Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 66 Kembali ke kota A


__ADS_3

Sesampai di dalam kamar hotel tempat Fani menginap Fani langsung mencium bibir Bagas dan ****** nya dengan rakus tentu saja Bagas kaget melihat ke keagresifan Fani terhadap nya,


ia pria normal tentu jiwa laki laki meronta meronta tak menyia-nyiakan kesempatan itu


Bagas langsung membalas ciuman Fani


dengan rakus juga ia merasa tertantang dengan keagresifan Fani


ciuman itu berakhir saat keduanya hampir kehabisan nafas ,


sambil menstabilkan nafas fani melepaskan satu persatu kancing baju milik Bagas


"Fan .... fan.... fani ..tun... tunggu.... tunggu sebentar apa yang kau lakukan ini..... ini salah fan..."


Ucap Bagas sambil menghentikan tangan Fani yang melepaskan kancing bajunya


Fani tidak menjawab ia hanya tersenyum menggoda dan mendorong tubuh Bagas ketempat tidur lalu menduduki tubuh Bagas, tangan nya terus bermain di bagian bawah perut, nya


permainan Fani membuat Bagas tidak tahan sesekali ia mendesah,, mengerang dan mengepal kan tangan,,, merasakan sentuhan Fani yang semakin liar karena sudah tidak bisa menahannya Bagas membalikkan badannya hingga menindih tubuh Fani, sekarang giliran Bagas yang mulai melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Fani tangan Bagas merayap liar di tubuh Fani


hingga menyentuh bagian sensitif milik Fani tangan yang satunya lagi meremas gunung kembar Fani, sesekali ia menyesap pucuk gunung kembar itu, dan bermain di sana


tubuh Fani menegang ia meremas selimut dengan kuat,, ******* demi ******* keluar dari mulut Fani membuat suasana menjadi tambah panas,,, setelah itu kalian bayangin aja sendiri apa yang mereka lakukan ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Ditempat lain disebuah taman samping hotel,,


Angga membawa Rey dan duduk di bangku taman itu


"Ngga,, kenapa kau membawaku ke sini?


apa yang sangat penting yang ingin kau tunjukkan padaku ?"


Ucap Rey bingung melihat tingkah Angga yang terburu buru meninggalkan restoran


"Sebelum aku memperlihatkan ini, aku mau tanya, kamu tadi pergi kemana ? kenapa tidak menunggu ku datang dulu baru kau pergi,"


Ucap Angga


"Kenapa kau bertanya seperti itu,, aku pergi ada urusan sedikit,,, dan aku sangat risih dengan wanita itu "


Ucap Rey


"Iya aku tau kamu risih dengan wanita itu tapi seharusnya kamu tunggu aku kembali dari toilet "


Ucap Angga lagi sedikit kesal


"Nunggu kamu tuh kelamaan,, memangnya apa hubungannya dengan hal penting yang ingin kau tunjukkan, sebaik nya cepat kau tunjukkan jangan bertele-tele seperti ini !"


Ucap Rey


Angga tidak bersuara lagi ia langsung memperlihatkan rekaman video di ponselnya


"Ini,, lihat dengan baik apa yang di lakukan wanita licik itu,, untung aku melihat dan berhasil merekam nya"

__ADS_1


Ucap Angga bangga sambil memperlihatkan rekaman video tentang Fani yang sedang memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan mengaduk nya


'I... ini.. apa yang dimasukkan nya kedalam minuman milik ku,, kenapa kau diam saja saat aku meminumnya tadi "


Ucap Rey kaget dan cemas karena iya telah meminum minuman itu


"Tenang.... tenang... kamu tidak perlu cemas


seperti itu,, aku sudah menukar minuman itu dengan minuman milik Fani sendiri


sebelum kau datang dan menghabiskan minuman itu "


Ucap Angga menjelaskan


"Kapan kau menukar nya ,, jangan membohongi ku"


Ucap Rey


"Tentu saja saat Fani lengah,, saat itu ia asyik mengobrol dengan orang yang bernama Bagas itu "


"Kamu tau apa yang dimasukkan nya kedalam minuman itu,"


"Entah lah ,, aku juga tidak tau tapi.... mungkin itu semacam obat perangsang,, karena aku lihat saat kau minum.... Fani menatap mu dengan tatapan aneh dan penuh minat,


mungkin ia ingin menjebak mu dan menghabiskan malam dengan mu,, secara... dia kan selalu mengejar dan cari cari kesempatan untuk mendekati mu juga sering menggoda kan


Mungkin sekarang wanita itu sedang menikmati


hasil perbuatannya nya entah dengan siapa yang menjadi teman pelampiasan hasrat nya "


