Uuhh dasar kamu tu ya,, kamu sengaja kan menarik tangan hingga aku jatuh seperti ini !"


ucap Sofia yang berusaha melepaskan pelukan Rey tentu saja Rey tidak akan melepaskan dengan mudah


"Rey ..... lepaskan aku,, aku mau man ......!!"


ucap Sofia terpotong kerena bibir nya telah menempel dengan bibir Rey tidak menyia-nyiakan kesempatan itu Rey memperdalam ci*** itu ******* nya dan membalikkan badannya hingga posisi Sofia berada di bawahnya,, Sofia mendorong tubuh Rey yang menindih nya dengan kuat namun tenaga nya tidak cukup kuat untuk menjauhkan tubuh kekar Rey yang menindih nya sehingga ia mulai pasrah dan menikmati ci *** itu


merasakan Sofia tidak berontak lagi dan mulai menikmatinya


Rey melepas bibir itu dan berpindah ke bagian lehernya tentu saja tangan nya tidak tinggal diam tangan nya sudah mulai melepaskan kancing baju milik Sofia,, setelah puas menciumi leher nya kini Rey tambah bergairah ia mencium dan menyesap gunung kembar milik Sofia meremasnya hingga Sofia men****


"Aahhhh......!! jangan.....!! jangan lakukan...aahhh....!! jangan lakukan itu .... aku..... mohon aku belum siap.....ahh.... tolong hen..... hentikan....!!!"


Ucap Sofia di sela sela ******* nya


Ucap Sofia membuat Rey tersadar akan perbuatannya nya ia segera melepaskan ciumannya dan menjauh dari tubuh Sofia baju yang Sofia kenakan sudah hampir terlepas semua,, begitu pula dengan pakaian yang Rey kenakan juga sudah berantakan


"huh......huh.....huh......" napas keduanya memburu saat sudah terlepas dari pelukan dan ciuman yang membuat kendali siapa saja hilang akal


"Maaf.... maaf kan aku ,, aku sungguh minta maaf atas kejadian ini,, tolong jangan marah pada ku dan jangan menjauhi ku ,, aku tau aku sudah kelewatan ,, sekali lagi tolong maafkan aku""


ucap Rey sambil memeluk tubuh Sofia


"Maaf aku khilaf,, tolong jangan marah dan jangan membenci ku aku.... aku sudah membuat mu ......"


"Sttt..... tidak perlu minta maaf,, aku tidak marah


aku juga sempat menikmati nya tadi,,


hanya saja aku belum siap melakukan hal itu !! "


ucap Sofia meletakkan jari telunjuk nya di bibir Rey dan memotong ucapan Rey tentu saja Sofia sangat malu mengatakan kalau ia juga menikmati itu wajah memerah saat mengatakan ia juga ikut menikmati sentuhan Rey


"Sekarang aku mau mandi dulu,, kau juga sebaliknya mandi "


ucap Sofia sambil melepaskan pelukan dari Rey


dan berjalan menuju kamar mandi


""Fii... tunggu,, terimakasih karena tidak marah pada ku,,"


Ucap Rey ini kali pertama nya Rey mengucapkan kata terimakasih ,, Sofia hanya membalasnya dengan senyuman dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi


Rey merasa senang karena Sofia tidak marah akan perbuatannya itu dan sekarang ia pergi meninggalkan kamar Sofia menuju kamar nya ia juga langsung menuju kamar mandi untuk mandi sekalian ingin menidurkan pusaka milik nya

__ADS_1


bersambung


__ADS_2