"Aku bersyukur bisa menyelamatkan mu Rey ,, aku tidak bisa membayangkan kalau kamu yang meminum minuman itu apa yang akan terjadi pada mu nanti,,"


Ucap Angga,, ia mendekati Rey yang tertegun mendengar cerita dari nya,, tangan nya masih memegang ponsel milik Angga,,, Angga yang dari tadi berdiri sambil menjelaskan kini duduk di samping Rey,


Rey mengagetkan gigi nya dan mengepalkan tangannya melihat video rekaman itu dan mendengar apa yang dikatakan Angga kepada nya


"Dasar wanita menjijikkan berani sekali ia berbuat seperti itu pada ku,,, setelah ini tidak akan ku biarkan dia ada di perusahaan ku "


Ucap Rey marah


"Iya kau benar Rey,,,, aku setuju dengan mu tapi... kamu harus sabar dan kendalikan emosi mu dulu


kau bisa menendang nya dari kantor atau.... memenjarakan nya dengan mudah dengan bukti yang ada di tangan Sofia,,ku rasa itu cukup untuk memberinya pelajaran


sudah lah jangan terlalu dipikirkan masalah ini dulu sebaiknya kita bersiap untuk berangkat ke bandara !"


Ucap Angga sambil menepuk pelan pundak Rey untuk menenangkan nya


Rey menatap Angga kemudian mengacak-acak rambutnya dengan kasar ia menghela nafas dan memejamkan mata sesaat


entah kenapa tiba-tiba ia terbayang dengan wajah Sofia


"Ah... kenapa aku jadi membayangkan wajah gadis aneh itu,, apa dia juga sama dengan wanita - wanita licik itu "

__ADS_1


pikir nya dalam hati


pukul sembilan lewat lima belas menit malam Rey dan Angga sudah berada di bandara, tinggal sepuluh menit lagi pesawat akan berangkat


dari kejauhan tampak seorang wanita sedang berlari kecil terburu buru,,,dan menghampiri Rey dan Angga yang duduk di kursi tunggu


" Maaf bos, saya terlambat"


Ucap Fani yang baru datang dengan nafas naik turun karena berlari agar tidak terlambat dan ditinggal kan


"Hmm.. " Angga hanya berdehem tidak ada niat untuk menjawab


sedangkan Rey acuh tak mau memandang kearah Fani ia sudah sangat merasa jijik dangan wanita yang ada di sebelah Angga itu


tepat pukul 9 lewat. 25 menit pesawat pun lepas landas menuju kota A


sedangkan didalam sebuah kamar,, seperti biasa Sofia ia tidak bisa tidur nyenyak ia sering terbangun seperti malam ini waktu sudah menunjukkan pukul 12 lewat namun ia belum bisa tidur,, jadi ia keluar dari kamarnya dan menuju meja makan ia pun membuat Susu hangat


"Non fia belum tidur,, apa non butuh sesuatu biar bibik buatkan ?"


Ucap bik Minah yang kebetulan menuju dapur dan melihat Sofia sedang duduk di meja makan sambil memegang segelas susu hangat


" Iya bik,, fia tidak butuh apa - apa lagi,,


oya bik fia kekamar dulu "


Ucap Sofia lalu meninggalkan bik Minah dengan membawa susu hangat di tangan nya


Sekitar pukul satu malam pesawat yang ditumpangi Rey ,, Angga dan Fani mendarat di kota A di bandara sudah ada dua mobil menunggu mereka


Rey sengaja menyuruh Angga untuk memesan dua buah mobil untuk mengantar mereka ke rumah ia tidak mau satu mobil dengan Fani jadi menyuruh Angga memesan dua buah mobil


"Fani ini mobil yang akan mengantarkan sampai ke rumah mu "


Ucap Angga sambil menunjuk mobil warna putih


sedangkan Rey Sudah masuk kedalam mobil yang satu nya lagi


"loh... kenapa kita tidak pulang dengan satu mobil saja,, lebih baik kita pulang bersama kan ini sudah malam. kalian tega membiarkan seorang wanita pulang sendiri larut malam "


Ucap Fani wajah sedih yang dibuat - buat


melihat wajah sedih yang dibuat - buat membuat Rey yang sudah ada didalam mobil ingin muntah begitu juga dengan Angga ia pergi tanpa tanpa melihat Fani dan masuk ke dalam mobil menyusul Rey


merasa diabaikan Fani dengan kesal masuk ke dalam mobil yang di tunjukkan Angga ke pada nya


"Ayo pak, jalan !"


Ucap Fani


"Iya, mbak" sahut supir itu kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan bandara


sedangkan mobil yang di tumpangi Rey dan Angga sudah melaju terlebih dahulu meninggalkan Fani

__ADS_1


bersambung


__ADS_2